
.
.
.
jika di awal baik berakhir pun harus dengan baik, baiklah sepertinya laki-laki yang tengah berbaring itu memang mencintai Khanza, namun hatinya penuh dengan Keikhlasan sekarang, bahkan Dendam yang membaranya pun sudah hilang bertahun yang lalu, semenjak ia menyadari, bahwa Khanza adalah wanita terbaik yang tuhan pernah kasih, untuk mengisi hari-harinya.
" ceritakan kepadaku, bagaimana hari-harimu selepas masa itu.." ujar Gio. dia ingin tahu kenapa Khanza menghilang bagai di telan bumi,, dia mencarinya namun tak pernah mendapatkan kabarnya, dan dia kembali mendapatkan kabar Khanza setelah Khanza menikah.
" hari ku!!, jujur saja waktu itu aku hancur!!, aku tak tau harus bagai mana dan melakukan apa, untuk menyelamatkan bayiku, setelah aku di usir oleh ayah, aku pergi ke jakarta.. berkelana sendirian di tengah malam, " Khanza menerawang ke masalalu yang penuh dengan kesulitan itu.
" untung lah ada perempuan baik hati, dia adalah malaikat ku, dengan tangan terbuka dia menerimaku, dan anak-anakku, dia merawat kami, melimpahkan kasih sayang dan kami tidak kurang satu apapun,.. " air mata berlinang di pelupuk mata Khanza, kenangan nya mengingatkan kepada sang ibu. wanita bak malaikat itu telah banyak merubah kehidupannya. bahkan karena nya Khanza bisa kembali bertemu dengan Nanda, dan ortunya..
" aku bersyukur kamu baik-baik saja za.. aku bahagia setelah melihat kamu bahagia.." lirih Gio.
" kalau kamu, apa kamu langsung menikah dengan sisil setelah kejadian itu."
" tidak, aku menikah dengannya setelah tiga tahun,.. aku mencari-cari kamu selama ini, kesalahan ku begitu besar, hingga menghantui kehidupanku." Khanza tetap menatap lekat wajah Gio, dia tau mungkin Gio sangat menderita selama ini. sisil memang orang luar Biasa, dia bisa menghancurkan apapun yang dia mau, kenapa dulu Khanza begitu percaya dengan Sisil, bahkan mereka berteman baik..
" itu hanya masalalu, sebenarnya aku sudah lama memaafkan kalian,, "
" aku tau itu!!! aku tau hati kamu lembut, maafkan aku za.. karena ku kamu menderita, selama ini aku terus menantikan hari ini, hari dimana aku bisa meminta maaf langsung kepadamu.!!" ujar Gio, sebenar nya dia hampir gila karena mencari Khanza.
" tidak apa-apa yang sudah biarlah sudah."
" terimakasih za.." Gio bersyukur dapat kesempatan berbicara dengan Khanza.
" kalau begitu, aku pamit ya Gio, baik-baik ya, cepat sehat.."
" terimakasih sekali lagi za.."
" iya sama-sama,," Khanza tersenyum.
setelah pamit Khanza keluar dari ruangan Gio. di sana terlihat Nanda menunggu dengan cemas, takut terjadi hal-hal yang tak dia inginkan, terlebih dia cemburu bagaimanapun dulu Khanza begitu mencintai Gio, dia cemas, bagaimana kalau Khanza terpikat lagi olehnya. emm kekanak-kanakan nih mas Nanda hehe.🤭
" Sayang.. gimana Gio.." tanya nya cemas. Khanza mengernyitkan sebelah alisnya, melihat kecemasan sang suami.
" Gio kan udah tidak apa-apa mas.." jawabnya.
" bukan itu..!! maksud mas, apa yang kalian obrolin sayang?"
" tidak ada.." Khanza berjalan, justru itu membuat Nanda cemas, Khanza hanya terkekeh, melihat tingkah suaminya, ia tau kecemasan suaminya, justru sangat menggemaskan menurut Khanza.
" yang kamu ini.." gerutu Nanda. dia masih membuntuti Khanza dari belakang.. merasa kesal dengan istrinya, masa selama itu di ruangan tak ada yang mereka bicarakan..
" apa ya mas..." .
" Khanza sayang..." teriak bu laras ia berlari menghampiri Khanza dan Nanda di sana,
" yaallah nak kamu tidak apa-apa.." ucapnya lagi, dan langsung memeluk Khanza erat.
