My Mine

My Mine
Part 11



Keesokannya...


My Golila Unyuk


online


***mbull


aku udah di depan nih


kamu ke taman komplek yah


gak enak aku kalo njemputnya persis depan rumah hehehe***


*iya mbull aq otw


hahaha*


...


Di taman komplek...


"Pagi mbull. Maaf yah telat hehe." kata Kyara sambil duduk di samping Fiqhi.


"Iya nggak papa mbull. Tapi mbull aku mau ngomong sesuatu dulu deh. Boleh?" tanya Fiqhi.


"Boleh kok mbull. Apa?" tanya Kyara balik.


"Kamu kenapa gak mau pacaran sama aku? Kan kita juga udah deket kayak gini." kata Fiqhi.


"Bukannya aku gak mau mbull. Tapi aku lebih nyaman kayak gini sama kamu. Saling - saling jadi moodbooster satu sama lain. Kalo toh kita pacaran emang perbedaanya ada dimana?" jelas Kyara.


"Kalo pacaran kan sama - sama punya hak buat ngelarang katanya sih gitu mbull hehe." kata Fiqhi kebingungan.


"Buat apa ngelarang - ngelarang. Pacaran tu sebenernya hampir sama kayak yang kita lakukan sampai saat ini mbull. Toh kalo aku ngelarang - ngelarang kamu yah itu malah bisa ngebuat kamu jadi terkekang dan akhirnya pergi deh. Hubungan kita saat ini juga udah lebih cukup mbull buat aku. Bedanya mereka ada ikatan kita cuma cuma komitmen. Gituu." jelas Kyara.


"Ouh gitu ya mbull. Yaudah berangkat sekarang mbull?" tanya Fiqhi.


"Ialah! Ngapain jugak di sini? Mau berjemur? Eh lupa kamu kan bule lokal yah, hehehe..." kata Kyara meledek.


"Yah deh iya... Yuk berangkat. Dah siap? Satu! Dua! Tiga! Mbrem...." kata Fiqhi sambil mengendarakan motornya menuju pantai.


"Kayak mau balapan liar aja mbull. Lama - lama tambah gemesin hehe..." kata Kyara.


"Makasih mbull. Tapi kan emang bener aku cute hehe..." kata Fiqhi sambil menggoda.


"PD nya tu loh! Tingkat dewa! Ya walaupun emang bener sih." kata Kyara.


"Tu kamu aja mengakui aku cute..." kata Fiqhi.


"Iyadeh iyaaa Golila Unyuk ku cute abis." kata Kyara.


"Makasih hehe..." kata Fiqhi.


...


Di pantai


"Udah sampek mbull. Semuanya 100K mbull. Pake gopay aja yah hehe..." kata Fiqhi.


"Saya udah pake kode voucher potongan 100% loh mas?" jawab Kyara.


"Ouh gitu ya. Terimakasih kalau gitu. Saya mau duluan dulu mbak. Marii..." kata Fiqhi.


"Kamu mau ninggalin aku di sini sendiri mbull? Hiks hiks tega!" kata Kyara merengek.


"Enggak - enggak mbull bercanda." kata Fiqhi.


"Retiugk." jawab Kyara yang membuat Fiqhi kesal.


"😑" wajah Fiqhi masam.


"Kamu duluan aja mbull masuknya. Aku mau parkirin motor dulu." kata Fiqhi.


"Iya mbull aku tunggu di depan pintu masuk yah." kata Kyara.


"Shapp." kata Fiqhi sambil meninggalkan Kyara dan menuju parkiran.


Di depan pintu masuk Pantai


"Loh Kya? Kamu kesini juga?" tanya cowok dari arah belakang yang tak lain adalah Guna.


"Eh kak Guna. Iya kak aku kesini. Mau refreshing hehe..." jawab Kyara.


"Sama siap Kya?" tanya Guna.


"Fiqhi kak." jawab Kyara yang membuat Guna terkejut.


"Fiqhi?! Kamu pacaran sama dia?" tanya Guna.


"Daripada kak Guna tanya - tanya terus mending aku jelasin deh." kata Kyara dalam hati.


"Kok diem? Hayooo..." kata Guna penasaran.


"Aku sama Fiqhi udah pacaran kak. Udah mau seminggu ini. Dari mulai hari kedua MOS sampek saat ini." kata Kyara berbohong.


"Ouh gitu ya. Pantes nolak jadi pacarku hehe. Ternyata udah jadi pacaran orang lain wkwkw. Sorry yah. Aku gatau." kata Guna.


"Gak papa kak. Wajar aja." jawab Kyara.


Fiqhi datang dari arah belakang dan melihat kejadian tak mengenakan di pandang matanya.


