My Mine

My Mine
Berdetak kencang.



semua Nampak sibuk satu minggu ini untuk mempersiapkan Pernikahan Khanza dan Nanda,


Khanza sudah meminta, bahwa pernikahan nya hanya ingin yang sederhana saja, mengundang orang-orang yang penting saja namun sang mama menolak dan kekeh bahwa pernikahan nya harus semewah mungkin, karena ini adalah pernikahan anak semata wayangnya, sang mama ingin pernikahaan ini di ingat oleh semua orang, Khanza membiarkan calon mertuanya berbuat sesukanya meski ia pun harus di buat pusing karena sang mama sangat antusias...


setelah menjemput mereka ke sekolah, Khanza mengajak si kembar jalan-jalan sebelum pulang ke rumah, hari ini dia tidak akan ke kantor, semua urusan Kantor sudah ia berikan tanggung jawabnya kepada Deri, ini atas permintaan sang calon ibu mertua nya juga, bahwa mempelai wanita harus sudah cuti bekerja seminggu sebelum pernikahan.


Khanza tidak ambil pusing soal itu, ia sangat mempercayai Deri, hari ini ia akan menghabis kan waktu bersama anak-anaknya, hanya bertiga.


" ibuu... mau ice cleemm. " kata key, perkataan nya memang belum sepasih orang dewasa, key berlari ke kedai ice cream.


" hati-hati sayang. jangan lari-lari ya.. " teriak Khanza..


setelah memberi ice cream untuk kedua anaknya, khanza kembali menggandeng kedua anak itu dan masuk ke toko mainan, membeli mainan, baju anak-anak dan mengajak mereka bermain di stor permainan yang ada di mall itu,...


dia sangat bahagia sudah lama, ia tak menghabiskan waktu bermain bersama anak-anak nya, Khanza menjadi iba perhatian nya berkurang, bahkan ketika pekerjaan nya sangat banyak, ia terpaksa harus pulang larut malam dan ketika pulang dia mendapati anak-anaknya sudah tertidur, rasa bersalah selalu menyeruak menyakiti sekitar hatinya.


sebagai ibu ia sangat terpukul, Khanza takut anak-anaknya membencinya, meskipun saat ini sudah ada Ayu yang ikut mengurus keperluan mereka, tetap saja sebagai ibu ia perlu mempersiapkan semuanya untuk anak-anaknya.


setelah puas bermain Khanza mengajak anak-anak nya makan di Restoran jepang yang sangat di sukai anak-anaknya, si kembar memang suka sekali makan sushi,


.


.


.


sebuah mobil sudah terparkir di basment mall,


" bagaimana.? " tanya Riski sang asisten Nanda kepada mata-mata yang di tugaskan dirinya.


" di Restoran sushi tei lantai 3 tuan.. " ucap seseirang di balik telepon itu.


" baik terimakasih.. " Riski memutuskan sambungan telepon.


" Restoran Sushi tei lantai 3 tuan. " kata Riski.


" oke Riski terimakasih banyak, kau boleh istirahat hari ini, pulanglah.. " ucap Nanda.


" baik tuan.. "


Nanda keluar dari Mobil itu, dan masuk ke lift membawanya ke lantai tiga untuk menghampiri sang pujaannya berada.


selama di singapore Nanda sangat uring-uringan, Khanza sama sekali tidak mengabari keadaanya, dan Riski akan rela menjadi sasaran sang tuan yang mood nya sedang tidak baik itu.


Akhirnya Nanda meminta Riski untuk menyewa mata-mata terbaiknya, agar bisa mengetahui kemana pun Khanza pergi sekaligus menjaganya, karena Sudah jarang sekali Khanza bepergian dengan Deri, sekarang Deri lebih pokus ke perusahaan dari pada menjadi bodyguard Khanza itu pun atas permintaan Khanza...


Nanda sengaja meminta mata-mata itu untuk mengawasi Khanza diam-diam, mengikuti Khanza kemanapun Khanza pergi, tanpa sepengetahuan Khanza, begitu besar rasa cinta yang ia Rasakan, hingga satu jam pun ia tak mendengar Kabar Khanza, ia akan sangat marah...


