
.
.
.
.
dua anak Remaja dengan riangnya memasuki rumah sang papa, hari ini mereka berkunjung ke semarang sengaja ingin menengok papa nya.
" papa.. kami datang." teriak Key.
" anak-anakku.." kedua anak itu setengah berlari memeluk papa nya, Rindu setelah tak bertemu sangat lama dengan sang papa.
" anakku, kenapa gak ngomong terlebih dahulu, kalau tau papa jemput ke bandara.." ujar Gio, laki-laki setengah abad itu masih terlihat tampan dan tegap.
" sengaja pah.. biar kejutan hehe.." Ujar Key.
" Jadi kamu akan tetap ke Barcelona kak... kuliah Disana.." tanya Gio, dia menatap anak laki-lakinya yang sudah beranjak dewasa.
" insyaallah Kel yakin pah, do'ain ya pah..!!"
" papa selalu do'ain kamu sayang, hanya saja kita akan lama tidak ketemu.!!" suana menjadi sedikit haru.
" kan papah, bisa ke Barcelona jenguk Kel di sana,!!! lagi pula Kel bukan selama nya di sana pah. Kel sama Danendra pah disana.."
" adik kamu juga ikut ke sana Kel.." tanya Gio.
" iya pah, dia sekolah menengah pertama disana..."
" oh syukurlah, setidak nya kamu tidak sendiri.." mereka bertiga kembali terlibat di dalam percakap, sebetulnya Gio sebagai seorang Ayah belum ikhlas jika anak laki-lakinya pergi sekolah ke negri orang, namun apa boleh buat ini impiannya. sebagai orang tua dia harus mendukung apapun keputusan putranya, asal itu yang terbaik.
Hari ini sampai besoknya si kembar akan menghabiskan waktu dengan sang papa, mereka sangat Rindu dengan papa nya karena memeng tinggal sangat jauh antara semarang dan jakarta, membuat mereka jarang bertemu.
si kembar bersyukur punya dua Ayah di dalam Hidupnya, kedua nya begitu sangat menyayangi mereka, seolah mereka adalah anak yang paling beruntung di dunia. Ibunya meski sangat cerewet soal pergaulan mereka tapi mereka menerima semua itu, karena tau ibu nya menginginkan yang terbaik untuk anak-anaknya.
seorang ibu yang selalu menopang, kesusahan mereka, bahkan tak bekerja di kantor lagi demi mereka, semua urusan Kantor Khanza berikan kepada Deri dan pak Yusril kembali.
dia hanya pokus mengurus anak-anak dan menjadi seorang ibu yang layak untuk anak-anaknya.
" maksud kamu apa nak.. "
" kami ingin papa menikah lagi, menemukan seseorang yang baik yang bisa menjaga papa, agar papa tidak kesepian seorang diri.." Gio tertegun mendengar ucapan dari sang putra nya.
" jangan trauma pah, tidak semua nya buruk, pasti ada yang terbaik..." tambah key, mereka menatap papa nya tanpa Henti meyakinkan bahwa semuanya akan selalu indah, ketika ia melepaskan masa lalu yang buruk dari kehidupannya.
" akan papa pikirkan lagi.." Gio tersenyum kepada anak-anaknya.
bukan karena takut menemukan orang yang salah kembali, tapi Cintanya kepada ibu si kembar tak pernah hilang dari dirinya, meskipun sudah ikhlas melihat Khanza bahagia, tapi hatinya masih saja menetap. lagi pula Sekarang ia punya si kembar, jadi untuk apa lagi pendamping.
tapi permintaan si kembar sangat mengejutkannya, baiklah akan ia coba mencari istri untuk menemaninya, dan mudah-mudahan saja ada yang ingin benar-benar sehidup semati dengannya.
Handphone Key berbunyi.
" Hallo bu.." jawab Nya ternyata telepon dari ibunya.
" sudah sampai belum sayang.."
" sudah kok, buk maaf ya belum ngabarin.."
" Tidak apa-apa sayang, happing fun sama papa ya sayang.." Ujar Khanza.
" siap ibu, yaudah key tutup ya.."
Key menutup teleponnya.
" ibu Kak, kita lupa belum ngabarin.." kata Key kepada kakak nya.
mereka kembali mengobrol, dan sore harinya si kembar berlanjut mengunjungi kediaman orang tua Khanza dan orang tua Gio, sebetulnya Kel sekalian pamit, karena Akan ke Barcelona.
keinginan nya tak bisa di bantah, mimpinya harus di capai dan dia harus hidup mandiri jauh dari orang tua, bagaimana pun papa nya ingin Kel jadi penerusnya, itulah kenapa dia belajar Bisnis di sana agar kelak bisa menjadi pemimpin yang layak.
.
.
.