My Vampire CEO (After Death)

My Vampire CEO (After Death)
Chapter 29 - Shapeshifting



Sinar mentari menelusup masuk melalui jendela kamar. Seorang wanita yang tertidur terlihat terganggu dengan silaunya cahaya itu. Tidak lama kemudian, dia pun membuka kedua matanya.


Dia mengenali ruangan yang dia tempati ini sebagai kamar tidurnya.


"Revon pasti yang membawaku ke sini. Kenapa dia tidak membangunkanku saja..." Ujar wanita itu dengan tersenyum manis.


Ya, dia adalah Rose. Dia tersenyum karena perlakuan Revon yang selalu manis dan romantis.


Tiba-tiba terdengar suara seseorang mengetuk pintu.


Tok. Tok. Tok.


Rose pun berjalan ke arah pintu untuk membukanya.


Cklek.


Ternyata yang mengetuk pintu adalah Revon. Lelaki itu tersenyum lebar menatapnya. Rose pun mengajaknya masuk dan menutup pintunya.


Tapi wanita itu sedikit bingung dengan penampilan Revon. Lelaki itu memakai kemeja putih dengan kerah yang terkancing.



Tidak biasanya dia memakai kemeja dengan kerah terkancing tanpa dasi. Tunggu! Dia juga mengetuk pintu, kan? Bukankah dia biasanya akan langsung masuk tanpa mengetuk pintu? Pikir Rose dengan alis berkerut.


"Rose, kemarilah." Ujar Revon masih dengan wajah tersenyum. Saat ini dia sedang berada di kamar mandi.


Rose menatap lelaki itu sejenak.


Tapi, dia benar-benar Revon. Wajahnya, rambutnya hingga postur tubuhnya. Ah, apa yang aku pikirkan? Tidak mungkin kan itu bukan Revon.. Pikir Rose yang kemudian membalas tersenyum kepada lelaki itu.


Tanpa ragu, Rose berjalan ke arah lelaki itu yang sedang berdiri di depan kaca kamar mandi.


Lalu lelaki itu mengambil pisau dan lilin yang ada di laci kamar mandi. Saat Rose melihat ke bathub, ternyata disana sudah terisi air hingga hampir penuh.


Karena Rose merasa penasaran dengan apa yang akan Revon lakukan, wanita itu pun bertanya.


"Apa yang akan kamu lakukan dengan pisau dan lilin itu? Lalu air di bathub juga.." Ujar Rose.


"Sstt.. Jangan banyak tanya." Ujar lelaki itu dengan menatapnya tajam.


Rose merasa ada yang berbeda dari lelaki itu. Dia menatap Revon dengan pandangan aneh.


Sekarang lelaki itu sedang menata lilin di sekitar bathub dan menyalakan satu persatu lilinnya. Setelah selesai, lelaki itu menarik tangan Rose dan mendekatkan ujung pisau ke telapak tangan wanita itu.


Sontak Rose menjauhkan tangannya dan menatap Revon marah.


"Apa yang mau kamu lakukan dengan pisau itu? Apa kamu mau melukai tanganku?" Ujar Rose dengan raut wajah marah.


Namun lelaki itu hanya diam dan menarik kembali tangan Rose. Tiba-tiba Revon menyayat telapak tangan wanita itu membentuk pola aneh. Rose merasakan perih akibat sayatan pisau yang cukup dalam itu.


Darah yang keluar dari luka sayatan menetes ka dalam air di bathub.


"Masuk ke bathub." Perintah Revon.


"What? Aku tidak mau. Sebenarnya apa yang mau kamu lakukan? Jawab aku Revon!" Ujar Rose dengan nada tinggi.


"Masuk ke bathub sekarang! Aku tidak akan mengulanginya untuk ketiga kali, Rose." Ujar Revon dengan rahang yang mengeras.


"Aku. Tidak. Mau."


Hal mengejutkan terjadi, Revon mendorong Rose hingga terjatuh ke dalam bathub.


Byur.


Sebelum Rose sempat naik untuk mengambil nafas, tangan lelaki itu menahan tubuhnya agar tetap di bawah air.


What is he doing? No! Revon! Pikir Rose sambil berusaha keluar dari air di bathub.


