My Mine

My Mine
Episode 25. Keluarga Atmaja



Sudah 2 hari berlalu, dari kepulangan Nando.


Di Mansion Keluarga Atmaja.


"Om, om kok tambah jelek banget sih". Ucap anak kecil laki laki berusia sekitar 6 tahunan itu.


Celotehan anak laki laki itu membuat seisi mansion tertawa..


"Hei bocah ingusan! kalo ngomong dijaga! gantengan gini kok dibilang jelek! dasar anak kurang ajar". Desis Very tak terima.


"Hei! Om perjaka tua! jangan salahin adek aku dong! orang itu faktanya kok". Sahut Anak laki laki berusia 10 tahunan itu dengan nada meledek


"Kau!! bocah ingusan! kecil! sering ngompol! berak sembarangan! jangan sok ganteng deh!!". Teriak Very.


"Jangan berteriak didepan anak kecil ver!". Tegus Attala.


Very menoleh ke samping. "Ihh papah! liat tuh cucu edan mu! masih ingusan aja udah belagu aja!!". Rengek very seperti anak kecil.


"Hei perjaka tua! yang seharusnya merengek itu anak gue! bukan Lo! bayi besar!!". Sarkas Gibran.


"Kau juga! anakmu itu ajarin etika dong!". Cerca very.


"Emang anak gue salah apa!". Tanya Gibran santai.


Very geram. "Salah apa! Lo bilang salah apa!! wah kuping Lo banyak curek nya ya! sampe sampe ga kedengeran omongan anak laknat Lo".


"Hei anak gue anak baik baik ya! asal ngatain anak laknat lagi!". Teriak Gibran.


"Udah udah, kalian ini kok berantem terus sih". Relai Alea.


"Mommy mommy! itu kok mukanya om vely mirip musang sih!". Celoteh Rian polos.


"Hahahah!!! tuh kan anak gue aja jujur banget tuh!". Tawa Gibran .


"Udah gak boleh gitu mas!". Tegur Alea.


"Emang dasar tua Bangka!!". Geram very.


"Kalian ini kalo ngumpul kok pada kayak Tom and Jerry sih!". Ucap attala geleng geleng.


"Gara gara anaknya si bang Gibran tuh pah!!". Very menunjuk dua bocil disana.


"Kamu juga udah semakin tua tapi gak dapet pendamping hidup! malah fokus banget sama kerjaan". Tegur Attala keras.


"Ya mau gimana lagi! orang belum mau diajak nikah orangnya!". Ucap very acuh tak acuh.


Semua orang kaget dengan perkataan Very, benarkah sudah dapat cewek yang pas di hatinya?! atau cuma penyangkal agar tidak disuruh cari pendamping lagi?;.


"Kenapa pada ngeliatin aku kayak gitu sih". Heran very menaikkan sebelah alisnya.


"Lo!! Anehh!!". Tunjuk Gibran.


"Apanya yang aneh sih bang gib yang gantengnya ngelebihi Ari Ilham!". Ujar very dengan nada meledek.


"Sejak kapan Lo suka sama wanita". Tanya Gibran serius.


"Emang gue apaan gak suka sama wanita!". Kilah very.


"Gue kira Lo gay ver". Ucap Gibran santai.


"Gay mulutmu semplok!! mana ada gue gay! gue itu cuma mau mencari yang terbaik buat diri gue". Bela Very.


"Heleh!! Bulshit aja kalok ngomong!".


"Emang kenapa belum mau diajak nikah?". Tanya attala dengan serius.


Very tampak berfikir sebentar. "Em katanya sih mau nerusin cita cita nya dulu". Ucap very santai.


"Huft!! yang kayak gitu mah cuma buat alesan aja ver! cari yang lain yang mah langsung diajak nikah". Ujar Attala menasehati.


"kalok langsung nikah, papah mau dikenai sanksi atau fitnah karena nikahin anak SMA". jawab very santai.


