My Mine

My Mine
penjelasan masalalu



Khanza dan Nanda masuk ke kediamannya.. mereka di sambut hangat oleh seluruh keluarga yang ada disana, bagi Khanza ini sangat membahagiakan, keluarganya lengkap mereka menyambut Khanza dengan perasaan bahagia.


" anakku.." bunda Doris memeluk sang putri.


Khanza tersenyum dan membalas pelukan sang bunda tak kalah erat.


" ayah.." ucap Khanza juga memeluk sang ayah


" anakku.." kata sang ayah, Khanza bahagia dan mengeratkan pelukannya.


" hai adik manjanya mas.." kata Hendrik.


Khanza terkekeh dan memeluk kakanya itu.


setelah Drama itu selesai berlanjut dengan acara BBQ yang di adakan di kediaman itu, mereka bersuka ria, sahabat-sahabat Khanza juga datang kesana.. Khanza dan Nanda duduk di barisan para anak muda.. mereka berkumpul dan bercerita Ria, sedangkan sikembar sibuk mengganggu pakdenya, mereka terlihat sangat bahagia, Khanza juga sesekali terkekeh melihat bagaimana sikembar mengusili kakaknya itu.


" jadi tinggal dua pasangan ini, yang belum nikah.." kata Deri melirik kedua pasangan itu, mereka berempat hanya terkekeh kecil


" tunggu saja undangannya." kata panji.


dia tak hentinya merangkul uci manja, sepertinya hubungan keduanya semakin membaik dan semakin lengket saja, itu membuat teman mereka sangat lega,


" cepetlah nikah, kalian bakal tau rasanya gak buru-buru nikah dari dulu.. bener gak bro.." kata Deri dan mendapat kekehan kecil dari Nanda.


" Bener banget "ucap Nanda lantang..


mereka berdua langsung dapat tatapan tajam dari kedua istrinya.


" hehehe ampun yank.. " kata Deri kepada sang istri Ayu malah beranjak, ia begitu malu suaminya benar- benar akan membuat sahabatnya dengan mudah mengejek dirinya.


" yank ampun yank jangan marah.." Deri terus mengejar Ayu yang kalau marah memang tak bisa di bujuk.


Khanza hanya menatap Nanda ia memang tak berkata apapun


" hehehee.." Nanda terkekeh, dia begitu salah tingkah di tatap seperti itu oleh istrinya, sedangkan semua teman-temannya itu mentertawakan kelakuan sahabat bersama para suaminya itu...


berkumpul seperti itu sangat jarang, Khanza bersyukur telah bertemu keluarganya, dan dengan tangan terbuka mereka juga menerima si kembar, hal yang selalu Khanza takutkan, telah di buang sirna oleh sang suami, Khanza berkali-kali menatap Nanda, ia begitu mencintai suami nya itu, dia berjanji akan melayani Nanda dengan sepenuh hati, selayaknya istri seperti yang lainnya.


,


......................


Khanza membereskan semua barang-barang Nanda dan memasukannya ke lemari baju milik suaminya itu, sebagai istri ia akan melakukan itu sendiri tanpa merepotkan orang lain.


setelah terjadi perdebatan dimana ia akan tinggal bersama keluarga kecilnya Nanda ingin membeli rumah Baru dan membawa Khanza pindah dari rumah pondok indah, namun Khanza bersikukuh bahwa dirinya ingin tetap tinggal disana, Khanza tak mau meninggalkan rumah yang begitu banyak kenangan bersama almarhum ibunya itu..


Akhirnya mau tak mau Nanda menuruti keinginan sang istri, agar istrinya tidak merajuk kepadanya.


tok tokk tokkk


terdengar pintu di ketuk masuklah laki-laki tampan nan gagah.


" bisa bicara dulu dengan mas ca.." kata Hendrik.


" Nanti sore mas sama bunda dan ayah akan langsung pulang kesemarang.." kata Hendrik.


" loh kok gitu mas buru-buru banget. " Kata Khanza, ia begitu menginginkan keluarga nya tinggal di jakarta lebih lama.


" kerjaan kami tidak bisa di tinggal lama-lama ca." kata Hendrik.


" tapi caca masih rindu kalian." Khanza tertunduk ia begitu sulit menerima, kalau ia harus berpisah dengan keluarga nya lagi, Hendrik menarik napas panjang.


