My Mine

My Mine
Wedding.



mobil terparkir apik di sebuah apartemen mewah daerah jakarta pusat.


kedua manusia itu masih masih berada di dalam mobil,


Nanda memandangi Khanza, dia terkekeh pelan...


" kenapa . " tanya Khanza heran.


" lucu aja, bertahun-tahun aku cari kamu, dan kita malah bertemu dengan hal yang tak terduga. " kata Nanda. di barengi dengan Khanza yang juga tertawa.


" itu yang namanya takdir Nanda, ya meskipun pada awalnya aku merasa takut.. " kata Khanza.


" ya karena kerjaan pun kita akan sering ketemu sekarang.. "


" sekarang udah banyak berubah ya... kamu terlihat gagah, dengan stelan kantor begini.. "


Nanda terkekeh...


" kamu juga nampak berisi, gak kurus kering kaya dulu hehehe... " Nanda nyengir kuda..


mereka larut dalam obrolan nya, ya karena mereka sudah lama tidak bertemu, banyak sekali yang ingin mereka bicarakan, namun waktu terus berjalan. tak mungkin Khanza tidak pulang, anak-anak nya pasti sudah rewel di rumah..


" Nanda ini sudah malam, aku harus pulang.. " kata Khanza.


" oke baiklah.. terimakasih untuk hari ini ibu direktur. "


kemudian mereka terkekeh bersamaan, lalu Nanda keluar dari mobil Khanza.


hari ini mereka sangat bahagia, bagi Khanza maupun Nanda mereka sangat menikmati kebersamaan itu yang memang mereka sama-sama saling merindukan.


Khanza tersenyum membayangkan harinya, yang awalnya ia takut dengan Nanda Karena dia pasti tau soal vidio yang beredar di forum kampus, namun ternyata Nanda tidak mempermasalahkan nya, bahkan Nanda mencarinya selama ini,.


"aku kira Nanda akan benci atau jijik sama aku, ternya enggak,,, " lirih Khanza dia terkekeh, membayangkan betapa menyenangkan nya setelah bertemu dengan teman lamanya.


sementara Nanda senyum-senyum sendiri ketika merebahkan tubuhnya, bahagia nya tidak bisa di gambar kan setelah bertemu dengan Khanza, dia benar-benar sangat bahagia.


ia teringat ketika Khanza memakan ice cream kesukaan nya, dan kebiasaan itu masih sama seperti dulu, tidak ada yang berubah, ia tetap sama Khanza nya yang dulu.


......................


di sebuah gedung yang mewah, hotel bintang lima daerah jakarta selatan, sebuah pernikahan akan terlaksana, semua orang telah berkumpul. Ijab kobul akan di laksanakan sore ini dan resepsi pada malam harinya.


Khanza, uci, dan mita membawa calon mempelai wanita ketempat ijab kobul akan di laksanan, Ayu memakai gaun cantik dan memakai hijab, karena ini adalah acara ijab kobul nya. panji dan dimas tak henti memandang Ayu yang terlihat sangat berbeda dengan gaun pengantin itu.


semua sudah berkumpul, termasuk keluarga Deri, Khanza mendudukan Ayu di sebelah Deri dan acara ijab kobul pun di mulai...


" Saya nikahkan engkau Deri Perwira Rahaja binti sastro harjo dengan putri saya Ayu Puspita Sari binti Fahmi Jamaludin dengan mas kawin emas tujuh puluh gram dan seperangkat alat solat di bayar tunai.. "


" saya terima nikahnya, Ayu Puspita Sari binti Fahmi Jamaludin dengan mas kawin emas tujuh puluh gram dan seperangkat alat solat dibayar tunai.. " Ucap Deri dengan sangat lantang.


" gimana para saksi semua" ucap pak penghulu..


" sahhh.. " ucap semua orang di sana.


Khanza menitikan air matanya haru, sahabat nya dan partner kerja nya sudah resmi menjadi suami istri....


.


.


" Ayu selamat ya sayang, akhirnya... " Uci memberikan selamat dan merangkul Ayu penuh haru, sahabat-sahabat yang lain juga sama melakukan hal yang sama.


" Ayu selamat ya, gw ikut bahagia.. " ucap dimas dan merangkul sahabat nya itu.


