My Mine

My Mine
Tentang Perjodohan



.


.


.


.


setelah masa berkabung, satu minggu sudah sang ibu meninggalkan Khanza, hari ini ia baru pulang berjiarah di temani si kembar, dan sahabat nya Ayu...


" za makan dulu yu, sekalian ajak anak-anak main.. " ajak Ayu.


" boleh kemana ya enak nya.. " tanya Khanza.


" nge mall aja ayo, kita udah lama gak jalan bareng kan.. " saran Ayu..


" boleh... "


" Horeee... " antusias anak-anak


" duhhh senang nya kalian, " ucap Deri melihat si kembar begitu antusias.


" nanti Uncle beliin mainan ya.. " antusias Kel..


" eitttt.. siapa hayo yang udah janji gak minta mainan lagi. " ucap Khanza mengingatkan anak-anak nya, atas janjinya kepada nenek mereka.


" maaf ibu.. aku lupa. " kel tertunduk gemas sekali.


semua yang di sana tertawa gemas, melihat lucu nya tingkah Kel itu,.


" Kel boleh ko minta mainan sama uncle, nenek pasti maklum, karena kel masih kecil.. " ucap Deri.


justru membuat Kel sangat antusias dan mengganti mimik wajah nya menjadi bahagia kembali.


" waahhhh bener ya uncle, " ucap kel..


" bener sayang.. "


" yeee... " teriak si kembar itu kegirangan.


Khanza senang luka di anak-anak mulai memudar, perlahan mereka sudah tidak menanyakan nenek nya lagi.


khanza ingat saat satu hari masa berkabung, si kembar nangis-nangis ingin bertemu dengan nenek nya, dan meminta meronta-ronta ingin pergi ke makam sang nenek.


Khanza merasa sedih akan hal itu, anak-anak nya begitu kehilangan, mereka masih sangat sangat kecil untuk mengerti, mereka sangat merindukan nenek nya apda saat itu.


beruntung sekali karena banyak yang memperhatikan mereka, yang mensuport mereka, hingga mereka kembali melupakan barang sejenak neneknya.


" oh ya bu kata omma uncle Nandana akan pulang nanti sore. Kel sama key mau nginep di sana.. " ucap Kel.


" sayang,, tidak usah menginap, besok saja kesana ya.. " Bantah Khanza, dia tak enak dengan laki-laki yang bernama Nandana itu, Anak-anaknya terlalu merepotkan dia.


" kata omma boleh ko buk.. " ucap key memannyunkan mulutnya, gemas sekali.


" iya boleh, tapi kan uncle nya cape, harus istirahat,, belum lagi kalian akan ganggu... " jelas Khanza berharap anak-anak nya mengerti, dia hanya tidak mau merepotkan Nandana.


" yasudah deh.. besok kita baru ke rumah omma. " ucap key di angguki juga oleh Kel.


setelah menempuh perjalanan yang lumayan jauh, mereka sampai di Plaza indonesia, mereka semua turun dan mencari tempat makan restoran korea di sana.


Ayu tak Lepas bergandengan di dalam mall, membuat ledekan dari anak-anak Khanza, dan Khanza terkekeh lucu, melihat tingkah anak-anak nya. Khanza menggandeng anak nya dari sisi kanan dan sisi kiri.


mereka berlari-lari kecil.. si kembar tertawa riang, hari ini mereka melupakan keberadaan nenek, yang selalu mereka tanyakan.


mereka memasuki restoran korea dan mulai memesan apa yang mereka mau makan...


" oh ya Yu gimana persiapan pernikahan." tanya Khanza di sela-sela makannya.


" semuanya berjalan lancar ya yank, .. " ucap Ayu meminta pembenaran dari Deri.


" ya.... rasanya mendebarkan sekali, gak nyangka bisa dapat jodoh secantik Ayu.. " Deri tak lepas memandang Ayu dan Ayu tersenyum..


" aku senang, dulu aku pernah taruhan sama Nandana, siapa di antara kita yang menemukan cinta sejati duluan, harus mentraktir kita, berlibur ke singapura.. " ucap Deri membuat Khanza terkekeh.


" kalian lucu sekali.. " ucap Khanza.


" percayalah za Nandana itu orang yang baik sekali, kamu harus segera menikah dengan nya. " ucap Deri.


