
Kedua manusia itu masuk kedalam mall dan mereka mencari tempat makan korea, bagi mereka itu akan lebih tenang jika di gunakan untuk mengobrol.
" za apa saja yang kamu lakuin selama lima tahun ini, .. " tanya Nanda.
ketika makanan datang di siapakan oleh pelayan restoran.
" makasih mba.. " kata Khanza. dan pelayan itu pergi.
" aktifitas ku banyak sekali, aku kuliah, dan menemukan teman-teman baru yang menyenangkan. "
Nanda mengangguk mengerti.
" dan kamu tau, salah satu sahabat aku dua hari lagi akan menikah, dengan asisten aku Deri, yang tadi ikut pas meeting. " ucapnya lagi..
Nanda mengernyitkan sebuah alisnya, dan dia mengangguk pelan.
" Jadi Ayu adalah sahabat kamu.. " tanya Nanda.
" iya, Ayu adalah sahabat aku dari kuliah.. "
Nanda semakin heran di buat nya, mimik mukanya pun berubah, seperti ada sesuatu yang ia ketahui namun entah apa.
" Kamu tau Deri itu siapa.. " tanya Nanda dan itu berhasil membuat Khanza terkekeh.
" kamu gimana sih, tau lah kan Deri asisten aku.. " Khanza masih terkekeh pelan.
" maksudnya.. Deri suka menceritakan temannya atau keluarga nya gitu.. " tanya Nanda lagi..
" emmm.. kaya nya tidak pernah deh. " ucap Khanza mengingat deri hanya menceritakan teman sekaligus calon suaminya itu, tak mungkin ia menceritakan semuanya kepada Nanda.
mereka melanjutkan makan, namun Nanda sangat kebingungan,..
" bagai mana kabar keluargaku Nanda. " ucap Khanza kemudian,
dia begitu merindukan keluarga nya, andai dia bisa bertemu keluarganya, dan dengan bangga memperkenalkan anak-anaknya, Khanza akan sangat bahagia ketika keluarganya menghadiri pernikahan nya. namun ia mengubur semua harapan nya, orang tuanya akan sangat malu, ketika tau Khanza mempunyai anak di luar Nikah, Khanza harus melindungi anak-anaknya dari berita buruk, yang akan mempengaruhi mereka.
Khanza harus sabar demi buah hatinya, demi nama baik keluarganya.
" mereka sangat baik... dan kamu tau za mereka sangat merindukan kamu.. " lirih Nanda.
" kamu tau za, ketika ayah menyesali telah mengusir kamu, dia drop dan di larikan ke rumah sakit, dia begitu terpukul, anak perempuannya tidak akan pulang lagi ke rumah, dia merasa dia yang salah, telah mengusir kamu pergi.. "
mendengar perkataan Nanda, air mata Khanza kembali mengalir ke pipi halusnya. dia benar merasakan terluka, namun untuk pulang pun dia tidak bisa, dia memiliki si kembar, apa yang ia akan katakan kepada orang tuanya. ketika mereka tau dia memiliki si kembar, Khanza membayangkan akan sangat malu nya keluarganya, dia tidak ingin melihat orang tuanya menjadi bahan gunjingan kembali karena ulahnya...
" berjanjilah satu hal dengan ku Nanda. " ucap Khanza dia masih terisak sakit hatinya mendalam, rindu kepada orang tuanya namun ia sama sekali tidak bisa bertemu, hatinya patah, kesalahan di masalalunya telah membuat semuanya hancur, kebersamaan dengan keluarganya tidak akan mungkin kembali lagi.
" apa itu.. " kata Nanda.
" jangan bilang ke mereka, bahwa kamu telah menemukan aku.. " ucap Khanza.
" Kenapa za.. "
" aku mohon, aku tak bisa bertemu mereka " Khanza memohon.
" kalau boleh tau apa alasannya. "
" aku tak bisa menjelaskan apapun sekarang, aku harap kamu mengerti.. "
Nanda menarik napas panjang, dia ingin mengetahui apa alasan itu, namun dia tidak ingin Khanza menjadi tidak nyaman dengannya..
" mendengar keluarga ku baik-baik saja itu sangat membuatku lega.. " ucap Khanza..
