My Mine

My Mine
di antar ayah sekolah.



menjelang pagi Khanza sudah terbangun, badan terasa sakit semua, semalam Nanda melakukan itu sampai tiga kali, Khanza benar-benar menjadi candu untuknya sekarang.


Khanza menyiapkan semua keperluan untuk suaminya bekerja, setelah selesai, ia membangunkan suaminya, karena sudah menunjukan pukul enam pagi.


" mas bangun yu.." kata Khanza sedikit menggoyangkan tubuh sang suami.


" emmmm... " Nanda mengerang.


" bangun sudah jam enam mas harus mandi dulu."


Nanda mengercipkan matanya, melihat sang istri sudah sangat cantik ada di hadapannya..


ia menarik wajah sang istri dan mengecup bibirnya singkat..


" morning kiss.." ucap Nanda..


Khanza terpaku di tempatnya, ia begitu malu pipinya pasti sudah merah..


tanpa rasa bersalah Nanda turun dari ranjang dan beranjak ke kamar mandi,..


" duuhhhh bisa gila aku." gerutu Khanza, ia terus menekan jantungnya, agar berhenti berdetak cepat, masih pagi seperti ini suaminya sudah berhasil membuat Khanza tersipu malu.


setelah beberapa saat Nanda sudah keluar dari kamar mandi dengan hanya melilitkan handuknya di pinggang, Khanza langsung menutup mukanya begitu malu melihat suami nya bertelanjang dada seperti itu..


" mas cepat pakai bajunya ih.. " gerutu Khanza, ia terus menutup mukanya dengan kedua tangan nya, nanda terkekeh gemas dengan sang istrinya itu.


" iya sayang iya.. aku pakai nih.. " ucap Nanda ia memakai baju yang sudah di siapkan Khanza sebelumnya... setelah selesai Khanza membantu memakaikan dasi dan memakaikan jas nya kepada suaminya itu..


khanza tersenyum melihat sang suami, Nanda begitu sangat tampan, dengan stelan jas seperti ini, Khanza selalu suka..


" kau selalu tampan. " lirih Khanza..


" apa yank.. " Nanda pura-pura tidak dengar, ia senang membuat istrinya itu selalu tersipu malu..


" ehh engga.. aku harus nyiapain perlengkapan anak-anak dulu. " ucap Khanza gugup dia berlari keluar kamar meninggalkan Nanda, begitu malu dengan suaminya itu..


Nanda hanya terkekeh melihat tingkah gemas istrinya itu..


ia juga menyusul Khanza keluar kamarnya menuju meja makan untuk sarapan,


Khanza sudah keluar kamar nya si kembar dan mereka juga pergi kemeja makan, sungguh kesibukan itu Sangat Khanza sangat nikmati, dia bersyukur masih di beri kesempatan memiliki suami setelah mempunyai anak kembarnya.


" hari ini anak ayah sekolah ya.. " tanya Nanda kepada si kembar.


" iya ayah.. " jawab si kembar antusias. Nanda mengelus kepala si kembar sayang.


" kalau gitu boleh ayah antar gak.. " kata Nanda.


" boleh ayah kami mau... " ucap key semangat.


" hari ini mereka berangkat sama aku, nanti kamu jumput ya.. " kata Nanda kepada sang istri, Khanza mengangguk mengiyakan lalu tersenyum.


.


.


.


Khanza memasukan barang-barang sang suami kemobil, untuk keperluan Nanda bekerja di kantor, ia juga memberikan bekal makan siang untuk Nanda nanti.. tak lupa juga barang-barang si kembar ia masukan kemobil...


" hati-hati.. belajar yang rajin ya.. " ucap Khanza lalu mencium kedua anaknya itu.


" siap ibu.." si kembar antusias hari ini pertamakali nya ia di antar sang ayah, tentu itu membuat mereka semangat.si kembar masuk kemobil.


Nanda juga mencium kening Khanza..


" teriamaksih bekalnya istriku. " Nanda tersenyum.


" sama-sama.. " Khanza menyalami sang suami lalu Nanda juga masuk...


