
hey wanitaku, masalalu mu hanya masalalu, kau memang baik hati, memaafkan mereka akan mudah bagimu, aku tidak masalah. aku malah sangat bahagia wanitaku sungguh baik dalam segi apapun, taukah jika aku bersyukur memilikimu, jadilah lentera hidupku selamanya.
suara Dering telepon membuyar lamun Nanda, sejak tadi ia hanya memandangi istrinya saja.
" hallo Riski..." ujar Nanda dia menjawab telepon dari asistennya.
" anda di mana tuan.." tanya Riski.
" saya lagi makan di caffe sama istri saya, ada apa Riski, sepertinya sangat penting.."
" ya tuan, orang tua dari tuan Gio dan sisil ada di rumah sakit, terjadi keributan Disini tolong tuan harap cepat datang..." jelas Riski.
" ohh.. baiklah, tunggu saya Riski.."
Nanda mematikan teleponnya, dia kembali menatap istrinya.
" ada apa yang, sepertinya masalah penting ya.." tanya Khanza ia tau, mimik wajah sang suami begitu cepat berubah.
" yank!! ada masalah di rumahsakit, Nanti kamu langsung ke anak-anak ya, biar aku selesaikan dulu.." titah Nanda, dia tidak mau melibatkan istrinya lagi.
" masalah apa." tanya Khanza.
" tidak yank!! ini hanya" ucap Nanda terpotong.
" masalah apa.??" Khanza menegas kan pertanyaannya, ia tau suaminya ingin menyembunyikan masalahnya, padahal ia tau suaminya sangat gusar saat ini.
" orang Tua sisil membuat keributan di rumah sakit.." jelas Nanda.
" oh.. kalau gitu aku mau lihat orangnya yank!!" ujar Khanza.
" jangan yank!! aku gak mau, beresiko yank!!"
" pokonya aku mau lihat," bantahnya.
" yasudah lah.." Nanda tidak bisa menolak keinginan sang istrinya, mau tidak mau Khanza ikut untuk menemui orang tua sisil dan Gio saat itu..
kedua orang itu kembali ke rumah sakit dan segera menghampiri kedua orang tua sisil, sebagai orang tua Nanda mengerti bagaimana perasaan mereka, apa yang terjadi dengan anaknya mungkin mereka tak terima..
baiklah Nanda akan menerima resiko apapun, namun ia juga akan melakukan apapun untuk melindungi istri dan anak-anaknya.
kedatangan Nanda dan Khanza membuat semua mata melihat, siapa yang tak kenal Nanda, Seorang CEO muda yang menggeluti usaha di semua bidang, dan perusahaannya berkembang sangat cepat.. ia sangat terkenal di dunia Bisnis.
" Tu-tuannn Nanda." ucap pak Rusli yang di ketahui adalah ayah Sisil, seorang pengusaha batu bara, yang sukses pada masa itu.
" ya saya, senang bisa bertemu dengan kalian semua..." ucap Nanda ia selalu ramah kepada semua orang.
semua orang tengah berkumpul di ruangan tempat Gio di rawat, yang tadi nya terjadi keributan sekarang tampak hening, para orang tua itupun belum mengerti dengan adanya keberadaan Nanda.
" Riski..." suara Nanda terdengar sangat pekat di tengah keheningan.
" ya tuan.."
" apa yang terjadi tadi.."
" mohon maaf sebelum nya tuan, tapi tadi terjadi keributan, orang tua dari nyonya sisil ingin bertemu dengan tuan, mereka tidak terima dengan nyonya sisil yang masuk penjara, dan akan di masukan ke dalam RSJ." jelas Riski.
keadaan pun kembali hening, dia antara mereka tidak ada yang mau bicara, Nanda mengerti kegugupan semuanya.
" saya Yang masukan sisil ke penjara, karena dia telah berencana membunuh Istri saya, melainkan Direktur dari pt. COPRATION. dan dia mencoba membunuh suaminya sendiri." jelas Nanda.
" tapi tuan, apakah ada bukti, kalau anak saya bersalah, kami tidak percaya kalau dia bisa berbuat seperti itu.." ucap Pak Rusli, tentu ia tidak bisa menerima kenyataan itu.