" bulan depan datanglah kesemarang.. mas akan melamar seorang gadis." kata hendrik justru membuat Khanza terperanjat, antara kaget sekigus bahagia, akhirnya kakak nya itu akan menikah.


" sungguh mas.." hendrik mengangguk cepat, ia selipkan senyum untuk meyakinkan sang adik, Khanza memeluk kakak nya itu ia sangat bahagia, mendengar kabar ini.


" siapa wanita yang berhasil memenangkan hati mas yang dingin ini." kata Khanza dia terkekeh.


" ingat dulu gak?. mas minta kamu kejakarta untuk ketemu teman mas, teman itu sebenarnya adalah kekasihnya mas.. " kata hendrik.


Khanza sangat bahagia untuk pertama kali kakanya itu bercerita tentang kekasihnya.


" mas caca sangat bahagia mendengar ini semua. Nanti caca akan kesemarang bersama anak-anak dan mas Nanda " kata Khanza, dia memegang tangan sang kakak.


" oh ya ca.. kamu pasti bahagia dengan Nanda, dia banyak sekali berjasa di keluarga kita." ucap sang kakak membuat Khanza sedikit keheranan


" maksud mas.." tanya Khanza.


perlahan Hendrik menceritakan Nanda yang begitu banyak berjasa untuk keluarganya...


hendrik menceritakan bahwa Nanda yang memberi tahu mereka alasan Khanza kabur dari keluarga.


hendrik juga menceritakan soal bagaimana Nanda meminta bantuan orangtuanya, untuk membantu perusahaan keluarganya yang hampir bangkrut, dengan Syarat dia harus menjadi CEO, padahal dari dulu Nanda sudah sangat menolak, karena alasan itulah, Nanda selalu jauh dari orang tuanya, sampai ia bertolak kesemarang


Hendrik juga menceritakan bagaimana terpukul nya Nanda, saat Khanza tak kunjung menghubungi keluarganya. padahal dari awal Hendrik sudah menyusun rencana dengan Nanda.


karena Hendrik dan Nanda sudah mengetahui apa yang terjadi antara Khanza dan kekasihnya itu. Hendrik juga menceritakan bahwa Gio sebenarnya adalah temanya, persahabatannya Hancur hanya karena masalah perempuan, Gio mencintai kekasihnya Hendrik yang akan menjadu istrinya itu.


itulah sebabnya kenapa Gio ingin sekali menghancurkan Khanza dan keluarganya,


Khanza menitikan air matanya mendengar sang kakak bercerita, kini ia paham kenapa dulu Kakanya begitu over dan sangat menjaga Khanza


" sebenarnya mas sudah curiga, saat caca cerita dia begitu tertutup.. " lirih Hendrik.


" kenapa mas gak pernah bilang sebelum nya sama caca.." khanza sudah terisak.


" mas ingin memastikan semuanya, pertama kali mas lihat Nanda, mas yakin dia bukan orang yang sembarangan, makanya mas berani cerita, dan ternyata mas benar, Nanda sangat mendalami dunia syber, dia mencari tau semuanya.. awalnya mas terpukul atas apa yang sudah terjadi sama kamu ca.. tapi mas harus tetap kuat demi kamu.." lirih Hendrik, Khanza semakin terisak mengetahui kebenaran itu..


" mas sengaja minta kamu kejakarta, agar kamu di jaga oleh orang yang mas percaya, sementara mas dan Nanda berusaha menghapus notif vidio itu, dan membalikan perusahaan ke angka stabil.. tapi malah kami kehilangan jejak kamu.. "


" tahu kah kamu ca.. Gio marah besar dia gagal menghancurkan keluarga kita itu semua berkat Nanda ca.. " hal masalalu itu sangat menyakitkan bagi Khanza maupun Hendrik.


" ayah sangat terpukul, dia merasa bersalah setelah ngusir kamu, saat tau kamu hanya korban.. ayah drop dan dia di rawat di rumah sakit.." Khanza terisak, begitu menderitanya keluarganya karena dirinya.


penjelasan Hendrik membuat ia mengerti semuanya, akar masalahnya hanya karena sakit hati, antara Gio atau pun sisil...