
Di UKS...
"Makanya kan aku tadi dah bilang gausah kejar aku malah ngeyel." kata Fiqhi sambil mengobati luka Kyara.
"Kamu sebenernya kenapa mbull. Coba kamu jelasin. Aku bener - bener gak paham mbull. Soalnya kemaren hpku dipinjem adikku. Terus aku tidur. Pas aku buka WA, malahan kamu nggak mbales terus cuma ngeread aja." jelas Kyara.
"Jadi kamu ngerasa nggak bales WA itu? Coba kamu lihat ini sendiri." kata Fiqhi sambil menunjukkan bukti percakapan WA nya kemarin malam pada Kyara.
"Apa?! Tapi sumpah mbull aku nggak ngirim WA kayak gini." kata Kyara.
"Jadi yang mbales WA terus ngirim ini adik kamu?" tanya Fiqhi.
"Iya mbull. Nanti aku bakal marahin dia, udah lancang bales WA aku. Kamu percaya kan mbull sama aku?" kata Kyara.
"Iya mbull iya. Maaf yah aku udah salah paham dan gak nanyak dulu sama kamu." kata Fiqhi.
"Iya mbull gak papa. Aku paham kok. Wajar aja kamu kayak gitu." kata Kyara.
"Tapi kamu jangan marahin adek kamu ya mbull. Kamu nasehatin aja biar nggak kayak gitu lagi." kata Fiqhi.
"Iya golila unyukku. Baik banget sih jadi orang. Makin sayang hehe. Moga gini trus sampek selamanya ya mbull. Yuk ke kantin makan bakso, aku yang traktir deh." kata Kyara sambil memegang tangan Fiqhi.
"Auw." ucap Fiqhi.
"Tangan kamu kenapa mbull? Kamu habis berantem ya? Kok memar gini?" tanya Kyara.
"Tadi malem setelah aku dapet chat itu dari kamu, aku emosi banget mbull. Terus aku lampiasin aja sama tembok. Ya akhrinya jadinya gini. Tapi ini cuman luka kecil sih mbull jadi jangan khawatir." kata Fiqhi.
"Luka kecil apaan. Sini aku obatin dulu." kata Kyara sambil mengobati luka memar di tangan Fiqhi.
"Makasih ya mbull." kata Kyara.
"Iya sama - sama." kata Fiqhi.
"Kita kayaknya ditakdirin deh mbull. Masak pas luka aja couple an hehehe." kata Fiqhi.
"Iya amin." kata Kyara.
"Itu nama bokap gueh mbull," kata Kyara.
"Ouh nama calon mertua yah. Hehe maaf mbull." kata Kyara.
"Udah deh jangan bahas nama bokap ku, itu udah diurus sama nyokap ku. Bahas masa depan kita aja hehe." kata Fiqhi.
"Ya...yah. Kantin yuk mbull,laper!" ajak Kyara.
"Okee.." kata Fiqhi.
Di kantin...
"Ni mbul pake saus gak?" tanya Kyara.
"Nggak ah mbull. Ntar sakit perut akunya hehe." kata Fiqhi.
"Yeee masak cowok takut sama saus." ledek Kyara.
"Enggak jugak sih mbull. Tapi ada satu yang paling aku takutin mbull." kata Fiqhi.
"Takut apa igk mbull?" tanya Kyara.
"Takut kehilanganmu mbull heheh." kata Fiqhi.
"Hahahaha. Sekarang pinter gombal ya golila unyuk ku hehe..." kata Kyara.
"Udah habis kan mbull. Yuk ke kelas. Aku ngantuk. Mau bobok hehe." kata Fiqhi.
"Yuk mbull. Aku temenin deh." kata Kyara.
Mereka pergi dari kantin lalu menuju ke kelas, saat melewati kelas 10 C mereka bertemu dengan Guna.
"Pagi Kya." sapa Guna.
"Pagi jugak kak." balas Kyara.
"Kamu dari kantin?" tanya Guna.
"Yaiyalah dari kantin masak dari kamar mayat. Lho pikir ini rumah sakit." kata Fiqhi dalam hati.
"Iya kak tadi habis makan bakso sama Fiqhi." kata Kyara.
"Ouh. Btw kamu kok deket banget sama dia?" tanya Guna.
"Cuma temen aja kok kak hehehehe." kata Kyara.
Mendengar jawaban Kyara atas pertanyaan Guna, Fiqhi langsung menuju kelas.
"Aku duluan dulu ya. Takut ganggu." kata Fiqhi sambil pergi menuju kelas.