Nanda memasuki Restoran itu, benar saja wanita pujaan nya ada disana, wanita yang sangat dia Rindukan tengah duduk dan tertawa bahagia dengan kedua anaknya, wanita yang terlihat tidak punya beban, padahal dalam hati merindukan sosok orang tua, dan menginginkan kehadiran mereka....


Nanda menghampiri mereka, dan langsung di hamburi oleh si kembar, yang bahagia mendapati calon ayahnya ada menghampiri mereka.


" heyy anak-anak uncle.... lama gak ketemu ya.. " Kata Nanda, dia sedikit mencubit halus pipi si kembar...


" iya.. uncle kenapa pelgi nya lama.. " ucap Key manja, dia menatap Nanda dengan mata polosnya...


Nanda terus mendekap kedua anak itu sayang, mengelus kepala mereka lembut.


Khanza melihat pemandangan itu takjub, ternyata benar Nanda sangat dekat dengan anak-anaknya, jantung nya kembali berdetak kencang, khanza mengutuki perasaan nya yang lagi-lagi ada ketika melihat Nanda, siapa yang tidak akan terpikat, laki-laki tampan itu sangat dekat dengan anaknya.


" baik lah anak-anak uncle juga sangat lapar, mari kita makan bersama.. " kata Nanda melepaskan pelukan dari si kembar.


" iya uncle ayoo.. " ucap si kembar.


Nanda duduk dan melihat Khanza yang sedang tertegun melihat ke arahnya..


" hai.. apa kabar.. ?" kata Nanda, Khanza terperanjak kaget dan mengembalikan kesadaran nya.


" ya.. aku baik . " jawab nya kikuk.. Khanza berusaha menekan perasaan nya jauh-jauh.


" bagaimana harimu. kenapa tidak bekerja.. " tanya Nanda.


" mama meminta aku cuti... kamu gimana. ? " tanya balik Khanza, keadaan janggung ini benar-benar Khanza benci.


" emmm sangat membosankan... aku sangat membenci pekerjaan ini. " lirih Nanda Khanza terkekeh.


" ko ketawa.."


" pekerjaan itu di nikmati, kaya makanan, prosesnya akan berjalan... anggap saja kita sedang bermain-main.. " kata Khanza, Nanda terkekeh..


" pemikiran kamu masih sama seperti dulu, aku sangat takjub, wanita polos ini telah berhasil menjadi seorang ibu dari dua orang anak, kamu hebat.. " Nanda memuji Khanza, itu benar-benar membuat jantung Khanza kembali berdetak kencang, bisa-bisa Nanda membuat perasaan nya terkoyak begitu mudah, setelah sekian lama ia tak merasakan hal itu, Khanza masih menatap Nanda, yang terus tersenyum kepadanya, Khanza berpaling menjadi menatap si kembar yang sedang asik makan makana kesukaan mereka, dia harus menahan perasaannya, jika terus menatap Nanda, jantung nya akan semakin berdetak..


" baik lah anak-anak.. setelah ini mau kemana.. " tanya Nanda. si kembar sangat antusias namun sebelum menjawab Khanza sudah berbicara terlebih dahulu.


" kita pulang saja, omma sama oppa udah nunggu di rumah.. " kata Khanza, tentu itu membuat anak-anak merubah mimik muka nya.


" emmmm begitu, baik lah kalau gitu, kita main nya di rumah saja ya.. " Nanda menenangkan si kembar yang akan merajuk.


" benel ya uncle gak pelgi nanti.. " ucap Kel


" benar,,, uncle akan temani kalian hari ini... "


" yeee.... " si kembar sangat bahagia..


Khanza menggeleng kepalanya, dia sengaja ingin pulang, dekat lama-lama dengan Nanda membuat hati nya tak karuan, perasaan nya tak seperti dulu lagi,


akhir nya setelah makan mereka pulang bersama-sama, tawa riang selalu terdengar dari si kembar, mereka memang sangat bahagia akan kehadiran Nanda, mereka merindukan Nanda.


seperti nya mereka memang benar ingin Nanda menjadi ayah pengganti..