My Mine

My Mine
Si kembar kedua



.


.


.


setelah berbulan-bulan berlalu, Hari ini adalah jadwal Khanza oprasi cecar, karena pertama lahiran juga Cecar, dokter menyarankan alangkah lebih baiknya jika Khanza melakukan oprasi cecar lagi.


Khanza memasuki ruang oprasi dengan was-was, di dampingi sang suami yang tak lepas memegang tangannya erat, berulang kali Nanda mencium kening sang istri, sebentar lagi baby Boy nya akan lahir ke dunia. mereka berdua menantikan kebahagiaan nya itu setelah berbulan-bulan. Khanza terus meneteskan air matanya saat dokter memulai oprasinya.


setelah dua jam terlewati lahir lah baby boy yang di nantikan nya selama ini, suara tangisan menggema di seluruh ruangan.


Khanza menangis haru melihat baby nya sudah di gendong suster untuk di bersihkan, dan Nanda menangis di samping Khanza. ini adalah kali pertamanya dia menemani sang istri melahirkan di ruang oprasi, Nanda terus menghujani ciuman kepada sang istri sebagai bentuk pengekspresian nya bahwa dia sangat bahagia.


" terimakasih sayang!! terimakasih.." lirih Nanda. Dan Khanza mengangguk menanggapi suaminya, suster memberikan bayinya ke pangkuan Khanza, si bayi akan menyusu sambil tengkurap di tubuh Khanza, dengan gemas baby itu menyusu untuk pertama kalinya, Khanza hanya memandang wajah baby nya, tangisan tak berhenti air matanya terus mengalir.


" welcome to the word baby boy, Danendra Abhimanyu.." lirih Nanda dia mengelus pelan pipi gemul baby nya itu.


" Danendra Abhimanyu, Nama yang indah mas.." ulang Khanza.


" terimakasih sayang.." dengan sayang Nanda mencium kening sang istri lagi dan lagi, mengulang-ulang kata terimakasih kepada Khanza karena kebahagiaan yang sudah tercipta oleh sang istri.


" Adzani mas..." Khanza menyerahkan baby nya, dan Nanda mulai melantunkan Adzan, Khanza menatap suaminya yang mengadzani putranya, Khanza menyaksikan hal itu dengan haru.


setelah di Andzani baby nya kembali di gendong oleh suster, Nanda terus memegang tangan sang istri erat.


" terimakasih sayang.." lirih Nanda, setelah lama mereka keluar dari ruang oprasi menuju ruang rawat Khanza. Disana semua keluarga dan teman-teman Khanza sudah menyambut Khanza penuh Haru.


" buk Khanza jangan banyak gerak dulu ya.!! harus istirahat total." ucap suster ramah, saat Khanza tiba di ruangannya.


" terimakasih suster,," jawab Khanza.


" tolong ya tuan istrinya di jaga. biar dia istirahat...." ujar Suster itu kepada Nanda.


" iya siap suster... " Ucap Nanda.


" Ibu.. " ujar Key, si kembar itu memeluk Khanza.


" kemana adek nya ibu, kok gak ada.." tanya kel polos.


" Adek nya bobo sayang!!, gak boleh di ganggu.."


" oh gitu..." jawab Kel, dia agak sedikit kecewa karena tak melihat adik barunya.


" uuhh anak ayah gak boleh cemberut dong, Nanti ketemu kok, adek nya pasti di bawa ke sini.." kata Nanda ia tau si kembar sangat kecewa.


" bener ya ayah.."


" bener dong, asal kalian mau makan, ayah dangar kata bi Indri kalian enggak mau makan.." kata Nanda dia melihat kedua anaknya. memang paling ampuh jika si kembar sudah di bujuk oleh sang ayah.


" ya ayah kami mau makan.." ujar key kemudian.


" bagus.. sini peluk ayah.." si kembar memeluk Nanda.


" bi anak-anak mau makan katanya.." kata Nanda ke bi Indri.


" oh iya tuan, yu sini sama bibi..." ajak bi Indri.