"Yah dia pasti kecewa aku ngomong kayak gitu nih. Mending habis ini aku tenangin dia dulu. Biasa deh pasti ngambek. Huft golila unyukku." kata Kyara dalam hati.
"Aku duluan aja ya Kya. Masih ada tugas dari Bu Tin nih. Duluan Kya. Byee." kata Guna sambil menuju ruang lab.
"Iya kak mari." kata Kyara.
Kyara menyusul Fiqhi ke dalam kelas dan duduk di samping Fiqhi yang dalam posisi ingin tidur
"Mbul... Bangun dulu bentar dong kamu kenapa lagi? Cemburu yah lihat aku tadi ngobrol sama kak Guna?" tanya Kyara.
Fiqhi menoleh kearah Kyara dan mengatakan "Kamu tadi bilang kita cuma temenan?" tanya Fiqhi.
"Enggak gitu mbull. Kamu jangan salah paham dulu dong. Aku bilang gitu kan biar kak Guna nggak tanya macem - macem aja.
"Ouh gitu. Kenapa nggak jujur aja? Malu ya." tanya Fiqhi.
"Bukan gitu mbull. Tapi waktunya aja belum tepat. Biar orang - orang terdekat dulu aja yang tau hubungan kita. Lagipula kenapa aku harus malu, kan cowok aku tampan,cool, pinter dan jenius lagi." kata Kyara.
"Iyadeh iyaa hehhe..." kata Fiqhi.
Bel masuk berbunyi....
"Sambung nanti lagi ya mbull. Sekarang fokus pelajaran dulu aja." kata Kyara.
"Iya oke.." kata Fiqhi.
The first lesson is started...
"Selamat pagi anak - anak," sapa Bu Win.
"Pagi juga Bu." jawab semua siswa.
"Okee anak - anak. Setelah kemarin kita sudah bahas tentang drama, kali ini kita akan membahas tentang Pesan Tersurat. Salah satunya kita akan mulai belajar membuat quotes." kata Bu Win.
"Quotesnya temanya apa buk?" tanya Kyara.
"Quotesnya bertema bebas. Sekarang kalian ibu beri tugas untuk membuat sedikit quotes yang menurut kalian memliki makna yang dalam. Nanti ibu pilih beberapa quotesnya dan tolong bacakan di depan." jelas Bu Win.
"Ya buk." jawab kompak seluruh siswa dilanjutkan dengan mengerjakan tugas dari Bu Win.
"Ibu sudah memilih 5 quotes yang menurut ibu bagus. Tolong nama yang ibu sebutkan silahkan maju kedepan dan membacakan quotesnya. Pertama adalah Anne." kata Bu Win.
Yang kecil belum tentu lemah. Dan yang besar belum tentu kuat. Mereka mempunyai waktu yang tepat untuk menunjukkan kelebihannya masing-masing. - Anne Mutiara Wardani.
Mencintaimu itu sudah pasti! Tetapi memilikimu hanyalah sebuah mimpi.
- Manisha Qurrotu Aini Zaenal
Tak pernah akan kau gapai apa yang kau inginkan. Jika ego dan sombong masih ada di hatimu.
- Taufiq Haryadi Priyo Utomo
Patah memang harus patah. Menyatu juga harus menyatu. Semuanya akan terjadi bergantian bila waktunya telah tiba.
- Fiqhi Pradana Utama
Bersabar itu memang melelahkan. Tapi apa yang bisa kau ambil darinya sungguh menakjubkan.
- Kyara Queensha
"Okee. Anak anak itu tadi quotes - quotes yang Ibu Pilih dan memiliki beberapa makna tersendiri dalam kehidupan." kata Bu Win.
Bel istirahat' berbunyi..
"Terimakasih anak - anak. Sekian dulu dari ibu. Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.” salam Bu Win sambil meninggalkan kelas 10 B.
"Wa'alaikum salam warahmatullahi wabarakatuh." jawab seluruh siswa.
"Masih kesel ya mbull masalah tadi?" tanya Kyara.
"Enggak kok mbull. Aku lagi mager aja." kata Fiqhi.
"Golila unyukku mager kenapa sih?" tanya Kyara.
"Gak tau juga mbull. Tapi kayaknya ke taman boleh juga mbull nyari udara segar. Mau nggak?" tanya Fiqhi.
"Iyadeh gapapa yuk." kata Kyara.
Di taman...
"Nggak nyangka ya mbull kita jadi sedeket ini. Padahal pertama kali ketemu masih agak canggung." kata Fiqhi.
