My Mine

My Mine
Part 3



"Aku chat Fiqhi duluan deh. Biasanya kan yang chat aku duluan. Mungkin ini bisa sedikit memperbaiki mood nya tadi. Atau dia mungkin mau cerita sama aku apa masalahnya." ucap Kyara dalam hati sambil mengirim pesan WA untuk Fiqhi.


Fiqhi


online


p


kamu tadi kenapa kok kayak bdmd gitu???


cerita sama aku boleh kok.


gak papa.


udah dulu ya


o yaudah hp


maaf kalo q ganggu


ya


"Kenapa dia berubah ya? Aku gak nyaman sama sikapnya yang seperti ini. Padahal baru kenal beberapa hari tapi dia udah bisa ngebuat ku nyaman sama perhatiannya. Apa aku ada salah ya." ucap  Kyara dalam hati sambil mengingat - ngingat kesalahannya.


Keesokannya di sekolah...


"Selamat pagi Kya. Apa kabar?" tanya Guna pada Kyara.


"Eh iya kak. Pagi jugak. Baik kok. Aku duluan ke kelas ya kak." ucap Kyara sambil meninggalkan Guna di depan pintu gerbang.


Saat ingin pergi ke kelas, Kyara berpapasan dengan Fiqhi yang ingin pergi ke kantin.


"Pagi Fiq." sapa Kyara dengan senyum.


"Iya." jawab Fiqhi dengan cuek dan langsung meninggalkan Kyara di depan pintu kelas.


Kyara duduk di kursinya sambil memikirkan  yang sebenarnya terjadi pada Fiqhi sampai sikapnya berubah 180°


"Nanti aku harus ajak bicara Fiqhi. Mungkin aku ada salah sama dia."


"Anak - anak tolong semuanya berkumpul di lapangan. Ada pengumuman penting yang ingin bapak sampaikan pada kalian."


Di lapangan..


"Anak - anak sekalian yang bapak sayangi dan bapak banggakan. Akhirnya kita sudah ada di penghujung hari MOS. Dan kakak - kakak OSIS sudah menempelkan daftar nama kelas kalian yang baru yang telah di susun berdasarkan aktifitas kalian selama MOS dan pertimbangan dari bapak ibu guru juga. Sekarang kalian bawa tas kalian dan cari kelas kalian. Setelah itu nanti ada beberapa informasi yang akan disampaikan oleh wali kelas masing - masing. Terimakasih."


"Baik pak." jawab seluruh murid dengan kompak.


"Aku sekarang ke kelas apa ya? Coba aku lihat dulu. Apa aku masih di kelas B." ucap Kyara dalam hati sambil melihat daftar hadir yang baru.


DAFTAR HADIR


KELAS 10 B


TAHUN AJARAN 2020 - 2021


WALI KELAS : SRIYONO



ANNISA KUSUMA WARDANI


ANNE MUTIARA WARDANI


EVA ARDIYANTO


FIQHI PRADANA UTAMA


GIO ADE HERMAWAN


GIOVANNY CAHYANINGTYAS


HITO KURNIAWAN


IRENE SASTRAWIBAWA


JESICA MILA


JERICHO WILDA ADITYA


KHUSNA KHASANATUR ROVI'A


KYARA QUEENSHA


LINA AMELIA RANTISKYA


LUTHFI DINDA AMELIA


M. ADITYA PRIYANTORO


MANISHA QURRATU AINI ZAENAL


MAULANA AHMAD ALIEF


MUHAMAD NABIL ARAFAH NUGROHO


NADIA AMELIA PUTRI


NAYLA ANGGUINESA


RUTH ADIJAYA


TAUFIQ HARYADI PRIYO UTOMO


VIRA ANASTASYA RAMADANI


ZECKO FERYAWAN



"Aku sekelas lagi sama Fiqhi. Ya syukur deh. Kayaknya aku juga nyaman sama dia. Plus aku juga mau memperbaiki hubunganku ma Fiqhi. Mungkin selama ini aku ada salah tapi gak aku sadari."  ucap Kyara dalam hati.


Fiqhi tidur dengan nyenyak di pojok kiri kelas dengan wajah yang sangat manis. Kyara pun menghampirinya.