Sekali lagi, perkataan very membuat semuanya melongo dan brrpikir keras!! apakah dia sudah gila!!?. Yak memang very sudah bener bener konslet otaknya.


"Woowww!!! dapet berondong muda nih". Ledek Gibran.


"Apaan sih!!".


"Kamu pacaran sama anak SMA!??". Tanya Attala kaget.


Very hanya mengangguk.


"Gila! mana perempuan itu! coba tunjukin ke papah! atau langsung aja bawa ke mansion ini!!". Ucap Attala tiba tiba semangat.


Semua melihat kearah attala.


"Kenapa liatin papah kek gitu". Sebelah alis Attala naik.


"Ya lagian papah si! tadi aja kaget kok tiba tiba seneng banget gitu!". Ucap Gibran.


"Yee kan papah mau dapet mantu lagi". Attala menggaruk tenguknya yang tak gatal dan menyengir.


Very menghela napas dan berdiri. "Very ke kamar dulu mau ngecek berkas lagi!". Pamit very melenggang begitu saja.


"Hei! kita belum selesai mengintrogasi kamu ver". Teriak attala ikut berdiri dan meneriaki anaknya.


"Halah pah, udah lain kali aja". Ucap Gibran.


Attala mebgehela napas. "Yaudah deh". Pasrah Attala.


"Papah mau aku bikinin teh atau kopi?". Tanya alea menawarkan.


"Eh gak usah Al, ngerepotin aja! biar maid disini aja yang buatin papah teh". Tolak Attala halus.


"Gak papa kok pah, gak ngerepotin, malah Al seneng bisa bikinin papah minum, kan juga sekalian buat Mas Gibran". Ucap alea.


"Yaudah papah mau teh tapi jangan terlalu manis".


"Kalo mas mau kopi susu aja, susunya Meres disitu aja". Bisik Gibran di telinga Alea yang membuat Alea kesal.


"Dasar Mesum!!". Cubit Alea dipinggang suaminya dan segera pergi dari ruang keluarga itu.


Gibran hanya terkekeh melihat tingkah lucu istrinya.


"Dad, Daddy tadi ngomongnya kok bisik bisik sih". Tanya Rian polos.


Gibran kaget, dia baru sadar bahwa anaknya masih disampingnya dari tadi.


"Eh itu-". Ucap Gibran terbata.


"Cucu Granpa yang imut, tadi itu Daddy Bisikin mommy kamu untuk bikin baby lagi buat Rian". Canda attala.


"Aku gak setuju!". Tolak Neon dengan dingin.


"Memangnya kenapa?! heh?!". Tanya Gibran sengit, bila dengan anak pertamanya ia sering berkelahi tak jelas karena sama sama keras kepala.


"Pokoknya gak boleh bikin baby lagi!! udah cukup si Ian aja adik aku!". Tegas neon dengan lucunya.


Attala menahan tawanya kala melihat sang cucu yang menggemaskan.


"Seterah Daddy dong". Ucap Gibran tak terima.


"Gak gitu dong! pokoknya Daddy harus nahan gak boleh buat baby lagi".


"Ngerti apa sih kamu!".


"Aku ngerti kok, Daddy selalu nyerang mommy saat didapur". sinis Neon.


Gibran kalah telak! apakah dirinya sedang ketahuan mencuri sesuatu!?? kenapa dia jadi gugup begini


"Wow anak papah liar juga ya". Ledek Attala.


"Gak usah didengerin pah, dia Ngadi Ngadi kalok ngomong". Kilah Gibran.


"EMang benel kok, dad uka begitu". Sahut Rian polos


Gibran terdiam, dan attala tertawa terbahak bahak.


***


Sedangkan di kamar very dia sedang merebahkan dirinya di king size nya.


"Enaknya libur libur ngapain ya?". Gumamnya.


Ting


Ide brillian muncul diotak nya. Dia mengambil handphonenya dan menelpon sang kekasih hatinya.


Panggilan tersambung.


"Assalamualaikum yang". Ucap very.


"Waalaikumsalam ada apa ". Sahut fiana dari seberang sana.


