My Mine

My Mine
mengingatkan masalalu



.


.


.


.


peluh keringat terasa saat keduanya kelelahan dengan menyelesaikan aktivitasnya malam itu,


seteleh selesai dengan sayang Nanda mencium kening sang istri, dan menyelimuti tubuh polos keduanya memakai selimut.


memeluknya erat, seolah sedang berkata kepada dunia, bahwa Khanza Brama Wijaya sekarang adalah miliknya, tidak ada siapapun yang berhak atasnya selain dirinya.


" sayang.. " lirih Nanda. napasnya masih terlihat tersengal-sengal karena kelelahan.


" emmmm " Jawab Khanza.


" boleh aku tanya sesuatu, tapi kamu janji tidak akan marah.. " Nanda menatap wajah sang istri.


" iya tidak akan. " Khanza juga menatap lekat wajah suaminya. meyakinkan bahwa dirinya akan mendengarkan dengan baik tanpa ada kata ragu.


" sayang... jika seseorang yang pernah nyakitin kamu tiba-tiba datang, apa tanggapan kamu??, apa kamu akan memaafkan dia atau memilih masih membencinya.. " tanya Nanda sungguh-sungguh. Nanda melihat perubahan dari wajah istrinya, ia sama sekali tidak bisa menebak mimik wajah sang istri yang tiba-tiba berubah.


" kenapa tiba-tiba bertanya seperti itu?"


" hanya ingin memastikan saja.. "


Khanza masih menatap wajah suaminya, tanpa berkedip mencari tahu sesuatu, tiba-tiba suami nya bertanya hal-hal aneh padahal dirinya pun sebenarnya sudah melupakan mereka yang dulu berhianat kepadanya.


" sebenar nya aku sudah lupa, dan yang paling penting sejahat apapun mereka, aku sudah memaafkannya!!. lagi pula kebahagiaan yang di berikan tuhan untukku sangat berlipat ganda, dari penderitaan yang lalu.." jelas Khanza.


ya.. benar saja Khanza sudah melupakan bahkan sudah tidak ingin ingat tentang penderitaan yang lalu, dan memaafkan adalah cara terbaik, untuk ia terbebas dari rasa dendam.


sedangkan Nanda merasa puas dan bahagia, istrinya ini memang sangat baik hati dan mudah memaafkan, meskipun kesalahan Gio di masalalu memang sangat fatal, namun dengan kerendahan hatinya Khanza mampu melupakan itu semua😊


" sayang aku senang mendengar itu, terimakasih sayang.. " ujar Nanda dia mengecup kening sang istri berulang-ulang. Khanza hanya terkekeh melihat sang suami nya yang tiba-tiba bertingkah sangat aneh.


..


....


.


..


pagi yang cerah, matahari pun sudah menampakan sinar nya, pagi ini benar-benar cerah, tak seperti hari-hari sebelumnya yang sedikit mendung.


seolah menjadi saksi manusia dengan postur tubuh tegap dan tampan itu bahagia, hatinya secerah pagi ini.


Nanda terlihat menuruni anak tangga dan ia melihat istrinya sibuk di dapur untuk menyiapkan sarapan pagi, Nanda sudah sangat tampan dengan stelan kantornya.dan Khanza selalu terpesona dengan tampilan Nanda.


" emmm suamiku tampak sangat tampan pagi ini...." kata Khanza. sembari merapihkan meja makan.


" hehehe... " Nanda hanya terkekeh , mendapat pujian itu, dia memang sangat bahagia pagi ini, di tambah dengan pujian Khanza yang benar-benar melengkapi kebahagiaannya.


Khanza memang sedikit aneh dengan suasana hati Nanda pagi itu, namun dia senang suaminya mungkin sedikit melupakan beban Kantor yang memang terasa lebih sangat berat sekarang, terlebih ada dua perusahaan besar yang harus ia tanggung sekarang.


" mas... apa aku kembali saja ke kantor. " perkataan Khanza membuat Nanda menghentikan makannya.


" apa kamu tidak percaya sama mas.. " Nanda menatap lekat wajah sang istri, sedangkan Deri, Ayu dan Riski menatap sepasang suami istri itu berjaga-jaga takut terjadi perang mulut dari kedua nya.


