
.
.
.
Kala pagi menyambut, sudah seperti biasa semua orang selalu menikmati sarapan bersama, dengan mendengarkan cerita-cerita dari si kembar yang membuat gemas semua orang.
Nanda dan Deri pertingkah seperti biasanya, mereka tak menampil kan kegelisahan apapun, padahal hati Nanda berkecamuk, mereka memikirkan Khanza dan bayi nya, bagaimana pun sudah tanggung jawabnya untuk melindungi mereka.
" ada apa mas.." Khanza menyadari suaminya sangat gelisah pagi ini.
" gak ada apa-apa sayang, hanya cemas soal kerjaan.." Nanda berbohong tentu, hati nya sangat cemas sekali, akan ada bahaya yang menghampiri istrinya.
" mas jangan cape-cape ya.." ucap Khanza.
" iya sayang...".
Khanza melanjutkan sarapannya tanpa curiga akan apapun.. dia tetap ceria seperti biasanya.
" yank!!! kamu sudah minta teman-teman kamu datang kan.." tanya Deri pada Ayu.
" beres mereka akan datang.."
hanya itu yang bisa Deri lakukan, untuk berjaga-jaga, semakin ramai orang di rumah maka akan semakin bagus untuk kedua perempuan hamil itu, untuk berjaga-jaga kalau sisil melakukan aksinya.
.
.
.
.
" belajar yang rajin sayang..."
Khanza mengelus lembut rambut si kembar, dan mencium pipi keduanya.
" siap ibu.." ucap Si kembar..
" bi titip anak-anak ya.." ucap Khanza.
" baik Non.." jawab bi Indri.
entah kenapa, perasaan Khanza tak enak, beberapa pirasatnya sangat buruk, seperti akan terjadi sesuatu yang buruk pada dirinya, Namun Khanza menekan kuat perasaan itu, agar tidak mendapat kecurigaan dari suaminya.
" mas juga berangkat ya sayang.." Nanda mencium kening Khanza sekilas.
" iya mas hati-hati.."
" jaga dede ya yank!!." Nanda mengusap lembut perut sang istri.
" apaan kamu tuh yank!! pasti lah aku jaga.. "
" hehe iya sayang.."
setelah pamit Nanda terlihat menaiki mobilnya bersama Deri hari ini mereka berangkat bersama, untuk ke kantor COPRA, di sana sudah ada Gio dan asistennya Riski yang menunggu kedatangan mereka.
" za... yoga yu..." ajak Ayu.
" boleh deh. "
" gak tau kenapa ya yu.. perasaan gw
gak enak nihh" ucap Khanza,..
" perasaan lo aja kali za, gak akan terjadi
apa-apa." Ayu mencoba menenangkan Khanza.
" semoga saja,.."
" za teman-teman tuh..."
terlihat Mita dan Uci masuk ke dalam,
" hai guys.!!! " seperti biasa Uci selalu ceria, apalagi sebentar lagi ia akan menikah juga, terlihat aura bahagia dari wajahnya.
" emmm calon manten... ceria bingits.." celetuk Ayu.
" bukan lagi Yu, dari tadi di mobil tak lepas cerita soal persiapan nikahan, sampe bosen gw denger nya.." Mita menimpali..
" di ma'lum saja.. pasti semangat sekali kan dia.." tambah Khanza.
semua orang terkekeh, memang Uci sangat antusias sekali menyiapkan ini dan itu di resepsi pernikan nya, semua ia siapkan hanya berdua dengan Panji, tanpa bantuan siapapun.
.
.
.
setelah Yoga bersama teman-temannya, Khanza masuk ke kamarnya untuk membersihkan peluh keringat di tubuhnya,
" sehat-sehat ya sayang..." lirihnya, dia mengelus-ngelus perutnya sayang.
Khanza sudah menyelesaikan acara mandi nya, dia kembali memakai baju dan kembali ke kamarnya, mengambil handphone nya di atas nakas, karena sudah dari tadi handphone nya berbunyi.
" hallo sayang.." ujar Khanza, ternyata suaminya sudah menelpon Khanza berkali-kali.