" Amin .. " ucap Ayu dan Deri bersamaan.


setelah selesai menyantap semua makanan, mereka kembali melanjutkan tujuan nya untuk bersenang-senang, Ayu dan Deri tak lepas saling bergandengan, membuat anak-anak Khanza tertawa karena meledek uncle dan ateu nya itu.


Khanza melihat anak-anaknya bermain di arena permainan bersama Ayu dan Deri.. mereka sangat bahagia, sedangkan Khanza hanya melihat di ruang tunggu...


" uncle tangkap.. " key melempar bola.


dan Deri dengan sigap menangkap bola itu..


mereka sangat serasi, seperti orang tua yang mengajak anak-anaknya bermain, Khanza tersenyum membayangkan, teman nya akan segera mempunyai anak seperti dia, tapi bedanya anak nya akan membunyai ayah.satu hal yang Khanza tau, bahwa sang bodyguard nya itu bukan orang sembarangan, khanza yakin bahwa Deri hanya sedang menikmati masa mudanya sebagai bodyguard.


beda dengan si kembar, mengingat Gio di masalalu, Gio memang ayah bioligis anak-anak nya, namun Khanza tak akan membiarkan anak-anak nya di ambil oleh Gio, khanza berjanji tidak akan sampai Gio tau bahwa mereka adalah anak biologisnya.


lagi pula, sekarang Gio pasti sudah menikah dengan sisil, mereka punya anak dan bahagia, meskipun sisil telah jahat kepadanya dan menghianatinya, namun Khanza tidak sedikitpun menaruh dendam, dia selalu mendoakan yang terbaik untuk sahabatnya itu.


" zaa ayo ikut main.." terak Ayu memanggil Khanza.


Khanza menggeleng,


" kalian saja.. " ucap Khanza ...


dia kembali memperhatikan anak-anak nya yang sedang bermain sama Deri dan Ayu...


menjelang sore,,


mereka semua pulang, anak-anak nya tertidur karena kecapean....


" emm kecapean mereka.. " khanza terkekeh melihat pulasnya mereka tidur karena kecapean.


" mereka semua sangat lincah ya yank.. " Ucap Ayu .


" iya benar... nanti anak kita juga ya yank.. " Deri terkekeh, dan Ayu mencubit hidup kekasihnya itu pelan.


" nikah saja belum yank.. " gerutu Ayu.


" kan siapa tau tokcer hehe.. "


Khanza terkekeh mendengar ucapan Deri, mengingat dirinya juga, hanya satu kali melakukan sudah hadir si kembar. semoga saja Ayu dan Deri hidup bahagia kelak bersama anak-anaknya.


" yank udah deh.. " Ayu sudah malu.


muka nya memerah, membuat Deri lagi dan lagi menggodanya tanpa henti.


Khanza mendapati pemandangan itu sangat bahagia.


hampir setiap mereka jalan bersama, Khanza akan melihat Ayu dan Deri pacaran, bahkan di diepan nya tanpa rasa malu. dia ikut senang dengan apa yang sahabat nya rasain itu.


mereka sampai di rumah, anak-anak nya langsung deri pindahin ke kamar, Khanza berjalan beriringan dengan Ayu. pergi ke halaman belakang, dan menikmati secangkir kopi di sana.


" gue selalu berharap, yang terbaik buat lo za... semoga di lancar kan segalanya.."


ucap Ayu ketika Khanza sudah bercerita, tentang tujuan nya yang akan segera membicarakan perjodohan itu. untuk memenuhi keinginan terakhir ibunya.


" doain ya yu... " ucap Khanza.


Ayu memeluk Khanza, memberikan semangat di sana,


Khanza harus mengambil keputusan ini, ia harus menikah dengan lelaki pilihan sang ibu, ia harus menuruti apa yang menjadi permintaan terakhir ibunya..


baginya tak ada hal lain, selain membalaskan budi, ibu Diana telah banyak membantunya, memberikan nya kehidupan yang layak selama ini.


dia akan segera membicarakan perjodohan ini dengan keluarga Adji Prasta, lagi pula permintaan lima tahun untuk menunda sekarang akan cepat berakhir, satu bulan lagi anak-anak nya akan genap berumur lima tahun.


itu artinya waktu yang di tentukan akan datang, dan Khanza akan menikah dengan laki-laki yang tidak ia kenal sama sekali


.


.


.


bersambung🌺