"Fiq. Bangun Fiq." ucap Kyara sambil berusaha membangunkan Fiqhi.


"Iya ada apa Ra?" tanya Fiqhi.


"Kamu kenapa sih? 2 hari kemarin kok diem terus? Jujur aku nggak nyaman sama sikap kamu yang kayak gini.  Aku ada salah ya sama kamu? Jujur Fiq biar aku gak menduga - duga." tanya Kyara.


"Apa aku bilang aja yang sebenarnya sama Kyara ya. Lagipula sekarang kan aku dan Gustaf tidak sekelas. Jadi bisa aja kan aku sama Kyara kalo Kyara mau." ucap Fiqhi dalam hati.


"Kok kamu diem aja Fiq. Kamu kenapa? Jujur sama aku. Aku akan jaga semuanya asal kamu percaya sama aku. Kan kita sahabat." ucap Kyara.


"Sebenarnya gini Ra. Waktu itu Gustaf cerita ma aku kalo dia suka sama kamu." ucap Fiqhi yang membuat Kyara terkejut.


"Sikapku beda sama kamu karena aku nggak ingin menghianati temenku sendiri. Walaupun sebenarnya aku juga suka sama kamu." ucap Fiqhi dengan gentle yang tak ingin lagi menyembunyikan perasaannya.


"Ha? Serius?! Jangan bercanda soal perasaan dong hehe." ucap Kyara.


"Ahh kamu ni. Aku jujur salah. Aku diem jugak salah. Trus aku harus gimana dong? Tidur lagi? Yaudah aku tidur lagi deh." ucap Fiqhi.


" Yah kan sekarang kamu baperan. Ketularan siapa sih? Gemes. Jangan marah dong. Ya. Golila unyukku."  ucap Kyara sambil membujuk Fiqhi yang ngambek.


"Ya deh sekarang aku baperan. Tapi kenapa kamu panggil aku golila unyuk? Perasaan aku nggak ada unyuk - unyuknya hehehe." ucap Fiqhi sambil tertawa.


"Ya udah gajadi deh aku panggil golila unyuk. Lagian kita kan cuma sahabat. Fiqhi aja. Dah puas?" ucap Kyara pada Fiqhi.


"Yah sekarang kamu yang marah. Marah ya ma aku. Yaudah maaf. Lain kali gak lagi deh. Maaf ya Embul manis ku." ucap Fiqhi sambil membujuk Kyara.


"Sejak kapan aku tembem sampek - sampek kamu panggil aku Embul?" tanya Kyara.


"Kan itu panggilan sayang balesan." jawab Fiqhi.


"Kan kita cuma temen masak pake panggilan sayang kayak orang spesial aja." ucap Kyara.


"Apa mau lebih dari temen? Kan kamu juga spesial buat aku hehe." ucap Fiqhi yang meluapkan seluruh perasaan yang selama MOS ia tahan - tahan.


"Maksudnya gimana ni?" ucap Kyara.


"Will you be my moodboster?" tanya Fiqhi.


"Ha? Serius ni? Gak bercanda ni?" tanya Kyara.


"Kamu nganggep ini bercanda. Padahal aku dah beraniin diri loh buat jujur sama kamu. Seenggaknya kalau kita nggak pacaran kita bisa kan saling mendukung satu sama lain. Itu maksudku. Tapi yaudah deh gajadi." ucap Fiqhi sambil menggendong tasnya dan ingin beranjak keluar.


"Iya deh maafin aku. Jangan marah gitu dong. Tunggu jawaban aku dulu. Coba pertanyaannya diulang sekali lagi. Please!" ucap Kyara sambil memegang tangan Fiqhi untuk menahannya agar tidak pergi.


"I love you Kyara Queensha. Will you be my moodboster?" ucap Fiqhi.


"Yes. I Will." jawab Kyara dengan pipi yang merah merona.


"Makasih ya. Yes!!! Btw Embulku pipinya merah loh." ucap Fiqhi sambil tertawa.


"Yaudah. Sekarang kalo ada apa - apa cerita ya sama aku. Aku juga akan sebaliknya sama kamu kok. Yang paling penting saling percaya ya. Juga jangan lupa fokus sama belajarnya." ucap Kyara.