" bukan gitu mas!! aku takut mas kecapean, pasti mas sangat kerepotan ya.. "


Khanza benar-benar Khawatir dengan suaminya, jujur saja tanggung jawab memegang perusahaan itu bukan tugas yang mudah.


" meskipun begitu mas sangat senang, kamu mengkhawatirkan mas.. " Nanda tersenyum. memegangi tangan sang istri.


" aku ini istri kamu mas... mana mungkin aku tidak Khawatir.. " pernyataan Khanza benar-benar membuat Nanda seperti terbang di awang-awang!!


sementara orang-orang yang di sana hanya terkekeh geli mendengar kan drama queen yang di perankan oleh sepasang manusia yang sedang di mabuk cinta itu...


seperti biasa Khanza akan mengantarkan sang suami beserta anak-anaknya sampai ke teras rumah. Khanza mencium anak-anaknya dan suaminya juga mencium kening nya, itulah aktivitas di pagi hari ketika ia sudah tidak pergi keperusahaan...


.


.


.


.


Khanza menuruni tangga dan mendapati Ayu yang sedang menonton tv, ia juga menghampiri Ayu dan bergabung disana.


" za... tadi pagi suami lo aneh banget deh, gak kaya biasa, tapi gak papa, gw yakin suami lo makin cinta deh sama lo.. "


Khanza terkekeh, ia memang merasa ada yang aneh dengan suaminya.


" jangan-jangan ada sesuatu lagi za.. hati-hati. kaya dulu tiba-tiba aja bikin rencana. " ujar Ayu.


Khanza tak bergeming, mungkin yang di bicarakan oleh Ayu memang ada benarnya, ada sesuatu yang suami nya sembunyiin lagi dari dia...


" yu... " ujar Khanza.


" apa.. "


" bagai mana kalau iya, bagaimana kalau ada yang suami gw sembunyiin.. " tanya Khanza,.


" lo inget gak kemaren pas masalah Cerly, dia nyembunyiin semuanya dari lo, demi kebaikan lo, positif tinking aja, mudah-mudahan kali ini juga begitu.. " kata Ayu.


ia mengerti Khanza sedikit cemas soal ini, suami Khanza memang penuh misteri, namun Ayu tau, apa yang di lakukan Nanda memang semata-mata ia ingin melindungi istrinya, ia akan mendukung apapun yang Nanda lakuin demi kebaikan sahabatnya..


" gw hanya berharap yang terbaik saja yu.. "


" gw juga begitu za.. "


mereka diam sejenak, membiarkan pemikirannya berkeliaran dengan pikiran masing-masing.


" anak-anak udah di jemput belum.. " tanya Khanza.


" udah tuh.. tadi bi Indri sama supir udah berangkat.." kata Ayu.


" oh syukurlah.. "


Khanza benar-benar harus stay di rumah, suami nya tidak mengijinkan ia kemana-mana, tanpa nya.. bahkan menjeput anak-anak pun belum boleh. terkadang memang suaminya itu sedikit lebay padahal Khanza sudah baik-baik saja.


" yuu.. minggu depan gw mau kesemarang, acara nikahan kakak gw, lu pada ikut napa, biar seru rame-rame.. "kata Khanza.


" boleh juga tuh,.. Nanti aku mau hubungin anak-anak yang lain nya. "


Ayu sangat antusias ia langsung bertelpon ria bersama teman-temannya, mengajak mereka ikut juga ke semarang.


sedangkan Khanza hanya berkalut dengan pemikirannya, mengingat kota kelahiran, sejujurnya dia sangat merindukan kota itu, namun beberapa kenangan pahit disana belum bisa ia lupakan.


teruntuk orang-orang yang pernah Khanza percaya di sana, mereka dengan jahat nya menghianati Khanza, sebenarnya Khanza sudah melupakan perbuatan mereka, bahkan memaafkan, namun rasa sakitnya masih ada sampai sekarang, kalau bukan karena sang kakak, akan menikah, ia malas pulang kesana.


namun Khanza harus datang, berhubung acara lamaran satu minggu lalu ia tak datang karena ia harus di rawat, jadi acara nikahan nya ia harus datang menghadiri hari yang paling membahagiakan untuk sang kakak nya.❤