" pemikiran anda sama dengan pemikiran teman saya, melain kan suami dari sisil sendiri, tuan Gio Pernando, dia juga punya pikiran seperti itu pada awalnya.." ujar Nanda, ia memandangi Gio sekilas yang tengah memperhatikan Nanda berbicara.
" saya punya banyak bukti, bahwa anak anda, telah berkali-kali mencelakai istri saya, bahkan mereka menculik kedua anak saya, emm maksud saya, kedua anak biologis dari Tuan Gio sendiri.." tentu ucapan Nanda membuat semua orang syok, termasuk Khanza,
Khanza melongo memandangi suaminya, dan Gio terlihat menunduk, ia takut dengan orang tuanya. sejak kecil Gio di didik menjadi seorang pemimpin oleh orang tuannya, jika dia kehilangan hak waris nya entah apa yang terjadi, itulah sebab kenapa Gio selalu menuruti apa kata orang tuanya termasuk harus menikahi sisil.
" apa maksud anda tuan.." ujar laki-laki paruh baya, yang di ketahui adalah tuan Pernando.
mendapat pertanyaan seperti itu, Nanda hanya tersenyum..
" tuan apa anda pernah bertanya tentang kemauan anak anda, anda hanya menuntut dia menjadi sempurna, dan anda selalu meminta anak anda untuk melakukan apa yang anda perintahkan, pernahkah anda bertanya apa yang anak anda inginkan selama ini, bahagiakah dia, atau menderita kah dia..." ujar Nanda. mendapati pertanyaan seperti itu membuat kedua orang Gio sedikit terperanjak, ya memang benar mereka tak pernah bertanya apa yang menjadi kemauan anaknya tapi anaknya memang selalu menuruti apa yang dia perintahkan..
" tuan anda tidak bisa menjawab pertanyaan saya.. lihat lah Gio tuan, apakah dia bahagia, bukan kebahagiaan yang dia dapat, malah yang ada dia di tembak oleh istrinya sendiri, bagaimana kalau anak kalian tidak selamat... " ujar Nanda, kedua orang itu kembali memandangi Gio yang tertunduk.
" Tuan Nanda, saya tau anda orang hebat tapi anda tidak bisa membicarakan keburukan anak saya, saya bisa laporin anda kepolisi, atas pencemaran Nama baik.." bantah pak Rusli yang tak terima dengan perkataan Nanda yang memojokan anaknya di depan mertua anaknya.
" silah kan kami tidak takut, karena apa yang kami bicarakan adalah benar adanya.."
semua orang tampak terdiam.
" dan anda tuan Rusli, kemana saja anda... setelah seperti ini anda mati-matian membela putri anda, kemana saja dari kemaren-kemaren, bahkan anda tidak tau kejahatan dari anak anda sendiri."
" Ciiihhhh.." Nanda berdecak melihat semua orang terdiam dengan ucapannya..
" baiklah saya akan jelaskan semuanya ke kalian, dahulu, Gio Pernando berpacaran dengan istri saya selama dua tahun, bukan kah begitu tuan Gio Pernando..? " tAnya Nanda semua orang tampak melihat ke arah Gio, dan melihat Gio mengangguk.
" mungkin sebelumnya dia terobsesi dengan perempuan yang berpacaran dengan Hendrik kakak istri saya, dan ia memacari istri saya karena ingin balas Dendam, tapi pada akhirnya ia benar-benar jatuh cinta dengan istri saya,, meskipun pada saat itu ia belum menyadari nya.." Nanda tetap menjelaskan, supaya orang-orang itu mengerti awal mula masalahnya.
" pada akhirnya dia harus bertunangan dengan Sisil melainkan sahabat istri saya, mereka bersahabat tuan, namun peruntungan mereka berbeda, Khanza punya orang tua, yang begitu memperhatikan anaknya, meskipun mereka sibuk, tapi kasih sayang nya tak pernah kurang, itulah kenapa sisil sangat iri kepada Khanza, dan ingin merebut apapun yang Khanza miliki termasuk Gio dan ketenangan keluarganya,.." jelas Nanda..
semua orang nampak terkejut dengan hal itu, .
next👉