
kelima orang itu takjub dengan gaun yang di kenakan Ayu.
dua minggu lagi sahabat nya itu akan menikah, Khanza senang luar biasa, akhirnya orang yang melindungi Khanza selama ini, akan menikahi sahabatnya.
setelah fitting mereka lanjut makan di sebuah kaffe dan bercerita ria, mereka akan menikmati moment-moment ini, sampai nanti salah satu di antara mereka akan ada yang harus menjaga suaminya, pasti soal ikut berkumpul pun akan jarang.
" bahagia banget yang mau nikah.. " ucap Uci tiba-tiba..
Ayu terkekeh, sungguh kabar ini memang tiba-tiba, tak ada yang tau Ayu dan Deri bodyguard nya Khanza itu pacaran, hanya Khanza saja yang tau.
syok teman-teman nya saat Ayu pertama kali bilang akan menikah dengan Bodyguard sahabat nya sendiri, membuat moment tersendiri untuk memberi kejutan sama sahabat-sahabat nya itu...
Khanza ikut andil dalam kebahagiaan Ayu, dia yang tau masa-masa pacarannya. Khanza percaya Deri akan menjaga Ayu seperti dia menjaga nya.
" jadi ayo kita buka-bukaan.. " ucap Uci tiba-tiba di sela obrolan mereka.
" eh jangan disini dong ci malu ini rame, masa harus telanjang di tempat umum." ucap Panji sambil menutup bagian tubuhnya memakai kedua tangan nya.
" bukan gitu maksudnya.. duhh cakep-cakep kok lemot sihh, maksud gue, karena Ayu mau nikah, jadi kita harus buka-bukaan tentang perasaan kita masing-masing.." jelas Uci.
mereka semua mengangguk mengerti..
" lo semua pada ingat gak, dulu pas awal kita sahabatan, kita buat perjanjian, jika diantara kita ada yang menikah, baru kita bisa buka apa yang kita rasa selama ini, selama kita sahabatan. " jelas Uci lagi.
" yaudah setuju.. " ucap Ayu.
mereka memanggil pelayan untuk meminta gelas kosong, dan menulis kan nama masing-masing lalu di masukan ke gelas, mereka akan mengocok nya, nama yang keluar, harus jujur dengan perasaan nya sendiri.
kocokan pertama keluar lah nama Ayu.
" ayuu,, jadi apa lo rasain selama sahabatan sama kita, ..." ucap Uci..
Ayu menarik napas panjang lalu mulai bercerita.
" pas pertama gue sahabatan sama kalian, rasanya senang banget, dulu kita cuma bertiga ya, hanya gue, Uci, dan, Mita. sampe dimas dan Panji gabung, gue jatuh cinta dengan laki-laki yang berkacamata itu, gue jatuh cinta sama Dimas. namun gue sembunyiin perasaan gue karena gue gak mau ngerusak persahabatan. setelah satu tahun terlewati, gue masih dengan perasaan gue, sampai akhir nya Khanza hadir melengkapi persahabatan kita, gue sadar Dimas menyukai Khanza tatapan yang belum pernah gue lihat sebelum nya, akhir nya demi persahabatan gue kubur perasaan gue, dan mulai mencintai Deri..." jelas nya, semuanya terbengong, Ayu adalah orang yang paling sedikit bicara. dan mereka semua tak menyangka, Kalau Ayu selama ini mencintai Dimas, hal itu adalah kejutan tersendiri bagi mereka.
dimas pun tidak menyangka, bahwa ayu jatuh cinta kepada nya.
" pintar sekali ya lo nyembunyiin perasaan sampe gue gak tau... !!" Dimas sangat gugup, sekaligus bahagia.
" percaya sama gue, gak ada persahabatan antara laki-laki dan perempuan, tapi semua sudah lewat dan sekarang gue mau nikah. tentu perasaan gue sama lo dimas sudah tak ada. " ucap Ayu kemudian tersenyum, baginya cinta Deri sudah lebih cukup, laki-laki selalu memperlakukannya dengan baik.
mereka kembali mengocok, dan keluar lah nama Khanza.
