
.
.
.
pantai kuta bali.
.
.
Danendra menangis karena lapar, dengan sigap Khanza memangku anaknya dan memberikan Asi kepada sang anak..
" duhhh gemul nya anak ibu.." dia mengelus lembut pipi baby boy nya.
" emm gitu ya, mau saingan sekarang,," tiba-tiba Nanda sudah ada di hadapan sang istri dan berkacak pinggang.
" mas apa-apaan kamu tuh.."
" anakmu tuh.. "
" anak kamu juga mas!!."
" hehe iya. habis dia gitu, bagian aku mana coba, semuanya buat baby boy.." gerutu Nanda, dia sedikit merajuk kepada istrinya.
" dihhh kamu, masa mau saingan sama anak, lucu banget si.." Khanza terkekeh melihat tingkah sang suami, yang tak mau kalah dengan anak nya itu.
" kebayang gak mas dulu pas si kembar, kalau mereka lapar, pasti seisi rumah ikut sibuk.." Khanza sedikit berlayar ke masa lalu saat masa-masa menyusui si kembar.
" kenapa kok gitu.."
" ya karena mereka berdua mas, mana mungkin aku menyusui dua-duanya.."
" oh iya hehe.. baby boy juga berdua kok, sama ayahnya.." Ucapan Nanda berhasil membuat istrinya mendelik tajam.
" mas ih!!.."
" hehehe..."
"oh iya yank!!, Gio ngehubungin aku katanya si kembar akan main di pantai, kita di ajak kesana bareng.." Ujar Nanda, ya si kembar sekarang sedang bersama Gio dan keluarga nya, mereka sama-sama sedang berada di bali saat ini.
" boleh tuh.!! ajakin sekalian teman-teman mas.."
" oke dehh, sesuai keinginan istriku.." ujar Nanda.
Nanda mengirimkan pesan whatsAAp ke semua teman-teman Khanza bahwa mereka harus ikut berkumpul sore harinya di pantai kuta bali.
.
.
.
sore itu, sesuai yang di janjikan oleh Nanda semua teman-teman Khanza sudah berkumpul di sana, tak terlewatkan satu apapun, termasuk Ayu dan Deri yang tampak sangat bahagia dengan baby girl nya.
" hey sayang-sayangku.. " teriak Uci saat ia tiba terlambat dari yang lainya.
" apaan si ah Uci.." kata Dimas. tak suka dengan suara Uci yang sangat memekat telinga di telinga.
" hehehe.." Uci hanya nyengir kuda.
" belum, masih sama papa nya mereka.." jawab Khanza.
.
.
.
" ibu.. " teriak si kembar, mereka melambai-lambai tangan nya ke arah Khanza,
" hei nak kemarilah.." teriak Khanza juga.
terlihat si kembar berjalan dengan sang papa nya Gio Pernando, sedikit bocoran kalau Gio telah bercerai dengan Sisil, laki-laki itu kini memilih hidup sendiri. bukan menyerah dengan keadaan, baginya ada si kembar sudah melengkapi apapun di kehidupannya. Hidup nya sudah lebih baik dan lebih bahagia karena keberadaan dua malaikat kecil yang menggemaskan itu.
" hallo Tuan Nanda.. " ujar Gio.
" hallo, sepertinya tuan Gio sekarang sudah lebih gagah ya.."
" sesuai dengan yang tuan Nanda lihat.." keduanya terkekeh, mereka sama-sama bergurau, membicarakan pekerjaan dan tentang masa depan anak-anaknya, sepertinya hubungan keduanya memang sudah benar-benar membaik. mereka tampak sangat akrab apalagi soal membicarakan anak-anak. Khanza juga akan pokus ke masa depan dengan melupakan masa kelam di masalalu.
mengenai Sisil, perempuan itu telah di ponis bersalah dan di hukum selama dua tahun di penjara, mungkin sekarang Sisil telah sadar dari semua kesalahan-kesalahannya mudah-mudahan saja, selain itu dia juga dapat bimbingan dari pisikologi agar hidup nya kembali menjadi lebih baik..
Khanza memandangi orang-orang di sekelilingi nya, tak terasa sudah bersama mereka bertahun-bertahun, tak ada yang berubah dari semua sahabatnya. mereka tetap sama, punya kelakuan dan sifat yang sama, meski mereka sudah sama-sama menikah.
Khanza juga menatap wajah tampan Nanda, rasa cinta nya kepada suaminya itu sangat luar biasa, semoga cintanya tak lekang oleh waktu, semoga tak ada yang bisa memisahkan mereka.
Khanza juga berharap, Gio akan bertemu dengan orang yang tepat, Sudah cukup Gio di hukum karena kesalahan nya, Khanza selalu berdoa agar Gio bahagia menjalani hari-harinya sekarang, tak ada dendam atau rasa benci lagi di hatinya, kejadian di masalalu sudah Khanza kubur dalam-dalam. dia sudah mengikhlaskan apapun yang terjadi...
Khanza bernapas sangat panjang, arti di kehidupannya sangat bermakna, kesabaran nya adalah nyata saat dia mendapat keadilan dan kebahagiaan berkali-kali lipat. nyata nya tuhan juga mencintainya..
......................
.
.
.
.
tuhan biarkan lah semuanya tetap seperti ini, jangan rubah apapun karena aku menyukai semua anugrah darimu.
terimaksih untuk semua perjalanan yang indah, yang tak akan pernah mampu aku lupakan.
tuhan... titip ibu di atas sana, dia adalah malaikatku, berkatnya... kebahagiaan ini selalu menyertaiku.
terimakasih juga untuk orang-orang yang mencintaiku, sahabat-sahabatku, semoga kita semua berada dalam lindungannya, aku tau perjalanan kita tidak sampai disini, kita akan tetap bersama, membesarkan anak kita, melihat anak-anak menikah, dan memiliki cucu, sungguh indah kehidupan ini.
begitulah isi hati Khanza saat ia memandangi semua orang-orang di sekitarnya.
satu kata bahwa dia menikmati semua perjalanan hidupnya, berkat masalah dia begitu melewati banyak nya perjalanan dan arti Hidup, dan Khanza juga bisa bertemu mereka semua.
THE AND.
.
.
😘😘😘