My Vampire CEO (After Death)

My Vampire CEO (After Death)
Chapter 43 - A voice



Chapter sebelumnya


"Clein. Bantu aku membawa mereka ke rumahku. Jika kamu menolak, besok kamu tidak akan ikut latihan." Ujar Mr. Greig dengan tegas.


"Tapi.. Mr.."


Mr. Greig menatap tajam Clein memberikan peringatan telak kepada lelaki itu. Dengan enggan, Clein membantu untuk membopong Robert.


"Mari Nona.. Kita akan pergi kerumah saya." Ujar Mr. Greig lalu mulai berjalan seirama dengan Clein.


"Hiks.. Terima kasih Mr. Greig." Ujar Erica dengan raut wajah memelas.


Okay. Rencanaku berhasil. Robert, kamu pasti akan sembuh. Apapun caranya. Dan buku itu aku pasti akan menemukannya secepat mungkin. Pikir Erica.


•••


Setelah berjalan beberapa menit, akhirnya mereka sampai di depan sebuah rumah kayu. Rumah yang satu-satunya berada paling dekat dari tempat mereka sebelumnya.



Mr. Greig membawa Robert yang tidak sadarkan diri ke dalam rumah bersama dengan Clein. Lelaki berambut sebahu itu terus melirik ke arah Erica dengan pandangan tidak sukanya.


"Clein, jalan yang benar! Kamu hampir membuat Robert terjatuh. Astaga anak ini!" Ujar Mr. Greig dengan kesal.


"Maaf, Mr. Greig. Dia sangat berat, rasanya seperti memanggul Kingkong." Ujar Clein tanpa merasa bersalah.


"Hey! Enak saja mengatakan dia Kingkong. Dasar Orang Utan." Ujar Erica yang tidak terima.


Hanya aku yang boleh memberi dia nama binatang! Pikir Erica dengan menatap Clein sinis.


"Aku tidak ingin berurusan denganmu lagi, Nenek Sihir! Aku akan pergi setelah ini." Ujar Clein setelah membantu Mr. Greig membaringkan Robert di ranjang yang berada di kamar paling depan rumah ini.


"Clein! Aku masih belum memperbolehkanmu pergi. Kamu harus bertanggung jawab. Kamu yang sudah meracuninya, sekarang kamu juga yang harus menyembuhkannya." Ujar Mr. Greig sambil berjalan keluar dari kamar.


"Apa? Tapi.. Mr. Greig.. Saya..."


"Sepertinya kamu sudah tidak ingin menjadi muridku. Kalau begitu, pergi dari sini!" Ujar Mr. Greig dengan tegas.


"Tidak, saya masih ingin menjadi murid anda Mr. Greig. Saya... akan menuruti kemauan anda. Saya akan menyembuhkan lelaki itu" Ujar Clein dengan pasrah.


"Aku belum kalah. Lihat saja nanti!" Ujar Clein dengan suara lirih.


Erica mampu menangkap setiap kata yang lelaki itu katakan. Tapi Erica tidak takut dan hanya menampilkan smirknya.


Wanita itu mengangkat tangannya ke belakang dan memberikan jari tengah untuk Clein. Wajah Clein terlihat menahan amarah dan rahangnya pun mengeras.


Melihat itu Erica merasa senang dan puas. Dengan santainya Erica kembali berjalan menyamai langkah Mr. Greig yang sudah berada jauh di depannya.


•••


Sinar mentari mulai menunjukkan eksistensinya. Seorang lelaki sedang berdiri di depan jendela yang telah terbuka, menyambut sinar kehangatan yang menelusup masuk ke dalam kamar.


Setengah dari wajah tampan Revon yang terkena sinar mentari terasa hangat, membuatnya teringat kehangatan yang pernah dia rasakan dari wanita yang dia cintai.


Wanita yang selalu menarik perhatiannya, membuatnya tersenyum lepas tanpa dia sadari. Semua tingkahnya yang sangat pembangkang selalu menguji kesabarannya.


Tapi dia tidak akan bisa marah dan mengacuhkannya terlalu lama. Karena dia adalah cintanya. Sumber kehidupannya.


Sejenak memejamkan mata, membiarkan memori-memori indah itu merasuki pikirannya. Namun tiba-tiba terdengar suara samar-samar di pikirannya.


Lelaki itu tidak bisa mendengar jelas apa yang suara itu katakan. Mencoba memfokuskan pikirannya tapi tetap saja suara itu masih sangat samar.


Sekali lagi dia berusaha menangkap suara itu. Mengkosongkan pikirannya dan merilekskan tubuhnya.


Re...


Te...kan..


Revon.. Temukan keberadaan Erica.. Mereka sedang dalam bahaya..


Seketika Revon membuka mata dan menarik nafas panjang. Sepersekian detik dia sempat merasakan seperti tertarik sesuatu yang membuatnya tidak bisa bernafas.


Dan suara itu, suara yang sangat dia kenal.


"Roseline" Ujar Revon dengan menatap wanita yang masih setia terbaring di ranjang.