" dadahh ibu... " ucap si kembar, dari dalam mobil. Khanza melambaikan tangan nya, menanggapi si kembar ia sedikit terkekeh.


kebetulan Deri dan Ayu juga sudah ada di halaman, Deri akan berangkat ke kantor, itu sebabnya Ayu mengantar sampai halaman..


" emmm pengantin lagi hangat-hangat nya.." ayu terkekeh, Khanza tersenyum menanggapi Ayu memang dia sangat bahagia sekarang, mungkin sangat terlihat jelas oleh Ayu.


" yank.. gak nyangka ya pak Nanda itu romantis juga.. " ucap Ayu sama suaminya itu..


" huuusss ah kalian ini.. "


" yaudah yank hati-hati ya. " Ayu menyalami suaminya itu, Deri juga mengecup singkat kening Ayu.


" oh ya Der gimana perusahaan aman kan.. " tanya Khanza.


" aman buk direktur.. " kata Deri.


" besok aku juga udah ngantor kok.. " kata Khanza.


" ohhh syukurlah... " kata Deri, memang ia senang, tanpa Khanza di kantor sangat membosankan, dan kerjaan nya jadi lebih sibuk.


Deri juga berangkat menyisakan Ayu dan Khanza saja di sana..


" ehh gimana malam pertama.. pasti hot hot nya dong..hahahaa.. " ayu terkekeh dia berlari sebelum mendapat amukan dari Khanza.


" Ayu.. awas ya kamu." Khanza mengejar Ayu sampai ke dalam.


alhasil mereka berlarian kesana kemari seperti anak kecil mereka juga sekali-sekali tertawa bersama.


bahagia sekali rasanya setelah menikah itu.


karena kecapean berlari, mereka merebahkan tubuhnya di kursi, masih dalam keadaan napas tersengal-sengal mereka tertawa bersama-sama, senang sekali rasanya satu atap sama sahabat nya itu..


" boring gak sihh.. " tanya Ayu.


" iya sangat boring."


" jalan yu.. udah lama kita gak jalan bareng temen-temen, " usul Ayu.


" boleh juga tuh.. mumpung masih free nih belum kerja, eh tapi jemput dulu anak-anak ya.. " ucap Khanza.


" siap.. yaudah yu siap-siap dulu.. sekalian jemput dulu si Uci sama Mita " kata Uci.


.


.


.


.


keempat perempuan itu berada di sekolah playgroup yang ada di jakarta selatan, tempat anak-anak Khanza sekolah. mereka masih menunggu anak-anak Khanza pulang sekolah.


ke empat cewe itu tetap tampil modis mereka berempat sangat cantik, dan mereka pun pernah di juluki primadona nya di kampus... karena mereka memang sangat cantik.


keempatnya sedang menikmati ice cream yang mereka beli di supermarket sebelum sampai di sekolah si kembar, meski umur mereka sudah mau menginjak rata-rata dua puluh enam tahun, tapi kelakuannya memang masih kaya anak kecil..


" gw punya kejutan sama kalian.. " kata Ayu kemudian Ayu mengeluarkan tespeck dan terlihat dua garis merah di sana..


mita melihat tespeck itu, dengan cepat ia memeluk Ayu merasa bahagia, sebentar lagi Ayu juga akan menjadi ibu....


mereka sangat bahagia, dan memeluk Ayu bersama-sama..


" eh suami lo udah tau belum..." tanya Uci.


" belum rencananya mau bikin kejutan, sekalian mau minta libur nih atas nama suami sama bu direktur, mau sekalian baby moon.. " Ucap Ayu pada Khanza.


" boleh ko kapan. " tanya Khanza.


" minggu depan za.. "


" siap Nanti aku siapin segala sesuatunya ya.. " kata Khanza..


" makasih ya za.. 😘"


" hey dede... ." ucap mita mengelus perut rata Ayu.


" kaya anak Khanza gak ya kembar.. " tanya Uci polos. dan mendapat kekehan dari teman-teman yang lain.


" gw mau nya si gitu ci... "ucap Ayu..


mereka sangat bahagia bahagia dan antusias, akan ada baby lagi, terutama Ayu,.. dia sudah gak sabar ingin memberikan kejutan itu sama sang suami