
kedua anak kembar itu sedang bermain di taman rumah keluarga Bu Laras...
Khanza harus menitipkan anak-anak nya itu karena dia harus menemani ayu fitting gaun pengantin nya.
ya Ayu akan segera menikah dengan body guard nya Deri.
si kembar akan beranjak umur lima tahun sekarang, Khanza juga sering menitipkan mereka kepada bu Laras, dan itu membuat si kembar sudah terbiasa, bahkan menganggap bu Laras dan pak Bayu sebagai Omma Oppa nya juga.
" omma sini maen.. " teriak key.
mendapati bu Laras menghampiri nya.
" sayang masuk yuu ada Uncle di dalam.. " ucap bu Laras kepada si kembar
" Uncle datang omma. " key sudah berbinar, selama ini memang mereka sering main bareng bersama Nandana Adji Prasta, mereka sudah akrab sekali bahkan mereka menganggap Nandana sebagai papa pengganti bagi mereka.
" iya sayang Uncle di dalam. ayo uncle mau ketemu.. " jelas Bu Diana..
" Horeeeee. " Kel dan Kei sangat antusias, mereka berlarian menuju rumah untuk menemui Nandana di dalam..
" Uncle. " teriak mereka bersamaan..
" hey keponakan uncle.. " antusian Nanda, dia mengulurkan kedua tangan nya untuk menggendong si kembar.
" Uncle lama sekali tidak pernah pulang.. " ucap kel, bicara nya masih agak tidak jelas, namun itu membuat mereka sangat lucu.
" uncle sangat sibuk sekali.. " jelasnya..
" key kan Linduu uncle.. " ucap key dengan manja.
" maafin uncle ya sayang, yasudah hari ini, uncle akan temenin kalian main sepuas nya.. " Nanda mencoba merayu si kembar itu, agar berhenti merajuk.
" benell ya uncle, gak boong.. " ucap Kel.
" bener Iam promise you.. "
" yee asikkk.. " antusias si kembar sambil mengacung-acung kan tangan nya. mereka senang bisa ketemu Nanda, apalagi main bareng.
" uncle nya cium dulu dong.. "
Key dan Kel tanpa sungkan mencium Nanda itu tepat di pipinya,
si kembar memang antusias sama Nanda, mereka butuh sosok seorang ayah, makanya mereka sangat senang jika bertemu dengan Nanda itu.
dengan sangat gembira nya mereka sering menceritakan Uncle Nanda kepada ibu nya Khanza, Dan Khanza akan mendengar kan mereka dengan baik, bagi Khanza sangat wajar jika mereka antusias dengan anaknya buk Laras itu, dan Khanza juga bersyukur Nandana mau akrab dengan anak-anaknya.
.
.
.
.
Nanda bersama si kembar sedang bermain bersama, seharian sudah ia menemani si kembar.
gelak tawa tak jarang keluar, mereka selalu menikmati kebersamaan itu, jika melihat si kembar Nanda selalu teringat akan seseorang, mata polos mereka terlihat sama, melihat mereka selalu mengingat kan dia kepada orang yang telah menghilang bertahun-tahun dari hidupnya. orang yang ceria, orang yang ramah, orang yang selalu terlihat tegar itu, sorot matanya ada pada si kembar, jika rindu datang, Nanda akan memilih bermain bersama si kembar, itu akan membuat dia sejenak melupakan sosok yang ia rindukan.
" uncle tangkap... " Kel melemparkan bola kepada Nanda
" yeee ketangkap, hukuman nya cium uncle ya.. "
Nandana memajukan pipinya dan di cium oleh Kel.
lalu ia mencubit pipi Kel gemas.
lima tahun berlalu, Nanda sangat menerima kehadiran si kembar di hidupnya, itu membuat orang tuanya senang, namun ia sama sekali belum mengiyakan perjodohan itu.
menganggap si kembar sebagai anak nya itu sudah lebih dari cukup menurut nya, tak perlu ada perjodohan, tak perlu ada pernikahan dengan ibu mereka.
orang tua nya masih kekeh, tak pernah mundur sedikitpun untuk meyakin kan sang anak, kalau ini adalah yang terbaik untuk nya. meski hanya penolakan yang mereka dengar dari anak semata wayangnya itu, namun mereka kekeh dengan pendirian nya. soal pernikahan putranya tidak bisa di bantah.
" oke anak-anak waktunya tidur siang.. " Nanda melirik jam yang ada di tangan nya.
" aku juga mau sama uncle." kel tak kalah antusias.
" baik.. tapi janji harus pintar yah, .. " ujar nanda.
