
Hari Senin! hari yang paling membosankan bagi para siswa, kenapa? karena ada upacara bendera yang setiap hari Senin dilaksanakan wajib untuk semua siswa siswi di Sekolahan.
Di kelas XII IPS 2.
"Males banget nih mau upacara". keluh Fiana.
"Iya nih, apa kita bolos aja ya?". Ide Dena yang cemerlang!.
"Omo!!! Ayooo". Fiana girang bukan main.
"Eitss,, ayo tobat bersama, jangan jadi murid yang nakal, sekarang kita perbaiki masa SMA kita. Kita sudah mau lulus dari SMA ini". Ucap Risma.
"Males banget nih mau jadi anak Baek baek gue". Rengek fiana.
"Iya nih, udah PW sama posisi ini". Timpal Dena juga.
Fitri hanya geleng geleng. "Ayok upacara, terus perbaiki sikap kita". Ajak fitri.
Dena menaruh telapak tangannya di dahi Fitri dengan wajah cengonya.
"Apaan sih". Fitri menghempaskan tangan Dena yang di dahinya.
"Ya Lo sih! lagian Lo kesambet apaan sih". Cerca Dena.
"Gue udah mau tobat bukan kesambet". Jawab Fitri dengan ceoat.
"Heleh tobat katanya! padahal mah kalok di ajak bolos iya iya aja!". Remeh fiana dengan santai.
"Sekarang kita ke halaman aja, biarin mereka mau bolos". Ujar tari dengan datar
"Kok gitu sih, gak kompak". Fiana menampakkan wajah memelas.
"Udah ayok". Fitri menarik tangan fiana untuk kelauar dari kelas.
Mereka pun keluar dari kelasnya, seisi kelas hanya geleng geleng dengan tingkah teman sekelasnya, mungkin jika tak ada mereka maka kelas ini tidak akan hidup seperti sekarang.
***
Semua murid baik kelas X-XII hadir mengikuti upacara tersebut, karena upacara tersebut akan memberikan pesan pesan penting.
"Cek cek". Kepala sekolah menutuk mik didepannya. "Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh semuanya". Salam Pak Gunawan selaku kepala sekolah disitu.
"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh". Serempak semua murid di halaman upacara tersebut.
"Yang saya hormati bapak/ibu guru sekalian para staf di sekolahan ini, dan yang saya cintai serta saya banggakan Semua siswa siswi SMA Atmaja ini. Pertama Tama marilah kita panjatkan puji dan syukur kepada Allah SWT yang telah memberikan nikmat berupa yang tak bisa saya sebutkan satu persatu. Yang kedua kalinya marilah kita ucapkan shalawat serta salam kepada junjungan kita nabi agung Muhammad Saw.". Jeda sebentar. "Baik langsung saja saya akan mengumumkan bahwa 1 Minggu lagi kelas XII akan melaksanakan UN, saya harap untuk kelas XII semuanya baik IPS maupun IPA harao bersungguh sungguh belajar dengan tekun, agar nantinya kalian semua lulus dengan pencapaian terbaik kalian.....".
Dibarisan kelas XII IPS 2.
"Stst". Panggil fiana dengan bisik bisik.
"ha?". Dena menoleh ke samping menghadap fiana.
"Lama benget sih tuh pak tua". rengek fiana dengan bisikan.
"Bapak ku lah!". Jawab Dena dengan berbisik juga.
"Mata Lo katarak, bokap gue kerja di kantor bukan di sekolahan ini".
Dena terkekeh lirih. "Ya mana tahu kesini jelma jadi pak Gugun". Dena memahat tawanya sehingga sedikit menimbulkan suara gaduh berbisik.
"Bisa kecilin tawa Lo nggak!!". Geram fiana.
Dena diam, "Pegel nih fii". Keluh Dena kepada fiana.
"Sama gue juga!". Sahut fiana.
"Fi itu ada kecoak!!!". Ucap Dena bercanda tapi dibuat serius.
Fiana kaget. "Ha?!! mana!!". Kaget fiana menimbulkan semua murid XII IPS 2 menoleh ke belakang tempat fiana. Sedangkan Dena menahan tawanya.
Fiana melirik tajam Dena seolah mengatakan "Dena sialann!!!".
"Ada apa di kelas XII IPS 2?". Tanya pak Gunawan, sontak membuat semua siswa menoleh ke barisan XII IPS 2.
