My Mine

My Mine
kita akan tetap bersama



Nanda menatap layar handponenya, dia menelpon seseorang.


" ya tuan," kata seseorang di balik telepon.


" apa yang terjadi dengan istriku." tanya Nanda.


" tadi dia sedang makan di sebuah restoran bersama teman-temannya dan si kembar, tiba-tiba dia mengangkat sebuah telepon, setelah itu dia menangis tuan.." jelas pemuda itu, yang diketahui adalah seorang mata-mata sekaligus bodyguard untuk mengikuti Khanza kemanapun Khanza pergi.


" baik ikutin dia terus.." titah Nanda.


" baik tuan.."


Nanda sedikit memijit keningnya, siapa yang berani mengganggu istrinya itu, dia tak tau akan berurusan dengan siapa. Riski datang dan menghampiri Nanda di ruangan itu.


" cari tau siapa orang yang telah menelpon istri saya." titah Nanda kepada sang asistennya itu.


" baik tuan.. " kata Riski patuh.


terlihat Riski mengotak atik laptopnya, dia sangat serius melihat ke layar laptop itu, untuk membuka situs yang sering ia gunakan mencari tau sesuatu, sang asisten itu sama seperti Nanda, ia jago di dunia syber, itulah kenapa Nanda begitu percaya kepada sang asisten nya.


" lihat tuan.. " ucap Riski dia tersenyum setelah berhasil membobol no yang menelpon istri tuanya itu.


Nanda melihat ke layar laptop, ia mengepalkan tangannya..


" akan ku hukum siapapun yang telah mengganggu istri saya." lirihnya.


sipat kejam nya tiba-tiba muncul ketika orang yang paling ia sayangi terluka, oleh seorang perempuan yang pernah ada di masalalunya, Riski mengerti tuan nya itu sangat marah,


" buat lah rencana, perempuan itu harus tau dia berhadapan dengan siapa.." titah Nanda, hatinya masih begitu sangat marah.


" baik tuan sesuai perintah anda.." patuh Riski.


" saya pulang duluan.. " kata Nanda.


Riski pun membungkukan badannya, melihat sang bos keluar dari ruangan itu, ia kembali pokus ke layar laptop untuk mencari sesuatu yang bisa ia gunakan untuk mengancam Cerly, perempuan itu harus segera di beri hukuman, Riskipun sangat tidak menyukai perempuan yang mur*han itu, selalu mengganggu sang bos, padahal sudah sangat jelas, sang bos menolaknya.


.


.


.


Nanda memasuki rumah besar itu, ia langsung mendapati sahabat-sahabat Khanza sudah berkumpul di ruang keluarga bersama sikembar, mereka sedang mengajak main si kembar.


" kau sudah pulang.. " tanya Ayu, mendapati Nanda sudah menghampiri mereka di ruang keluarga.


" iya.. istriku dimana?.." Nanda tak mendapati sang istri disana.


" dia di kamar, cepatlah menemuinya, dia sedang membutuhkan suaminya. " kata Ayu.


Nanda menaiki tangga sedikit berlari ia masuk ke kamarnya, mendapati sang istri tengah berbaring di ranjang, perlahan Nanda menghampiri sang istri, menyibak rambut Khanza, mengelus nya sayang.


" kau tidur.." tanya Nanda.


mendapati suara sang suami Khanza membuka matanya, lalu dia duduk, dia bahagia suami ada di depannya saat ini..


" sengaja pulang lebih awal, .. " ucap nya. Khanza mengangguk mengerti.


" boleh aku peluk.. " kata Khanza.


" tentu boleh sayang.." Kata Nanda, Khanza langsung menghambur ke pelukan sang suami,


bolehkah dirinya sedikit egois, untuk meminta suaminya tetap menemaninya, ia tak mau kehilangan suaminya, ia tak mau orang lain mengambil suaminya, meskipun sebelum pernikahan, Khanza bertekad akan tetap membiarkan suaminya itu bersama orang yang ia cintai, namun sekarang egonya menginginkan sang suami tetap bersamanya, tak boleh ada orang lain.


" emm jadi istriku lagi manja.. " ucap Nanda. Khanza makin mengeratkan pelukannya,


" mas apa kamu akan ninggalin aku.." ucap Khanza.


mendapat pertanyaan itu dari sang istri, Nanda langsung melepaskan pelukannya.


" ada apa dengan kamu sayang.." tanya Nanda, ia menatap wajah sang istri.


" aku hanya butuh jawaban mas." ucap Khanza, air matanya kembali jatuh, Khanza tertunduk, hatinya begitu sakit membayangkan suaminya akan pergi memilih bersama perempuan yang di cintainya itu. Nanda langsung memeluk kembali istrinya itu.


" aku tidak akan meninggalkan kamu, aku sudah meminta kamu langsung dari ayah, itu artinya, kita akan selalu hidup sama-sama.." kata Nanda, ia mengelus lembut rambut sang istri.


ia begitu mencintai istrinya, tidak mungkin Nanda akan meninggalkan Khanza, kehadiran perempuan itu di kehidupannya sudah membuat hidup Nanda berubah, banyak sekali warna,.


" baiklah.. apa yang wanita itu bicarakan, sampai kamu bersedih seperti ini.." tanya Nanda.


" dia bilang akan merebut kamu kembali.. " Khanza tertunduk,.


" ayo kita berjanji.. " kata Nanda, dia mengacungkan jari kelingkingnya, dan di tautkan dengan jari kelingking Khanza.


" kita akan selalu sama-sama dalam keadaan apapun." ucap Nanda lagi, dia tersenyum..


Khanza begitu bahagia, ia kembali memeluk tubuh sang suami erat, seolah menandakan ia membutuhkan Nanda di hidupnya sekarang,.


Khanza memberanikan diri, menatap wajah sang suami. wajah itu, yang membuat nya terpesona, wajah yang kata orang sangat dingin, namun begitu hangat yang ia rasakan, Khanza benar-benar mencintai suaminya.


Khanza memajukan wajahnya, mencium bibir sang suami sekilas, saat Khanza melepaskan Nanda menarik wajahnya cepat, dan ******* kembali bibir sang istrinya itu.


mereka kembali berciuman dengan penuh perasaan dan sangat lembut, Nanda sangat menyukai bibir istrinya, itu sudah menjadi candu untuknya, mereka saling berpagut, seolah tak mau berhenti,.


tak ingin hilang kesempatan, tangan Nanda kembali bergerliya kesana kemari, mengelus semua bagian sensitif milik istrinya itu, hingga keadaanpun semakin panas, dengan cara itu mereka bisa saling mengungkapkan perasaan, dan mereka juga saling membutuhkan..


.


.


.


setelah melakukan aktivitas itu lagi, mereka saling berpelukan dalam keadaan tel*nj*ng, tak hentinya Nanda mencium kening sang istri sayang, Dan Khanza sangat menikmati semua sentuhan Nanda, sahabat sekaligus suaminya itu sedikitpun tak memberinya ampun, memacunya terus dan terus, hingga Khanza menjadi sedikit kewalahan mengimbangi permainan sang suami.


mereka saling mencintai, namun tak ada yang saling mengungkapkan, meski begitu mereka berdua berjanji akan hidup bersama selamanya.


hai readers salam sayang dari author😘


terimakasih banyak yang sudah setia membaca cerita ini, maaf kalau sedikit ngebosenin, kalau ada masukan tulis-tulis di kolom komentar yah😘