" siap uncle. " mereka berhamburan ke gendongan Nanda
Nanda membawa kedua anak itu ke kamarnya, seperti biasa, ia akan membaca buku cerita agar anak-anak itu tertidur.
bagai sosok ayah untuk mereka, Nanda sangat telaten memindahkan anak itu satu persatu ke ranjang nya, setelah mereka di bacakan buku di kursi, sampai akhir nya tertidur pulas.
" Uncle sangat mencintai kalian, kalian lugu dan periang, uncle suka, tapi maaf Uncle gak bisa menjadi ayah pengganti. biar lah seperti ini ya, jangan marah ya.. " Nanda mencium kening kedua anak itu bergantian. setelah mereka di pindah kan ke ranjang.
ia turun ke bawah melihat sang ibu sedang bersantai membaca majalah di taman belakang. ia menghampiri sang ibu dan duduk di dekatnya..
" anak-anak sudah tidur.. " tanya bu Laras ketika mendapati anak nya sudah duduk di dekat nya.
" sudahh.. " Nanda bersandar di kursi dan sedikit memejamkan matanya..
" mereka sangat senang ya sama kamu... "
" sepertinya begitu mam.. "
" mama masih pokus sama tujuan mama, ini sudah mau lima tahun, dan akan sampai pada batas waktu yang di minta ibunya si kembar, persiapkan lah diri.. " jelas bu Laras kepada anak laki-laki nya.
" kenapa si harus menikah ma, bukan nya menganggap mereka sebagai anak sudah cukup ya, ... " bantahnya, ia selalu kesal dengan pembahasan perjodohan yang sebenarnya menyakiti mentalnya. dia sudah berkali-kali menolak, dan meminta kedua orang tuanya menyerah dengan keputusannya, sebab keputusan Nanda tidak akan berubah sampai kapanpun.
" sayang.. kamu sudah dewasa, sudah waktu nya untuk menikah, sampai kapan akan menunggu gadis itu, ini sudah lima tahun loh, buktinya dia gak ada kan.. " ujar bu Laras, sejujurnya dia kasihan dengan anaknya, yang menderita ulah perempuan yang di cintainya.
" sudah lah ma, apalagi yang harus Nanda turuti, Nanda sudah menjadi pemimpin perusahaan, sesuai keinginan mama sama papa... "
Nanda sangat kesal setiap kali mama nya membiacara kan soal perjodohan itu, ia kesal saat wanita yang di cintainya memang kenyataan nya belum ia temukan sampai sekarang, omongan mama nya memang benar, perempuan itu telah pergi dari hidupnya, namun kenyataan itu sulit ia terima.
" soal jadi pemimpin perusahaan kan memang seharus nya kamu, kamu anak satu-satunya kami,
kamu yang mama sama papa harapin selama ini.."
memang menjadi seorang CEO bukan lah keinginannya, seorang Nandana Adji Prasta harus menuruti keinginan orang tua nya setelah ia meminta bantuan kepada mereka untuk menolong sebuah perusahaan yang hampir bangkrut..
orang tuanya menanam saham yang sangat besar, dengan syarat ia harus menjadi CEO baru , ayah nya menurun kan jabatan ke sang anak dan memberikan semua tanggung jawab itu.
sebenar nya pesion nya hanya ingin menjadi seorang potografer dan pelukis, Nanda sangat menyukai seni, namun setelah kejadian itu ia memutuskan menjadi pemimpin perusahaan.
" besok Nanda akan pergi ke semarang ya ma.. " ucapnya setelah berperang dengan keheningan.
" berapa hari ..".
" satu minggu, memantau projek di sana.. ". jelas nya.
" oke ."
" nitip anak-anak ya ma., aku harus pulang ke apartemen, asistenku sudah menunggu di sana."
" yasudah sebentar lagi mereka juga di jemput Deri kayanya... "..
setelah pamit Nanda berlalu keluar dari kediaman orang tuannya.
sang ibu hanya menggeleng pelan, entah bagai mana lagi untuk meyakin kan anak satu-satunya itu, ia sudah kehabisan cara, anak nya masih kekeh kepada perempuannya, yang entah tidak tau keberadaan nya ada dimana.
Buk Laras masih penasaran bagai mana sosok perempuan itu, kenapa anaknya begitu mencintainya, kenapa ia pergi meninggalkan anak nya tanpa kepastian.
sebagai ibu ia sangat iba, dia melakukan perjodohan ini karena memang permintaan ibu Diana, dan karena ia juga menyukai Khanza, dia percaya Khanza bisa bisa membuat anak nya bahagia, dan membuat Nanda lupa dengan wanita yang sudah membuat anak nya terluka.
.
.
.
.
. Happy Readingš