" jujur gue gak pernah punya sahabat kaya kalian, setelah apa yang gue lalui di masalalu, setelah gue di hancur kan sahabat gue di masa lalu, kalian masih mau menerima gue dengan tangan terbuka, mau menerima gue sebagai sahabat kalian, gue sangat bahagia, itu lebih dari cukup buat gue, kata Ayu tak ada persahabatan antara laki-laki dan perempuan, mungkin karena trauma di masalalu jadi gue tak punya perasaan apa-apa, selain punya rasa sayang sebagai sahabat dengan kalian semua." ...
setelah Khanza berkata begitu, kemudian sahabat-sahabat Khanza itu merengkuh Khanza, mereka sangat iba sekaligus bahagia juga.
gelas pun di kocok kembali, dan keluar lah nama Uci.
" kalian tau sendiri kan kalau gue orang nya receh banget, pertama kali lihat cowok setampan dia di rumah sakit, seorang yang pecicilan seperti gue jatuh cinta. pas saat gue tau kalau dia di jodohin sama lo za, jujur gue sakit hati. kebetulan anak-anak waktu itu ngajakin jalan ke puncak, gue nenangi diri di sana, namun entah apa yang gue rasain Panji selalu nenangin gue. gue nyaman sama Panji, gue selalu ngingetin diri gue, kalau Panji adalah sahabat gue dan sama calon suami lo za, ternyata gue hanya terobsesi karena dia tampan. gue gak beneran jatuh cinta sama dia, gue baru sadar sama perasaan gue bukan hanya sekedar sahabat, jantung gue selalu berdetak kalau deket panji, gue seneng bisa ngungkapin perasaan gue di sini.. " Uci tersenyum lalu dia bernapas lega, apa yang dia simpan bisa terungkap di depan semua temannya.
Panji pun tak lepas memandangnya, membuat Uci kikuk dan malu sendiri, tatapan nya tak bisa terbaca antara marah atau apa, entah lah.
botol kembali di kocok keluarlah nama Dimas..
" oke gue mau jujur sesuatu, Ayu bilang dia jatuh cinta kepada gue, mungkin hal yang tak terduga.
waktu itu gue juga jatuh cinta kepada Ayu pada pandangan pertama, gue yang kutu buku ini bisa apa, Ayu sangat cantik,,, mereka yang datang dan merayu nya saja ia biarkan apalagi gue yang gak tampan sama sekali..
soal gue terlihat menyukai Khanza, itu sama sekali tidak, gue hanya kagum, wanita semuda dia sudah melewati banyak masalah dengan penuh ketegaran, lagian Panji sangat menyukai Khanza.
gue berharap kebahagiaan Ayu, gue senang ternyata cinta gue tidak bertepuk sebelah tangan.".
Ayu menatap Dimas nanar, perasaan yang mengatas namakan sahabat memang rumit bagi mereka.
gelas pun di kocok kembali dan keluar lah nama Mita.
" entah lah, namun gue gak tau mau bilang suka ke siapa, setiap ada cowok ganteng ya gue suka, tapi gue gak pernah jatuh cinta, gue sama Dimas aja deh, ya dim, gue salut ama lu, bisa nungguin Ayu sampai segitu lama, jadi belajarlah jatuh cinta sama gue ya dim.. " Mita menatap Dimas, sedangkan Dimas hanya tersenyum kikuk. dengan pernyataan salah satu sahabatnya.
kini giliran Panji yang mengungkap kan isi hati nya.
" baik lah gue mau ngomong, mungkin dengan sangat jelas kalian tau gue suka sama Khanza, gue sangat-sangat suka, sampe gue tau Khanza di jodohin, seperti Uci gue sakit hati, gue menenangkan Uci juga sekalian menenangkan diri gue sendiri, Nasib gue sama Uci sama. baik lah karena Uci mau dengan gue, gue akan berusaha menjadi yang terbaik untuk nya.. " Panji tersenyum
betapa bahagia nya Uci tak segan ia memeluk Pnji erat, derai air mata sudah mengalir di pipinya, Dimas juga merangkul Mita, dua manusia itu akan belajar saling jatuh cinta, Khanza dan Ayu hanya tersenyum melihat pemandangan di hadapan mereka.
.
.
.
bersambung🌺