My Mine

My Mine
pernyataan Panji



Khanza dan Nanda tampak anggun keluar dari mobil, dengan menggandeng kedua anaknya,, dia memakai gaun yang sangat indah malam itu, Khanza menata rambutnya, dengan sedikit menambahkan pernak pernik, membuat penampilah sangat sempurna.


rombongan nya masuk ke Aula sebuah hotel bintang lima di semarang, tempat acaranya di adakan...


Khanza langsung di sambut hangat oleh seluruh keluarga, yang memang sudah berkumpul pada saat itu, tak lupa ia juga memperkenalkan suami dan anak-anaknya kepada seluruh keluarganya.


teman-teman Khanza sangat menikmati pesta malam itu, cukup meriah dan mewah, Karena keluarga Khanza adalah pembisnis, sangat wajar jika pesta bisa se meriah ini, banyak tamu undangan dari berbagai relasi dan partner perusahaan nya. sebagian dari mereka juga mengenal Nanda dan Khanza, karena mereka sekarang sangat terkenal di dunia bisnis, apalagi Nanda sebagai seorang CEO muda, sepak terjangnya sudah sangat di ketahui oleh para pembisnis itu.


" mas Hendrik..." Khanza memeluk kakak laki-laki satu-satunya itu..


" mas selamat ya.... Caca sangat bahagia untuk mas, semoga semuanya lancar cepat dapat momongan.."


" amin... terimakasih adikku.."


" ini pasti kak Crystal.." tunjuk Khanza kepada perempuan Cantik yang ada di sebelah kakak nya..


" hallo adik ipar.." tak segan mereka saling merangkul dan ini adalah pertemuan pertama mereka, seharus nya lima tahun lalu Khanza dan kakak ipar nya itu bertemu..


" mas Hendrik selamat ya.." Nanda memeluk kakak iparnya.


" terimakasih ya Nanda, gimana adikku, ngerepotin gak?"


" oh sangat mas, tapi itu membuat aku lebih jatuh hati kepada istriku.."


semua orang yang di sana tertawa menanggapi omongan Nanda, termasuk Khanza dan Crystal. tak lupa teman-teman Khanza juga memberikan selamat...


semua Nanpak menikmati jamuan yang mewah di pesta, sampai Khanza pun tidak menyadari keberadaan Gio yang sejak tadi memandanginya dari jauh, ia juga menelisik kemiripan si kembar dengan nya adalah benar, mereka benar-benar mirip dengan nya. jika mereka di gandeng olehnya, orang-orang pasti akan bisa langsung menebak, bahwa mereka adalah anaknya.


" udah sayang jangan terlalu banyak makan, Nanti perutnya sakit loh.." Khanza benar-benar menikmati makanannya hampir semua makanan ia coba.


" habis ini enak.." Khanza memelas karena suaminya tak mengijinkan ia makan lagi.


" emang gak sakit perutnya.."


Khanza menggeleng, baginya ia hanya ingin makan saja.. tanpa memperdulikan apapun lagi. mungkin bawaan bayi, Nafsu makan nya memang sangat bertambah.


" yaudah iya boleh... makan yang kenyang ya dede.." Nanda mengelus perut rata Khanza.


" tentu ayah. "


Nanda hanya menggeleng melihat tingkah gemas Khanza, dia begitu bahagia bisa menikmati moment ini, moment di mana ia menemani Khanza pada masa hamil,,, dia senang dengan kenyataannya bahwa di dalam perut istrinya ada kehidupan yang lain, hasil dari buah cintanya.


" udah za.. jangan terlalu banyak makan deh, " kata Mita, ia mengambil alih piring dari Tangan Khanza,


" jangan dong mit biar aku habiskan.." Khanza memelas.


" no za.. ini udah banyak banget.."


" udah si mit, lo gak tau aja orang hamil.." timbal Ayu.


" tapi lo gak gitu amat deh.." kata Mita,


" karena hormon orang hamil itu beda-beda mit. gak bisa di samain,"


" gitu ya... "


" udah biarkan lah anakku sedang makan di dalam, " Nanda mengambil piring itu dari mita, dan memberikannya lagi pada sang istri, Khanza hanya mengambil piring lalu menyantap makanannya lagi tanpa memikirkan apapun


" enak banget dia!!! makan banyak aja gak gemuk-gemuk.." gerutu Uci, memikirkan kalau dia saja yang makan banyak begitu, pasti berat badanya langsung nambah😅.


