My Mine

My Mine
eksekusi



dokter itu memandangi Ayu dan Nanda bergantian, ia tidak bicara sama sekali, Deri dan Ayu merasakan canggung mendapat tatapan seperti itu dari sang dokter.


" dokter apa yang terjadi dengan Khanza.. " tanya Ayu, karena dokter itu tak kunjung bicara.


" kalian ini bisa-bisanya lalai, dia sedang mengandung, kalian telat sedikit dia hampir saja kehilangan anaknya, " dokter itu menggeleng.


" apa dok.. Khanza hamil, " kata Ayu.


" iya.. usia kandungan nya baru dua minggu, dan sangat lemah, ku mohon jagalah, jangan sampai kejadian seperti ini terulang lagi.. " kata dokter.


" baik dok terimakasih banyak.. "


Deri dan Ayu keluar dari ruang dokter, mereka berjalan gontai menuju ruang rawat Khanza, disana sudah ada bu Laras dan pak Bayu, yang sebelum nya sudah mereka hubungi.


mereka langsung memborbardir pertanyaan kepada Ayu dan Deri.


"kenapa Khanza, kenapa dia harus sampai di rawat, dimana Nanda.. " begitulah pertanyaan bu Laras.


" tante... maafin kami ya, yang gak bisa jaga Khanza, sudah dua hari ini badan dia sangat lemah, muka nya pucat, dan ternyata dia hamil tante.. " jelas Ayu.


" apa menantu ku hamil.. " bu Laras masih terpaku di tempatnya. pak Bayu langsung menghabur kepelukan sang istri mereka berpelukan, merasa sangat bahagia. tangis haru terpancar dari matanya.


" lalu Nanda dimana? " tanya pak Bayu.


" dia sedang ada urusan di luar kota om." jawab Deri.


" sepertinya Khanza sedang ada masalah tante om, tadi dia nangis sampai pingsan. " jelas Mita.


" begitu ya.. pasti ini gara-gara suaminya, emm anak itu memang ya.. " gerutu buk Laras


" Deri secepat nya hubungi Nandana, dia harus segera pulang, bisa-bisanya ada kabar bahagia dia tak ada." titah pak Bayu.


" baik om.. "


terlihat Deri mengotak atik handphone nya, menghubungi sahabatnya sekaligus suami bosnya itu.


beberapa Kali dia menelpon tapi tidak tersambung, Deri beralih menelpon Riski asisten Nanda, dan hasilnya sama, mereka sama-sama mematikan jaringan telepon nya.


" om.. sepertinya, Nandana sangat sibuk, dia tak bisa di hubungi.." kata Deri.


" bagaimana dengan asistennya. "


" sama om gak bisa di hubungi..." jawab Deri.


" Aneh sekali. awas saja kalau dia pulang ya.. " ucap pak Bayu.


.


.


.


seorang perempuan cantik itu sedang duduk di kursi sebuah kamar hotel, ia memetikan rokoknya, menunggu Nanda selesai mandi, ia sudah tak sabar menikmati kebersamaan bersama laki-laki yang sudah membuatnya sangat terobsesi itu.


sekelompok orang yang memakai baju kepolisian masuk ke kamar hotel itu, Cerly terperanjak kaget, terutama saat melihat orang yang ia surus membunuh Khanza sudah menjadi sandra mereka.


Cerly juga melihat ada produsernya di sana yang juga sudah mereka sandra..


" siapa kalian.. " tanya Cerly. ia ketakutan


Riski datang di balik orang-orang itu, ia tersenyum sinis dan melihat Cerly dengan tatapan jijik.


" kamu.. " kata Cerly mendapati Riski ada bersama orang-orang itu.


" ya ini saya. " kata Riski.


Nanda keluar dari kamar mandi, rupanya dia benar-benar mandi, rambutnya terlihat basah.


" eh kalian sudah datang ya.. " ucap nya dingin.


Cerly berhambur kepelukan Nanda, dia sembunyi di balik tubuh Nanda. dia ketakukan apalagi saat melihat orang-orang suruhan nya sudah ada disana.


" baby kenapa ada mereka, bukannya itu asisten kamu.." Lirih Cerly.


