My Mine

My Mine
Direktur Khanza



.


.


.


.


Hari pertama akan ke kantor, hal yang tak pernah Khanza bayangin sebelumnya, dia akan menjadi wanita karir. namun dengan tekad yang kuat, Khanza akan memulai semuanya dari awal, diapun akan memantaskan diri agar bisa bersanding dengan CEO itu.


hari yang sama dengan anak-anak yang masuk sekolah hari ini, membuat pagi Khanza sedikit menjadi lebih sibuk, belum lagi ia harus bersiap pergi ke kantor...


Khanza sudah menyiapkan supir baru Khusus untuk anak-anak nya dan bi indri, mereka akan berangkat sekolah dengan menggunakan supir baru itu, namanya pak Halim.


" anak-anak yang pintar yah, maaf hari pertama ibu gak bisa nganter, ibu juga harus ke kantor.. " jelas Khanza saat mengantar anak-anak nya untuk menaiki mobil.


" iya ibu gak papa, kami sudah besar, dan Kel akan menjaga Key, " kel tersenyum menunjukan deretan gigi rata nya itu, gemas sekali.


Khanza sedikit mencubit halus pipi sang anak itu, kemudian memeluk kedua anaknya. merasa bersalah pasti, harapan semua anak pasti ingin ibunya sendiri yang mengantar mereka sekolah di hari pertama.


" bi nitip anak-anak yahh. " ucap Khanza kepada pengasuh mereka, bi Indri.


" iya non siap.. "


" bekal nya jangan lupa di makan ya nak, " ucap khanza mengelus kedua pipi anak nya.


" siap ibu.." ucap si kembar bersamaan..


lalu mereka naik ke mobil di ikuti oleh bi Indri.


" pak nitip mereka ya.. " ucap Khanza kepada sang supir baru itu..


" iya non pasti saya jaga, kalau gitu kami berangkat non.. " ucap pak halim lalu masuk ke mobil..


Khanza sangat sedih, anak-anak hari pertama masuk sekolah, harus nya dia yang menemani putra putri nya itu, namun urusan kantor ini benar-benar tak bisa di tinggal kan.


hari ini juga dia akan di resmikan sebagai pemimpin baru di perusahaan Pt. COP COPRATION, hari yang mendebarkan menurut Khanza. ini lah kehidupan babak barunya di mulai.


sebelum nya pak Yusril sudah menghubungi Khanza bahwa dirinya akan menunggu Khanza di kantor.


Khanza bersiap dengan memakai stelan Kantor nya, yang membuat nya nampak berkarisma, namun tetap sangat cantik dengan senyum hangat nya.


" non Khanza.. " Khanza melirik orang yang memanggilnya, dan terlihat bi Susi mengacungkan jempol nya, Khanza terkekeh menanggapi asisten nya itu..


" jaga rumah ya bi.. nanti kalau anak-anak pulang Bantuin bi Indri, tau lah kalau anak-anak saya itu suka aneh-aneh, takut bi indri kewalahan.. " jelas Khanza memberikan titah kepada mereka.


" iya baik non.. " ucap bi Susi dan bi Ranti.


" kalau gitu Khanza berangkat ya bi.. "..


Khanza menaiki mobil Honda jazz milik sang ibu, ini adalah mobil kenangan nya, pertama kali ibunya membawa dirinya menuju kebahagiaan dengan meemakai mobil ini, dan mobil ini akan menjadi mobil favoritnya.


" selamat ya za.." ucap Deri


Khanza menarik napas panjang, dia sangat terlihat gugup sekali. kehidupannya akan di mulai saat ini.


" ini benar-benar sangat mendebarkan, " ujar Khanza.


" saya tau kok, terlihat jelas dari wajah kamu za.."


" kamu gimana cuti Der, berapa hari sebelum menikah, " tanya Khanza..


" semua persiapan sudah selesai Za, Ayu sangat telaten mempersiapkan semuanya, tinggal menunggu hari H saja, saya cuti satu hari sebelum menikah saja.. " jelas Deri, Khanza mengangguk mengerti.


" Der boleh saya minta tolong sesuatu. " ucap Khanza ragu-ragu.


" apapun itu selagi saya masih bisa saya akan bantu.. " ucap Deri sungguh-sungguh. diapun sangat bersyukur mendapatkan majikan baik hati seperti Khanza.


" tapi Za aku kan.. " ucap Deri tertahan.


