
Khanza sedang di gelayuti anak-anak nya yang menceritakan Uncle Nandana yang memberikan mereka oleh-oleh. Khanza merasa lega, setidak nya calon ayah mereka sudah menerima mereka, bahkan menyayangi mereka.
tidak peduli apa yang terjadi, meski pun suatu saat Nandana tidak mencintainya, namun ia akan tetapkan membaktikan diri sebagai istrinya.
bahkan jika ada yang bilang ia tak tau diri, karena ingin menikahi CEO, Khanza tidak akan peduli sama sekali, yang penting ia akan menikah, sesuai yang ibu nya ingin kan.
tok tokk tokk pintu di ketuk oleh seseorang..
" masuk.. " ucap Khanza.
" non ada tamu.. " ucap bi Ranti.
" oh siapa bi. " tanya Khanza karena tak pernah ada tamu datang terkecuali keluarga bu Laras dan teman-teman nya.
" kurang tau siapa non,, "
" baik lah bi, Nanti saya turun kebawah.. " ucap Khanza, bi Ranti pergi ke bawah lagi.
" nak.. ibu ke bawah ya, " kata Khanza kepada anak-anak nya.
" iya bu.. .. " Khanza melihat anak-anak nya masih sibuk sama mainan dan oleh-oleh dari Nandana, Khanza tersenyum melihat anak-anaknya.
......................
.
.
.
Khanza turun dan menemui siapa yang bertamu ke rumah nya, dan Khanza menyambut menyalami siapa yang datang ke rumah nya itu, seorang pria yang masih muda duduk di ruang tunggu, menunggunya.
" hallo dengan nona Khanza.. " ucap laki-laki itu.
" iya benar, silahkan duduk pak.. " ujar Khanza dia sedikit bertanya pada dirinya, sebab baru pertama kali ia melihat laki-laki itu.
Khanza mempersilahkan orang itu duduk untuk mulai bertanya, apa maksud dan tujuan nya datang ke rumah.
" sebelum nya perkenalkan nama saya, Yusril Amriza M.H " orang yang memperkenalkan namanya itu, menyalami Khanza.
" sebelumnya saya minta maaf telah mengganggu waktu nona Khanza.. "
Khanza mengangguk pelan, dan mendengarkan perlahan apa yang di bicarakan pak Yusril itu.
" saya adalah pengacara dari almarhum Ibu Diana Auliansa, saya ingin membicarakan Hal yang di minta sebelum beliau meninggal dunia. " jelasnya.
" apa itu pak.. apa yang ibu saya bicarakan dengan bapak.. " tanya Khanza penuh pertanyaan. pasalnya Khanza tidak tahu apapun mengenai hal itu.
" sebelum nya ibu Diana meminta saya, untuk mengurus pernikahan anda dengan anak tunggal dari keluarga Adji Prasta.. " ujar pak Yusril, yang memperkenalkan diri sebagai pengacara sang ibu.
" iya pak saya mengerti akan hal itu, dan saya juga akan membicarakan hal ini dengan keluarga Adji Prasta secepatnya.. " ucap Khanza.
" syukurlah tidak ada penolakan sama sekali dari anda, ibu Diana pasti senang mendengar hal ini. " ucap pak Yusril tersenyum.
Khanza membalas senyuman pak yusril.
" saya memang tidak menolak pak, dari lima tahun lalu saya sudah menerima perjodohan ini, namun waktu itu saya hanya meminta waktu." jelas Khanza. dia teringat dengan hal lalu saat dirinya membicarakan soal perjodohan ini.
" baik lah nanti saya akan bantu mengurus semuanya, saya juga akan mengubungi keluarga Adji Prasta untuk membicarakan ini lebih lanjut. "
" baik pak, terimakasih banyak sebelumnya. " ucap Khanza.
" ada satu lagi nona Khanza.. " ucap pak Yusril.
" apa itu pak.. " tanya Khanza heran.
" begini nona, sebelum ibu Diana wapat, beliau sudah meminta saya mengurus semua harta gono gini miliknya. dan semua kepemilikan hartanya sudah atas nama nona Khanza... " pengacara itu menjelaskan semuanyan kepada Khanza..
