My Mine

My Mine
suami manjaku



😘


terimakasih yang masih mengikuti cerita ini,


jangan lupa like komennya ya, biar author makin semangat😘


.


.


.


.


.


.


Dering handphone berbunyi, Khanza mengambil handphone nya di atas Nakas samping tempat tidur di kamarnya. satu panggilan vidio masuk dari sang suami..


" hallo sayang.. " terlihat Nanda sudah tersenyum di balik layar Handphone milik Khanza.


" ada apa suami ku, tumben!! apa gak sibuk.." Khanza bertanya pada suaminya.


" emmm sangat sibuk, tapi sebentar saja ingin melihat wajah cantik istriku. rasanya sangat gak semangat kalau tidak melihat wajah ini sayang.."


Khanza terkekeh, mendengar suaminya yang dari pagi hari tadi sudah sangat aneh menurutnya.


" ada apa dengan suamiku aneh sekali.. "


Nanda sedikit memanyunkan mulutnya mendengar istrinya sengaja membuatnya kesal.


" hehhee maaf-maaf, iya iya mas aku tau kamu rindu kan.." Khanza terkekeh.


" besok-besok aku bawa aja deh kamu ke kantor, biar kalau rindu tinggal meluk.. " gerutu Nanda,


Nanda sangat kesal dengan keadaan yang terpisah seperti ini, yang jelas ia ingin selalu berada di dekat Khanza, dia selalu rindu... tidak melihat wajah sang istri membuatnya sangat kelabakan, dia ingin Khanza ada di hadapannya. mencium harum dari rambut sang istri sebenarnya Nanda sangat menyukai itu. entah kenapa ia pun tak mengerti, semenjak Khanza di ketahui sedang mengandung anaknya ia begitu ingin selalu dekat dengan sang istri.


dan yang membuat Nanda kesal sang istri sama sekali tidak peduli dengan hal itu, Nanda sangat kesal di buat sang istri.


" kalau aku di bawa ke kantor, sama aja aku bisa kerja mas.. "


" jangan ngaco kamu ya.. "


" hehehehe.. " Khanza nyengir kuda.


justru itu yang membuat suaminya gemas di buatnya.


" baiklah istriku, aku harus bekerja... jangan mancing aku ya.. awas saja kalau aku pulang, aku makan habis kamu. dahhh istriku... muuuaaachhh"


Nanda mematikan sambungan vidio call nya, tanpa membiarkan Khanza berbicara terlebih dahulu..


Khanza hanya terkekeh dan menggeleng pelan, mengingat tingkah suaminya yang akhir-akhir ini memang banyak berubah, namun Khanza sangat suka...


dia juga berharap hubungan hasil perjodohan ini akan berakhir bahagia, Khanza berharap suaminya juga akan mencintai dirinya seperti dirinya yang juga mencintai Nanda.


apalagi mereka sebelumnya cukup saling kenal, dan sangat dekat di masalalu, pasti sangat mudah bagi Nanda mencintai Khanza, meskipun Khanza harus sadar diri, sebelumnya dia sudah memiliki dua anak. namun ia tidak berkecil hati karena tau Nanda adalah orang yang sangat baik.


.


.


.


.


.


Nanda kembali pokus ke layar laptopnya, setelah melihat wajah sang istri meskipun hanya di balik layar vidio call sudah membuatnya bersemangat kembali.


ia ingin cepat menyelesaikan pekerjaan, agar cepat pulang dan menemui sang istri, dia sudah begitu rindu! ingin memeluk istrinya itu saja.


" riski... "


"iya tuan.. "


Nanda memanggil asistennya, setelah ia masuk ke ruangannya.. dan meminta Riski duduk di kursi depan tempatnya.


" sebenarnya tidak ada tuan, dan dari hasil pencarian saya, dia sudah tidak mencari tau lagi tentang data nyonya.. dan lewat mata-mata yang saya pekerjakan, katanya mereka melihat tuan Gio Pernando sudah pulang ke semarang.. " jelas Riski.


" kerja bagus Riski.. saya sangat berterimakasih."


