My Mine

My Mine
Part 6



Bel masuk berbunyi. Ini adalah saatnya pelajaran Bu Win. Pelajaran hari ini adalah latihan drama. Dan kini giliran kelompok Fiqhi yang tampil. Mereka mengambil tema  "Cinta Di SMK"


Adegan drama pun dimulai dengan sangat fantastis dan sekarang tinggal endingnya....


"Will you be my girlfriend Nay?" tanya Fiqhi pada Nayla sambil berjongkok dan membawakan setangkai bunga mawar merah.


"Yes. I will Fiq. Makasih udah gentle mau ngungkapin perasaan kamu di depan semua orang ya.


"Iya itu karena aku sayang sama kamu. Aku suka dan aku cinta sama kamu. I love you." ucap Fiqhi.


"I love you too Fiqhi Pradana Utama.” jawab Nayla.


Bu Win memuji pentas drama dari kelompok 4 dan mendoakan semoga Fiqhi dan Nayla benar - benar jadian. Hal itu disoraki habis - habisan sekelas tapi tidak dengan Kyara.


"Saya ijin ke kamar mandi ya Bu." ucap Kyara.


"Iya Kyara silahkan." jawab Bu Win.


"Terimakasih buk." ucap Kyara sambil meninggalkan kelas dan menuju kamar mandi.


"Jangan - jangan tadi Kyara terbawa suasana sama adegan dramanya dan dia cemburu banget ni pasti." ucap Fiqhi dalam hati.


"Bu saya juga mau sekalian izin ke toilet Bu. Cuci muka biar gak gerah hehe." ucap Fiqhi yang mencari alasan untuk ke toilet.


"Yasudah sana." jawab Bu Win.


Di toilet...


"Kenapa aku gak suka aja lihat Fiqhi lebih akrab sama cewek lain. Padahal ini cuma drama! Tapi rasanya kayak nyata banget. Ditambah omongan Bu Win tadi yang membuatku semakin cemburu." ucap Kyara sambil membiarkan air matanya mengalir.


Fiqhi datang dan terkejut melihat hal itu.


"Embulku kenapa nangis? Cup cup aku tadi cuma drama aja kok sama Nayla. Nggak lebih mbull. Walupun aku sama cewek lain tapi dihatiku cuma ada kamu mbull." ucap Fiqhi yang berusaha meyakinkan dan menghibur Kyara


"Iya aku percaya sama kamu. Tapi gimana kalo ada seseorang yang benar benar suka sama kamu." tanya Kyara.


"Walaupun memang ada. Kalau dihatiku dan aku maunya cuma kamu gimana dong? Percaya sama aku mbull." ucap Fiqhi sambil mengusap air mata Kyara.


"Iyadeh. Makasih ya." ucap Kyara.


"Sekarang masuk ke kelas yuk. Kamu duluan aja biar gak salah paham." ucap Fiqhi.


"Iya. Aku duluan ya. Sayang!" ucap Kyara.


"Iya sayang." jawab Fiqhi.


Setelah ditenangkan oleh Fiqhi, Kyara pun pergi ke kelas lalu Fiqhi menyusul di belakangnya. Tak lama kemudian bel istirahat berbunyi....


"Oke terimakasih atas pertemuan kita hari ini. Semoga bermanfaat. Saya akhiri wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh." ucap Bu Win sambil meninggalkan kelas 10 B.


"Ke kantin yuk mbull. Aku laper! Tadi pagi belum sarapan hehe." ucap Fiqhi.


"Kamu tu kebiasaan. Kalo pagi gak sarapan. Nanti kalau sakit gimana coba. Kan aku gabisa ketemu kamu terus ngacak - ngacak rambut kamu. Hehehe," ucap Kyara.


"Yaudah sekarang kamu temenin aku ke kantin. Hari ini kita makan bareng. Aku suapin deh hehe." ucap Fiqhi.


"Nanti kamu apa nggak malu?" tanya Kyara.


"Malu buat apa? Kan you are mine. Hehehe." ucap Fiqhi.


"Iyadehiyhaaa. Yuk ke kantin." ajak Kyara.


"Let's go." ucap Fiqhi.


Di kantin...


"Mau makan apa mbull?" tanya Fiqhi.


"Aku minum aja Fiq. Kamu aja yang makan, ntar aku tungguin," kata Kyara


"Yaudah aku pesen dulu deh." kata Fiqhi sambil menuju ke meja resepsionis.


"Iyaa." kata Kyara.


"Mbak saya pesen baksonya satu sama es teh nya 2." kata Fiqhi.


Setelah beberapa menit...


"Ini pesanannya mas. Totalnya 21 ribu." kata Risma, pelayan kantin.


"Ini uangnya. Terimakasih ya mbak." kata Fiqhi.


"Sama - sama mas." jawab Risma dengan senyuman.


Fiqhi datang ke meja makannya dan Kyara


"Ini makan bareng yah. Uang tipis hehe. Diminum es tehnya mbull." kata Fiqhi.


"Iya makasih ya Fiq. Gak papa kok. Aku juga udah kenyang hehe. Aku cuma mau lihat aja cowok yang aku saka kalau lagi makan kayak gimana hehe." kata Kyara.


"Hem... Baksonya enak loh. Cobain deh!" kata Fiqhi sambil menyuapkan bakso ke mulut Kyara.


"Hem... Iya enak. Tapi kamu habisin aja. Aku udah kenyang kok." kata Kyara.


"Okee." kata Fiqhi.


"Pelan - pelan makannya! Kayak orang kesurupan aja. Haduh." kata Kyara.


"Yah baksonya habis. Mangkuknya bocor nih. Mau minta ganti rugi deh sama mbaknya." kata Fiqhi bergurau.


"Bocor dari mana ya? Baksonya masuk tu ke perut kamu semua. Sekarang lagi di proses sama lambung." kata Kyara.


"Wah kamu kok tau organ - organ tubuh dan fungsinya sih. Kamu ahli matematika nih," kata Fiqhi.


"Yaelah. IPA dong harusnya." kata Kyara.


"Hehe canda - canda. Udah yuk balik ke kelas. Aku udah kenyang nih." kata Fiqhi.


"Bentar! Kamu emang kalo makan kebiasaan gini ya. Tuh belepotan! Sini aku bersihin dulu," kata Kyara sambil membersihkan noda makanan di bagian mulut Fiqhi.


"Makasih ya. Perhatian banget deh embulku." kata Fiqhi sambil mencubit pipi Kyara.


"Iya sama - sama. Tapi sakit taugk dicubit. Next time aku bales hehe." kata Kyara.


"Yuk ke kelas!" kata Fiqhi.


"Okee." kata Kyara.


Bel masuk pun berbunyi... Jam pelajaran ke 4 hingga 7 dilewati dengan hawa yang sangat membosankan. Kini bel istirahat kedua pun berbunyi... Break time...


"Kepalaku pusing Fiq. Kayaknya aku besok gak masuk gak papa ya?" tanya Kyara.


"Kalau kamu masih sakit ya gausah dipaksain masuk dulu mbul. Tapi kalau udah agak mendingan masuk aja. Ntar kamu ketinggalan mapel loh. Sama ntar aku juga kesepian mbul." kata Fiqhi.


"Iya mbull. Makasih ya." kata Kyara.


"Kok jadi mbull? Emang aku tembem yah? Wckwck." kata Fiqhi


"Panggilan sayang aja. Kalo Fiq agak gak nyaman aku hehe. Lagipula ku ikut - ikut kamu loh." kata Kyara.


"Iyadeh iya. Kalau kamu pusing tiduran dulu. Bahuku kosong loh hehe," kata Fiqhi.


"Iyadeh boleh. Siapa tahu aku langsung sembuh." kata Kyara.


"Iya sini." kata Fiqhi sambil meletakkan kepala Kyara di bahunya.


"Nyaman banget ya kepala ku di bahunya Fiqhi. Entah kenapa seketika pusing gua agak mendingan." ucap Kyara dalam hati.


"Kasihan kamu. Baru kali ini aku lihat kamu pusing sampek kayak gini. Semoga kamu cepet sembuh ya mbull." ucap Fiqhi dalam hati.


"Mereka kelihatan deket banget kayak orang pacaran. Apa memang mereka pacaran yah. Tapi kenapa aku kayak gak suka lihat mereka kayak gitu. Huft. Fiqhi, andai aku bisa jujur. Aku menyukaimu." kata Nayla.


Bel masuk pun berbunyi... Kini adalah jam pelajaran ke 8 - 11. Akhirnya jam pelajaran itupun juga telah berlaku. Kini hanya tinggal menunggu bel pulang berbunyi. Tak lama kemudian...


today's lessons have been completed. Welcome back to your respective homes. Bel pulang pun telah berbunyi...


"Aku antar kamu aja ya Ra. Kayaknya kamu bener - bener gak sehat. Aku takut kamu kenapa - napa." kata Fiqhi.


"Iyadeh mbull boleh. Aku juga udah pusing soalnya." kata Kyara.


Setelah mengambil motornya, Fiqhi pun mengantarkan Kyara ke rumahnya dan kebetulan waktu itu Ayahnya masih di rumah.


"Ra. Udah Sampek Ra. Ra! Ra! Dia pingsan? Kamu mungkin terlalu kecapean yah. Jadinya drop kayak gini. Aku bopong bawa masuk aja deh." kata Fiqhi sambil membopong Kyara ke rumah berwarna chat biru muda itu, yang tak lain adalah rumah Kyara.


"Selamat sore. Om - Tante! Tok tok tok." kata Fiqhi sambil mengetuk pintu.


"Sore! Ya Allah Kyara kamu kenapa nak." kata Asih, Ibu Kyara yang terkejut melihat Kyara pingsan.


"Ayo nak bawa masuk ke dalam." kata Asih.


"Baik buk." kata Fiqhi sambil meletakkan Kyara ke sofa.


"Terimakasih ya nak. Udah nganterin Kyara pulang ke rumah. Ngomong - ngomong kamu siapanya Kyara? Pacarnya ya?" tanya Asih.


"Enggak tante hehe." kata Fiqhi.


"Iya juga nggak papa. Tante setuju - setuju aja kok. Apalagi pacarnya ganteng kayak kamu gini. Tanggung jawab lagi. Hahaha." kata Asih yang membuat Fiqhi salah tingkah.


"Ada apa ini?!" tanya Wijaya, ayah Kyara


"Kyara tadi pingsan pah di sekolahan. Dan ini pacarnya Kyara yang nganterin dia ke sini." kata Asih,menjelaskan semuanya pada Wijaya.


"Gini ya dek! Om sih gak masalah kalau kamu mau pacaran sama Kyara. Tapi jangan pernah sekali - kali kamu buat hati Kyara sakit apalagi dia Sampek nangis. Om suka kamu tanggung jawab sama Kyara." ucap Wijaya.


"Iya om. Hehe. Saya cuma sahabat nya saja om. Kalau begitu saya pamit dulu om - tante." kata Fiqhi sambil bersalaman pada kedua orangtua Kyara.


"Iya hati - hati nak." kata Asih.


"Permisi om tante. Assalamualaikum." kata Fiqhi sambil mengendarai motor dan meninggalkan


"Wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh." jawab orangtua Kyara secara bersamaan


"Auh. Aku dimana ini?" tanya Kyara sambil perlahan membuka matanya.


"Kamu dirumah nak. Tadi pacar kamu yang anterin kamu kesini."


"Pacar? Aku gapunya pacar buk." tegas Kyara.


"Itu cowok tinggi yang kulitnya putih, ganteng lagi. Pake motor balap kalau ibu gak salah." jelas Asih.


"Fiqhi?" tanya Kyara.


"Iya namanya Fiqhi. Pacar kamu ganteng jugak Ra. Pinter milih cowoknya hehe." ucap Asih.


"Dia cuma temen Kyara buk. Ga lebih kok. Yaudah Kya mau istirahat' dulu ya buk." kata Kyara sambil menuju kamarnya.


"Iya nak. Kya istirahat dulu. Kalau besok masih sakit, besok biar ayah yang ijinin kamu dari sekolah." kata Asih.


"Iya buk. Terimakasih." kata Kyara.


Di kamar...


"Aku buka WA gak ya? Tapi kepala ku masih pusing. Nanti aja lah! Aku istirahat dulu." kata Kyara.


Di rumah Fiqhi...


Embulku Manisss


last seen Friday 20.30


***mbull


mbull


mbull


mbull


mbull


kamu kalo masih sakit semoga cepet sehat ya. tanpa kamu oe kesepian.


gudd night♥️


jangan lupa makan yah***.


.


.


.


mana suaranya willfers??


jangan lupa like and vote!!!