My Mine

My Mine
Hidupmu hidupku



semenjak kejadian itu, Khanza selalu memperhatikan semua keperluan Nanda, menelpon Nanda ketika ia beristrirahat kerja, dan pergi ke kantor Nanda ketika ia pulang Kantor.


semua itu ia lakukan semata-mata agar Nanda tau, bahwa dirinya adalah istri yang baik, meski ia di sibukan dengan urusan kantor, tapi ia juga bisa dengan telaten mengurus apa yang di perlukan Nanda dan sikembar.


Khanza ingin menjadi istri ideal di mata suaminya, ia tak pernah lelah, meski pun Nanda sudah melarang semua itu, namun ia tetap bersikukuh, apalagi soal urusan suaminya.


" eh sayang udah datang ya... " kata Nanda mendapati sang istri masuk ke ruangan nya.


senyum indah pun selalu Khanza tunjukan,Justru itu membuat Nanda sangat meleleh, beban pekerjaan di pundak nya seolah hilang seketika..


" sudah makan.. " tanya Nanda.


" sudah ko, kamu sudah.."


" iya sudah, sebentar lagi ya yank.." kata Nanda ia masih pokus ke layar laptop nya.


Khanza mengangguk.. ia memilih duduk di kursi dan membaca majalah, matanya menatap sosok perempuan cantik ada di majalah itu, kini Khanza tau kalau Cerly adalah seorang model.


" pantas saja cantik, ternyata model. tapi kok dia bersikukuh mau sama suami orang, murahan banget.. " gerutu Khanza, dia menekat-nekan foto yang ada di majalah itu, Nanda melihat sang istri gemas.. istrinya sedang merajuk melihat Foto perempuan itu,


Nanda menghampiri sang istri dan duduk didekatnya.


" ada apa istriku ini merajuk.." kata Nanda.


" ini mas kenapa coba ada majalah dia di kantor kamu.. aku gak suka.. " gerutu Khanza.


" hehehe cemburu ya.. " Kata Nanda


" enggak ko, ... " Khanza melihat kesemua arah, ia malu, Nanda selalu saja, membuat ia berada di posisi itu,


Nanda terkekeh gemas melihat sang istri, ia yakin sang istrinya ini sudah mulai mencintainya, bahkan istrinya ini sering selalu cemburu, Nanda senang cinta nya kepada sang istri selalu bertambah setiap waktu.


Nanda mencium bibir sang istri sekilas.


" jangan marah-marah, aku hanya milik kamu istriku❤ " kata Nanda. lalu ia beranjak membiarkan Khanza terpaku di tempat nya. ia selalu suka dengan istrinya yang seperti itu...


" apa-apaan dia itu.. " Khanza mengusap bibir nya perlahan..


" bisa gila aku... " gerutunya, Khanza membenamkan kepalanya ke kursi menyembunyikan rasa malu nya di sana.


.


.


.


Nanda masuk ke ruangan sang asisten setelah dia di beri tahu bahwa sang asisten berhasil meretas semua cctv yang menampilkan aktivitas Cerly.


Nanda sengaja tidak memberitahu sang istri dengan rencananya itu, agar Khanza tetap nyaman dalam segala hal aktivitasnya.


" ini tuan.." Riski menujukan layar laptop nya kepada Nanda.


senyum puas dari bibir Nanda tersungging, apa yang ia mau lihat telah berhasil di dapat oleh sang asistennya..


" kau memang selalu yang terbaik.. " ucap Nanda sambil memukul pelan pundak sang asisten.


" itu sudah menjadi tugas saya tuan. "..


terlihat Nanda sangat serius memandangi layar laptop itu, memperhatikan perempuan yang menjadi target nya..


" jadi ia selalu ngikutin istri saya kemanapun istri saya pergi.. " kata Nanda, ia masih pokus ke layar laptop.


" sepertinya begitu tuan, " kata Riski.


