My Mine

My Mine
penyesalan Gio



Gio masih melihat CEO itu bertelepon ria bersama istrinya, hati nya memang sedikit kesal namun ia lega, Khanza sudah bersama orang yang tepat, sepertinya memang CEO di depannya orang yang sangat hangat.


" maaf... tadi istri saya menelpon.. " ujar Nanda ketika sudah menutup telponnya.


" tidak apa-apa tuan, saya mengerti. "


" jadi anda masih tinggal di semarang sekarang." pertanyaan Nanda membuat Gio tersentak kaget.


" anda tau saya tinggal di semarang.." tanya Gio, dia sedikit membuang pemikirannya tentang bagaimana suami Khanza bisa tau semua tentangnya.


" saya tau tuan, jadi sekarang ke intinya saja, apa maksud anda mencari tahu tentang semua data istri saya.. " Nanda sedikit menekan pertanyaannya, dari awal ia sudah penasaran dengan maksud dan tujuan Gio, setelah bertahun-tahun lamanya kenapa dia baru mencari tahu tentang istrinya. Gio sedikit terperanjat kaget mendapati pertanyaan seperti itu.


" anda tahu semuanya tuan.. " ujar Gio.


" saya tau... "


Gio terlihat menarik napas panjang, mengingat begitu banyak penyesalan dalam hidupnya, sesuatu yang memang tidak bisa terulang kembali seperti semula.


perasaan cinta yang sebenarnya memang ada, dia baru menyadari ketika Khanza sudah benar-benar pergi dari kehidupannya.


" tuan... saya mohon maaf sebelum nya jika semua itu mengganggu kenyamanan anda. " Gio tertunduk, dia terisak.


Nanda mengernyitkan Alisnya, tiba-tiba orang besar seperti Gio terisak di depannya.


" saya hanya ingin memastikan jika Khanza sekarang sudah jauh lebih baik, saya punya kesalahan yang memang tak mungkin Khanza memaafkan saya... saya Hanya ingin ia bersama orang yang tepat.. " jelas Gio. Nanda menatap laki-laki di depannya, dia melihat apakah ada kebohongan di balik wajah Gio Pernando, namun Nanda tau laki-laki itu tulus berucap demikian.


" kenapa setelah bertahun-tahun baru mencarinya." ujar Nanda. ia ingin tau alasan yang sebenarnya.


" sudah bertahun-tahun saya mencari dia tuan... tapi saya sedikitpun tak pernah menemukan kabar apapun, Khanza hilang dari pencarian saya. saya hanya ingin bilang maaf karena telah jahat kepadanya, saya tau cinta Khanza waktu dulu tulus sama saya.. saya bodoh tuan, hanya karena saya dendam kepada kakak nya saya menghancurkan kehidupan orang yang mencintai saya.. " jelas Gio ia semakin terisak, perasaan bersalah selalu menghantui nya selama ini.


ia selalu berdoa jika di beri kesempatan, ingin sekali bertemu dengan Khanza sekali saja, untuk menebus semua kesalahannya.


Nanda menatap Gio dengan tatapan nanar, ia iba kepada Gio... laki-laki di depan nya memang sebelumnya hanya memikirkan ego, hingga dia kehilangan permata yang indah, permata yang sudah ia dapat kan sekarang.


seperti dirinya juga yang mencari Khanza bertahun-tahun lamanya, di pertemukan karena perjodohan, mungkin jika bukan Khanza yang di jodohkan dengan nya, Nanda sampai sekarang pun masih belum menemukan perempuan itu,


itu lah sebab berkali-kali ia ucapkan rasa syukur atas takdir yang telah berpihak seperti dewi portuna yang memang selalu berpihak padanya.


" dia sudah bahagia sekarang, saya takut jika anda muncul lagi di kehidupannya, dia akan mengingat masalalu yang memang menyakitkan untuknya.." ujar Nanda.


" saya mengerti tuan, itulah sebab saya lega sekarang, mungkin penyesalan ini akan selalu ada dalam hidup saya, mungkin semua adalah siksaan karena saya telah berbuat jahat.. "


Nanda menarik napas panjang.. dan menatap Gio dalam-dalam, laki-laki yang terkesan dingin itu, sekarang sedang terisak di depannya, karena sebuah penyesalan.