" baby.. aku takut, tolong suruh mereka keluar dari sini.. " Nanda hanya tersenyum sinis, dia menganggukan kepalanya kepada Riski,dan Riski menerima perintah itu patuh.


" baik lah saya akan mulai.. nona Cerly anda terbukti bersalah, telah melakukan percobaan pembunuhan kepada istri tuan Nanda. " ucap nya Lantang, Cerly semakin ketakutan, tubuhnya gemetar hebat.


" baby dia berbohong, aku tidak melakukan itu.. " bantah nya, tubuhnya sudah tak karuan,.


" ini adalah hasil cctv yang saya dapat.. " Riski menunjukan semua hasil cctv yang sudah ia retas,


" Nona Cerly, saya sudah berhasil membongkar semua kejahatan anda,.. anda adalah tersangka tunggal, atas kematian teman sesama model anda, atas nama Nona Sindi Agatha, dengan motif tidak ingin kalah saing, sebagai tutup mulut Anda menjual tubuh anda kepada produser perusahan dimana tempat anda berkarir. " ucap Riski lantang,


" ada satu lagi kejahatan anda, sebagai mana anda bekerja sama dengan seorang mafia narkoba, untuk di mengedar kan obat-obat terlarang di salah satu club malam.. anda sengaja memblack disc semua file datanya, agar anda tetap di anggap bersih oleh negara. " ...


" begitu pak polisi, silahkan anda tangani lebih lanjut.. " ucap Riski.


polisi itu, memborgol tangan Cerly, produser dan dan orang-orang suruhan Cerly itu.


" terimakasih tuan atas bantuan kalian, berkat kalian kejahatan Nona Cerly terbongkar, dan kami dapat menangkap tersangka yang telah membunuh Nona sindi agatha, setelah berbulan-bulan kami berusaha mencari tersangka nya." ucap pimpinan dari kepolisian itu.


mereka menjabat tangan Riski dan Nanda.


" baby.. apakah kamu menjebakku.." teriak Cerly.


" tentu.. lantas untuk apa aku repot-repot meminta kamu kesini, satu lagi berita ini sudah tersebar di semua media. " senyum sinis tersungging dari bibir Nanda.


" Nanda.. awas kamu ya.. tunggu semua pembalasan ku.. " Cerly meronta-ronta menolak di seret oleh polisi itu..


Nanda dan Riski bernapas lega, setelah berhasil menangkap Cerly, setidak nya Khanza bisa aman tanpa dia.


Nanda tidak habis pikir, perempuan yang pernah begitu ia cintai bisa senekad itu, bahkan telah membunuh orang.


" tuan boleh kah saya tanya sesuatu. " ucap Riski.


" tentu. "


" sebenarnya siapa nona Cerly itu. " mendapat pertanyaan seperti itu dari sang asisten membuat Nanda terkekeh.


" kamu mau tau.. " kata Nanda.


" eeemmmmm " ucap riski.


" dia itu mantan saya, kami pernah bersama cukup lama, setelah itu, dia berhianat di depan saya, saya tentu sakit hati.. tapi setelah bertemu istriku enam tahun lalu, hati ku membaik, aku telah benar jatuh cinta dengan dia. " Kata Nanda menjelaskan sang asistennya itu mengangguk.


" terus kenapa sekarang dia kembali, apakah dia begitu mencintai anda tuan. "


" cehhh..." Nanda berdecak..


" kita harus bisa membedakan mana cinta mana yang terobsesi, perbedaan nya tipis, namun makna nya sangat beda jauh.. " jelas Nanda.


sang asisten itu kembali mengangguk.


" kenapa tanya soal seperti itu, wait... jangan-jangan kamu belum pernah punya kekasih.. " tanya Nanda, benar saja sang asisten nya kembali mengangguk.


" saya belum pernah berpacaran tuan, bagi saya itu hanya buang-buang waktu saja.." kata riski.


Nanda kembali terkekeh..


" percayalah akan sangat bahagia ketika kamu bertemu orang yang tepat.." kata Nanda lalu ia tersenyum.


" terimakasih banyak ya Riski,.. "


dan Riski mengangguk, dia senang telah membantu sang bos nya itu, ..


.


.


.


.🌺🌺🌺🌺