"Iya Embulku. Gemesin deh! Pengen nyubit hehe." ucap Fiqhi.


"Jangan dong nanti pipi ku merah hehe." jawab Kyara.


"Oh ya mbul. Btw ngumpulin tugas yang kemaren yuk. Lihat tugas mu dong mbul."  ucap Fiqhi sambil membaca tugas Kyara.


"Eh tunggu dulu dong! Yaelah malah udah dibaca."


Dear MOS


Kakak OSIS yang kusukai adalah Kak Guna


Alasan : Kak Guna tampan,cool,baik hati,enggak sombong dan suka menolong


Teman baru yang kusukai adalah Fiqhi


Alasan : Dia cowok yang beda dari yang lain sekaligus dia orang yang membuatku bisa tertawa dan marah dalam satu hari hehehe:)


"Apa ini?! Jadi kamu dah kenal sama Kak Guna itu? Sejak kapan?" tanya Fiqhi dengan nada sinis.


"Waktu pembagian id card. Kak Guna yang memperkenalkan diri dulu bukan aku yang ngajak kenalan duluan jadi tolong kamu jangan salah paham dulu."  ucap Kyara yang meyakinkan Fiqhi yang terlihat tidak suka dengan nama Guna.


"Tapi kenapa pakek bilang tampan dan cool. Kurang tampan dan cool apa cobak aku? Hehehe..." ucap Fiqhi.


"Iya iya. Lebih tampan dan cool Golila unyukku kok. Apalagi pas waktu tidur. Rambutnya lucu deh jadi aku sering pegang rambut sambil ngacak - ngacak rambutmu hehe. Maaf yah." ucap Kyara.


"Pantes rambutku kayak habis diserang pasukan lebah. Ternyata kamu yang ngeberantakin. Untung aku sayang jadi biasa saja." ucap Fiqhi.


"Udah pulang yuk." ajak Kyara.


"Iya ayuk. Apa kamu mau aku anter aja. Aku bawa motor loh.?" tanya Fiqhi.


"Enggak deh aku udah dijemput Ayah soalnya. Makasih udah nawarin." jawab Kyara.


"Okee deh." ucap Fiqhi.


Saat mereka ada di pintu gerbang...


"Aku ke toilet sebentar ya. Kamu nanti kalau udah dijemput boleh duluan kok. Becareful." ucap Fiqhi sambil meninggalkan Kyara dan menuju ke toilet.


"Iya." jawab Kyara.


"Kya." ucap Guna dari belakang sambil mengendarai motor.


"Eh kak Guna. Mau pulang ya kak?" tanya Kyara.


"Iya nih! Tapi aku boleh minta bantuan kamu gak?" tanya Guna.


"Bantuan apa ya kak?" tanya Kyara.


"Kamu ikut aku ke toko sepatu. Aku mau beliin sepatu buat Ruth. Kamu tahu Ruth kan dia kan juga sekelas sama kamu. Please Kyara! Soalnya hari ini dia ultah. Aku mau ngasih sepatu buat dia tapi aku gapunya keahlian milih barang buat cewek. Jadi kamu mau kan nemenin aku?"


"Gimana ya kak?" ucap Kyara.


"Kali ini aja Kyara. Please!" ucap Guna.


"Yaudah gapapa deh kak. Mungkin aku juga nanti bisa lebih kenal sama Ruth." jawab Kyara.


"Okee langsung aja yuk. Keburu tokonya tutup Kya. Silahkan naik Kya" ucap Guna.


"Okee kak." ucap Kyara sambil naik ke motor Guna.


Fiqhi keluar dari toilet dan terkejut melihat yang terjadi di depannya.


"Ra?" tanya Fiqhi menghadap ke wajah Kyara yang sedang duduk di motor dengan Guna.


"Fiqhi?" ucap Kyara karena terkejut.


Tak mendengarkan penjelasan apapun, Fiqhi langsung pergi mengendarai motornya dengan rasa cemburu yang sedang membara.


"Semoga Fiqhi gak salah paham masalah ini." ucap Kyara dengan penuh harap.


.


.


.


gimana episode kali ini gays?


jangan lupa untuk :


vote + like and coment! ya guys