My Mine

My Mine
strategi Nanda



hallo😆


terimakasih yang sudah ngikutin cerita ini, masih lanjut kok, di usahakan juga ufdate sebanyak-sebanyaknya, dukung terus ya..


a**uthor juga udah nyiapin dua novel baru yang tak kalah seru dari novel ini**.


.


.


.


.


kedua orang sedang merpacu di bawah guyuran air sower, Khanza sedang mandi, tiba-tiba saja suami nya masuk dan ikut mandi bersama, apalah daya ketika sedang berdua apalagi dengan bert*lanjang bulat, pasti suami Khanza itu akan meminta hak nya, Dengan suka rela Khanza melayani apapun keinginan suaminya..


setelah aktivitas itu selesai, keduanya keluar dari kamar mandi, dan dengan telaten Nanda memakaikan pakaian istrinya, menyisir rambut sang istri sudah menjadi kebiasaan dia.


" mas mau keluar yah ada kerjaan.." ujar Nanda.


" kerjaan apa mas, ini udah jam tujuh malam loh.."


" tapi ini penting sayang, mau tak mau.."


" baiklah!!, jangan malam-malam pulang nya mas...."


" iya istriku, kamu jangan lupa Nanti makan sama tidur jangan terlalu malam yah.."


Khanza mengangguk dan tersenyum. Nanda memeluk tubuh sang istri erat.


" terimakasih istriku.." lirih Nanda.


" untuk.?"


" semuanya, aku sangat bahagia sama kamu."


" aku juga mas.. sangaaaaatt bahagia, terimakasih juga ya mas."


" emmm...... yaudah mas pamit dulu ya, jangan lupa si dede nya di kasih makan" kata Nanda sambil mengelus perut sang istri.


" hehehe iya mas..".


.


.


.


.


" tuan Gio Pernando, ahh anda sudah tiba.." ucap Riski, yang mendapati Gio ada di tempat restoran jepang itu.


" iya Riski... "


" maaf ya, tuan Nanda sepertinya belum sampai,"


" tidak papa Riski saya bisa nunggu.."


mereka memesan beberapa menu, dan sushi agar ada teman ngobrol, tak lupa keduanya juga memesan ocha panas, karena keadaan memang sedikit dingin di kota jakarta itu.


dua orang pria tampan bertubuh tegap berjalan memasuki restoran jepang yang ada di kuningan, Nanda dan Deri sama-sama memakai style santai, pada saat itu.


mereka menghampiri Riski dan Gio yang memang sudah sampai terlebih dahulu.


" tuan.." sapa Gio ketika mendapati Nanda sudah sampai, lalu mempersilahkan kedua pria muda itu ikut duduk bersama nya.


" ngomong-ngomong tuan, ada masalah apa di pekerjaan kita, hingga tuan meminta saya ke jakarta mendadak seperti ini.." tanya Gio, dia pun belum tau ada masalah apa, yang Jelas CEO itu meminta ia kejakarta siang itu, untuk membahas satu masalah.


" apakah istri anda ikut.." tanya Nanda.


" iya tuan,"


" bagus."


Gio semakin tak mengerti, dia mengernyitkan satu alisnya, mendengar pembicaraan Nanda yang menggantung.


" ada. tuan Gio, anda sama sekali tidak tau, kalau istri anda telah membuat rencana jahat, untuk membunuh istri saya..."


bagai tersambar petir di siang bolong, pupil mata Gio bahkan keluar betapa terkejutnya ia mendengarkan pernyataan Nanda saat itu..


" tuan jangan becanda mana mungkin istri saya bisa senekad itu,!!! saya tau, dia memang selalu iri dengan Khanza, tapi tidak kalau untuk melakukan hal jahat seperti itu.." tegas Gio, pernyataan Nanda memang tidak masuk di akal menurutnya.


" anda perlu bukti..." Nanda menatap wajah laki-laki tampan di depannya. kemudian ia memperlihatkan hasil retasan Riski di laptop milik Riski.


" ini istri saya.." ucap Gio, bibirnya bergetar, bagai mana tidak, untuk apa lagi Sisil melakukan itu, bukan kah usaha untuk mendapatkannya dari Khanza sudah berhasil, untuk apa lagi sisil mengincar Khanza.


