
Sudah hampir 2 minggu pun gio dan merry di rawat di rumah sakit .
Selama masa pemulihan mereka jarang sekali bertemu satu sama lain .
Kala itu gio dan merry sudah di perbolehkan untuk pulang oleh dokter dan melakukan rawat jalan . untuk sementara mereka berdua tinggal dirumah kikan dan juga rey .
Sesampainya dirumah ,
kikan dan juga rey mengantar merry dan gio kedalam kamar mereka
" Ma .. Pa .. Maaf , gio dan merry sudah merepotkan mama sama papa satu minggu terakhir ini " ucap gio
" Gara gara merry sakit jadi menyusahkan kalian semua . " sambung merry
" kalian ini bicara apa , kalian itu anak anak papa sama mama . Jadi tidak ada kata menyusahkan " saut rey sembari mengernyitkan dahinya
" iya nak , kalian sama sekali tidak merepotkan kami " ucap kikak , merry pun langsung memeluk mamanya tersebut .
" kalian istirahatlah , papa dan mama juga mau istirahat " perintah rey , gio dan merry pun mengiyakannya , kikan dan rey langsung berlalu keluar meninggalkan kamar mereka .
" gio aku sangat bosan " ucap merry seraya merebahkan tubuhnya diatas tempat tidur .
" apa kau ingin membaca buku ? " tanya gio ia pun mendekati merry .
" tidak . kepalaku masih sedikit pusing , kalau membaca buku nanti tambah pusing " seru merry
" yasudah jika tidak mau baca buku istirahatlah " ucap gio dengan menyibakkan rambut merry , merey pun mengangguk tanpa bersuara .
" apa pinggangmu masih terasa sakit ? " tanya gio
" sudah tidak , tapi hanya jahitan nya sedikit terasa nyeri saja " ucap merry dengan mendesis . Gio pun tertawa melihat mimik wajah merry .
" kenapa kau tertawa ? Apa ada yang lucu ? " tanya merry
" iya kau sangat lucu " saut gio , ia memeluk tubuh merry dengan begitu erat , mereka berdua beradu pandang sejenak , gio menyapu bibir merry yang terlihat merah dengan jarinya . Merry pun menelan ludahnya dengan begitu keras ,gio menyatukan bibirnya dengan bibir merah di hadapanya tersebut ia melumatnya dengan habis ,
perlahan ia beralih mencium leher jenjang merry ,
Sudah lama mereka berdua tidak pernah bercumbu mesra Saat gio tau merry sakit karna ia begitu menghargai istrinya .
Merry memejamkan mata menikmati sentuhan bibir gio , gio pun menggigit lembut bibir merry , merry mencoba membalas gigitan lembut bibir suaminya itu, namun ia terlihat begitu kaku saat membalasnya . Gio sejenak menghentikan ciumannya .
" kita ini menikah sudah hampir satu tahun tapi kenapa kau masih saja tidak bisa caranya membalas ciumanku " tanya gio
" hanya masalah ciuman saja kau permasalahkan ! Yasudah Mulai sekarang tidak usah menciumku ! " celetuk merry seraya membuang wajahnya , gio pun tersenyum
" kau ini , begitu saja marah " seru gio , ia mencoba mencium merry kembali .
" tidak usah menciumku ! Menjauhlah " teriak merry
" sayang .. Kenapa kau jadi marah seperti ini ? Ayolah " pinta gio
" jangan dilanjutkan lagi ! Lagipula dokter masih melarang kita untuk berhubungan selama beberapa bulan kedepan " ucap merry
" oh iya aku sungguh lupa .." ujar gio dengan menepuk jidatnya , ia sejenak melirik merry
" tapi dokter tidak melarang kita untuk berciuman " imbuh gio menggoda
" dasar .. kau ini bisa saja " celetuk merry menahan senyumnya , mereka berdua pun kembali berciuman menikmati setiap sentuhan demi sentuhan Meskipun sesekali harus menahan nafsunya .
Gio melingkarkan tangannya untuk mendekap erat tubuh merry , ia menyuruh istrinya tersebut untuk beristirahat . Namun mata merry masih terjaga ingin berbincang bincang bersama suaminya .
" gio apa kau tau ? .. Kau itu cinta pertamaku " kata merry , dengan menatap kedua bola mata yang berwarna coklat itu .
" benarkah ? " tanya gio seolah tidak percaya , merry pun mengangguk iya .
" bukannya cinta pertamamu william ? " tanya gio , merry langsung menjauhkan tubuhnya . .
" kau ini asal saja kalau berbicara " celetuk merry dengan mengerucutkan bibirnya
" siapa yang mengasal ? Bukannya kau memang dari dulu menyukai william ? " tanya gio , merry pun tertawa mendengar pertanyaan gio .