" Riski secepatnya kita harus menjalankan semua rencana kita, semakin lama perempuan ini semakin nekat, dan perkuat lah penjagaan untuk istri saya. " perintah Nanda


" baik tuan sesuai perintah anda. " jawab Riski patuh.


"baik tuan.. " patuh Riski.


" saya akan pulang bersama istri saya.."


" silahkan tuan.. "


Nanda keluar dari ruangan sang asistennya itu, senyum puas tersungging di bibirnya, dia harus bertindak, sebelum masalahnya semakin besar, pekerjaan sang asisten nya itu memang tak perlu di ragukan lagi, kalau soal meretas semua aktivitas Cerly memang sangat mudah baginya, tak jarang juga Riski berhasil meretas semua musuh bisnis nya Nanda, ia bersyukur Riski berada di tangan orang yang tepat, ilmu syber nya sangat hebat, sangat berbahaya jika ia harus bekerja di tangan orang yang jahat.


Nanda tak habis pikir Cerly bisa senekad itu, Cerly tak tau dia berhadapan dengan siapa. sedikit pun ia menyentuh tangan Khanza, atau membuat istrinya itu sampai meneteskan air mata, akan Nanda buat jera, apalagi Cerly sudah ada niat untuk mencelakai Khanza, hingga sampai menyewa orang, untuk mencoba membunuh sang istrinya. itu tidak akan pernah Nanda biarkan..


Nanda masuk ke ruangan nya, ia mendapati sang istri tertidur berbaring di kursi, Nanda menyibak Rambut sang istri yang menutupi wajah cantiknya. mengelus pelan wajah sang istri itu. di tatapnya dengan penuh perasaan


" maaf kan aku istriku, aku harus melakukan semua ini demi kamu, jangan marah ya sayang.. " lirih Nanda, tak hentinya ia mengelus lembut pipi sang istri dengan penuh kasih sayang.


Khanza mengercipkan matanya, membukanya perlahan, dan mendapati suaminya sudah ada di hadapannya.


" mas.. maaf aku ketiduran.. " ucap nya Khanza langsung duduk, dan berhadapan dengan sang suami.


" cape ya,,, maafin mas ya.. " kata Nanda.


" gak papa ko mas. udah selesai kah.."


" udah ayo kita pulang.. " kata Nanda.


mereka beranjak keluar dari ruangan itu,


dua minggu ini, setiap harinya Khanza selalu ke kantor Nanda, memang berlebihan namun ini untuk berjaga-jaga, Khanza tidak mau sampai perempuan itu mengganggu suaminya, memikirkan apa yang perempuan itu katakan saja membuat Khanza selalu kesal.


pecemburu memang bukan sipatnya, tapi semenjak bersama Nanda, rasa itu ada..


" sayang besok aku harus keluar kota.. " kata Nanda ketika mereka sudah ada di mobil.


" oh ya.. aku perlu ikut gak.. " jawab Khanza.


" gak usah sayang.. kamu di rumah aja sama anak-anak.. " kata Nanda cepat.


" oh gitu yaudah deh.. "


Khanza sangat kesal, padahal libur kali ini ia ingin mengajak suami dan anak-anak nya pergi kepuncak, sekaligus memantau villa nya yang ada di sana, rupanya suami nya itu harus bekerja keluar kota.


" jangan sedih, minggu depannya kita pergi ke bali ya.. sekaligus kamu memantau resort di sana? " kata Nanda dia mengelus lembut rambut Khanza, tau istrinya itu pasti sangat kesal.


" kok kamu tau, aku punya resort.. " tanya Khanza heran


" sanyangku kamu istriku, tentu aku tau semua aset yang kamu punya.. " jawab Nanda.


" kok bisa.. " tanya Khanza, ia masih tak mengerti.


" buat aku apa si yang gak bisa yank."


Khanza hanya mengangguk, ia tau suaminya bukan orang yang sembarangan.


dia salah satu orang besar di indonesia. pasti sangat mudah mencari tau apapun tentang Khanza..


🌺🌺🌺


.


.


.


.