Tangan dan kakinya sibuk menendang dan mendorong lelaki di depannya. Namun itu sama sekali tidak membuatnya lepas.


Ketika di bawah air, Rose merasa terkejut dengan apa yang dia lihat. Perlahan wajah itu berubah menjadi seseorang yang dia takuti.


Stevan!


•••


Seorang lelaki baru saja turun dari mobil. Asistennya setia mendampinginya di sisinya. Lelaki itu tersenyum memikirkan sesuatu.


"Semua sudah lengkap. Bunga, lilin, makanan dan cincinnya.. Ah ini cincin yang anda minta." Ujar Robert sambil memberikan kotak kecil berwarna hitam.


Dengan senang hati dia mengambil kotak itu dan menyimpannya di saku jas.


Ya, kalian semua pasti sudah menebaknya. Lelaki itu adalah Revon. Dia sedang menyusun rencana untuk Rose.


Deg!


Tiba-tiba perasaannya tidak enak. Seperti sesuatu yang buruk sedang terjadi. Akhirnya dia ingat dengan tawanannya yang ada di basement.


Dengan cepat dia berlari menuju basement. Saat di lorong menuju basement, terdapat beberapa vampir yang tergeletak tidak bernyawa.


Melihat itu, dia semakin merasa risau. Jantungnya berdegup dengan kencang. Dia mendekat ke ruangan yang dia pakai untuk menawan Stevan, dan terlihat bahwa pintunya terbuka. Di dalamnya tidak ditemukan lelaki itu, hanya pakaian lusuh miliknya yang tergeletak di lantai.


"****!" Umpat Revon.


Satu yang ada dipikirannya. Rose dalam bahaya. Secepat kilat dia pergi menuju kamar Rose.


Brak!


"Rose?! Rose? Dimana kamu?" Teriak lelaki itu.


Karena dia tidak menemukan wanita itu di ranjang, lelaki itu pun pergi menuju ke kamar mandi.


Tapi pintu itu terkunci. Seketika dia mendobrak pintunya dan mencari keberadaan wanita itu. Keadaan kamar mandi gelap dan hanya ada lilin yang menerangi di sekitar bathub.


Lelaki itu segera mendekat ke arah bathub. Seketika dia membelakkan mata saat menemukan Rose di dalam bathub yang berisi air dalam keadaan tidak sadar. Tangannya menarik tubuh wanita itu dan menyelimuti tubuhnya yang dingin dengan bathrob.


"Rose! No! Rose.. kamu bisa mendengarku?! Bae... please.. " Ujarnya dengan menepuk-nepuk pipi Rose. Suara Revon terdengar seperti orang ketakutan. Dia takut jika wanita yang ada di hadapannya sudah tidak bernyawa.


Dia menaruh tubuh Rose di lantai. Mengecek denyut nadi dan nafasnya.


"Tidak.. aku tidak akan membiarkanmu pergi.."


Wanita itu tidak bernafas tapi masih ada denyut nadinya, walaupun sangat lemah.


Segera dia melakukan pertolongan pertama. Menekan beberapa kali bagian dada untuk mengeluarkan airnya.


Satu kali, dua kali, hingga beberapa kali, akhirnya air keluar dari mulutnya dan wanita itu mulai bernafas kembali. Namun Rose masih belum sadar dan wajahnya sangat pucat.


"Bae, bangun.. kumohon.. jangan tinggalkan aku.." Ujar Revon sambil mendekap Rose dengan erat.


•••


*Stevan melakukan Shapeshifting Spell sebelum menemui Rose


Shapeshifting Spell (Mantra perubahan wujud)


Penyihir melakukan Shapeshifting Spell agar bisa merubah wujud mereka menjadi wujud seseorang secara sadar dan penuh. 


Perubahan wujud ini hanya bisa dilakukan oleh penyihir dengan level tinggi.


•••


Hai readers kesayangan😊


Ada yang penasaran dengan visual Stevan?


Pengen tahu?


Sebenernya aku juga masih agak bingung. Tapi antara dua lelaki ini kayaknya cocok.




...1. Andreas Praeg...




...2. Amerigo Valenti...