" Tuan kita harus bagaimana,," tanya Nya, Gio menatap lekat wajah Nanda, agar ia melakukan sesuatu untuk menghentikan istrinya yang sudah gila!!.


" jadi benar anda tidak tau mengenai ini.." tanya Deri, sedari tadi ia sudah geram tau menau kalau kedua manusia itu pernah jahat kepada Khanza.


" saya sama sekali tidak tau tuan.." jawab Jujur Gio.


"lalu apa, maksud anda mencari tau tentang Khanza." Deri menekan kata-katanya dengan emosi yang masih bisa ia kontrol.


" saya sudah mencari Khanza bertahun, saya ingin meminta maaf atas semua kesalahan saya di masa lalu, hanya itu tidak ada maksud lain, setelah tau Khanza sudah menikah dengan laki-laki seperti tuan Nanda!! saya sangat lega, dan akan berhenti mencari tau tentang Khanza lagi.!!" jelasnya, hatinya sakit ketika kata-kata itu keluar dari mulutnya.. jelas saja, ia masih sangat mencintai Khanza.


" apakah benar seperti itu," tanya deri sekali lagi, dia hanya ingin memastikan laki-laki di depannya tak terlibat dalam aksi istrinya sendiri.


" iya tuan, saya tidak tahu, kalau istri saya bisa berbuat hal yang gila seperti itu.."


Gio tertunduk, bibirnya bergetar menahan tangis, kenapa ia harus punya istri yang gila, yang tak bisa menerima takdirnya sendiri.


semua orang paham perasaan Gio,


" satu-satunya cara, kita harus ikutin apapun yang sisil rencanakan, tugas anda!!, anda harus mengikuti istri anda kemana pun dia pergi." kata Nanda.


" tapi tuan itu akan sangat membahayakan untuk Khanza."


" saya tau, tapi inilah cara satu-satunya, saya mohon kerja sama nya.".


" baik tuan saya akan lakukan apapun yang saya bisa.. "


ke empat laki-laki itu kembali membuat Rencana, riski yang di tugaskan untuk meretas cctv hotel tempat Gio dan istrinya menginap,


di sana sudah menampilkan, seorang laki-laki masuk ke kamar hotel milik mereka, Gio terlihat mengepalkan tangan nya begitu geram dengan kelakuan sang istri.


" lihat lah dia tuan, laki-laki itu," tunjuk Riski.


" saya tau riski.." Gio menarik napas panjang, apalagi yang harus ia perbuat sekarang.


" tuan Gio !! dia bukan orang yang baik, dari awal saya sudah tau, Sisil bukan orang yang baik, dia hanya mengincar harta anda seharus anda bisa lebih hati-hati sama perempuan itu.." ujar Nanda.


" ya... pada kenyataannya memang dendam saya harus menghancurkan masa depan saya.." lirih Gio, penyesalan-penyesalan itu selalu menghantuinya.


" saya turut prihatian tuan, Namun sesuatu itu masih bisa di perbaiki... " ujar Deri.


" saya tau, mudah-mudahan saja.."


" tetaplah menjadi laki-laki yang smart seperti dahulu, bebaskan apapun yang menjadi pengganggu di pikiran Anda tuan.." ucap Riski.


" kau benar Riski, selama ini saya bukan diri saya, karena istri saya, saya berubah menjadi orang lain," . Gio tertunduk.


lebih dari satu jam laki-laki itu baru keluar dari kamar Hotel Gio, apa yang mereka lakukan selama itu, keempat laki-laki itu masih setia memperhatiakan kemana perginya laki-laki itu, kemampuan Riski memang patut di acungi jempol, benar saja dengan Cepat dia mampu meretas semua cctv jalanan yang di pakai laki-laku itu sampai pada tujuannya.


" gedung tua ini..." ujar Deri.


" ya benar, seperti nya markas mereka ada disini, kemungkinan besar, jika mereka menyulik nyonya Khanza pasti akan kesini.. " jelas Riski.


mereka semua mengangguk mengerti, dan membiarkan Riski tetap dengan layar laptopnya..


.


.


.


next😁