
Di jalan....
"Kenapa Kyara lebih milih pulang sama Guna dari pada sama gueh. Apa tadi Kyara cuma kebawa suasana aja pas nerima gue. Enggak - enggak! Gua harus tetap positif thinking! Jangan sampek kesalahpahaman ini ngehancurin hubunganku sama Kyara. Besok aku akan minta penjelasan sama Kyara." gumam Fiqhi dalam hati.
Di toko sepatu...
"Ini Kya. Kita udah sampai di tokonya. Silahkan turun. Dan tolong langsung kamu pilihana aja yang menurutmu cocok buat Ruth." ucap Guna.
"Iya kak." ucap Kyara sambil memilih - milih sepatu yang cocok untuk Ruth.
"Udah Nemu yang cocok Kya?" tanya Guna.
"Kalau ini bagaimana kak?" sambil menunjukkan sepatu dengan glitter abu dan warna hitam yang tampak mewah jika dipakai.
"Iya boleh juga. Langsung ke kasir yuk." ucap Guna.
Di kasir...
"Tolong sepatu ini dua ya mbak. Berapa mbak?" tanya Guna
"500 ribu kak." jawab kasir.
"Ini kartunya." ucap Guna sambil menyodorkan kartu uangnya.
"Terimakasih kak." ucap kasir sambil mengembalikan kartu kepada Guna.
"Sama - sama mbak. Ayo Kya buruan nanti keburu malem." ucap Guna.
"Iya kak." jawab Kyara.
Sesampainya di depan rumah Kyara, Guna pun menurunkan Kyara.
"Makasih ya Kya udah mau nemenin aku buat ngasih hadiah ke Ruth. Ini buat kamu. Besok jangan lupa sepatunya dipake hehe...:) " ucap Guna.
"Oh iya kak gapapa. Kak Guna gausah repot - repot! Aku ikhlas kok. Tapi terimakasih ya kak." ucap Kyara.
"Aku duluan ya. Assalamualaikum." ucap Guna.
"Wa'alaikum salam kak. Hati - hati ya kak." ucap Kyara sambil masuk ke dalam rumah.
Di dalam kamar....
"Aku cek dulu deh WA sama aku jelasin masalah tadi ke Fiqhi. Kayaknya tadi dia cemburu. Semoga Fiqhi gak salah paham." ucap Kyara Sambil membuka WA dari Fiqhi.
My Golila Unyuk
online
loha?
hai??
jangan lupa makan yah mbull,
shalatnya juga jangan lupa.
iyaa maksih perhatiannya golila unyukku.
kamu juga jangan lupa makan ya ntar sakit
oke shiapp
masalah tadi kamu jangan alah paham ya.
besok akan aku jelasin semua sama kamu biar kamu nggak salah paham.
iya aku gpp kok. kecewa ada tapi ya apa boleh buat. cuma bisa nahan kan. lagipula aku cemburu juga gak ada alasan. kan kita sebatas sahabatan kan?
loh to kamu marah. omongannya lo. bukannya tadi aku udh ngomong samu kamu, kalau kamu itu spesial dari yang lain.
emang kamu juga suka sama aku?
kok tanyak nya gitu? udah gapercaya?
iya aku percaya kok. cuma aku bicara apa adanya aja hehe.
gud night♥️udh dulu yaaa. lanjut besok aja okeey.😉
too golila unyukku.
"iya - iya embulku manis paleng emesh."
makasih hehe.
Keesokannya...
"Aku pakai seaotu dari kak Guna gak ya? Kalau aku pake, ntar Fiqhi salah paham lagi, Kalau aku gak pake nanti dianggap gak menghargai kak Guna. Gimana ni?. Aku pake ajalah! Toh nanti akan kujelasin semuanya ke Fiqhi. Semoga dia bisa ngerti." ucap Kyara sambil memakai sepatu warna hitam denga glitter abu yang terkesan mewah.
Di sekolah...
"Itu dia orangnya. Aku mau jelasin dulu lah sama dia sebelum masalahnya panjang, Fiq?!" panggil Kyara dengan pelan.
"Iya Ra. Kenapa?" tanya Fiqhi.
"Masih marah soal yang kemarin?" tanya Kyara.
"Enggak kok. Aku mencoba percaya sama kamu dan tetap berpikir positif kok. Hehe:)" jawab Fiqhi.
"Ouh gitu. Yaudah makasih deh. Tapi aku harus tetep cerita sama kamu. Kamu mau dengerin gak?" tanya Kyara dengan rasa agak sedikit cemas.
"Iya deh. Aku dengerin ni. Coba cerita." ucap Fiqhi.
