My Mine

My Mine
Part 7



Pukul 20.00


"Duh dah jam berapa ni. Lumayanlah. Kepala ku dah gak pusing lagi. Aku coba buka WA deh." kata Kyara sambil membuka WA nya


WhatsApp


Chat


Kak Guna


Kamu jadi ikut gak?


My Golila Unyuk


jangan lupa makan yah.


"Aku buka WA dari kak Guna dulu deh." kata Kyara sambil membuka WA nya Guna.


Kak Guna


online


Nanti acaranya jam 9


Kamu jadi ikut gak?


maaf kak saya gak bisa ikut.


saya lagi sakit.


Owalah yaudah kalo gitu. Banyakin istirahat dulu dan jangan banyak pikiran dulu.


iya kak terima kasih.


sama - sama.


Kini Kyara membuka WA dari Fiqhi.


My Golila Unyuk


online


mbull


mbull


mbull


gudd night♥️


jangan lupa makan yah.


iya mbull makasih ya.


kamu juga jangan lupa makan mbull


tadi makasih jugak udah nganterin aku.


iya sama - sama.


kamu gimana kondisinya?


udah agak mendingan sih mbull


tapi masih agak sedikit pusing.


tapi besok aku ttp masuk kok tenang aja.


kalo masih sakit jangan masuk dulu mbull


iya iya.


btw tadi aku udah nolak ajakan kak Guna mbull.


yaudah bagus deh. lagipula aku juga gak rela kamu sama dia.


tapi jangan bahas dia diantara kita yha mbul


kurang suka aja akuu.


iya mbull maaf.


udah dulu ya mbull besok kita lanjut di kelas lagi ya.


iya mbull ku♥️♥️


gudd night mbull♥️


too mbull


Keesokannya di sekolah...


"Selamat pagi Kya." sapa Guna sambil tersenyum.


"Pagi juga kak. Aku duluan ya kak." jawab Kyara.


"Tunggu bentar Kya! Aku mau ngomong bentar boleh gak?" kata Guna.


"Ngomong apa ya kak?" tanya Kyara.


"Ke kantin aja ya Kya. Sebentar doang kok. Gimana?." tanya Guna.


"Ouh boleh deh kak. Sekalian aku mau beli minum." kata Kyara.


Di kantin...


"Jadi sebenarnya ku mau bilang gini Kya..." kata Guna.


"Kok gak diterusin kak?" tanya Kyara.


Tiba - tiba Guna berlutut dan sambil mengatakan "Kamu mau nggak Kya jadi pacar aku?" tanya Guna yang seketika membuat Kyara terkejut bukan main.


"Kak?!" jawab Kyara.


"Gimana jawaban kamu Kya?" tanya Guna.


Tak sengaja Fiqhi dtaang ke kantin dan menyaksikan semua itu. Mata Fiqhi menatap tajam mata Guna dan Kyara.


"Terima! Terima! Terima!" ucap banyak siswa yang ada di kantin yang menyaksikan hal itu.


"Kasih aku waktu dulu ya kak." ucap Kyara.


"Oke. Aku tunggu secepatnya ya Kya." tanya Guna.


"Iya. Aku duluan kak." jawab Kyara.


"Shiapp." jawab Guna.


Mendengar jawaban Kyara, Fiqhi langsung bergegas pergi dari kantin. Kyara melihat Fiqhi dan langsung mengejarnya


"Mbull! Tunggu mbull!" ucap Kyara sambil menghentikan Fiqhi yang terus berjalan menuju kelas.


Fiqhi duduk di mejanya dan langsung dalam posisi ingin tidur. Perasaanya sekarang bercampur aduk. Kyara datang dan berusaha menjelaskan semuanya.


"Mbull! Mbull!" panggil Kyara.


"Hm.” jawab  Fiqhi pelan.


"Kamu marah mbull. Aku bisa jelasin semuanya mbull. Dengerin aku dulu," kata Kyara.


"Yaudah coba kamu ceritain." jawab Fiqhi.


"Jadi tadi pagi kak Guna tu ngajak aku ke kantin mbull. Aku gak tau kalo dia mau nembak aku. Tapi aku belum jawab kok mbull," jelas Kyara.


