
Bel sekolah berbunyi. Para siswa pun bergegas pulang. Di dalam kelas kini hanya masih ada Nayla,Fiqhi dan Kyara.
Nayla menghampiri meja Kyara.
"Kya, gueh minta maaf yha tadi. Gueh enggak bermaksud kok buat deket - deket sama Fiqhi. Maafin gueh yah." kata Nayla.
"Iya gak papa kok Nay. Tenang aja. Hehehe
..." kata Kyara.
"Sekali lagi maafin gueh ya Kya." kata Nayla sambil memeluk Kyara.
"Iya - iya." kata Kyara.
"Gueh pulang duluan yha Kya. Bye..." kata Nayla.
"Iya oi hati hati." kata Kyara.
"Ashiapp." kata Kyara.
"Akhirnya dia pulang jugak. Gueh nungguin dari tadi Sampek lumutan gini masak gak ngerasa sih. Dasar cewek! Eh lupa embull gueh kan juga cewek. Hehehe..." kata Fiqhi dalam hati sambil menuju ke kursi Kyara.
Langkah Fiqhi terhenti ketika dari balik pintu ada cowok yang masuk dan langsung menghampiri Kyara. Yha! Guna!
"Hai Kya. Gimana yang tadi di kantin?" kata Guna.
"Gimana ya kak. Aku nggak mau mikir sampek ke situ dulu kak. Lebih baik kita berteman saja seperti yang lain. Gak papa kan kak." kata Kyara.
"Ouh. Gitu ya. Gak papa sih hehehe. Mungkin lain waktu aja. Makasih ya udah mau selama ini ada saat aku butuhkan." kata Guna sambil memegang tangan Kyara.
Melihat mereka asik mengobrol, Fiqhi pun memutuskan untuk menunggu di depan pintu dengan rasa cemburu yang ia tahan.
"Ehm." Fiqhi berpura - pura batuk.
Kyara melihat kearah Fiqhi dan mengerti apa yang Fiqhi inginkan darinya.
"Iya sama - sama kak. Aku duluan ya kak, udah ditungguin sama temen." kata Kyara sambil melepaskan tangannya dari pegangan Guna.
"Ouh ya. Becareful," kata Guna.
"Terimakasih." kata Kyara sambil menghampiri Fiqhi yang ada di depan pintu.
"Lama banget sih. Seru yha ngobrolnya?" tanya Fiqhi dengan sinis.
"Kita bahas sambil pulang aja yah. Aku nebeng kamu ya. Bolehkan," kata Kyara.
"Ya." jawab Fiqhi.
Mereka pun bergegas pulang. Sedari tadi selama perjalanan hingga kini tidak ada yang membuka topik pembicaraan. Fiqhi hanya terdiam saja dan fokus melihat ke depan.
"Kamu masih marah soal yang tadi." tanya Kyara.
"Enggak-" jawab Fiqhi.
"Kok diem aja?" tanya Kyara.
"Males aja." jawab Fiqhi.
"Berhenti di taman depan dulu ya." kata Kyara sambil menunjuk kearah taman komplek.
"Mau ngapain?" tanya Fiqhi dengan suara pelan.
"Udah berhenti dulu aja nanti aku jelasin," kata Kyara.
"Ya." jawab Fiqhi.
Motor Fiqhi pun berhenti di taman komplek itu, ia dan Kyara turun dan duduk di salah satu kursi yang ada di sana.
"Mbull. Ngomong dong! Dari tadi diem aja. Yaudah deh sekarang mau apa kalok gitu?" kata Kyara.
"Kamu tadi bilang mau jelasin yang soal Guna tadi," jawab Fiqhi.
"Kak Guna tu tadi ke kelas dateng dan tiba - tiba dia nanyain jawaban aku soal yang tadi di kantin." kata Kyara.
"Kamu jawab apa?" tanya Fiqhi.
"Aku jawab, maaf kak kita lebih baik temenan aja yah." kata Kyara.
"Ouh gitu. Syukur deh." kata Fiqhi.
"Udah jelas kan mbull. Sekarang mana dong senyumnya," kata Kyara.
"Hiii." Fiqhi meringis sebentar.
"Kok masih diem aja? Apa perlu aku ngejauhin kak Guna?" tanya Kyara.
"Enggak bukan gitu mbull. Aku lagi kepikiran aja soal yang tadi sama masalah di rumah." jawab Fiqhi.