" berdamailah dengan kehidupan anda yang sekarang, saya akan menjaga Khanza sebaik yang saya bisa,,. jika tuhan memang memberi kesempatan, akan ada kesempatan untuk anda meminta maaf langsung kepada istri saya.. "


Gio semakin terisak, ia begitu bersyukur betapa bijaksana nya suami Khanza ini,


" saya berdoa agar kehidupan tuan dan khanza selalu baik-baik saja.. " ucap tulus Gio.


" terimakasih, saya yakin, istri saya adalah orang yang baik hati, dia tidak akan mempunyai dendam kepada siapapun.. " ucap Nanda meyakin kan Gio.


" saya juga yakin begitu tuan.. "


sedangkan Gio yang memang mencintai Khanza dengan semua penyesalannya, Namun mendengar Khanza baik-baik saja dan hidup bahagia, sudah lebih dari cukup untuknya.


dengan bebas ia akan hidup tanpa bayang-bayang penyesalan nya, sudah bertahun-tahun hidup seperti itu, di bawah penyesalan yang menghantuinya.


setelah percakapan panjang lebar, Nanda dan Gio berpisah di kaffe itu, Nanda segera bergegas pulang karena sang istri sudah menunggunya di rumah... ia pun sudah rindu dengan wajah sang istri, meski hanya beberapa jam ia tak melihat senyum dari sang istri.


dalam perjalanan ia memikirkan apa yang dia bicarakan dengan mantan dari sang istri nya itu,


" bagus lah dia menyesal.." lirih Nanda.


Nanda terus melajukan mobilnya sampai ke kediamannya, ia memarkirkan mobilnya, sebagai orang besar seperti dirinya, sangat aneh memang jika dia kemana-mana tanpa supir atau tanpa asisten,


namun begitulah Nanda ia sudah terbiasa,


mengenai Gio, Nanda tidak akan membiarkan istrinya tau, Gio pun tidak akan pernah tau, kalau si kembar adalah anak kandung nya, Nanda akan membiarkan rasa egoisnya itu ada, dia tidak ingin Gio mengambil kebahagiaan keluarga kecilnya.


Nanda masuk ke kediaman nya, dia melihat sang istri nya tertidur di ruang keluarga, dengan tangan terjuntai, memegangi remot tv, ia tau istrinya sedang menunggunya.


keadaan rumah tampak sepi, orang-orang mungkin sudah tertidur. si kembar sudah tak terlihat lagi.


Nanda menggendong tubuh ramping istrinya dan memindahkannya ke kamar, setelah membaringkan tubuh istrinya di ranjang, Nanda keluar kamar lagi, ia masuk ke kamar si kembar, memastikan bahwa mereka memang sudah tertidur.


Nanda mengusap rambut si kembar pelan, ia memandangi wajah anak-anaknya.


" ayah akan melindungi kalian dari siapun, kalian adalah anak ayah sampai kapan pun.. " lirih Nanda. dia mencium kedua anaknya lalu kembali ke kamarnya untuk membersihkan badanya yang merasa sedikit cape untuk kerjaan hari ini.


setelah selesai mandi dia mendapati istrinya sudah duduk di ranjang, mungkin dia terbangun.


" mas sejak kapan pulang.. " tanya Khanza.


" sejak tadi, kenapa terbangung, tidur nya kurang nyaman ya.. " tanya Nanda.


" tidak kok mas, tadi aku nungguin, mas pulangnya larut sekali. "


" ya maafin mas ya sayang, tadi mas banyak banget kerjaan, mas juga harus meeting sama investor di perusahaan kamu.. " jelas Nanda.


" Maafin Khanza ya mas.. " lirih Khanza ia menatap iba ke suaminya.


" tidak apa-apa sayang.. " .


Nanda menatap wajah sang istri, begitu rindu ia kepada sang istrinya itu, Nanda mencium wajah istrinya..


mereka mengeksplor semua kerinduan di sana, malam itu menjadi saksi kedua manusia itu saling berpagut kembali, meski Nanda melakukan nya perlahan, namun sangat inti. mereka selalu menikmati satu sama lain.


.


.


.


.🌺🌺🌺😘😘😘