" pak.. lebih baik harta itu di berikan ke panti asuhan, anak-anak panti lebih membutuhkan harta itu dari pada saya.. . " jelas Khanza.
ia sama sekali merasa tak berhak menerima semua pemberian ibu Diana untuk nya, baginya apa yang ibu Diana berikan kepadanya semasa beliau hidup sudah lebih dari cukup, ia tak berhak menerima semua harta itu, banyak orang yang lebih butuh selain dirinya.
" tak pak, saya merasa tidak berhak sama sekali. "
" terima saja nona, soal panti asuhan nona bisa menyumbang ke panti satu bulan sekali, seperti apa yang di lakukan ibu diana selama ini... " saran pak Yusril.
Khanza menelan salipanya, entah apa lagi yang harus ia bicarakan dengan pak Yusril agar beliau mengerti.
" saya mohon Nona, ini sudah menjadi wasiat beliau, dan saya janji akan selalu setia bekerja kepada anda, seperti kepada ibu diana.. "..
Khanza menarik napas panjang, kemudian ia mengangguk,
" baik lah pak, saya akan bertanggung jawab atas semuanya, apa saja yang harus saya terima.. " ucap Khanza kemudian, pikiran nya sudah kalut, untuk menolak pun percuma.
" baik lah saya akan bacakan surat wasiat dari almarhum ibu diana.. "
...----------------...
wasiat ibu diana..
" Khanza anakku, ibu ingin memberikan tanggung jawab kepadamu, memberikan seluruh harta ibu kepadamu, manfaat kan lah semua harta ini dengan baik, kasih lah sebagian kepada orang yang membutuhkan, ibu percayakan semuanya kepadamu nak.
ibu memberikan sebuah perusahaan properti yang ibu bangun dari nol, PT. COP COPRATION, perusahaan yang kamu tak tau sama sekali, ibu memberikan tanggung jawab kepada orang yang ibu percaya, yaitu pak Yusril.kini sudah ada Khanza pimpinlah perusahaan itu.
ibu juga memberikan sebelas unit apartemen, satu buah resort yang ada di bali, satu buah villa yang ada di puncak bogor, dan sebuah rumah yang ada di perumahan pondok indah.
ibu juga memberikan semua asuransi milik ibu,
ibu memberikan semuanya untuk Khanza, manfaatkan lah semuanya nya, kelola lah dengan baik pak Yusril akan membantu semuanya..
Tertanda tangan atas nama Diana Auliansa
untuk anakku Khanza Brama Wijaya..
...----------------...
setelah Pengacara Ibu Diana itu selesai membacakan wasiat sang ibu, Khanza terbengong, dia tak menyangka harta sang ibu bisa sebanyak itu, khanza pikir ibu nya hanya seorang dokter saja, tetapi dia juga seorang direktur di perusahaan miliknya sendiri.
Khanza masih tidak percaya, bahwa dirinya akan menanggung semua tanggung jawab ini.
" pak ini beneran ibu Diana Auliansa, dokter Diana." Khanza masih tak percaya apa yang di bacakan oleh sang pengacara itu.
" Benar Nona, dan ibu Diana sudah memberikan aset miliknya, menjadi atas nama nona Khanza.. "
Khanza masih tak percaya ini...
kenapa ibu nya lagi-lagi memberikan kehidupan yang luar biasa untukku nya, bagaimana mungkin ini bisa menjadi miliknya, ibu nya sangat berjasa di kehidupannya, ibu nya telah memberikan dia segalanya.
" baik lah bu.... Khanza menerima semuanya, sesuai yang ibu inginkan, khanza akan mengunakan semua milik ibu dengan baik, terimakasih banyak ibu, andai ibu masih ada Khanza akan sangat bersyukur, bisa mengucapkan terimakasih kepadamu secara langsung. " lirih Khanza..
" kalau begitu saya permisi, saya mau sekalian ke kediama Adji Prasta, untuk membicarakan perjodohan nya nona Khanza.. " jelas pak Yusril undur diri.
" baik lah pak, terimakasih banyak sebelum nya, dan mohon kerja sama nya.. " Khanza menyalami pak Yusril.
" baik nona.. "
Khanza mengantar Pak Yusril sampai ke teras rumahnya.
entah apa yang harus ia rasakan sekarang, ia bahagia telah di percaya oleh ibu nya sendiri, namun di sisi lain ia bingung darimana ia memulai semuanya.
.
.
.
.
🌺🌺🌺🌺