"Jadi tu kemarin kak Guna nyamperin aku. Trus dia ngajak aku buat ke toko sepatu. Lah dia ngajak aku ke toko sepatu karena dia minta bantuan ku buat milihin sepatu. Katanya, sepatunya mau dia kasih ke Ruth. Gitu ceritanya." jelas Kyara.
"Ouw gitu ya. Yaudah aku percaya deh. Udah deh aku mau tidur dulu ya. Ngantuk." ucap Fiqhi.
"Tidur mulu lho. Emang kalo malem kamu gak tidur di rumah? Kok pasti tidur di kelas?" tanya Kyara.
"Tidur si. Tapi gaada 1 jam aku bangun lagi. Soalnya harus jagain rumah + jagain adek sama sekalian juga ikut ronda giliran. Hehe:)" ucap Fiqhi
"Udah kayak bapak - bapak aja ni golila ku. Hii tambah emesh hehe." ucap Kyara sambil mencubit pipi Fiqhi.
"Auw... Sakit dong mbul. Kamu pikir pipi ku kue cubit apa? Sampek kamu cubit- cubit?" ucap Fiqhi sambil merengek manja.
"Hehe. Yaudah deh. Btw ke kantin yuk mbul. Aku laper ni." ucap Kyara
"Yaudah. Jangan banyak - banyak nanti makannya mbull. Biar gak tambah gemuk hehe:)" ucap Fiqhi.
"Hm-" ucap Kyara sambil meninggalkan Fiqhi yang masih berusaha beranjak dari tidurnya.
"Yah dianya marah lagi jangan - jangan? Harus gerak cepat ni. Ntar guah auto dicuekin deh. Tunggu mbull." ucap Fiqhi sambil menyusul Kyara.
Di kantin...
"Mau makan apa mbull?" tanya Fiqhi.
"Samain aja kayak kamu!" ucap Kyara yang masih kesal.
"Iyadeh. Aku pesenin dulu bentar.” ucap Fiqhi sambil meninggalkan Kyara dan memesan makanan.
"Iyaa."
Saat Fiqhi hendak kembali ke bangkunya, dia melihat Guna sedang membicarakan sesuatu dengan Kyara.
"Kya. Gimana sepatunya? Bagus gak?" tanya Guna.
"Bagus kok kak. Makasih ya kak atas pemberiannya." ucap Kyara.
"Jadi sepatu baru itu dari si Guna? Pantesan Kyara dari tadi senyum - senyum! Hm. Aku ambil makanan ku dan makan di kelas aja lah." ucap Fiqhi dalam hati.
Fiqhi kembali ke depan kantin sambil menunggu pesanannya jadi.
"Semuanya berapa buk? tanya Fiqhi pada Bu Saodah.
"Mie ayam 2,es teh 2, totalnya jadi 24 ribu dek." jawab Bu Saodah.
Fiqhi menuju ke meja Kyara. Yang membuat obrolan Kyara dan Guna terputus.
"Ra. Ini pesananmu. Aku ke kelas dulu yah." ucap Fiqhi dengan tempo agak kecewa dan langsung meninggalkan kantin.
"Makasih Fiq. Jangan - jangan dia salah paham lagi sama kak Guna. Aku harus ke kelas ni." ucap Kyara dalam hati.
"Aku duluan ya kak. Hehe:)" ucap Kyara sambil meninggalkan Guna sendiri.
"Iya gak papa. Silahkan." jawab Guna.
Di kelas...
"Kenapa dia pake nutupin cerita yang ini? Padahal kalo jujur kan aku malah mungkin lebih biasa aja. Tapi kalo disembunyiin gini, terus aku tau sendiri, kan jadinya malah aku yang merasa udah dibohongi." gumam Fiqhi.
"Fiq!" sapa Kyara sambil duduk di sebelah Fiqhi yang sudah makan.
"Iya Ra." jawab Fiqhi.
"Kamu jangan salah paham ya masalah tadi. Tadi kak Guna cuma mau ngucapin terimakasih aja kok. Gak lebih." ucap Kyara meyakinkan Fiqhi.
"Hm-" jawab Fiqhi.
"Kamu marah kenapa Fiq? Coba jelasin! Biar aku juga tau kesalahanku." ucap Kyara.
"Kamu kenapa gak ceritain kalo kamu dibeliin sepatu sama si Guna. Dan kamu sekarang juga langsung memakainya." tegas Fiqhi.
"Kamu jangan salah paham dulu ya. Aku pake sepatu ini karena aku mau menghargai pemberian dia. Bukan karena ku suka dia beliin aku sepatu." ucap Kyara.
"Ouh gitu. Yaudah. Lain kali cerita aja gak papa." ucap Fiqhi.