"Kya! Yuk." kata Fiqhi mengajak Kyara masuk.


"Eh?! Iya okee. Aku duluan ya kak." jawab Kyara sambil berpamitan dan meninggalkan Guna sendiri.


"Iyaa shiapp." kata Guna


Di pantai


"Mbul yang masalah di luar tadi jangan salah paham yah. Aku nggak sengaja aja ketemu mbull. Yah mbull." kata Kyara.


"Hm~" jawab Fiqhi.


"Yah ngambek deh ni anak. Susah banget punya cowok kayak gini yah. Yang ceweknya siapa yang cowoknya siapa. Lebih sensitif dia daripada aku. Untung aku sayang hehe..." kata Kyara dalam hati.


"Yuk kesana." ajak Fiqhi dengan ekspresi datar.


"Iya mbull. Senyum dong. Hiii" kata Kyara.


Fiqhi langsung berjalan duluan dengan langkah yang santai. Tiba - tiba dari arah belakang, seseorang tiba - tiba menggandeng tangannya.


"Maafin aku yah mbull. Tadi tu dia tanya ya aku jawab aja mbull. Kan menghargai. Maaf kalo kamu gak suka." kata Kyara sambil menggandengkan tangannya pada tangan Fiqhi.


"Iya gak papa." kata Fiqhi.


"Duduk situ aja mbull." kata Kyara sambil menunjuk kursi dekat pohon cemara hijau." kata Kyara.


"Iya." jawab singkat Fiqhi.


"Bicara dong mbull. Nggak nyaman kalo kamu gini." kata Kyara.


"Lebih nyaman sama Guna yah." kata Fiqhi.


"Enggak gitu juga mbull. Tadi aku beneran gak sengaja ketemu dia mbull. Please jangan marah yah." kata Kyara meyakinkan.


"Ya." jawab Fiqhi singkat.


"Kamu kalo cemburu lucu banget deh hehehe..." kata Kyara.


"Hm." jawab Fiqhi.


"Kalo kamu masih marah,mending aku pulang aja deh. Mungkin kamu butuh sendiri." kata Kyara sambil berdiri dan beranjak pergi.


"Kamu mau ngajak kemana mbull." tanya Kyara.


"Shutt!!!" jawab Fiqhi sambil menutup mulut Kyara dengan jarinya.


Fiqhi mengajak Kyara ke warung makan di dekat pantai.


"Buk! Mie goreng nya satu yah." kata Fiqhi.


"Kok satu aja mbull. Kamu nggak mau mbeliin aku." tanya Kyara.


Fiqhi hanya terdiam sambil menunggu mie gorengnya.


"Masih marah mbull masalah tadi?" tanya Kyara.


Fiqhi kembali terdiam dan tidak  menggubris yang dikatakan Kyara. Tak lama kemudian pesanannya datang.


"Ini pesanannya mas.” kata Pelayan itu.


"Terimakasih mbak." jawab Fiqhi sambil tersenyum.


"Sama - sama mas," kata Pelayan itu sambil membalas senyum Fiqhi dan bergegas pergi.


"Sampek segitunya ya mbull mau mbales yang tadi. Sakit mbull lihat kamu gitu ma cewek lain. Maaf yah yang tadi. Yaudah aku pulang dulu." kata Kyara.


Fiqhi menahan tangan Kyara dan memintanya untuk duduk kembali.


"Aku mau ngomong sebentar aja mbull. Mungkin ini bakal jadi obrolan terakhir kita.”  kata Fiqhi yang membuat Kyara sangat terkejut.


"Jangan bilang gitu mbull. Maaf deh yang tadi. Gak lagi mbull.” kata Kyara.


"Makan dulu yah. Nih aku suapin." kata Fiqhi sambil menyiapkan mie ke mulut Kyara.


"Enak mbull." jawab Kyara.


"Nggak mau mbales nyiapin aku balik?" tanya Fiqhi.


"Yaudah deh sini. Enak gak mbull." kata Kyara sambil menyuapkan mie balasan ke mulut Fiqhi.


"Lumayan lah. Gak begitu enak. Tapi aku laper jadi semua rasanya enak." kata Fiqhi.


"Iyaa." kata Kyara.


Setelah mie goreng nya habis, Fiqhi pun mengajak Kyara untuk pulang tetapi Kyara menolak.


"Pulang yuk Ra!" ajak Fiqhi.


"Sejak kapan kamu manggil aku Ra?! Biasanya kan jugak 'mbull'," kata Kyara sedikit kesal.


"Yaudah pulang yuk mbull." kata Fiqhi.


"Yaudah. Sekali lagi maaf ya mbull. Kalo hari ini aku ngecewain kamu sama buat kamu badmood." kata Kyara.


