My Mine

My Mine
Bersantai.



.


.


.


.


untuk pertama kalinya Khanza keluar mengajak anak-anak nya, Ayu sahabatnya kekeh pengen jalan dan mau tak mau anak-anak nya juga ia bawa.


tak lupa Khanza juga membawa sang baby sitter, karena kalau ia sendiri pasti akan sangat kerepotan, semua nampak bersemangat, termasuk Deri sang supir karena akan bertemu sang belahan jiwa nya. benar, yang Khanza ketahui kedua manusia itu sekarang tengah memadu Kasih, Deri dan Ayu berpacaran.


Khanza terkekeh pelan, melihat perubahan mimik wajah Deri ketika ia bilang untuk menjemput Ayu dulu sang sahabatnya itu.


.


.


.


" hai.. embul-embul nya ateeuu.. " ayu antusias setelah ia naik ke mobil dan ikut duduk bergabung..


sementara Deri memandang Ayu yang masuk ke mobil dan seperti biasa ia selalu duduk di sebelan Deri.


" hai ateu.. " ucap Khanza, suara nya di buat seperti anak kecil, seolah-olah anaknya yang menjawab. Ayu yang gemas melihat si kembar hanya bisa terkekeh.


" yuu, anak-anak yang lain ko pada gak ikut. " ucap Khanza karena memang hanya Ayu yang mengajaknya jalan, biasa nya mereka kumpul bareng.


" yang lain pada ke puncak, Panji ngajak liburan ke Villa milik keluarga nya.. " jelas Ayu.


" lo gak ikut..?"


" males ah gue gak ada lo."


" Gak ada gue atau gak ada Deri nih. " ejek Khanza Ayu pun terkekeh kecil..


" hehehe kurang lebihnya seperti itu, kan kalau ada lo, pasti deri juga ada di sana. " ucap Ayu tanpa malu-malu..


sedangkan sang empu yang di bicarain hanya senyum-senyum malu. seperti yang Khanza tau bahwa mereka memang sudah menjalin kasih, namun hanya Khanza yang tau teman-teman yang lain tidak ada yang tau, Ayu tetap merahasiakan semuanya, teman-temannya pasti heboh kalau tau Ayu berpacaran dengan Deri.


apalagi kalau para asisten itu tau. pasti mereka patah hati secara bersamaan. Maklum deri sangat di sukai bi Ranti sang asisten Khanza itu.


" zaa lu bener di jodohin sama anak nya bu Laras.? " tanya Ayu. dia masih sedikit tak percaya, bukannya yang antusias ketika melihat laki-laki itu Uci sama Mita, tapi malah Khanza yang mau menikah dengan nya, sungguh permainan takdir memang tidak ada yang tau. Khanza juga berserah kepada takdir.


" iya.. tapi nikahan nya masih lama kok nunggu anak-anak gede dulu. " jelas Khanza.


" lu udah ketemu sama orang nya.. "


" belum,, hanya mendengar cerita nya saja, dari bu Laras, dan Deri.. " jelasnya, Selama ini memang Deri yang selalu membicarakan soal Nandana itu, Berkat Deri juga Khanza bisa lebih tau bagaimana laki-laki yang akan menjadi suaminya itu.


" hahh ko bisa dari kamu yank," tanya ayu kepada kekasih nya itu.


" dia sahabat aku dari kita SMA sampe Kuliah juga bareng, jadi aku tau segalanya. dan menurut saya, non Khanza cocok ko sama dia. " Deri menjelaskan kepada kekasihnya.


"ooouuuuu.. gituu," Ayu mengangguk-angguk mengerti, meskipun masih sedikit agak heran, ternyata benar. dunia ini sangat sempit, bahkan bukan hanya kebetulan calon suami Khanza berteman dengan body guardnya Khanza.


" Deri.. saya udah pernah bilang, jika di luar rumah panggil saya Khanza saja, itu akan sangat lebih enak di dengar, .. .." ujar Khanza ia sedikit kesal, sudah sering kali ia menasehati Deri tapi tak pernah nurut.


" ehhh iya non.. ehh maaf Khanza maksud saya.. " ucap Deri terbata-bata


" uuuhhhh sayang gemes nya kamu.. " ayu mencubit sedikit hidung mancung Deri gemas.


" sayang sakit lohh.. "


" hehe maaf yank, habis nya kamu lucu ih.. "


Khanza sudah sering memandangi adegan itu, ia sama sekali tidak marah, ia malah bersyukur, akhirnya sahabat nya itu resmi berpacaran dengan bodyguard nya, mereka sangat cocok, Khanza pun ingin yang terbaik untuk sahabat nya, menurutnya Deri sangat jago mendapatkan hati Ayu, yang notabenya dingin kepada laki-laki.


" jadi dalam rangka apa nih ngajakin jalan.. " selidik Khanza.


" jadi gue mau traktir lo za atas resminya kami pacaran.. dan Deri juga mau beli sesuatu untuk si kembar.. " jelas Ayu.