"Iya. Tapi kamu setelah kita saling jadi moodboster kok sering marah si?" tanya Kyara.
"Cemburu lah! Gaje kamu ni. Hehehe:(" jawab Fiqhi dengan rengekan.
"Iya - iya maaf deh." ucap Kyara.
"Sebenarnya aku suka sih kalau dia cemburu kayak gini. Wajahnya lucu hehe." ucap Kyara dalam hati.
"Ya risiko deh punya doi cantik,pintar dan manis. Beruntungnya aku memiliki kamu..." ucap Fiqhi disambung sedikit lirik lagu.
"Nanti lama kelamaan juga banyak yang suka sama kamu kok. Kan kamu cool dan tampan. Putih lagi. Gausah nyanyi suara kamu sumbang!" ucap Kyara dengan sedikit ledekan.
"Hehehe iya. Aku kan gak penyanyi jadi suaraku gak bagus dong mbull. Lagipula meskipun banyak yang suka sama aku, aku tetep milih kamu kok." ucap Fiqhi.
"Iyadeh iyaa." jawab Kyara.
Jam pelajaran pertama dimulai. The first lesson ia started... (Bunyi suara bel.)
"Yah udah masuk aja. Nanti lagi ya golila unyukku ngobrolnya. Lagipula kan aku ada di depan kamu. Jadi nanti tinggal panggil aja." ucap Kyara.
"Iya mbull makasih." jawab Fiqhi.
Pak Sriyono memasuki kelas dan membagikan denah tempat duduk yang telah dibuat.
"Ini denah tempat duduk kalian. Setiap bulan akan ada perpindahan tempat duduk. Sekarang ayo pindah sesuai dengan meja kalian." ucap Pak Sri.
"Baik pak." jawab sekelas sambil pindah mencari meja mereka yang baru.
Kali ini Fiqhi harus duduk dengan Nayla di kursi paling depan sebelah pojok kiri. Dan Kyaraa duduk di meja urutan terakhir dari meja barisan ke 3.
"Kenapa sebelahnya Fiqhi harus cewek si. Gak nyaman lihatnya." gumam Kyara.
"Boleh kenalan gak. Aku Nayla. Kamu siapa?" ucap Nayla sambil menjabatkan tangannya.
"Fiqhi." jawab Fiqhi dengan cuek dan langsung tidur kembali.
"Ouh iya Fiqhi. Cocok sii namanya seperti kayak wajahnya. Tenang dan tampan terus cool lagi hehe:)"
"Hahaha. Makasih." ucap Fiqhi.
Tak terasa hari ini pelajaran dan kegiatan di sekolah berakhir dengan sangat melelahkan. Waktu sudah menunjukkan pukul 16.00
"Kamu mau aku anter?" tanya Fiqhi pada Kyara.
"Enggak deh mbull makasih! Kamu pulang duluan aja gak papa." jawab Kyara.
"Ouh ya udah kalau gitu. Tapi ingat ya!" tegas Fiqhi.
"Apa?" tanya Kyara.
"Jangan mau dianterin sama cowok lain selain keluarga kamu sama aku. Okee." jawab Fiqhi.
"Iyadeh iyaa." jawab Kyara sambil menahan tawa.
"Aku duluan yha. Assalamualaikum." ucap Fiqhi.
"Wa’alaikumsalam. Hati - hati!" tegas Kyara.
"Iya. Always kok.” jawab Fiqhi.
"Ship." ucap Kyara.
Sesampainya di rumah, Kyara langsung membuka WA karena ingin berchatingan dengan Fiqhi.
"Ada WA gak ya dari dia." tanya Kyara dalam hati sambil mengecek nomer Fiqhi.
My Golila Unyuk
online
mbull
p
y gimana Fiq?
wajar gak sih kalau aku ngelarang kamu ini dan itu? kok kayaknya aku terlalu ngekang kamu yah.
enggak kok. aku justru seneng kamu perhatian sama aku. Jujur aja pas kamu marah atau cemburu tu kamu manis banget golila Unyuk ku hehe:)♥️
kok suka si lihat aku marah? mau lagi?
gak gitu jugak dong. yha kamu imut aja,
aku mau bilang sesuatu ni sama kamu
apa?
besok aku mau tidur di samping kamu boleh ya mbull.
iya gak papa kok. nanti sekalian aku bacain dongeng hehe...
emang aku bocah?
emang golila unyukku bocah apa nggak sih?
enggak lah. aku udah mateng dong.😄
iyadeh iyaa. cool.
gud afternoon mbull. see you tomorrow
too♥️
♥️♥️♥️
.
.
.episode kali ini gimana gays? masih biasa aja kan? hehe. ikutin terus deh alurnya.