My Mine

My Mine
Part 10



"Masih sakit gak mbull?" tanya Fiqhi.


"Lumayan mbull." jawaban Kyara.


"Kalo belum jago gausah buru - buru mbull. Kan aku juga akan sabar ngajarinnya." kata Fiqhi.


"Iya mbull maaf. Aku ceroboh. Maaf yah." kata Kyara.


"Kalau aku nggak mau maafin gimana?" tanya Fiqhi.


"Udah ketebak mau minta sesuatu nih. Mau minta apa mbull biar aku kamu maafin?" tanya Kyara.


"Nanti kamu harus pulang bareng sama aku. Dan kita bakal makan es krim bareng di taman deket komplek perumahan kamu." kata Fiqhi.


"Yaudah iyaa deh." kata Kyara.


"Kok gak ikhlas gitu sih jawabnya. Gamau yah? Yaudah deh gajadi." kata Fiqhi.


"Yeah sukanya nyimpulin sendiri. Nanti kalo aku senyum terlalu manis mbull. Ntar kamu lihat malah diabetes kan kaget." kata Kyara sambil tertawa.


"Iyadeh iyaa senyumnya paling manis satu sekolah." kata Fiqhi.


"Makasih hehe..." kata Kyara.


"Udah yuk ganti baju kan OR nya udah selesai." kata Fiqhi.


"Yaudah kamu langsung ke kelas aku ganti di KM. Duluan ya mbull dada." kata Kyara.


"Iya. Hati - hati mbull." kata Fiqhi.


"Okee shp." kata Kyara.


Setelah mereka berganti baju. Bel masuk pun berbunyi...


"Fiq itu tuh lo." kata Rendi.


"Apaan sih gaje." kata Fiqhi sambil meninggalkan Rendi dan bergegas menyusul Kyara.


Selama Fiqhi berjalan, banyak yang tertawa melihat Fiqhi.


"Aneh banget semua orang hari ini." kata Fiqhi dalam hati.


Ketika bertemu Kyara dan teman - temannya, Kyara langsung berlari menuju Fiqhi dan menghadangi tubuhnya.


"Mbull kamu tu lho lain kali kalau ganti baju dibenerin dulu yang bener. Itu resleting celana kamu masih kebuka." kata Kyara sambil menutup matanya.


"Eh iya mbull aku lupa tadi hehehe.... Makasih mbull. Untung gak terbang loh hehe..." kata Fiqhi.


"Apasih jorok! Lain kali di cek dulu ya mbull." kata Kyara.


"Iya makasih ya. Embulku is the best hehe," kata Fiqhi.


"Hem." kata Kyara.


"Jangan marah ya mbull kan aku gak ada niatan buat kak gitu. Ya mbull. Please!" kata Fiqhi.


"Iya iya golila unyukku. Sayangku. Hm..." kata Kyara.


"Makasih embull. Kelas yuk." kata Fiqhi.


"Okee." jawab Kyara.


Di kelas...


"Gimana Fiq? Gajadi terbang kan hehehe." kata Rendi.


"Elo kenapa tadi gak bilang. Kamvret loh." kata Fiqhi.


"Elo aja yang kagak sadar kovlak." balas Rendi.


"Okeelah okee." kata Fiqhi.


Bel sekolah berbunyi dan saatnya kini seluruh siswa pulang terkecuali Fiqhi dan Kyara yang seperti biasa.


"Yuk mbull tepatin janji kamu tadi pagi yah." kata Fiqhi.


"Janji apa yah?" tanya Kyara.


"Oh lupa yah? Yaudeh deh gajadi. Sampek kamu inget sendiri aja. Permisi." kata Fiqhi sambil beranjak keluar.


"Tunggu dulu dong! Bercanda dikit mbull. Baperan amat sih golila unyukku ini. gemes deh hehehe..." kata Kyara.


"Retiugk," kata Fiqhi.


"Yaudah yok mbull langsung aja. Nanti keburu malam." kata Kyara sambil menggandeng tangan Fiqhi menuju parkiran.


"Yaudah ayok." jawab Fiqhi.


Akhirnya mereka meninggalkan sekolah dan kini Fiqhi mengendarai motor. Tak lama motornya pun berhenti di taman komplek perumahan Kyara.


"Udah nih mbull. Turun gih. Pakai gopay aja ya mbak hehehe." kata Fiqhi.


"Kamu berbakat mbull jadi tukang ojek wkwk. Tapi aku gak rela kalo yang naik perempuan. Nanti auto tp tp lagi hehehe..." kata Kyara.


"Jahat kamu mbull. Masak tampan cool kayak gini jadi tukang ojek. Lagipula aku kasihan kalo nanti aku jadi tukang ojek pasti banyak yang ngantri mbull." kata Fiqhi.


"Pede nya tu loh. Tingkat dewa banget." kata Kyara.


"Sekali - kali mbull." kata Fiqhi.


"Jadi mbeliin aku es krim gak nih?" tanya Kyara.


"Iyaudah iyaa. Mau eskrim apa?" tanya Fiqhi.


"Yang Oreo aja mbull. Aku suka!" kata Kyara.


"Yang vanila gak mau?" tanya Fiqhi.


"Enggak mbull aku gamau vanila. Gak suka. Pokonya Oreo." kata Kyara.


"Iya iya bentar yah aku cariin dulu." kata Fiqhi.


"Okee." kata Kyara.


"Itu dia akang es krimnya. Gueh beli di sana aja lah." kata Fiqhi.