" kenapa kau tertawa ? Benar kan yang aku katakan " tanya gio dengan menajamkan kedua alisnya . Merry tersenyum dan menyentuh wajah suaminya yang terlihat sedang cemburu .
" sayang .. aku sama sekali tidak pernah menyukai kak william " tutur merry lirih , gio menyipitkan kedua matanya .
" kau bilang apa barusan ? " tanya gio , memasang pendengarannya agar memperjelas .
" aku sama sekali tidak pernah menyukai kak william " merry mengulang kata katanya kembali
" kata kata yang mana lagi ? " celetuk merry dengan kesal
" kau tadi memanggilku apa ? " tanya gio .
" sayang ? " ucap merry
" iya itu .. " ujar gio menepiskan senyumannya
" kenapa memangnya ? " tanya merry heran
" aku suka panggilan itu , mulai sekarang kau harus memanggilku seperti itu " pinta gio
" aku tidak mau ! Aku malu " seru merry memalingkan wajahnya
" harus mau ! " seru gio mengernyitkan dahinya . Namun merry hanya diam saja .
" ayo .. kau belum melanjutkan jawaban dari pertanyaanku tadi " imbuh gio
" pertanyaan yang mana ? " tanya merry
" william ! Kalau kau tidak menyukainya lalu kenapa dulu diantara semua teman laki laki kau hanya begitu baik kepadanya ? " tanya gio
" ya karna kak william memang baik , makanya aku juga baik dengannya , tidak seperti dirimu yang menyebalkan " celetuk merry dengan memutarkan kedua bola matanya .
Gio pun hanya diam dan menajamkan alisnya , merry mencoba melirik .
" aku hanya bercanda " ucap merry dengan tersenyum pelik
" iya benar dulu aku memang menyebalkan , tapi itu karna kau yang terlebih dulu menyebalkan " tutur gio
" kenapa aku ? Jelas jelas kau yang menyebalkan selalu menggangguku ! " celetuk merry
" apa kau tidak ingat ? Aku selalu baik denganmu " tanya gio
" baik apanya ? Kalau baik kau tidak akan sering menggangguku . Aku seringkali di hukum di sekolah karna dirimu " ucap merry dengan ketus .
" itu karna aku kesal setiap kali aku sudah baik kepadamu tapi kau sering kali berbicara kasar kepadaku ! Kau yang terlebih dulu menyebalkan " seru gio
" hah ! Meskipun aku menyebalkan tapi kau menyukaiku kan ? " tanya merry tertawa meledek .
" sialan " gumam gio menahan senyumnya , ia seolah mati kutu ketika merry meledeknya seperti itu .
" terserah kau saja mau bicara apa " tutur gio
" tapi kau benar benar cinta pertamaku " ucap merry tersenyum , ia menenggelamkan wajahnya di dada bidang gio . Gio pun tersenyum dan mendekapnya begitu erat .
" kau juga cinta pertamaku " kata gio lirih mencium kening merry
" kau berbohong " celetuk merry , ia menjauhkan tubuhnya lagi dari gio..
" aku tidak berbohong ! Kau memang benar benar cinta pertamaku " tutur gio
" kau pikir aku bodoh , lalu kau dengan aline itu apa ? " ketus merry dengan menajamkan kedua matanya . Gio tersenyum mentah
" aline hanya temanku , aku tidak pernah memiliki hubungan apapun dengannya " kata gio , merry diam dan tidak percaya .
" merry .. Aku bersumpah aku tidak permah memiliki perasaan apapun terhadap aline . Percayalah , Kau benar benar cinta pertamaku " tutur gio kembali dengan meyakinkan istrinya tersebut .
" apa benar yang kau katakan itu ? " tanya merry dengan melirik sinis
" tentu saja mana mungkin aku berbohong ? " ucap gio meyakinkannya , merry pun tersenyum
" gio .. Aku benar benar sangat mencintaimu " kata merry seraya memeluk kembali tubuh kekar suaminya tersebut , gio pun tersenyum dan menyuruh istrinya itu untuk tidur dan merry pun mengiyakannya
.
.
.
jangan lupa setelah membaca novel saya tekan tombol LIKE saya akan sangat berterimakasih dan akan semakin bersemangat untuk update episode selanjutnya .
jangan lupa untuk comment saran , kritikan maupun pendapat kalian . saya akan menerima apapun kritik dan saran dari kalian jika comment kalian terbilang sopan dan masih dalam batas wajar . itu akan menjadi nilai tambah saya untuk memperbaiki cerita saya kedepannya
Gracias ^_^