"Ouh gitu. Sekarang kamu coba deh pejamin mata kamu! Terus kamu bayangin dalam pikiran kamu cuma ketenangan - ketenangan dan hal - hal yang bahagia aja." kata Kyara
"Ehmm. Gelap mbull" kata Fiqhi bergurau.
"Jelaslah gelap kan mata kamu kamu tutup, gimana sih? Uhhh! Gemesin deh golila unyukku." kata Kyara sambil mencubit pipi Fiqhi.
"Jangan cubit - cubit dong mbull. Ntar kalok pipi ku tembem aku nggak ganteng lagi loh. Ntar kamu gasuka lagi sama aku hehehe." kata Fiqhi.
"Hem yaudah deh. Tapi aku suka sama kamu bukan karena kamu ganteng mbull. Jadi nggak sepenuhnya aku suka sama kamu karena fisikmu. Aku suka sama kamu karena aku nyaman sama kamu." kata Kyara.
"Iyaa mbull jugak deh, maaf yah gak bermaksud. Sekarang disini mau ngapain lagi?" kata Fiqhi.
"Kesini aku cuma mau tanya aja soal.masalah kamu tadi sama mau jelasin soal kak Guna." kata Kyara.
"Ouh yaudah kalok gitu. Pulang aja yuk mbull aku mau istirahat capek. Nginep rumah kamu boleh gak hehehe." kata Fiqhi.
"Enak aja. Mau kepalamu aku jitak. Pikirin masdep dulu mbull. " kata Kyara.
"Yaudah deh. Canda mbull. Hehehe..." kata Fiqhi.
Mereka pun pergi dari taman dan langsung menuju ke rumah Kyara.
"Udah ya mbull kan udah sampek, aku duluan. Da..." kata Fiqhi.
"Becareful mbull." kata Kyara.
"Iya makasih." kata Fiqhi.
Fiqhi pun bergegas meninggalkan rumah Kyara. Kyara pun masuk ke dalam rumahnya.
"Assalamu'alaikum." salam Kyara.
"Wa'alaikum salam," jawab Asih.
"Aku masuk dulu ya Bu." kata Kyara sehabis mencium tangan ibunya.
"Iya nak. Makan dulu habis itu istirahat." kata Asih sambil clingak - clinguk.
"Iya buk. Ada apa buk kok clingak - clinguk?" tanya Kyara.
"Si bule lokal yang kemarin bawa kamu kesini nggak mampir? Hehehe." kata Asih bergurau.
"Apaan sih ibu. Namanya Fiqhi buk. Bule lokal dari mananya cobak. Udah deh Kya masuk dulu ke kamar." kata Kyara.
"Yasudah. Ibu mau kerumah Bu Gendhis dulu ya,arisan. Kamu jaga rumah baik - baik. Habis ini adekmu pulang main. Ibu tinggal dulu Ra, Assalamualaikum." kata Asih.
"Iya buk. Wa'alaikumsalam." jawab Kyara.
Baru sebentar Kyara memejamkan matanya, tiba - tiba...
"Kak buka pintunya kak. Kalo nggak aku dobrak nih!" kata Reyno, adik Kyara.
"Woi tunggu woii. Ada apa lagi sih Rey? Kakak mau istirahat nih capek banget." kata Kyara.
"Hadeh... Ni ni bawa sekalian hp kakak. Jangan ganggu kakak! Kakak mau tidur, capek! Brok!!!" kata Kyara sambil memberikan hpnya ke Rey lalu membanting pintu dan membaringjan tubuhnya di kasur.
"Yes! Bisa nge-game sampek puas nih. Hehe Wallahu kakak galak hatinya baik xixixi." kata Rey.
Welcome the mobile...
Tringg... Tringg... Tringg...
"Apaan sih ni! Gak tau orang lagi nge game apa? Ganggu amat!" kata Rey sambil membuka hp Kyara.
"Wa dari Golila Unyuk? Siapa nih? Jangan jangan pacar kakak? Aku kerjain dulu deh hehehe." kata Rey sambil membuka WA
My Golila Unyuk
online
***malam sayang
gipa mbull
jangan lupa makan yah***
*jangan ganggu aku lagi
kamu tahu kan aku lagi pusing
lain kali kamu jugak mikir dong gak setiap hari chat kayak gini*
***kamu kenapa mbull
ada masalah apa?
apa kamu masih kepikiran soal ditembak Guna lagi***
*setelah aku pikir - pikir lagi mendingan aku sama Guna
dia enggak kayak kamu beda jauh
dia lebih ganteng + perhatian lagi
sedangkan kamu? bisanya cuma gitu - gitu. nggak jelas*
***kamu kenapa mbull
aku ada salah?
terus maunya kamu gimana mbull***
*kita udahan aja
aku lebih milih sama Guna
udah dulu ya.
byee*...
