
" Khanza... selaamat yaa.. " Ayu memeluk Khanza.
saat Khanza mendapati ayu sudah memeluknya, dan mereka berpelukan singkat.
" apaan si yu selamat buat apa coba.. " Khanza yang mendapati ucapan selamat nya pun terheran melihat tingkah Ayu yang sangat antusias itu.
" selamat karena udah jadi direktur, gue seneng banget za.. .. " ujar Ayu.
Khanza tersenyum..
" udah ah ayo.. anak-anak yang lain nanti ngomel-ngomel lagi . " ucap Khanza.
mereka semua masuk ke mobil, seperti biasa Ayu selalu menemani calon suami nya itu,.
" gak sabar pengen cepet halal,, " Ayu masih memandangi suaminya.
" kenapa emang kalau udah halal.." tanya Khanza heran, dia melihat Ayu yang terus memandangi Deri.
" mau meluk mau cium depan lo aja gak papa za, kan udah halal.. " ucapan Ayu membuat Khanza berhasil menjitak kepala sahabat nya itu.
sedangkan Deri hanya terkekeh, sambil sesekali mengelus kepala Ayu gemas sekali, perempuan yang di cintainya itu selalu saja bertingkah konyol.
" sakit tau za.. " gerutu Ayu sambil memanyunkan mulutnya..
" aneh deh lo, mau lo ngapa-ngapain juga bukan urusan gue, .. " Khanza menahan tawanya..
" bener loh ya za.. " ucap Ayu polos.
Khanza mengangguk meng iya kan,
ayu malah nyosor mencium pipi Deri di hadapan Khanza, yang membuat Deri melotot dan Khanza juga sangat kaget melihat Ayu seberani itu
" hehehe.. kan lu yang bilang boleh za.. " kata Ayu tanpa rasa malu.
Khanza menggeleng, dan sedikit memukul pelan jidat nya, merasa heran dengan sikap aneh dari sahabatnya itu. ada-ada saja Ayu itu.
mobil kembali di lajukan Deri menuju ke kediaman rumah Khanza, yang di sana juga sudah ada sahabat-sahabat Khanza yang lain.
" za.. ngomong-ngomong makasih ya, . " lirih Ayu.
" untuk apa." selidik Khanza.
" karena lo udah percaya sama calon suami gue, " ucap Ayu.
Deri hanya tersenyum mendengar ucapan Ayu, Khanza tau pasti Deri sudah menceritakan semuanya kepada Ayu.
" itu kan sudah seharus nya Yu, gue senang kerja bareng Deri.. " ucap tulus Khanza.
" emm andai kita bisa kerja bareng ya yank.. " Ayu memelas. dan Deri dengan manja mengelus-ngelus kepala Ayu dengan penuh perasaan.
khanza tersenyum menanggapi hal itu, ia selalu senang dengan kedua calon pengantin itu..
Khanza juga bahagia, karena dirinya kedua manusia itu bertemu lalu sekarang akan menikah.
inilah yang di namakan takdir,,, tuhan begitu banyak memberikan anugrah dan kebahagiaan berkali-kali lipat di kehidupan Khanza.
mobil itu terparkir rapih di kediaman rumah Khanza, mereka semua turun dari mobil.
" ibuu... " si kembar berlari dan menghabur ke pelukan sang ibu, mereka menghujani ciuman kepada Khanza. seperti tak puas jika hanya melihat sang ibu.
Khanza tertawa kegelian dengan tingkah anak-anaknya.
" stopp nak stopp ibu geli.. " kata Khanza.
" ibu Kel rindu.. "
" Key juga rindu ibu... " si kembar sudah memeluk sang ibu.. dan Khanza pun merangkul anak-anak nya.
" iya sayang ibu juga sangat rindu kalian.. "
memang baru kali ini si Kembar tak bertemu Khanza dengan waktu yang lama, mereka benar-benar merindukan ibunya.
teman-teman Khanza memandang adegan itu dengan ketawa-ketawa kecil. lucu dengan tingkah laku si kembar itu
dari siang si kembar uring-urinngan ketika pulang sekolah tak mendapati ibu nya di rumah.
padahal pagi nya Khanza sudah bilang, bahwa hari ini Khanza pergi ke kantor, tetap saja si kembar merasa ada yang kurang ketika ibu nya tidak ada.
sahabat Khanza sudah berkumpul memeluk Khanza bergantian dan mengucapkan selamat untuk Khanza.