" cuma kamu orang yang saya percaya, saya tau kok, menjadi body guard adalah fesion kamu, maka itu jadilah tangan Kanan saya dan sekaligus menjaga saya.. " ucap Khanza. dia berucap dengan bersungguh, dia tahu Deri mampu bekerja di perusahaan.


" baiklah.. saya juga nyaman bekerja sama kamu za, saya akan bantu kamu, saya akan mengabdikan diri di perusahaan kamu... " ucap Deri kemudian, yang membuat Khanza senang karena Deri tak menolak kemauannya.


" makasih ya Der.. "


"sama-sama za. " Deri tersenyum ia masih pokus menyetir mobil nya.


sampai pada perusahan milik Khanza,


Khanza dan Deri turun dari mobil bersamaan mereka melewati semua karyawan yang memandang ke arah mereka heran. Khanza tidak ambil pusing akan hal itu, dia terus menerobos masuk menuju ruang direktur, tempat nya akan bekerja.


dan disana sudah ada pak Yusril yang sudah menunggu.


" Selamat pagi Nona Khanza, saya senang anda mau datang ke kantor.." sambut pak Yusril.


" iya pak yusril, saya akan menjalan kan kewajiban saya sebagai direktur disini.. "


perkataan Khanza di sambut bahagia oleh pak Yusril dan Deri, sebagai ahli waris tunggal dari ibu Diana Khanza memiliki semua aset.


" mari duduk.. "


mereka duduk untuk memulai meeting pertama antara Khanza dan sang pengacara.


" jadi begini nona Khanza, semua projek yang lama sudah hampir rampung, dan sangat di sambut antusias di pasaran, untuk projek barunya, besok nona Khanza akan meeting bersama penanam saham terbesar di perusahaan, dan saya yakin untuk projek ini akan sangat menguntungkan bagi perusahaan."


Khanza mengangguk masih mendengarkan Pak Yusril berbiacara menyusun rencana untuk pertama kali kerjanya.


" bagai mana dengan apartemen, pak Yusril.. " tanya Khanza.


" untuk semua apartemen nya sudah tersewa semua. keuntungan nya sudah masuk ke rekening pibadi nona Khanza, dan untuk resort sudah ada kepercayaan Ibu Diana di sana, nona Khanza hanya perlu memantau kesana setiap bulannya. " Khanza mengangguk, dia masih mendengarkan apa yang pak Yusril bicarakan.


" baik nona Khanza hari ini saya akan mengadakan meeting dengan para petinggi perusahaan, ingin memperkenalkan bahwa anda adalah direktur baru di sini. " ucap pa Yusril mengajak Khanza mengikutinya ke ruang tempat meeting besar di adakan.


Khanza dan Deri berjalan mengikuti pak yusril menuju ruang Meeting yang di sana sudah terdapat para petinggi perusahaan. Khanza masuk dan semua orang berdiri lalu membungkuk memberikan hormat, kepada direktur baru mereka.


" baik lah semuanya, saya akan memperkenalkan wanita yang ada di samping saya ini, namanya Khanza Brama Wijaya, dia adalah anak tunggal dari pimpinan kita yaitu ibu Diana. selaku di rektur utama, dan karena beliau wafat, jadi nona Khanza mengambil alih menjadi direktur utama baru di kantor kita. " jelas pak Yusril..


semua orang bertepuk tangan, hingga terdengar riuh bergema di seluruh ruangan, dan Khanza memperkenalkan diri.


" hallo nama saya Khanza, dan orang yang ada di samping saya namanya Deri selaku asisten pribadi saya, mohon bantuannya, kepada semuanya.. " ucap Khanza tersenyum Ramah.


selain masih muda Khanza juga Cantik, itulah kenapa mereka menyambut Khanza dengan hangat.


tak jarang Khanza tersenyum ramah kepada orang-orang yang memperkenalkan diri kepadanya.


Khanza kembali ke ruangan nya, untuk mulai bekerja di hari pertama, Khanza mengecek laporan tentang perusahaan, satu persatu..


" Der besok siapin berkas untuk kita meeting sama Claen baru kita ya.. " titah Khanza .


" baik saya siapkan.. " patuh Deri.


Benar dugaan Khanza Deri bukan lah orang sembarangan, Khanza senang punya orang kepercayaan seperti Deri, dia bisa di andalkan.


.


.


.


.


Bersambung🌺