"Kenapa gak langsung kamu tolak mbull? Kamu juga suka sama dia?" tanya Fiqhi.


"Ouh gitu... Kirain mbull." kata Fiqhi.


"Makanya kamu dengerin penjelasan dari aku dulu. Nggak langsung nyelonong dan ngambek terus pergi gitu." kata Kyara.


"Iya maaf mbull. Maaf kebawa perasaan😔" kata Fiqhi.


"Tapi kamu lucu mbull kalo cemburu. Aku suka lihatnya hhh." kata Kyara.


"Jadi kamu suka kalo lihat aku cemburu? Kejem banget kamu mbull😣." kata Fiqhi.


"Yeah ngambek lagi. Manis banget sih kalo ngambek golila unyukku hehe." kata Kyara sambil mencubit pipi Fiqhi.


"Auh. Sakit dong mbull. Entar kalo aku tembem gimana dong." kata Fiqhi.


"Iyadeh hehe." kata Kyara.


"Tapi aku gak suka mbull kamu digituin ma dia. Kan kamu dah jadi punyaku jadi gaboleh ada yang ingin miliki kamu lagi dong." kata Fiqhi merengek.


"Ha? Iyaiyaiya deh. Wkwkwk. Sampek segitunya." kata Kyara.


"Gak mau?" tanya Fiqhi.


"Mau apa?” tanya Kyara.


"Aku ngomong gitu." kata Fiqhi.


"Enggak - enggak mbull. Aku cuman kaget aja hehe. Tapi aku seneng banget kok." kata Kyara.


"Iyah. Hm." kata Fiqhi.


"Yah masih ngambek aja mbull." kata Kyara.


"Yek. Btw nanti aku gak on WA ya mbull." kata Fiqhi.


"Emangnya kenapa mbull? Masih marah ma aku?" tanya Kyara.


"Enggak mbull. Aku cuman gak pengen on aja dulu. Mau nenangin diri." kata Fiqhi.


"Oh gitu yaudah. Aku duluan ya mbull. Maaf ganggu kamu." kata Kyara.


"Jangan gitu mbull." kata Fiqhi.


Mendengar jawaban dari Fiqhi, Kyara langsung menuju ke kursinya dan membaca novel. Fiqhi pun menghampirinya dan menjelaskan semuanya.


"Mbull! Aku gak bermaksud tadi. Yaudah aku mau cerita deh sama kamu." kata Fiqhi.


"Apa? Kamu ada masalah lain? Coba kamu ceritain." kata Kyara


"Kemarin tu aku ada masalah ma ortuku mbull. Kan aku gak salah yang salah tu adikku tapi tetep aku yang disalahin." kata Fiqhi.


"Kan itu adikmu sendiri mbull. Ya kamu harus bisa lah mengalah sedikit sama adik kamu. Toh kamu dulu kan juga gitu. Ambill positifnya aja mbull. Kalo kamu ada adik kan ada yang bisa kamu ajak main bareng. Kamu enak mbull adik kamu cowok, kamu juga cowok. Aku cewek punya adik cowok,bandelnya minta ampun lagi. Tapi tetep aja sabar kunci utamanya. Gitu aja siih mbull. Inget - inget aja pas masa - masa kamu seneng - seneng bareng adik mu mbull. Nanti kan kamu juga ikut kebawa. Kalo kamu dah biasa kak gitu nanti kan kamu juga terbiasa dengan sendirinya mbull." kata Kyara.


"Makasih mbull masukannya. Nanti aku coba deh." kata Fiqhi.


"Nanti istirahat mau kemana mbull?" tanya Kyara.


"Aku dikelas aja sih mbull. Tapi terserah kamu deh." kata Fiqhi.


"Ouh gitu. Nanti mau nggak mbull temenin aku di perpus?" tanya Kyara.


"Iya boleh mbull." kata Fiqhi.


Bel masuk berbunyi dan pelajaran berjalan sesuai dengan biasanya. Kini bel istirahat pun berbunyi.