"Canggung apaan? Kamu aja belum kenal sama aku udah pegang tangan ku." jelas Kyara.
"Maaf mbull. Kan waktu itu aku nggak sengaja. Hehe..." kata Fiqhi sambil menyenderkan kepalanya di bahu Kyara.
"Kamu aneh banget sih hari ini. Nggak kayak biasanya." kata Kyara dalam hati sambil mengacak - ngacak pelan rambut Fiqhi.
"Yah malah molor dianya. Tapi aku nggak tau kenapa aku bener - bener nyaman banget sama dia. Dia beda dari cowok lainnya. Merasa beruntung bisa deket sama dia. Semoga kita bisa kayak gini terus ya mbull." kata Kyara.
The four lesson is started...
"Masuk ke kelas yuk mbull. Ganti baju dulu. Ini mapel OR kan. Yeah!" kata Fiqhi bersemangat.
"Yah pas OR aja semangat banget. Mau nunjukin ke cool an nya ya pas OR.” kata Kyara.
"Bisa jadi mbull. Hehehe..." kata Fiqhi.
"Ouh mau TP TP yah. Hm." kata Kyara.
"Enggak - enggak mbull. Kan OR bikin tubuh seger aja." jawab Fiqhi.
"Yaudah deh percaya. Aku ganti baju dulu yah." kata Kyara.
"Welcome mbull. Entar aku ajarin main bola deh." kata Fiqhi.
"Nggak ah. Nggak tertarik. Memanah aja gmn mbull?" tanya Kyara.
"Boleh sii. Nanti ijin dulu yah." kata Fiqhi.
"Iyah - iya..."
Saat jam pelajaran olahraga....
"Okeee anak - anak. Pada pertemuan pembelajaran pertama ini kita akan kembali memahami lebih lanjut permainan sepakbola. Yang pertama kita akan belajar adalah teknik dasar passing dan dribling. Saya akan memberikan contoh terlebih dahulu. Dan saya meminta bantuan... Fiqhi! Tolong maju ke depan." kata Pak Sri.
"Baik pak." jawab Fiqhi.
"Jadi pertama kita melakukan nya seperti ini. Lalu dilanjut seperti ini. Coba Fiq kamu melakukan ini sendiri." kata Pak Sri.
"Baik pak." jawab Fiqhi sambil mempraktikkan yang tadi telah diajarkan.
Saat Fiqhi sedang mempraktikkan teknik permainan tadi, banyak siswa perempuan yang heboh.
"Sumpah cool banget. Andai gue jadi pacarnya." kata Anne.
"Apaan! Itu calon pacar gueh keles. Awas Deket - deket." kata Annisa.
"Hah. Biasa aja. Masih hebatan drible nya maul dong wkwk. Iya nggak mbull?" kata Manisha.
"Ya dong. Ku kan adiknya Beckham." jawab Maulana.
"Berisik amat sih. Gueh yang moodboosternya aja biasa aja. Tapi wajar aja sih. Fiqhi kan cool dan tampan banget makanya banyak yang suka. Risiko deh punya moodbooster tampan and cool. Huft! Bersyukur..." kata Kyara dalam hati.
"Okee... Itu tadi yang dicontohkan Fiqhi sudah benar anak - anak. Terima kasih Fiqhi. Sekarang kalian akan saling berpasangan untuk melakukan teknik ini. Kita mulai dari yang pertama, Anne dan Annisa." kata Pak Sri.
"Yang kedua Arfan dan Tejo."
"Ketiga, Maulana dan Manisha."
"Keempat Nayla dan Ilham."
"Kelima Kyara dan Fiqhi."
"Cie - cie ehem - when couple beneran ini mah." kata Ruth.
"Bisa nggak mbull,sini aku ajarin.” kata Fiqhi.
"Susah mbull. Tendangnya gimana ni? Kanan apa kiri?" tanya Kyara.
"Kiri lebih enak sih mbull. Tapi kalo kamu pake kanan aja. Kan belum terbiasa." kata Fiqhi.
"Iyadeh iyaa yang udah pro." kata Kyara.
"Makasih. Sekarang coba kamu tendang dulu bolanya. Pake passing dulu mbull." kata Fiqhi.
"Iya iya deh. Ini aku coba." kata Kyara.
Klek... "Aduhh. Sakit mbull." kata Kyara.
"Lain kali hati - hati dong mbull. Ke kursi dulu yuk." kata Fiqhi sambil menggandeng tangan Kyara menuju kursi taman.
gimana gays episode kali ini???
kutunggu suara kalian...