
Chapter sebelumnya
Aku hanya bisa memandangnya tidak percaya. Ingin sekali aku membunuhnya sekarang. Mengambil jantungnya dan membakarnya di perapian.
Namun tubuhku terlalu lemah akibat racun ini. Racun apa yang dia gunakan?
"Aaaarrgghh" Teriakan kesakitan keluar dari mulutku. Tubuhku seakan sedang berperang melawan racun yang ganas.
Perlahan syarafku berubah warna menjadi hitam. Nafasku semakin sesak dan pandanganku perlahan mengabur.
"Aku akan membunuhmu, Stevan. Aku pasti akan membunuhmu" Ujarku kepadanya tepat di sisa-sisa kesadaranku.
•••
Stevan.
Stevan Hallagar.
Lelaki berparas rupawan itu mendengus melihat tubuh yang tergeletak tidak sadarkan diri itu. Perlahan dia mendekat dan menendangkan kakinya ke tubuh itu sekedar mengecek apakah dia hanya pura-pura atau tidak.
Apakah kalian penasaran bagaimana bisa Stevan berada di sana?
Baiklah mari kita usut.
Flashback ON
Di sisi lain Stevan merasa sudah mendapatkan apa yang dia inginkan selama ini.
Sihir Kegelapan.
Sihir yang memiliki efek kekuatan yang dahsyat dan bisa memusnakan musuh dalam sekejap mata. Menenggelamkan jiwa siapapun yang terkena akan sihir itu ke lautan kegelapan yang dingin.
Stevan berambisi ingin membalas dendam dan membunuh semua musuhnya. Dia tahu kalau sihir ini bisa meningkatkan kekuatannya. Setelah mendapatkan kekuatan itu, dia kembali ke dunia real life dengan membuaka portal ke dunia ini.
Sangat disayangkan, Stevan hanya tahu bagian menyenangkan tanpa tahu bagian menyeramkan. Sihir ini akan bisa menambah kekuatan seseorang yang menyerapnya hingga tidak terkalahkan. Namun tentu semua ada bayarannya. Sungguh tidak ada yang gratis di dunia ini bukan?
Jika seseorang itu memiliki jiwa yang teramat buruk. Dia akan mudah menyerap sihir itu, tapi itu tidak akan berlangsung lama karena sihir itu akan menghancurkan tubuh dan jiwa itu secara tiba-tiba.
Lalu bagaimana dengan seseorang yang memiliki jiwa yang suci?
Suci? Seperti tanpa noda? Ah, apa masih ada orang seperti itu?
Untuk jiwa yang masih suci, dia akan mendapatkan efek yang sama.
Jadi siapa yang bisa benar-benar mengendalikan sihir kegelapan?
Hanya seseorang yang memiliki keistimewaan yang bisa benar-benar mengendalikan sihir kegelapan itu. Mereka terikat satu sama lain.
Menjadi sang pangeran kegelapan. Prince of the darkness!
Flashback Off
Setelah yakin kalau Revon tidak sadar ditambah keadaannya yang seperti itu, dia tersenyum lebar. Senyuman itu berubah menjadi tawa riang seperti seseorang yang sedang menonton film komedi.
"Racun itu akan membuat seluruh organmu mengering. Racun yang aku bawa dari dunia kegelapan sangat ampuh rupanya. Ah, seharusnya aku menyiksamu dulu mengingat semua siksaanmu kepadaku waktu itu. Hmm, but it's okay. Thanks to you. Berkatmu, aku bisa masuk ke dunia kegelapan yang selama ini aku impikan." Ujar lelaki berambut ikal itu.
Stevan berbalik dan berjalan ke sisi ranjang. Dia menatap Rose yang sedang terbaring di atas ranjang dengan segala peralatan medis.
"Ck. Kamu seharusnya tidak menolakku saat itu. Mungkin, aku bisa membuatmu menjadi salah satu wanita di sampingku. Tapi kamu tetap memilih dia. Sorry, i have to do this. Tenang saja, jika kalian berdua mati.. kalian bisa bertemu, kan? Di alam kematian." Ujar Stevan dengan smirknya.
Melihat botol wine yang masih terisi penuh membuat dirinya ingin meminumnya. Meraih botol wine di meja, dia meneguk minuman alkohol berwarna merah itu dengan rakus.
"Wait.. Jiwamu sedang terperangkap di dunia kegelapan! Bagaimana bisa aku melupakan soal itu? Haruskah aku membawamu kesini?" Ujar Stevan dengan alis yang berkerut.
Setelah terdiam berpikir selama beberapa menit, Stevan kembali berbicara. Lagi-lagi berbicara dengan dirinya sendiri.
"Okay. Sudah diputuskan! Karena aku sedang berbaik hati dan ingin menyatukan kalian di alam kematian. Rose, aku akan membawamu kembali. Kamu senang, kan? Pastinya harus senang."
Meneguk winenya hingga habis, dia kembali meletakkan botol wine kosong itu ke meja. Dia dapat merasakan tubuhnya menjadi lebih ringan dan rileks.
Lelaki itu perlahan mendekat ke ranjang. Dia menatap wajah tirus dan pucat itu selama beberapa detik.
Lalu setelah itu, Stevan meraih tangan Rose yang masih membekas sayatan pola itu. Dia menjentikkan jari dan sekejap keadaan kamar menjadi gelap dan hanya diterangi oleh lilin yang berada di sekitar ranjang.
Stevan sudah menggenggam sebuah pisau di tangannya. Entah dari mana pisau itu secara tiba-tiba muncul.
Selanjutnya, lelaki itu menyayat telapak tangan Rose sesuai dengan pola sebelumnya. Mulutnya mengeluarkan mantra yang membuat pola itu terlihat bersinar.
"Vratite izgubljenu dušu, oživite ispružiti tijelo. (Bawa kembali jiwa yang hilang, hidupkan raga yang sudah meregang)"
Seketika cahaya yang membutakan mata memenuhi ruangan kamar. Tidak berapa lama, Rose seketika menghirup nafas dalam seperti seseorang yang baru keluar dari dalam air. Namun wanita itu masih menutup matanya.
Wanita itu takut membuka mata. Takut jika semuanya masih terlihat gelap.
"Terserah kamu mau membuka mata atau tidak. Yang pasti kamu bisa menyusul kekasihmu di alam kematian sekarang." Ujar Stevan dengan santainya. Lelaki itu berdiri di sisi ranjang dan melipat kedua tangannya.
Mendengar perkataan itu, sontak Rose membuka mata dan seketika raut wajahnya sangat terkejut. Namun keterkejutan itu bukan karena Stevan.
Ada seseorang dibelakang Stevan!
Siapakah dia?