" oh ya.. oke deh kalau gitu, bii nanti makan yang banyak yah, kita bikin bangkrut Ayu.. " ujar Khanza dia sangat bersemangat kalau soal traktrian mah 😁


" hehehe baik non, kalau soal makan mah saya no satu, " bi Indri terkekeh..


" sue lo za gitu amat sama gue tehh.,,"


semua tertawa, melihat Ayu memonjongkan mulutnya, gemas sekali...


mereka memasuki Mall terbesar yang ada di jakarta, Khanza mendorong stroller Khusus bayi kembarnya, sedangkan bi Indri membawa semua keperluan bayi nya.


kedua bayi nya tertawa-tawa riang sambil mengacung-ngacung kan tangan nya. mereka senang di bawa ke tempat ramai seperti ini.


" embul senang yah, di bawa ibu jalan-jalan.. " ucap Khanza senang melihat anak-anak nya tertawa bahagia.


sedangkan bayi nya terus tertawa, saat Khanza ajak bicara,.


" iya mereka senang mau di traktir uncle Deri katanya.. "


Deri terkekeh..


" nanti uncle, beliin apapun ya untuk kalian mau.. " ucap Deri kemudian..


" terimakasih uncle.. " ucap Khanza



visual Khanza Brama Wijaya saat setelah punya si kembar, di buat se dewasa mungkin ya readers


.


.


.


mereka semua mengelilingi Mall dengan bersuka cita, setelah di buat panik karena drama si kembar kelaparan, meraung raung menangis. setelah Khanza menyusui kedua bayi nya sampai mereka semua tertidur. Akhirnya semuanya merasa lega.


" jadi begini za kalau nangis dua-dua nya.. " tanya Ayu.


" emmm.. sampe semua seisi rumah panik.. "


" seru yahhh.. "


" iya nikmat sekali menjadi orang tua.."


mereka pergi ke foodhall mall untuk makan sesuai janji kali ini Ayu yang traktir.


setelah makanan tersaji mereka menyantap dengan tenang karena si kembar benar-benar tertidur nyenyak..


" akhir nya za kita bisa bersantai ya.. " ucap Ayu.


" maaf ya yuu tadi juga ngerepotin. "


" gak papa za.. aku bisa belajar dari kamu. " ..


" segeralah menikah, dan punya anak.. "


" aminn.. " ucap Ayu bersungguh-sungguh Deri hanya tersenyum mendengarkan nonanya dan sang kekasih membicarakan pernikahan.


.


.


.


hari sudah semakin sore dan mereka memutuskan pulang, setelah mengantar Ayu, Mereka kembali ke kediaman ibu Diana ..


si kembar masih tertidur, jadi Khanza bisa sedikit bersantai, keadaan ini juga selalu menjadi momen yang pas Khanza bertanya tentang calon suami nya.


" jadi Deri gimana dengan dia. " tanya Khanza di sela-sela omongan nya.


" ya dia masih gitu za... sekarang malah terus nyari-nyari cewek buat ngebuktiin sama orang tua nya, bahwa dia juga punya pacar.. " jelas Deri.


Khanza bernafas panjang, sudah ia duga akan menjadi seperti ini, lagi pula dia juga sadar diri. laki-laki seperti apa yang mau menikahi wanita yang sudah mempunyai anak.


" sebenar nya dia ada perempuan yang dia cintai, tapi perempuan itu meninggalkan nya, dia sakit hati, dan selalu bersikap dingin kepada siapapun, sampai pada akhir nya. orang tuanya meminta kalian untuk menikah, kamu adalah pilihan orang tua nya nandana za, Aku kasihan sama dia za, menderita karena perempuan itu.."


" saya merasa ini adalah pemaksaan untuk dia, saya menerima perjodohan ini, hanya karena balas budi sama ibu, setelah melewati banyak sekali masalah hidup di masa lalu, saya tak pernah berniat untuk menikah, saya ingin pokus ke anak-anak, saya kasihan sama pak Nandana, bagaimana mungkin saya menjadi sangat egois. " Khanza menjadi sangat merasa bersalah, gara-gara dia Nandana Adji Prasta harus mengalami pemaksaan oleh orang tua nya.


" bertemu lah sama dia dulu, obrol kan masalah ini sama-sama, . " saran Deri. dia rasa itu lebih baik.


" saya gak berani bertemu, saya merasa sadar diri, kalau saya adalah seorang ibu dari kedua anak saya, merasa tak pantas saja.. " Khanza tertunduk.


" Nandana itu, orang yang sangat baik.. putus cinta ternyata bisa menyebabkan dia berubah menjadi orang Asing, sikapnya benar-benar berubah sekarang. aku harap Khanza bisa merubah nya seperti dulu, .. ". Ucap Deri penuh harap.


Khanza bernafas panjang. setelah mendengar apa yang Deri bicarakan, ia kebingungan, satu sisi tidak mau memaksa Nandana, dan satu sisi dia juga harus berbakti sama ibunya.


khanza hanya melihat jendela mobil, dia masih memikirkan betapa bingung dia saat ini.


.


.


.


.


.


.^Happy rading^