" Kita senang banget sebagai teman bisa melihat kamu jadi direktur za,.. " kata Uci
" udah ah jadi drama gini, ayo kita bakar-bakar
nya.. " ucap Panji, dia menghentikan Drama teman-temannya yang sedikit melow itu.
mereka tertawa bersamaan.
.
.
.
di kediamanan rumah Khanza tepat nya di taman halaman rumah nya, semua berkumpul karena teman-teman Khanza mengadakan acara syukuran atas Khanza yang menjadi direktur.
semua nampak bahagia termasuk si kembar, yang selalu tertawa oleh tingkah Panji yang memang sangat lucu. mereka berlarian kesana kemari mengajak ateu-ateu dan uncle-uncle nya bercanda ria.
" ibu.. Key senang sekali,,, " ucap Key gemas.
" apa alasan nya sayang.. " tanya Khanza penasaran.
" kata omma,, uncle Nandana sebentar lagi akan jadi ayah kami.. " kata key.
" oh ya... lalu kalian senang. " tanya Khanza.
" tentu saja ibu.. Kami sangat senang.. " ucap kel, dan mereka kembali memeluk Khanza.
" terimakasih ya ibu, uncle Nandana sangat baik sekali, kami senang dia akan jadi ayah kami ibu.. " ucap Kel.
Khanza tersenyum.. Mencium pipi kedua anaknya, dan kembali memeluk mereka. bagi Khanza kebahagiaan mereka no satu, Khanza juga belum tahu, apakah Nandana itu masih menolak perjodohannya atau menerimanya.
malam semakin berlalu, acara BBQ pun sudah berakhir kini mereka hanya berkumpul bersama.
Khanza melihat mata anak-anaknya sudah sangat sayu, malam pun sudah semakin larut.
" bentar ya teman-teman.... aku nganterin anak-anak dulu ke kamar " ucap Khanza kepada teman-teman nya.
" oke za... " ucap Ayu..
Khanza membawa ke dua anaknya masuk ke kamar, untuk ia tidurkan.
" sayang.. gimana kerja pertama di kantor. " ucap Ayu kepada Deri, mereka sedang duduk bersama menikmati secangkir kopi di taman rumah Khanza.
" aku sangat senang, dan menikmati pekerjaan itu... " jawab Deri. ia kembali meminum kopi nya.
" tinggal beberapa hari lagi kita akan tinggal bersama. kau tau aku sangat bahagia.. " ucap Ayu.
Deri merangkul kekasih nya itu, dia pun sangat merasa bahagia. mendapat kan Ayu yang sangat cantik dan juga sangat baik, Ayu yang menerima dia walau pekerjaannya hanya sebatas bodyguard, Deri merasa beruntung dengan memiliki ayu.
Khanza datang kembali setelah menidurkan anak-anaknya, dia kembali bergabung dengan teman-temannya
" ada sesuatu hal yang ingin aku bicarakan dengan kalian. " kata Mita..
membuat semua orang melihat kearah Mita dengan tatapan yang penasaran.
terlihat Mita main mata dengan Dimas, kemudian Dimas memegang tangan mita untuk menunjukan sesuatu.
Dimas mengacungkan tangan Mita, sehingga menunjukan tangan Mita yang tersemat dengan cincin berlian pemberiannya.
" apa semua ini dim .. " tanya Panji, ia begitu penasaran.
" Aku sudah melamar Mita, dan kami akan menikah.. " Dimas berkata lantang..
tentu itu di sambut antusias oleh semua teman-teman nya.. Khanza, Uci dan Ayu memeluk mita dengan haru.
sedangkan Panji sudah berhambur ke pelukan Dimas. Deri juga menghampiri dimas dan mengucap selamat kepada lelaki yang tengah berbahagia itu..
" selamat Bro.. " Deri menyalami Dimas.
" terimakasih ya.. " ucap dimas menerima uluran tangan Deri..
" tapi kok bisa udah lamaran aja, emang kalian pacaran.. " tanya Uci.
" kami gak pacaran, namun jika punya niat baik kenapa harus di tunda.. " ucap dimas. kemudian dia merangkul Mita lalu mengecup kening mita dengan penuh sayang.
" uwww sosweett.. " teriak Uci.
mereka semua sangat menikmati malam itu penuh dengan bahagia, banyaknya kejutan di antara kehidupan mereka.