"Gak papa." kata Fiqhi.


Mereka pun meninggalkan pantai, dan Fiqhi mengantarkan Kyara pulang ke rumah. Di tengah perjalanan tiba tiba...


"Stop mbull! Berhenti dulu di sini." kata Kyara.


"Ada apa?" kata Fiqhi.


"Aku mau kita ngobrol sebentar aja." kata Kyara.


"Yaudah yuk. Sebentar aja yah." kata Fiqhi.


"Iyaa mbull." jawab Kyara.


Sesampainya di taman, mereka pun duduk di kursi yang biasa mereka pakai untuk duduk bersama di taman kompleks.


"Duduk di sini ya mbull." kata Kyara.


"Iyaa. Mau ngomong apa?" tanya Fiqhi.


Kyara hanya terdiam dan seperti sedang memikirkan sesuatu. Sampai akhirnya puncak kediaman Kyara dijelaskan semuanya dengan tetesan air mata yang mengalir dan mulai membasahi pipinya.


"Kok nangis?" tanya Fiqhi.


"Emang harus berakhir gini yah?" tanya Kyara.


"Berakhir apanya mbull?" tanya Fiqhi.


"Tadi kamu bilang itu obrolan kita yang terakhir. Jadi besok kamu dah nggak mau ngobrol lagi sama aku?" tanya Kyara.


"Kan emang itu obrolan terakhir kita di pantai. Ya masak mau sampe pagi di sana trus. Tadi cuman prank mbull." jelas Fiqhi.


"Kamu tu ya. Tau ah! Hiks hiks hiks." kata Kyara.


"Jangan nangis lagi dong mbull. Maafin aku mbull. Nggak bermaksud kok bikin kamu nangis." kata Fiqhi.


"Prank kamu tu gak lucu! Kamu tau itu nggak?!" kata Kyara.


"Tadinya aku mau bikin surprise mbull. Tapi kalo kamunya udah kayak gini yaudah aku kasih sekalian aja surprise ya ke kamu." kata Fiqhi sambil mengeluarkan sesuatu dari kantongnya.


"Surprise apa mbull." tanya Kyara.


"Air matanya diusap dulu dong sayang." kata Fiqhi sambil mengusap air mata Kyara.


"Kamu sweet jugak mbull hehe..." kata Kyara.


"Jadi gak nih surprise nya?" kata Fiqhi.


"Iya boleh." kata Kyara.


"Pejamin mata kamu mbull. Bayangin pas waktu pertama kali kita ketemu mbull." kata Fiqhi sambil memasangkan kalung di leher Kyara.


"Apa nih mbul." kata Kyara sambil tersenyum melihat kalung dilehernya.


"Ini surprisenya mbull. Maaf yah udja bikin kamu nangis sama mikir yang macem - macem. Heheheh..." kata Fiqhi.


"Iya gak papa mbull. Tapi lain kali aku gak mau ya mbull. Aku takut banget tadi. Aku kira kamu bakalan ninggalin aku mbull gara - gara salah paham sama kak Guna. Dan untuk kalungnya makasih ya mbull." kata Kyara.


"Iya sama - sama." kata Fiqhi.


"Btw kenapa huruf di kalungnya F?" tanya Kyara.


"Hehehe... Gak papa sih.... Nandain aja sama ngasih tau orang kalo you're mine.” jawab Fiqhi.


"Owalah gitu. Yaudah deh mbull ini juga udah malem ogk. Pulang yuk," kata Kyara sambil menggandeng tangan Fiqhi.


"Okee..." jawab Fiqhi.


Fiqhi mengendarai motornya dan bergegas menuju rumah Kyara. Setelah sampai di depan rumah Kyara...


"Makasih ya mbull untuk hari ini." kata Kyara.


"Sama - sama mbull. Aku juga minta maaf masalah yang tadi ya. Gak lagi deh mbull. Please maafin yah." kata Fiqhi sambil memohon.


"Hem... Maafin gak yah. Aku jawab besok aja deh. Aku jawab melalui sikapku besok okeee. Gud night." kata Kyara.


"Yaudah deh iyaa. Semoga kamu maafin yah. Kalau kamu nggak maafin besok aku di kelas diem terus mbull. Gak ada penyemangat. Gud night too mbull." kata Fiqhi.


"Yeah kok ngancem sih. Iya iya mbull. Lihat besok yah. Hati hati di jalan, aku masuk dulu mbull. Byee," kata Kyara sambil masuk ke dalam rumah dan meninggalkan Fiqhi di depan gerbang.


"Yah." jawab Fiqhi sambil meninggalkan rumah Kyara.


***penasaran yah sama cerita selanjutnya? tunggu updatenya ya miners...


#mymine


#fiqhi


#kyara***