
Di kamar Revon
Rose POV
Setelah selesai mandi, aku tidak melihat Revon di kamar. Aku melihat sebuah gaun di atas ranjang. Gaun berwarna hitam yang sederhana tapi cantik.
Selesai aku memakai gaunnya, aku berniat untuk mengeringkan rambut memakai hairdryer di laci yang ada di kamar mandi.
Saat aku mencari tempat yang pas untuk duduk sambil mengeringkan rambut. Aku melihat ada Ipod di meja. Agar tidak bosan, aku menyetel lagu yang ada di sana.
Lalu aku memutarnya secara acak. Dan lagu pertama yang terdengar adalah lagu dari Zayn Malik ft Tailor Swift - I Don't Wanna Live Forever.
Tanpa sadar senyumku mengembang. Aku pun ikut bernyanyi di bagian Tailor Swift bernyanyi.
Tiba-tiba aku mendengar suara Revon bernyanyi di bagian Zayn Malik. Dia berjalan ke arahku sambil tersenyum lebar. Tangannya membawa nampan berisi jus jeruk dan chocolate mousse.
Dia menaruh nampannya di meja dan mengulurkan tangannya untukku. Aku memandangnya dengan tatapan bertanya.
"Dance with me." Ujar lelaki itu dengan tersenyum dan mata yang berbinar.
Oh God! Dia mengajakku berdansa?!! Teriak kegirangan dari alam bawah sadarku.
Aku sedikit diam berpikir tapi Revon mengatakan,
"Cepat sebelum lagunya selesai." Ujarnya yang membuatku tertawa.
Segera aku mematikan hairdryer dan menerima uluran tangannya. Dia menarik tanganku hingga membuatku mendarat di tubuhnya yang kokoh.
Dia tersenyum lebar dan mulai menggerakkan tubuhnya ke kanan dan ke kiri. Aku hanya mengikutinya dan menatap wajahnya yang terlihat sangat senang.
Dia semakin tampan. Apalagi saat ini dia tersenyum lepas tanpa beban. Pikirku dengan takjub.
Setelah lagu itu selesai, ternyata lagu selanjutnya semakin membuatku senang.
Lagu dari Ellie Goulding - Love Me Like You Do. Revon melihatku dengan tatapan geli ketika melihatku menari tidak jelas.
"Aku tidak tahu kamu bisa menari sebagus ini." Ujarnya dengan tertawa kecil.
Aku hanya tersenyum dan mengajaknya menari. Kali ini lebih ke dansa.
Jari-jarinya memeluk pinggangku dengan erat. Dia mendekatkan wajahnya dan mencium pelipisku. Kemudian beralih ke rambutku.
"Your hair smells good." Bisik Revon.
"Aku memakai shampo milikmu." Jawabku dengan santai.
"Yeah. I know, bae." Ujarnya dengan tatapan geli.
"Dan sabun milikmu, ah satu lagi. Aku juga memakai sikat gigimu." Ujarku dengan memiringkan kepala menatapnya.
Aku tersenyum dan mengecup bibirnya. Ketika sampai di reff, aku sedikit menjauh dan melakukan gerakan berputar.
Dia kemudian menangkapku lalu menahan tengkukku agar tidak bergerak. Detik selanjutnya bibirnya mencium bibirku dengan lembut.
Perlahan aku meleleh di bawah ciuman lembutnya. Kakiku seperti berubah menjadi jelly. Seakan tahu akan hal itu, Revon mempererat pelukannya di pinggangku.
Beberapa saat kemudian, kami melepas ciuman karena kehabisan nafas.
"Sepertinya aku harus segera pergi ke kamar mandi sebelum aku kehilangan akal dan menerkammu sekarang juga." Ujarnya dengan nafas yang tidak beraturan.
Aku tahu dia sedang tidak bercanda karena aku bisa merasakan miliknya yang mengeras di balik celananya yang terasa menggelitik perutku.
Seketika aku merasa hampa karena dia melepas pelukannya dan menghilang di balik pintu kamar mandi.
Mencoba untuk mengalihkan perhatianku, aku memilih duduk di sofa dan meminum es jus jeruk yang esnya sudah mencair. Alisku berkerut ketika meminumnya.
Melihat chocolate mousse, aku pun mengambilnya dan mulai menyuapkan sesendok ke mulutku.
Aku menutup mata merasakan chocolate mousse itu memenuhi mulutku.
"Yang ini lebih enak dari kemarin." Gumamku dengan tersenyum senang.
Selang beberapa menit, dessert itu sudah habis aku makan. Sekarang aku menyesap jus jeruknya walau rasanya sedikit tidak enak.
Cklek.
Hampir saja aku tersedak melihat pemandangan di depanku. Mataku membelalak menatapnya.
Oh My Fucking God !!
β’β’β’
π’π’π’
Hai readers π
Masih setia sama aku kan?
ππ
Maaf ya chapter ini pendek
Tapi banyak part bucinnya.ππ
Jangan lupa like dan commentπ