" sudah menjadi pekerjaan saya tuan.. "


" oh ya Riski, dia kan sudah menikah, apa kamu tau dia sudah memiliki anak apa belum.. "


" dari yang saya dapat, dia belum memiliki anak tuan... "


Nanda menarik napas panjang, kekhawatirannya bertambah,,, Gio tidak boleh tau kalau si kembar adalah anak biologisnya, atau sesuatu bisa terjadi, Nanda tidak akan membiarkan kebahagiaan sang istrinya terenggut kembali.


" Riski apa kamu tau... saya terus meminta kamu mencari tau tentang dia.. " tanya Nanda.


" tidak tuann.. saya hanya menjalankan perintah, dan untuk apa saya harus tau."


" sepertinya kamu harus mengetahuinya Riski, sebenarnya dia adalah ayah biologis si kembar.. "


seperti dugaan Nanda Riski sangat terkejut,, keterkejutannya membuat Nanda yakin bahwa Riski juga mempunyai pikiran yang sama dengan nya saat ini.


" itulah sebabnya tuan mencari tau tentang dia."


" iya Riski... saya hanya takut, ada motif lain yang tersembunyi dari Gio Pernando, saya tau dia bukan orang yang sembarang... "


" saya mengerti tuan..."


" Riski untuk berjaga-jaga lakukan apapun yang bisa membuat dia tak berkutik jika melawan kita.. ini untuk berjaga-jaga saja, meskipun saya tau, kemaren dia terisak dengan segala penyesalan nya, namun siapa tau orang.. karena dulu istri saya juga pernah tergoda dengan dia yang pura-pura baik hati.. " titah Nanda. dia harus tau dan berjaga-jaga, untuk orang-orang seperti Gio dan istrinya itu.


" sesuai perintah anda tuan.. "


Riski mulai berkalut dengan laptop miliknya,, ia mulai membobol semua data dari aset kepemilikan Gio Pernando.. bukan untuk menghancurkan nya namun untuk berjaga-jaga jikalau kelak Gio melakukan sesuatu kepada keluarga nya, tak segan Nanda akan menghancurkan segala kepemilikan Gio, sangat mudah untuknya, apalagi dengan bantuan Riski..


.


.


.


.


menjelang malam Nanda masuk ke kediamannya, keadaan masih tampak ramai si kembar pun masih belum tidur mereka dengan gemas nya sedang bermain dengan Deri, sedangkan kedua perempuan hamil itu sedang membaca majalah..


" ayaahhh.. " teriak si kembar ketika mendapati sang ayah masuk ke rumah, dengan tangan terbuka Nanda memeluk si kembar, berjongkok untuk menyamai tinggi kedua anaknya.


" emmm anak-anak ayah.. " Nanda mencium kedua anaknya sayang..


Khanza yang melihat Nanda pulang pun. beranjak menghampiri ayah sama anak-anaknya itu sedang berpelukan.


Nanda melepaskan pelukan dari si kembar dan memeluk sang istri erat, membiarkan rindu itu menyalur dengan dekapan keduanya, mereka sama-sama menikmati momen itu, menikmati debaran dari kedua jantung yang memiliki arti yang sama.


" jadi bersiap-siap untuk malam ini sayang.. " bisik Nanda di telinga sang istrinya..


" mas apaan sih.. " Khanza begitu malu, dia mencubit perut sang suami, uhhh!! pasti keadaan wajahnya sudah merah seperti kepiting rebus saat ini.


" siapa suruh tadi nantangin mas.. " bisik Nanda lagi dia terkekeh di telinga Khanza, membuat darah Khanza sedikit berdesir, telinga nya pun menjadi sangat panas.


" mas ihhh.. " Khanza mencubit kembali perut sang suami, semata-mata menyembunyikan rasa gugupnya..


" hehehe... " Nanda malah melengos pergi menaiki tangga, dan membiarkan Khanza tetap terpaku di tempatnya.


Nanda hanya terkekeh, dia selalu berhasil membuat Khanza tersipu seperti itu..


baginya sangat menggemaskan sekali, aura saat hamil memang berbeda, istrinya menjadi jauh lebih cantik sekarang.


" ibu.. " ucap Key membuyarkan lamunan Khanza.


" iya sayang. "


" kami ngantuk ibu..."


" baiklah sayang ayo kalian tidur sama ibu.. " Khanza masuk ke kamar bersama si kembar, sperti biasa dia akan menidurkan si kembar.


syukurlah itu akan membuat dia sedikit menunda pertemuan dengan sang suaminya..