" Khanza baik-baik saja ma.." jawab Khanza senyum nya tak lepas menghiasi wajah cantik Khanza.
" anak-anak gimana, "
" mereka juga sudah baikan sekarang, bahkan mas Nanda memanggil pisikolog agar kejadian itu tidak membuat mereka trauma ma..!!"
" kenapa kejadian ini bisa terjadi ke kalian.."
Khanza hanya tersenyum menanggapi kekhawatiran mertuanya itu.
" ini pasti gara-gara Nanda iya kan, anak ini gak bisa jaga kalian.." tak segan bu Laras, menjewer telinga Nanda kuat..
" aduduuh duuuh maa sakit ma... ampun ma iya Nanda salah ma.." ucap Nanda dia meringis kesakitan.
" maa jangan ma.. ini bukan salah mas Nanda ma bukan.." jelas Khanza, bu Laras melepaskan tangan nya dari telinga Nanda yang sudah merah ulah ibunya.
" sudah lah ma.. yang penting Khanza selamat kan..." ujar pak bayu santai.
" papa ini bela terus anaknya.." gerutu bu Laras.
" ma.. ini bukan salah mas Nanda, Justru mas Nanda yang nyelamatin Khanza berulang-ulang, mas Nanda sangat menjaga Khanza ma.." jelas Khanza, justru membuat Nanda seperti terbang di awang-awang tengah di puji sang istri, ia senang istrinya membela nya.
" mama khawatir sama kamu Nak.."
" Khanza baik-baik aja ma."
" anak-anak dimana..?" tanya bu Laras,
" mereka ada ma di Ruangan nya, mungkin sama teman-teman Khanza.."
" yasudah kita kesana yu.."
" mama sama papa saja ya, kami mau ke kantin ma, mas Nanda belum makan dari pagi.."
" oh ya sudah.." .
Khanza dan Nanda kembali berjalan melewati lorong demi lorong rumah sakit, Nanda merangkul tangan Khanza, dan mereka bergandengan tangan sampai lobby rumah sakit.
" mau makan di mana yank!!" tanya Nanda.
" enak nya di mana ya yank.."
" caffe sana aja yu," tunjuk Nanda ke kaffe di sebrang jalan rumah sakit.
" boleh.." jawab Khanza.
mereka kembali berjalan keluar rumah sakit menuju kaffe tangan nya tak lepas bergandengan.
" pesen mas.." kata Khanza.
Nanda memesan beberapa menu untuk nya dan sang istri, dan kopi latte kesukan sang istri.
" sayang aku lega sekarang.." ujar Khanza.
" apanya.." Nanda yang masih kesal karena Khanza tak menjawab pertanyaannya sejak tadi.
" hehehe.. mas ngambek nih, dalam hal apa mas ngambek."
" tau ah.." Nanda merajuk.
" iya mas iya Khanza jawab, jangan ngambek lagi dong.."
Nanda kembali senyum, makanan pun datang dan di sajikan oleh pelayan caffe.
"terimakasih mba," ucap Khanza.
" iya selamat menikmati."
pelayan itu pergi dari hadapan kedua manusia itu..
" jadi apa yang kalian bicarakan.." tanya Nanda sungguh-sungguh dia menatap lekat wajah istrinya supaya istrinya berkata jujur.
" aku sudah bilang semuanya, Gio sudah tau, kalau anak-anak adalah anak kandung biologisnya, "
" lalu apa katanya.."
" ternyata dia sudah tau, terus dia minta maaf soal kejadian di masalalu.. ternyata dia gak salah mas, dia juga korban ancaman sisil. tapi yasudah lah itu semua kan sudah lewat.." ujar Khanza.
" aku malah bersyukur ada kejadian itu, " kata Nanda.
" kenapa kok gitu.."
" karena masalah itu, kamu jadi milik aku, coba kalau kamu baik-baik saja waktu sama Gio, gimana nasib aku coba.."
" itu namanya sudah takdir mas, walaupun gak ada kejadian itu, kalau jodoh nya sama kamu ya tetap akan sama kamu..." ujar Khanza.
" hehe iya... terimakasih ya sayang.." Nanda memegang tangan Khanza.
" iya mas.." .
.
.
.
uuwwuuu dehhh hehe..❤
makasih yang udah dukung cerita nya author, hehe love you pokonya😘