
laki-laki itu terlihat sangat gelisah, setelah mendapat kabar bahwa sang istri mengalami pendarahan dan masuk rumah sakit,
beberapa penyesalan masuk menyeruak dalam hatinya, dia menyesal tidak memberi tahu sang istri semua rencananya, dan mengakibatkan istrinya masuk rumah sakit.
" berapa lama lagi.." kata Nanda.
" setengah jam kita akan sampai di rumah sakit permata tuan.. "
Nanda terus menekan kekhawatirannya, agar dia tetap kuat di hadapan istrinya Nanti,
bahkan jika mau dia rela, di maki sang istri, di benci sang istri, asal istri nya kembali mau memafkan dirinya.
dia juga berjanji akan tetap memantau Cerly, supaya ia di penjara selama lamanya, agar tak mengganggu sang istri kembali.
.
.
.
Khanza terpaku, pikirannya menerawang kemana-mana, beberapa kali air matanya menetes, ia bahagia atas kehadiran calon anak nya, namun di sisi lain dia begitu sangat kesal dengan suaminya, Khanza mengusap pelan perut ratanya.
" nak.. ibu akan baik-baik saja demi kamu, asal kamu juga harus baik-baik saja demi ibu. maaf kan ibu, yang hampir membuat kamu pergi.." air matanya tak henti menetes.
Ayu dan Deri masuk keruangan, mereka duduk di samping Khanza.
" za.. suami lo sebentar lagi datang, selesaikan masalah ini sama-sama.. " kata Ayu, ia begitu iba melihat sahabatnya yang sangat lemah di hadapannya. Khanza menggeleng.
" tidak apa-apa, wajar saja jika dia memilih wanita itu, Cerly adalah cintanya.. " Khanza tertunduk,
begitu sakit yang di rasakan hatinya. namun harus ia tahan, demi kebahagian sang suami, lagi pula ia sudah ber janji, dengan dirinya sendiri sebelum pernikahan, bahwa Khanza akan tetap membiarkan Nanda bersama cintanya, namun sekarang lebih sulit terasa, mungkin karena cinta yang telah tumbuh di hatinya, karena cintapun Khanza berubah menjadi perempuan egois, hingga suami nya tidak boleh dengan siapapun.
" alangkah baik nya ini di ceritakan yank.. " kata Ayu dan Deri mengangguk.
Deri setuju untuk menceritakan semuanya, agar Khanza tidak terlalu jauh dengan pikiran salah pahamnya, ia juga tau Khanza sangat bijaksana, Khanza tidak akan marah ketika sudah mengetahui semuanya
Ayu menarik napas panjang, dan ia mulai bercerita, bahwa Nanda telah merencana kan sesuatu, ia tidak memberitahu Khanza, karena takut kejadian seperti ini terjadi.
" za.. suami lo sebelum pergi meminta gw berjaga-jaga, agar tetap ada di samping lo, takut kejadian ini terjadi dan benar saja ini terjadi. "
Khanza masih menatap Ayu penuh pertanyaan, hati nya sakit, namun ia ingin tau lebih jauh.
" lihat ini za.." Deri memperlihatkan layar Handphone nya, dan disana menunjukan penangkapan Cerly. Khanza menatap Ayu dan Deri penuh pertanyaan.
" iya za jadi sebenarnya, suami lo berencana untuk menjebak Cerly, agar kejahatan yang Cerly lakukan dapat terkuak di publik, Nanda tidak memberitahu kan semua ini sama lo karena Khwatir sama lo, dia takut lo cemas.." jelas Ayu.
Khanza masih terpaku, air matanya menetes, masih tak percaya apa yang yang di katakan teman-temannya itu.
" kenapa dia melakukan itu, bukan kah Cerly adalah cintanya.. " pertanyaan Khanza membuat Deri dan Ayu saling menatap.
" za... sebenarnya ada sesuatu hal yang lo gak tau, Cerly melakukan pembunuhan kepada sesama teman modelnya, dan dia juga kembali melakukan percobaan itu, untuk membunuh kamu.." jelas Deri perlahan agar tetap tidak membuat Khanza syok. Khanza mulai terisak.