" ah beda orang beda keberuntungan.." celetuk panji, yang langsung dapat tatapan tajam dari kekasihnya. sedangkan mereka hanya tertawa melihat tingkah dari kedua temannya itu.....


......................


.


.


.


.


hari terakhir di semarang mereka menghabiskan masa liburan nya ke taman bunga celosia bandungan. tempat indah Nan luas.


tempat itu mengingatkan kepada dua manusia, yang sekarang sudah menikah.


bahkan poto Khanza yang di sana juga banyak tertempel di ruangan rahasia suaminya.


Khanza senang jika mengingat hal di masa lalu itu, membayangkan jika pada saat itu suami nya sudah mencintainya..


" apa yang bisa di ulang yank!!!.. " tanya Nanda ia begitu penasaran.


" waktu, andai aku tau kamu mencintai ku dari dulu, pasti kisah kita tidak akan sepanjang dan seribet ini..."


" emmm sayang..." Nanda langsung merangkul tubuh istrinya, iya juga kenapa tidak dari dulu ia mengungkapkan segala perasaannya, kenapa harus nunggu bertahun-tahun. terkadang memang jalan nya harus serumit ini untuk bahagia, bagaimana pun akhirnya, Nanda ingin bersama istrinya sampai akhir hayat.


" jangan lama-lama nih meluknya!! di tempat umum sayang.."


" hehehe..." Nanda hanya terkekeh, lalu melepaskan pelukannya.


" ibu.... " teriak si kembar yang menghampirinya.


" iya sayang.. " Khanza berjongkok, menyamai tinggi si kembar.


" buat ibu.." kel menyodorkan ice cream coklat untuk ibunya.


" terimakasih nak.." ..


.


.


.


sedangkan panji dan Uci berjalan-jalan dengan bergandengan tangan,..


" lucu ya mereka yank.!! mereka beruntung punya orang tua seperti Khanza dan Nanda." lirih Uci.


" kamu suka." tanya panji.


" tentu..."


" ingin punya anak.." tanya panji lagi.


" setiap perempuan pasti menginginkan punya anak dan menikmati moment hamil, .."


" ayo menikah.." ucap panji lantang.


Uci menghentikan langkahnya, dan panji juga ikut berhenti, mengikuti uci, perempuan itu menatap kekasih nya lekat, dan dia terkekeh, menanggapi pembicaraan panji yang menurutnya hanya berguyon, karena laki-laki itu memang suka sekali bikin guyonan.


" ampun yank!!! hahaha, kalau bercanda jangan berlebihan.."


" Aku serius.."


terlihat Uci menghentikan tawanya, dia menatap panji menelisik keseriusan disana...


" kamu serius,"


Dan panji mengangguk cepat.


" ya!!.. aku serius.."


tanpa segan Uci memeluk tubuh kekasihnya erat, tidak ada kata-kata yang perlu ia ucapkan, semestapun tau dia bahagia saat ini..


" terimakasih.."


" aku telah yakin dengan kamu, aku ingin kamu, kita menua bersama ya.."


dengan cepat uci menganggukan kepalanya, dan melepaskan pelukannya. terlihat tetesan air mata bahagia keluar dari kelopak mata indahnya😊❤


tak lupa panji menyematkan cincin berlian di jari manis Uci, rupanya memang semua ini sudah ia siapkan, dia sudah akan melamar Uci, dia hanya menunggu waktu yang tepat saja.


" cie...." semua teman-teman yang memperhatikan keduanya ikut bahagia.


sedangkan kedua manusia itu kembali saling berpelukan, Uci menangis bahagia, tidak menyangka, laki-laki seperti Panji, akan serius bersamanya, panji mencium kening Uci sayang, entah kapan perasaan sayang itu ada, yang jelas keduanya sangat berbahagia


setelah mereka pulang ke jakarta, keduanya akan menyiapkan acara untuk segera mengadakan pernikahan...


.


.


.


.