***iyaa
semoga kamu bahagia ya mbull ma dia.
maaf kalo selama ini nyusahin kamu***.
hm
Rey tertawa - tawa melihat jawaban dari Fiqhi lalu ia langsung menghapus riwayat WAnya dengan Fiqhi. Fiqhi tidak mengetahui jika yang membalas WA nya adalah Rey. Malam itu benar - benar membuatnya sangat kacau. Dia menjadi tak terkendali dan memukul tembok di kamarnya hingga tangannya memar dan berdarah.
Terbangun karena lapar, Kyara pun lupa untuk mengambil hpnya dari Rey.
"Hah? Udah jam 7? Cepet amat yah. Kayaknya tadi masih sore. Aku ambil hpku dulu deh sambil nanti WA nan sama Golila ku hehe. Kangen jugak sama dia." kata Kyara sambil menuju ke kamar Kyara.
"Tok tok tok... Rey mana hp kakak?" kata Kyara sambil mengetuk kamar Reyno.
"Iya kak ini. Makasih kak." kata Rey.
"Okee..." kata Kyara sambil pergi menjauh dari kamar Rey dan membuka WA dari Fiqhi.
My Golila Unyuk
online
*pa kabar mbull
makasih tadi yaa
jangan lupa maem mbull
kok cuman di read mbull?
yaudah kamu jangan lupa istirahat ya mbull*
"Aneh banget! Ngapain dia sok perhatian setelah beberapa menit yang lalu dia bilang kayak gitu. Terserahlah." kata Fiqhi dalam hati setelah meihat WA dari Kyara.
Kyara bingung karena WA darinya hanya di read oleh Fiqhi. Ia tidak mengetahui jika tadi Rey telah membalas pesan WA dari Fiqhi sampai membuat Fiqhi marah.
"Coba deh besok aku tanya dia kenapa. Mungkin masih ada masalah sama adiknya lagi." kata Kyara dalam hati.
Keesokannya di sekolah...
"Pagi mbull. Jangan tidur mulu napa. Bangun dong sayang." kata Kyara.
"Nggak usah deket - Deket Ra. Nanti kalau Guna cemburu gimana. Aku nggak mau jadi disebut orang ketiga." kata Fiqhi yang membuat Kyara sangat terkejut.
"Kamu kenapa mbull kok tiba - tiba bicara kayak gitu. Kan aku dh bilang aku milih kamu daripada kak Guna. Tadi malem aja kamu jugak cuman read WA ku?" kata Kyara.
"Bukannya kamu lebih milih Guna dan nyuruh aku buat ngejauh dari kamu?" jelas Fiqhi.
"Kapan aku bilang kayak gitu mbull. Kemarin tu aku dari sore tidur. Jam tujuh baru bangun karena laper. Trs aku buka WA malahan WA ku kamu read." jelas Kyara.
"Kalo kamu lupa nii kamu baca sendiri." kata Fiqhi.
"Hah?! Ini pasti kerjaan Rey." kata Kyara sehabis membac WA terakhir darinya untuk Fiqhi.
"Ini bukan aku yang bales mbull. Kamu harus percaya sama aku. Sumpah mbull bukan aku yang mbales. Ini Rey, adik aku yang pasti udah ngerjain bales pesen kayak gini." jelas Kyara.
"Hm. Udah dulu ya. Aku mau ke kantin dulu." kata Fiqhi
"Tunggu dulu mbull." ucap Kyara sambil menahan Fiqhi.
"Udah. Lepasin." kata Fiqhi yang tak sengaja tangannya mendorong Kyara hingga Kyara terjatuh.
"Auh." kata Kyara kesakitan karena kepalanya terbentur lantai.
Fiqhi khawatir melihat kejadian itu dan merasa bersalah lalu segera menggendong Kyara menuju UKS.
.
.
.
Happy nggak gaes ceritanya???
Tambah seruu ya kayaknya…...
Jangan lupa vote and like
Author tunggu suara kalian?!!