"Mbull yuk jadi nemenin aku gak?" tanya Kyara.


Kyara melihat Fiqhi sedang tertidur dan enggan untuk membangunkannya.


"Kasihan dia mungkin kecapean ditambah banyak pikiran kayak gitu. Aku sendiri aja deh ke perpus." kata Kyara dalam hati.


Setelah Kyara menuju ke perpus, di kelas Nayla...


"Andaikan kamu nggak sama Kyara Fiq. Pasti aku mau deketin kamu." kata Nayla sambil membelai rambut Fiqhi.


Tak disangka Kyara yang ingin ke kelas karena lupa membawa bolpoint pun melihat semua itu. Ia salah paham karena mengira Fiqhi hanya diam saja saat ketika Nayla membelai rambutnya. Nayla pun terkejut melihat kedatangan Kyara dan berusaha menjelaskan.


"Ra. Gueh bisa jelasin kok semua ini." kata Nayla.


"Hahahaha gak papa Nay. Santai aja.” kata Kyara.


Mendengar ada keributan kecil, Fiqhi pun terbangun.


"Ada apa sih?" tanya Fiqhi.


"Gak ada apa - apa! Aku duluan ya." kata Kyara.


"Ra. Tunggu Ra aku bisa jelasin dulu." kata Nayla sambil menahan Kyara.


"Kyara kenapa ya?" tanya Fiqhi dalam hati.


"Aku gak papa kok Nay. Udah dulu ya aku duluan ke perpus sebelum nanti keburu bel." kata Kyara sambil menuju perpustakaan.


"Aku susul dulu deh. Takutnya dia kenapa - napa." kata Fiqhi sambil menyusul Kyara ke perpustakaan.


Ternyata setelah melihat hal itu, Kyara tidak jadi ke perpustakaan dan hanya terdiam sejenak sambil duduk di taman. Tak terasa air matanya perlahan mulai jatuh. Fiqhi yang melihat hal itu langsung menghampirinya.


"Kamu kenapa mbull kok nangis? Aku minta maaf kalo aku ada salah." tanya Fiqhi.


"Gak papa kok. Sambil menghapus air matanya." jawab Kyara.


"Jujur mbull. Kan katamu gaboleh nutup - nutupin." jelas Fiqhi.


"Yaudah aku ceritain ke kamu. Tapi kamu harus jawab jujur nanti." kata Kyara.


"Iya."  jawab Fiqhi.


"Kenapa tadi kamu kenapa biarin Nayla ngebelain rambut kamu mbull? Hiks hiks," tanya Kyara?


"Kapan mbull? Dari tadi aku tidur kok." jawab Fiqhi.


"Berati kamu gak sadar kalo Nayla pegang pegang rambut kamu?" tanya Kyara.


"Enggak mbull. Aku nggak tau sama sekali." jelas Fiqhi.


"Ouh yaudah kalo gitu. Maaf yah aku jadi nyusahin kamu gini. Kayak anak kecil nangis - nangis gak jelas." kata Kyara.


"Gak papa mbull. Wajar aja kan kamu cemburu.” kata Fiqhi.


"Iyalah mbull aku cemburu. Masak aku lihat doi yang aku suka dideketin sama cewek lain." ucap Kyara.


"Iya iya Embulku. Kalau aku misal Deket sama cewek lain itu cuma mungkin karena tugas aja mbull tapi kan dihatiku cuma ada kamu.


"Hahaha bisa aja." kata Kyara.


Bel masuk berbunyi... Ketika Fiqhi dan Kyara sampai di kelas, pandangan Nayla hanya tertunduk dan seperti malu.


"Aku duluan ya mbull. Kamu jaga diri," ucap Fiqhi.


"Kayak mau perang aja mbull. Kan cuma beda kursi aja." jawab Kyara sambil tertawa.


"Hehehe..." kata Fiqhi.


***kira - kira besok cerita keuwuan pasangan sejoli ini akan seperti apa ya wilfers? jangan lupa untuk terus ikutin ceritanya....


Pisang dibagi sama Mpok Yuyu


Selamat pagi dan see you...


Author -


Tfqhryd***