Nanda tersenyum, dan memegang tangan Khanza.
" apapun akan saya lakuin demi melihat kamu bahagia. jangan menghilang lagi dari pandanganku. " Nanda tersenyum..
" baiklah kita akan tetap berteman baik. " Khanza juga memegang tangan Khanza..
Khanza merasa sangat bahagia, telah bertemu teman lamanya, dengan hal yang tak terduga mereka kembali di pertemukan.
mereka kembali menyantap makanan yang tersaji di meja, gelak tawa tak jarang terdengar, Nanda sangat bahagia, bertemu dengan hidupnya kembali, meski dia tau, dia merasakan sakit setelah pertemuan kembali, namun ia bersyukur, wanita yang di cintainya baik-baik saja, bahkan sudah punya perusahaan sendiri dan terlihat semakin cantik...
sebagai partner mereka juga akan sering bertemu, itu menjadikan Nanda kembali bersemangat....
" aku bangga sama kamu, bisa jadi CEO, sukses, dan makin tampan hehe.. "
Nanda terkekeh...
" semua bukan atas kemauan aku.. " kata Nanda.
" tetap saja aku merasa bangga.. " Khanza nyengir memperlihatkan gigi ratanya, sepeti biasa Nanda akan mengelus pipi Khanza karena gemas.
" kamu tetap lugu seperti dulu, tidak berubah.. " kata Nanda..
Khanza terkekeh...
mereka keluar dari restoran itu dan berjalan-jalan mengelilingi mall sebentar, membeli hal yang memang mereka perlukan...
gelak tawa tak jarang terdengar, Nanda sangat menikmati masa ini, berdua dengan Khanza mendengar tawanya, sudah lama ia merindukan hal itu, tak bosan dia terus memandangi wajah Khanza, wanita yang hampir setengah mati ia cari, kini ada di hadapannya, dia pun sangat terkejut dengan jalan takdir yang mempertemukan mereka karena urusan pekerjaan, dan ini adalah kali pertamanya Nanda bersyukur telah menjadi seorang CEO, berkat perusahaannya, dia menemukan hidupnya kembali.
mereka berdua berdiri di kedai ice cream, menunggu ice cream coklat kesukaan Khanza..
pelayan lalu memberikan dua cup ice cream coklat lengkap dengan toppingnya,
Khanza sangat menikmati ice cream itu, sedangkan Nanda hanya memandang Khanza gemas. melihat tingkah laku Khanza yang memang tidak berubah menurutnya.
Handphone Khanza berdering ternyata sahabat nya uci yang melakukan panggilan vidio, tanpa ragu Khanza mengangkat panggilan itu.
" yooo whatsapp.. " ucap ayu di balik telepon.
" ada apa uci, .. " khanza menanggapi Uci.
" za lo dimana.." tanyanya..
terlihat ketiga sahabat nya sudah menghadap ke kamera.
" lagi di luar Ci, lu lagi di mana rame-rame.. " tanya Khanza.
" kita lagi di rumah Ayu.. za kesini ya.. " ucap mita
" oke.. Nanti malam gw kesana ya.. " ucap Khanza dan mendapati anggukan dari teman-temannya, lama berbincang sampai panggilan vidio itu berakhir..
" siapa .. " tanya Nanda.
" teman-teman.. ngajak ngumpul, di rumah ayu.. "
Nanda menangguk, sambil menikmati ice creamnya kembali.
" baby, .. " teriak seorang perempuan menghampiri nanda dan Khanza.
" Cerly. " ucap Nanda melihat Cerly sudah di hadapannya.
" baby aku nyari kamu di apartemen tapi kamu gak ada, ternyata kamu di sini sama perempuan." ucap Cerly manja.
merasa tak enak Khanza meninggalkan Nanda bersama perempuan itu,
dia kembali ke lobby dan menunggu petugas parkir valet membawa mobil nya.
" zaa.. " ucap laki-laki itu yang tak lain adalah Nanda.
" aduh pasti cewe kamu marah ya.. "
bukan nya menjawab Nanda malah terkekeh, setelah mobil datang Nanda mengambil kuncinya lalu memberikan tiga lembar uang seratu ribu kepada petugas valet. mau tak mau Khanza ikut naik, karena memang itu mobil nya.