Fiqhi berfokus pada penjual es krim dan tidak menyadari ada mobil datang dari arah kanan jalan. Kyara melihat hal itu.


"Mbull awas!" teriak Kyara.


"Apa mbull? Eitss!!!" tanya Fiqhi sambil melompat ke tepi jalan.


Mobil melintas dengan cepat dan beruntungnya tidak menabrak Fiqhi.


"Kamu nggak papa kan mbull. Mana yang sakit mbull." tanya Kyara sambil mengecek luka di tubuh Fiqhi.


"Enggak mbull aku nggak papa kok. Tadi mengasah agrenalin aja mbull." kata Fiqhi.


"Agrenalin apa sih?! Kalo tadi kamu ketabrak terus luka parah gimana? Enggak mikir sampek situ?" jelas Kyara yang marah karena jawaban Fiqhi.


"Maaf mbull. Jangan marah dong. Hanya bercanda mbull. Aku gak papa kok. Sekarang kita beli es krimnya yuk." ajak Fiqhi.


"Enggak makasih. Terserah kamu. Biar aku pulang sendiri aja." kata Kyara sambil beranjak pergi.


Kyara menoleh dan kembali mengecek tangan Fiqhi. "Makanya kalo dibilangin nurut! Sekali - kali nurut gitu! Sini aku obatin? Ke kursi dulu! Untung aku bawa P3K." kata Kyara sambil menggandeng Fiqhi menuju kursi taman.


"Makasih ya mbull udah perhatian sama aku sampek kayak gini." kata Fiqhi sambil memegang tangan Kyara.


"Iya. Aku gini karena aku beneran sayang sama kamu mbull. Kamu juga tahu itu kan." jelas Kyara.


"Iya mbull. Makasih yah embulku." kata Fiqhi.


"Udah hampir malem mbull. Sekarang pulang aja yah." kata Kyara.


"Iyaa mbull yuk aku anterin. Es krimnya besok - besok aja yah." kata Fiqhi.


"Iya gampang mbull." kata Kyara.


Brem... Brem... Fiqhi menyalakan motornya dan mengantarkan Kyara pulang. Sesampainya di depan rumah Kyara.


" Udah sampek mbull." kata Fiqhi.


"Makasih ya mbull aku duluan." kata Kyara.


"Inget ya mbull. Adek kamu jangan di marahin masalah kita yang kemarin. Kalo kamu mau ngingetin ya gak papa tapi jangan sampek marah - marah yah mbull. Please." kata Fiqhi.


"Iya iya mbull. Makasih yah udah mau ngertiin aku." kata Kyara.


Asih keluar dari depan pintu dan menuju gerbang.


"Eh bule lokal. Gak mampir dulu Fiq?" tanya Asih.


"Enggak buk. Sudah mau malam. Terimakasih tawarannya. Saya duluan ya buk. Assalamualaikum." kata Fiqhi yang meninggalkan rumah Kyara sehabis mencium tangan Asih.


"Ganteng jugak pacar kamu ya Ra." kata Asih.


"Cuman temen buk. Nggak lebih kok. Kya duluan ya buk." kata Kyara sambil meninggalkan ibunya di depan.


"Iya udah makan dulu." kata Asih.


Di dalam rumah...


"Rey! Kamu kalo kakak pinjemin hp jangan pernah lagi bales - bales WA kakak. Nggak sopan itu." kata Kyara.


"Maksud kakak apaan sih?" tanya Rey.


"Gausah kamu pura - pura deh. Kakak udah tau semuanya. Kakak hampir putus persahabatan sama sahabat kakak gara - gara balesan WA dari kamu. Kamu tau itu nggak? Udah SMP juga masih kayak anak kecil." kata Kyara.


"Iya kak iya. Maaf deh kak. Janji gak ngulangin lagi deh." kata Rey sambil meminta maaf kepada Kyara.


"Iyaa kali ini kakak maafin tapi jangan diulangin lagi yah." jelas Kyara.


"Iya kak," jawab Rey.


"Yaudah kakak istirahat dulu! Kamu juga jangan lupa kerjain tugas sekolah kamu." kata Kyara meninggalkan Rey dilanjutkan menuju kamarnya.


"Iya kak terimakasih." jawab Rey.


Di kamar...


"Aku chat Embul dulu deh. Kangen jugak sama dia." kata Kyara sambil membuka WA dari Fiqhi.


My Golila Unyuk


online


mbull


***iya kenapa mbull


udah makan belum***?


belum mbull, males makan ogk


***😑


makan dulu mbull ntar sakit loh***


iya iya mbull nanti aku makan dulu


kenapa mbull chat?


gaboleh?


***boleh dong mbull.


cuman nanya aja mbull


jangan marah yah😣***


*enggak mbull


aku ngechat kamu karena kangen kamu aja mbull hehe*


i miss you too mbull♥️


besok ada rencana mau kemana mbull kan Minggu?


***terserah kamu aja sih mbull.


kamu pengennya ke mana***?


*tempat yang seru mbull


yang asik sama kalo bisa kek pantai gitu*.


***pantai mana ya?


pantai lantero gimana mbull***?


*iya boleh jugak


kamu jemput aku di rumah yah*


***shpp


udah malem mbull aq tidur dulu yah***.


*iyaa mbull


gud night mbull♥️*


*night too mbull♥️


.


.


.


**kira - kira mereka besok mau quality time kayak gimana ya??? tunggu update nya ya miners....


kalian juga boleh kok masih masukan ke author buat bikin tema apa untuk semakin mempermanis hubungan Fiqhi dan Kyara***...