"Kamu lagi dimana?". Tanya very heran karena suara disana kayak bukan di rumah ataupun didalam ruangan.


"Oh ini aku lagi di luar". Jawab fiana.


"Sama siapa!". Tegas very.


Terdengar helaan napas dari sana. "Sama selingkuhan ". Ketus fiana.


"Oh jadi gitu ya dibelakang aku! kamu main sama laki laki lain! kurangnya aku apasih! kok kamu dua in aku kayak gitu!! aku tahu, apa kamu malu punya kekasih yang beda jauh umurnya sama kamu!!". Kesal very.


"Jangan asal nuduh deh, ini aku lagi nganterin Abang aku ke mall kok". Jelas fiana.


"Bohong!".


"Beneran aku gak bohong". Ucap fiana dengan sungguh sungguh.


"Emang kamu punya kakak?". Tanya very heran.


"Punya satu! masa kamu gak tahu".


"Kapan sih kamu cerita atau ngajak aku ke rumah kamu". Kesal very.


"Hehe,, kapan kapan aku kenalin ke keluarga deh, harusnya kamu duluan yang ngenalin aku ke keluarga kamu".


"Emang kamu udah siap nikah". Tanya very senang.


"Bu-bukan begitu, kamu ngebet banget sih! masa aku harus relain impian aku gitu aja sih".


"Ya kamu lama banget sih lulusnya". Rengek very.


"Paling aku lulus itu sekitar 2 bulanan lagi kok, habis itu aku kuliah beberapa tahun doang, terus habis itu kesampean deh impian aku". Senang fiana diseberang sana.


"Habis kesampean mau apa?". Tanya very


"Emm mau apa ya". Goda fiana.


"Mau nikah sama aku Lahh!!!". Sahut cepat very.


Fiana disana terkekeh. "Kalo kita udah putus gimana".


"Gak akan!". Tegas very.


"Ayok pulang dek". Ucap lelaki dari seberang sana yabg terdengar ditelinga very. "Iya bentar mau nuntasin teleponnya dulu". Ucap fiana.


"Siapa laki laki itu!!". Tanya very.


"Itu Abang Aku". Ucap fiana.


"Beneran?! gak bohong kan?! gak selingkuh kan!?". Tanya very beruntun.


"Sayangkuu yang nomer satu,,,, gak mungkin aku selingkuh dari kamu sayangggg". Ucap fiana


Very tersenyum simpul. "Beneran loh jangan bohong!".


"Iya sayang,,yaudah bye sayang,". Tutup fiana mematikan teleponnya.


Very senyum senyum sendiri menatap ponselnya yang sudah tak menyala lagi.


"Kalo gini caranya, aku gak akan bolehin kamu keluar dari kamar sekalipun satu langkah!!". Monolog very.


***


"Siapa tadi". Tanya laki laki yang duduk disampingnya.


"Oh ini, em ini temen gue, ya temen gue". Gugup fiana.


"Bohong! jujur ajalah!". Ucap Marchel.


"Bener kok temen doang". Kilah fiana menghilangkan gugupnya


"Heleh bohongkan?? pasti pacar Lo kan tadi". Terka marchel.


"Bukan!!". Keras fiana.


"Ketahuan deh dari ekspresi Lo yang salah tingkah".


"Huft! iya iya bener Abang". Pasrah fiana santai.


"Wow!! siapa?". Tanya marchel kepo.


"Kepo aja! ayok balik". Fiana melangkah meninggalkan tempat duduk itu.


"Hei!! Lo kesini bareng gue oneng!!". Teriak Marchel lalu menyusul adiknya yang sudah menjauh sambil membawa satu paper bag ditangannya.


***


Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh semua!!! baca terus novel aku ya! pokoknya haru like komen and vote.... jangan sampe kelewat ya!! hihihi.


yaudah segitu aja ya guys,,, moga aja suka sama novel ku. Kalo kurang menarik silahkan kritik aku di kolom komentar.


sekian Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh