My Mine

My Mine
Bukan yang dulu



Khanza masih dengan perasaa kikuk nya, bertahun-tahun tidak melihat Nanda, membuat laki-laki itu berbeda sekarang, satu hal yang ia tahu, Nanda nya tidak sehangat dulu, Nanda yang selalu membatu dirinya mengerjakan tugas di perpustakaan, Nanda yang selalu memberikan ice cream coklat kesukaannya..


Nanda masih menatap Khanza tajam, dia membutuhkan penjelasan dari Khanza, namun itu membuat Khanza ketakutan..


" zaa.. " ucap Nanda.


" iya Nanda.. " jawab Khanza, dia masih tertunduk, tidak berani melihat Nanda.


" kenapa kamu pergi, bahkan tidak mengabari saya.. " Lirih Nanda.


" maafin saya.. "


" lima tahun aku mencari kamu, lima tahun itu aku tidak pernah nyerah sama sekali, apa kamu bisa bertanggung jawab, apa kamu tidak mengerti, betapa cemas nya keluarga kamu.. " Nanda bicara sedikit berteriak, membuat Khanza semakin ketakutan.


mata Nanda memerah menahan tangis, dia sangat butuh penjelasan Khanza, Egonya ingin memiliki Khanza, membuat dia hilang kendali.


" saya terpaksa harus pergi.. " lirih Khanza dia sudah terisak.


" apa alasan nya..".


" saya tidak bisa membuat orang tua saya malu. " jawab Khanza, air matanya tak henti mengalir.


" Karena kamu tidur sama si ******** itu ia kan.. " Nanda berteriak menahan emosinya, dia benar-benar hilang kendali, keputus asaan karena sudah bertahun-tahun kehilangan Khanza, membuat dia menjadi orang yang Khanza tidak kenal


Khanza menatap Nanda dengan tatapan Nanar, merasakan sakit hati, karena masa lalu yang Nanda ungkit kembali,


" jawab za aku butuh jawaban.. " ucap Nanda.


" yaa... puas kamu, saya malu, saya kotor, saya sudah membuat keluarga saya malu, dan saya sudah di usir oleh ayah, saya hanya merasa saya harus pergi saja, gara-gara saya, mereka semua menderita.. " lirih Khanza,. dia terpukul, dia kembali merasakan sakit ketika di ingat kan dengan masalalu,


" saya tidak punya pilihan lain.. " isak Khanza.


Nanda menatap orang yang ia sangat sayangi itu iba, membawa Khanza ke dalam pelukannya, menenangkan Khanza yang sedang menahan luka, karena nya Khanza menjadi mengingat masalalu.


" maafin saya za.. " lirih Nanda.


Khanza masih terisak, ia tak menghiraukan ucapan Nanda sama sekali.


" saya janji akan membuat semuanya baik-baik saja, kita pulang ke semarang ya, ayah, bunda mas hendrik sangat merindukan kamu. " ucap Nanda.


khanza menggeleng cepat..


" saya tidak bisa pulang ke semarang, saya tidak bisa.. " Khanza menggeleng.


" Kenapa bukan kah semuanya sudah berlalu.. "


" tidak bisa, semuanya sudah berbeda, dan saya akan menikah sebentar lagi.. " ucap Khanza.


terasa di sambar petir di siang bolong, Nanda merasakan begitu sakit mendengar kata Khanza, wanita yang ia tunggu akan menikah, bertahun- tahun Nanda menunggu, dan kini setelah bertemu, Nanda harus menelan pil pahit, bahwa harapan nya akan benar-benar hancur.


" biarkan lah keluarga saya bahagia tanpa adanya saya, mereka akan jauh dari masalah, aib saya telah menyebar kemana-mana, dan itu yang sudah membuat keluarga saya hancur.. " lirih Khanza


" saya juga Hancur, ketika mendapati keluarga saya tidak mempercayai saya, mereka malah menjauh dari saya ketika saya butuh suport dari mereka, " Khanza tertunduk..


" banyak hal yang sudah saya lewati Nanda, lihat lah saya nanda, perjalanan ini membuat saya semakin dewasa,.. " ucap Khanza, air matanya tak henti mengalir..


Nanda masih menatap Khanza tak bergeming.


" kamu bahagia.. " tanya Nanda


" ya aku sangat bahagia dengan kehidupan ku sekarang. " Khanza menatap Nanda nanar.


Nanda menarik napas panjang, dan kembali menatap Khanza....


" baiklah lah jika itu sudah menjadi pilihan kamu... sebagai teman, aku selalu mendoakan yang terbaik.. " ucap Nanda, dia terus menahan air matanya agar tidak terjatuh...


" aku senang kita bisa bertemu, aku ingin kita tetap menjadi teman.. " kata Khanza dia memegang tangan Nanda.


" boleh aku peluk.. "


" tentu.. " Khanza tersenyum dan Nanda memeluk Khanza sejenak, melepaskan rindu yang tertahan sudah lebih dari lima tahun, membiarkan cintanya tetap bahagia, itulah pilihan nya sekarang,


" baik lah Khanzaku, sekarang aku benar akan melepaskan kamu, berbahagialah Khanzaku, aku ingin melihat hanya senyuman yang akan hadir mengisi hidupmu, hanya itu yang ingin aku dengar, biar lah perasaan ku, mengalir seperti dulu, yang tetap mencintaimu dalam diam, setidak nya kita masih bisa bertemu, aku sudah lebih dari bahagia. " lirih Nanda dalam hati.


Nanda melepaskan pelukannya, dan kembali menatap Khanza yang tersenyum kearahnya, dia membalas senyuman Khanza...


baginya Khanza akan tetap menjadi Khanza nya yang lugu. beda nya sekarang Khanza sudah berubah menjadi sangat dewasa, dia sudah melewati penderitaan selama ini, namun dia tetap berdiri kokoh...


" baik lah Nanda sekarang giliran kamu, apa kamu tau Kabar tentang keluargaku.. " Kata Khanza sungguh-sungguh.


" kamu ingin tau. " tanya Nanda.


" tentu, mereka keluargaku. " Khanza sama sekali tak melepaskan pandangan nya kepada Nanda, membuat Nanda sangat gemas di buatnya.


" akan ku ceritakan, tapi teraktirlah aku makan malam.. " ucap Nanda, membuat Khanza kesal.


" oke baiklah.. sekarang saja kita keluar, saya tidak bisa pulang sangat malam, ada yang menunggu ku di rumah.. "


perkataan Khanza membuat hati Nanda kembali merasakan sakit,


" siapa za,,, apa dia calon suami mu, aku sakit za, aku sakit hati. " lirih Nanda dalam hati,


sungguh Nanda ingin mengatakan semua perasaan yang dia punya selama bertahun-tahun ini, namun dia takut akan kembali kehilangan Khanza, Nanda takut apa yang pernah ia alami akan terulang, tidak peduli Khanza akan menikah. asal kan dia tetap melihat gadis nya ceria, dia tetap menemukan wajah Khanza ketika ia Rindu, Dia akan kembali seperti dulu mencintai Khanza secara diam-diam.


" oke lah ayoo.. " ucap Nanda.


mereka pun keluar dari komplek apartemen mewah yang ada di daerah jakarta pusat itu untuk mencari tempat makan, dan tempat yang santai untuk mengobrol...


Nanda akan melepaskan semua kerinduan nya kepada gadis yang ia cintai itu. setelah bertahun-tahun tidak bertemu, memang ada banyak yang berubah dari Khanza, sekarang dia nampak terlihat lebih berisi dan sangat dewasa, itu menambah satu poin kecantikan nya, selain itu Khanza tetap menjadi Khanza nya, yang selalu tampil natural dan tak pernah memakai make up yang berlebihan....


sungguh perasaan itu kembali bertambah, semua keraguan dan keputusasaan nya, saat ia kehilangan Khanza bertahun-tahun lamanya, tidak membuat perasaan nya luntur sedikitpun..


.


.


.


sebuah mobil terparkir apik di lobby mall Plaza Indonesia, Nanda dan Khanza turun dari mobil, kemudian Nanda menyerahkan kunci ke tukang parkir valet, dia dan Khanza akan menikmati kebersamaan setelah berpisah cukup lama.


...****************...