" kamu kemana saja kenapa baru angkat telepon mas, " terdengar suara cemas dari balik telepon Khanza, ya.. suaminya sangat cemas, karena Khanza tidak mengangkat telponnya.
" iya mas maaf, aku baru selesai mandi nih, tadi habis yoga sama temen-temen." jelasnya.
" standbay handphone, kalau mas telepon kapan pun harus kamu angkat.." Suara Nanda terlihat cemas.
" iya mas, pasti Nanti aku angkat kalau telepon, "
" ya bagus, pokoknya jangan pergi
ke mana-mana oke.."
" enggak akan, aku tetap di rumah
hari ini.."
" iya sayang yaudah mas lanjut kerja ya.."
" iya mas.."
Khanza tersenyum, perasaan gundah di hatinya sedikit berkurang karena suaminya...
.
.
.
sebuah mobil mewah sedang melaju di sebuah jalan raya yang cukup sepi di dalam nya ada si kembar beserta asisten dan supirnya, mereka akan menuju kediaman pondok indah, sudah tak sabar bagi si kembar bertemu ibunya, untuk memperlihatkan tugasnya yang berhasil mendapatkan nilai A.
tiba-tiba di tengah perjalanan mobil itu di hadang sebuah mobil serba hitam, dan keluar pula orang-orang bertubuh besar dari sana.
" ada apa ini pak,," tanya bi indri, ia syok melihat mobilnya di kepung oleh orang-orang bertubuh besar itu,
" kurang tau sayapun bi." tubuh pak Halim tampak gemetar, ia ketakutan dengan orang-orang itu..
tok tokkk tokkk kaca mobil di ketok oleh orang-orang itu, dengan terpaksa pak Halim membuka Kaca mobilnya.
" a...ad..daaa aaaapa tuan.." tanya pak halim, dia terlihat gugup, begitu ketakutan, tapi dia bertanggung jawab melindungi anak dari majikannya itu.
" turun loh.." ucap orang itu.
" kalian jangan keluar ya, tunggu saya dulu.." ujar pak halim lalu keluar dari mobil.
" ada apa ini tuan, kenapa kalian menghadang kami.." tanya pak Halim, bukannya dapat Jawaban pak halim malam terkapar karena di keroyok orang-orang itu tanpa ampun..
Sedangkan bi indri dan si kembar terlihat sangat ketakutan, mereka bahkan memeluk sang pengasuhnya erat.
" dasar tua bangka.. mati lohh.." teriak salah satu orang itu, ketika melihat pak Halim sudah lemah tak berdaya.
" cuuiihhhh.." orang yang lain nya meludah ke tubuh pak Halim..
setelah melihat tubuh pak Halim tak sadarkan Diri, barulah orang-orang itu naik ke atas mobil membawa si kembar dan bi indri dari sana.
" pak tolong.. jangan bawa kami pak, kalian siapa, tolong berhenti pak..." Bi indri meronta-ronta, ia tak tahan melihat kedua majikan kecilnya menangis ketakutan.
" diam t*lol.. " teriak itu.
bi Indri sedikit ketakutan, dia memeluk kedua anak itu, menenangkan mereka..
" seetttt!!!. berisik tau gakk." teriak salah satu dari mereka, tak tahan mendengar si kembar terus meraung menangis.
" pak tolong kami.. kami tidak salah apapun pak, kemana kalian akan membawa kami, pak jangan bawa mereka..." bi Indri terus menghiba..
" diam.." teriak orang-orang itu.
" bius mereka..."
salah satu dari mereka membius bi Indri dan kedua anak mungil itu, ..
mobil itu terus melaju sampai pada gedung, yang sudah bos nya tentukan, orang-orang itu tertawa puas setelah dengan mudah menaklukan mereka, dan berhasil menculik si Kembar.
mobil mereka parkirkan ke sebuah gedung tua yang sudah tak terpakai lagi, mereka menggendong si kembar dan bi indri, membawanya ke lantai lima belas di mana bos nya sudah menunggu.
" kerja bagus. hahhaaa.." seorang perempuan tergelak merasa puas melihat anak-anak Khanza sudah tak berdaya di bawah sandraannya.
.
.
.
ππΊπΊπΊ