" suami lo melakukan semua ini, hanya untuk melindungi keluarga kalian, Nanda pun begitu benci dengan Cerly yang begitu terobsesi kepadanya, Nanda sama sekali tidak mencintainya za.. "
Khanza mulai terisak... dia sudah salah paham dengan suaminya, dia telah memaki suaminya,
" perbaikilah.. kalian harus bicara.. " kata Ayu.
" ada apa si dengan mereka... apa mereka bertengkar. " tanya bu Laras dia pun merasa ada yang gak beres diantara anak dan menantunya.
" biarlah ma.. biar jadi urusan mereka, mama ini kaya yang gak pernah muda aja hehe.. " pak Bayu terkekeh, semua orang disana juga ikut terkekeh, mantan CEO itu, ternyata sangat jago berguyon
" tidak ada ko tante.. mungkin bawaan ibu hamil, jadi Khanza sedikit lebih sensitif tante. " jelas Uci.
mereka tau kekhawatir dari kedua orang tua itu, dan ini adalah moment yang bahagia menurut mereka, karena akan mendapat cucu lagi.
Nanda berlari menghampiri kerumunan orang-orang yang ia kenal, perasaan nya masih sangat gelisah. dia mendapati orang tua nya bersama teman-teman Khanza dan Deri.
" ma.. pa... " sapa Nanda.
Nanda memeluk kedua orang tua itu, mereka menjelaskan betapa bahagianya mereka akan mendapat kan cucu kembali. teman-teman Khanza dan deri pun juga memberikan ucapan selamat kepadanya.
setelah itu Nanda masuk ke ruangan Khanza, ia mendapati wanita yang sangat di cintainya begitu lemah di hadapannya, Khanza terlihat sangat pucat, Nanda menangis mendapati kondisi sang istrinya seperti itu. dia duduk di samping Khanza memegang tangan yang rindu itu, di kecup nya berkali-kali...
"mas... " suara parau Khanza membuat Nanda menghentikan tangis nya.
" sayang mas ganggu tidur kamu ya.. " kata Nanda.
" tidak ko mas.. " Khanza menatap suami nya dengan tatapan sayu, begitu Rindu nya ia dengan wajah itu. begitu bahagianya ia mendapati Nanda baik -baik saja dan sekarang ada di hadapan nya, ia menyesal telah salah paham kepada sang suami, Khanza tau bahwa hal yang di lakukan suaminya itu sangat berbahaya, mengingat betapa nekatnya Cerly dia bisa melakukan apapun, bahkan membahayakan nyawa sang suamu.
" mas.. " lirihnya, Khanza memegang tangan sang suami dengan memakai tangan satunya.
" maafin mas sayang.. " Nanda terisak, kepalanya tertunduk, penyesalan demi penyesalan menghampirinya, ia telah membahayakan nyawa orang yang di cintainya.
" it's oke mas.. aku sudah baik-baik saja.." kata Khanza
" maafin mas ..." lagi dan lagi kata maaf itu terus keluar dari mulut Nanda. Khanza mendudukan badannya.
ia meraih badan sang suami dan memeluk nya erat, bagaimana pun ia rindu dengan suaminya.
" mulai sekarang, kalau ada apa-apa kita bicarain ya mas, biar tidak ada salah paham.. " kata Khanza.
" iya sayang maafin mas ya.. "
" iya mas.. mendapapati kamu sudah pulang dengan selamat saja aku sudah sangat bahagia."
Nanda makin mengeratkan pelukannya, ia bahagia istrinya begitu bijaksana, dia bahagia akan ada seorang anak lagi di kehidupannya..
Nanda bersyukur, keluarga barunya adalah anugrah terindah dari tuhan untuknya.
salam sayang dari author π
terimakasih yang sudah membaca cerita author jika ada masukan boleh di kolom komentar.
β€πΊπ
.
.
.
.