Khanza tersenyum melihat adegan itu, memang paling ampuh jika si kembar sudah di bujuk Nanda.. mereka akan langsung nurut, sipat penyayang Nanda membuat si kembar semakin merasa bahwa mereka juga di prioritaskan.


" anakku, selamat ya sayang .." ucap bu Laras.


" iya mama, terimakasih ya ma." jawab Khanza.


semua sahabat-sahabat Khanza juga memberikan ucapan selamat dan memberikan hadiah untuk baby boy nya.


Mita juga sudah menikah sama Dimas dan Mita sedang mengandung sekarang, Uci juga sudah menikah dengan Panji. teman-teman Khanza sudah hidup bahagia dengan cintanya.


" Aduuuhhh.." pekik Ayu.


" kenapa Yu??.." tanya Mita.


" Kayanya kontraksi deh.." katanya Santai berbalik dengan suami nya yang panik.


" sayang!!, it's oke, jangan panik gitu ah.." kata Ayu santai.


" aduuh masih sakit gak.." tanya nya, dan Ayu mengangguk pelan. sebisapun dia tenang karena apa yang dia pelajari saat Yoga dia harus tetap tenang saat ada kontraksi kecil, itu biasa saat akan melahirkan.


" Aduuduuuhh." Ayu kembali meringis, kali ini sakit nya memang semakin kuat.


" aduhh gimana dong.." Deri cemas.


" Tenang Der!! tolong dong ada yang bantu, kaya nya Ayu akan melahirkan juga.." ujar Nanda saat ada dokter masuk ke ruangan...


Seorang perawat membantu memapah Ayu untuk ke ruang bersalin di ikuti Deri dan teman-teman yang lain..


" gak papa kan za kita tinggal.." kata Mita.


" Gak papa aku ada mas Nanda sama mama papa juga kan di sini.." ucap Khanza.


" ya sudah kami temenin Ayu ya za.."


" iya.."


mereka semua pergi Dari ruangan Khanza untuk menunggu baby girl nya Ayu lahir.


.


.


.


Semua orang berkumpul dan tampak cemas, sudah empat jam Ayu di ruang bersalin, dia memilih lahiran Normal karena tubuhnya memang mengkondisikan. dan Deri meskipun cemas tapi tetap menuruti keinginan istrinya, padahal jika Cecar itu akan lebih mudah, Namun Ayu kekeh ingin lahiran normal.


sudah enam jam berlalu. barulah Suara tangisan bayi terdengar dari ruangan, itu artinya Ayu telah berhasil melewati masa lahirannya.


semua orang yang cemas tampak bernapas lega, Akhirnya Ayu pun telah melahirkan di hari yang sama dengan Khanza, dan telah lahir baby girl, itu artinya anak Ayu dan Khanza seperti kembar kedua setelah lahirnya si kembar enam tahun silam.


kebahagian tampak terpancar dari wajah Deri saat keluar dari ruangan. Panji dan Dimas berhambur memeluk suami dari sahabat nya itu..


" selamat ya bro.." ucap Panji.


" thanks ya kalian semua.." Deri benar sudah menjadi seorang ayah sekarang.


.


.


.


" yu selamat ya..." ujar Uci Dia merangkul Ayu, kebahagiaan sahabatnya adalah kebahagiaan dirinya juga.


" iya Ci makasih ya.."


" selamat ya yu.. " ujar Mita ia juga memeluk Ayu.


" pokoknya makasih banyak ya buat kalian, ."


" siapa Nama Baby nya. " tanya Dimas.


" Almeera Mahendra.." jawab Deri.


" Cantik sekali namanya..."


hari itu penuh dengan suka cita bagi Khanza mau pun Ayu, mereka melahirkan di hari yang sama dan di tempat yang sama,


seperti yang mereka ingin kan kedua anak itu, akan tumbuh bersama-sama seperti sodara kembar. tetapi setelah melahirkan Deri berencana mengajak Ayu pindah ke apartemennya. sudah saat nya mereka hidup mandiri tanpa bantuan apapun dari Khanza, meskipun pada awalnya Khanza tidak setuju dengan usul Deri tapi pada akhirnya Khanza mengijinkan mereka tinggal terpisah darinya...


.


.


.