" iya dim, makasih ya, lo juga cepet nyusul sama mita.. " ucap tulus Ayu


" doain ya, supaya semuanya lancar.. " ucap dimas.


" Amin.. " semua yang ada di sana mengaminkan .


si kembar menghampiri ayu,..


" Ateu.. " ucap Key.


" ya sayang." jawab Ayu.


" Nanti ateu masih bisa main sama kita gak? " tanya key.


" sure.. " ucap si kembar.


" iya sayang-sayangku... " Ayu mencium kedua pipi si kembar bergantian..


semua terkekeh merasa gemas,..


setelah semua acara selesai, Khanza kembali ke kamar hotel bersama si kembar, nanti malam akan ada Resepsi di aula hotel yang sama tempat ia menginap. si kembar dengan Riang nya tertawa dan berlarian kesana kemari, seharian ini mereka senang bisa bersama Khanza.


setelah sang ibu bekerja waktu siang nya menjadi tersita untuk mereka,


" Bu kita senang deh.. " Kata Kel.


" oh ya.. apa alasan nya sayang.. "Tanya Khanza


"' Nanti ibu sama om Nandana juga menikah, hehehe.. " Ucap Kel..


" Kalian senang.. " tanya Khanza.


" tentu ibu.. itu akan membuat kami senang.. " kata Kel.


Khanza memeluk anak-anak nya, mereka membaringan kan tubuh di ranjang untuk mengistirahatkan tubuhnya, yang terasa pegal setelah mengikuti acara.


mereka sama-sama ketiduran dan berkalut di alam mimpi.


" Non.. non Khanza bangun non." bi Indri menggoyang-goyangkan tubuh Khanza yang tengah tidur terlelap memeluk kedua anaknnya.


" iya bi kenapa.. " tanya Khanza.


" Non sudah jam tujuh malam, sudah waktunya non bersiap-siap untuk ke acara resepsi itu " Kata bi Indri..


" oh iya bi makasih ya.. ".


Khanza pergi ke kamar mandi untuk membersihkan badan nya terlebih dahulu, setelah selesai Khanza memakai gaun yang pas melekat di tubuhnya, tak lupa Khanza sedikit memakai riasan di wajahnya, setelah merasa sudah cukup Khanza pamit ke bi Indri untuk pergi ke acara tanpa kedua anaknya,


" Bi saya titip anak-anak ya, kasian kalau saya bangunin. " kata Khanza.


" iya non baik.. "


.


.


.


Khanza berjalan ke aula, tempat resepsi itu di adakan, dia terlihat sangat anggun, seperti biasa semua mata tertuju kepadanya, belum lagi Khanza terlihat sangat cantik malam ini..


Khanza menghampiri teman-teman nya, dan bergabung bersama mereka.


Khanza tidak menyadari, ada sepasang mata yang terus memperhatikan nya dari jauh, sepasang mata itu terpesona melihat gelak tawa Khanza, yang menarik perhatian nya, tak ada wanita cantik selain dirinya saat ini.


mereka menyalami mempelai seperti tamu yang lain, Khanza dan teman-teman nya juga melakukan hal yang sama mereka memberikan ucapan selamat, dan berakhir dengan poto bersama..


" Selamat ya yu.. " Khanza memeluk sahabat nya itu.


" terimakasih, hari ini lo udah ke berapa kali nya bilang selamat ke gw.. "


" hehehe.. " Khanza hanya nyengir kuda.


" si kembar mana,, " Ayu celingak celinguk mencari keberadaan si kembar yang tak nampak dimana-mana.


" si kembar bobo.. kecapean mereka.. " jelas Khanza.


" emmmm gemasnya.. pasti lucu deh kalau lagi tidur.. "


Khanza beralih menyalami Deri..


" Deri selamat ya.. " Khanza memberi ucapan.


" makasih loh ibu direktur.. "ucap Deri di buat seperti mengejek. Khanza pun terkekeh.


" cepat produksi anak yang banyak, istri loh udah mau punya anak deh kayanya.. " usil Khanza.


" Khanza.. " tak segan ayu mencubit Khanza, membuat sahabat-sahabat yang lain nya pun tertawa.