******!!!Dena sialann!!. Umpat Fiana.
"Ayo kamu! Fiana Aqilla Balqis maju dan terangkan kembali informasi yang saya berikan!". Tegas pak Gunawan, tak heran kepala sekolah hafal dengan nama fiana, ya mungkin keseringan masuk BK.
Fiana menatap dena tajam.
"Cepet Sono!". Suruh Dena menahan tawanya
Sesampainya di tempat berdirinya pak Gunawan , fiana segera berdiri disebelahnya.
"Silahkan kamu jelaskan". Pak Gunawan bergeser sedikit.
Fiana menunduk hormat! Dia harus terlihat sopan! dia akan memperbaiki sikapnya!.
"Assalamualaikum adik adik yang aku cintai dan aku sayangi". Ucap fiana, sontak membuat semua siswa sisiwi menahan tawanya.
"Jangan tertawa adek adek ku, nanti manisnya nyebar sampe sini". Canda fiana.
Semua laki laki disana sontak terkejut dengan senyum fiana, pasalnya fiana bila dengan adik kelas ataupun orang yang tidak dekat jarang mengeluarkan senyumnya
"Fiana cepat jelaskan!". Tegas pak Gunawan.
"Iya iya pak Gugun". Celoteh fiana.
"Hai adik adik ku semua, mari ku jelaskan kembali apa yang dibicarakan pak kepala sekolah kita tadi, emh disini kalian semua termasuk adik ku kelas X, jangan malas untuk belajar agar mendapat nilai terbaik kalian dan membanggakan orang tua kalian, jangan pernah mengecewakan kedua orang tua kalian, walaupun kalian nakal tapi jangan pernah sesekali kah membuat orang tua kalian menitikkan air mata. Jadi mulai sekarang marilah kita bolos bersama!! eh salah mari kita perbaiki sikap kita". Ujar fiana.
Perkataan yang tadinya mengharukan menjadi leluconan, kalimat hampir akhir tadi membuat semua siswa siswi tidak jadi terharu.
Di barisan kelas XI, tampak seorang laki laki yang sedari tadi tersenyum simpul melihat tingkah fiana yang kocak. Siapa kah dia?.
"Nah segitu saja dari kakak kelas kalian yang amat sangat cantik dan berprestasi ini, sekian Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh". Ucap fiana.
Semua murid bertepuk tangan.
"Silahkan kembai ke barisan kamu". Titah pak Gunawan.
"Siap komandan". ucap fiana dengan sedikit nada candaan.
Pak Gunawan hanya geleng geleng kepala.
***
Sesampainya dikelas.
"Huft gerah bangettt". Keluh Fiana mengubah ngibaskan dasinya.
"Hebat Lo fi". Fitri mengacungi jempol.
"Gue maju gara gara si doang busuk tuh!! bikin gara gara aja!". Sinis Fiana.
"Kan gue menolong Lo menjadi murid yang baik". Celetuk Dena santai.
"Menjadi baik pala lu semongko!!!". Sarkas fiana sebal.
"Widih hebat Lo fi". Ujar sang ketua kelas bernama Darma.
"Hebat dong!". Fiana menyombongkan dirinya
"Emang hebat banget si pujaan hati Abang Koko". Genit Friko.
"Siapa juga yang mau jadi pujaan hati Lo". Ketus fiana.
"Jangan malu malu lah neng". Goda Friko.
"Jangan panggil gue neng! gue bukan Neneng". Desis fiana.
"Ya harus panggil apa dong? Yang? baby? honey?, yabg mana?". Tawar Friko.
"Gak semua! udah Sono lu duduk aja di bangku Lo".
Friko berjalan menuju ke bangkunya.
***
"Apa kabar ya, mantanku yang cantik tapi tomboi itu?". Gumam pria yang duduk di kursi kebesarannya sambil memandang foto perempuan cantik.
"Apa aku harus menjemputnya? oh aku tahu aku akan memberikan kejutan untuknya! yak kejutan yang paling istimewa untuknya!". Pria itu tersenyum simpul sambil menatap foto itu.
***
Siapakah dia? Adakah niat jahat? atau apa? penasaran?? makanya ikuti terus setiap episode nya!!!.
Jangan lupa like komen and vote yak!!!.
Ig@lestatari1422