
Merry terlihat sudah sedikit tenang , ia ditemani oleh kikan didalam ruangan itu .
Kedua matanya menghadap ke atas langit langit dinding ruangan tersebut . Air matanya mengalir ,
" kenapa tuhan tidak membiarkan ku memiliki sedikit kebahagiaan saja ? " merry bergumam dalam hati , rasanya begitu pilu . Ia baru saja merasakan dua detak jantung yang menyatu didalam tubuhnya . Namun kini ia hanya merasakan satu detak jantung miliknya .
Mereka semua merenggut paksa
Rasa itu benar benar menyakitkan baginya .
Pikiran dan hati merry benar benar tidak bisa menerima Akan kehilangan anaknya .
Ia memejamkan mata dengan kegetiran , air matanya menderu deras ,
Kikan hanya menatap ibah anak semata wayangnya tersebut .
" merry .. " panggil kikan lirih seraya tangannya menghapus air mata buah hatinya tersebut .
" mama .. merry tidak mau melakukan operasi " ucap merry lirih
" sayang jangan berbicara seperti itu , apa kau tidak ingin sembuh ? " tanya kikan
" merry tidak mau " seru merry . Dengan menggelengkan kepalanya
" merry .. Kenapa kau begitu tega menyakiti hati mama dan papa seperti ini ? Apa kau tau begitu takutnya mama dan papa kehilanganmu ? Apa kau tau perasaan mama saat ini seperti apa " ucap kikan dengan menangis . Merry diam menatap mamanya tersebut .
" apa mama tau bagaimana perasaan merry sekarang ? Perasaan merry sama seperti yang mama rasakan sekarang ! Bahkan lebih menyakitkan " ucap merry ,
" merry .. Mama juga seorang ibu , jadi mama tau bagaimana perasaanmu . Tapi kami tidak ada pilihan lain ! Ini demi kesembuhanmu dan ini yang terbaik untukmu nak . Apa kau tidak bisa berpikir juga tentang perasaan suamimu ? Dia sangat mencintaimu , dia sangat takut kehilanganmu . Mama mohon Mengertilah nak ! " tutur kikan ,
" gio tidak pernah mencintai merry ma . Dia sama sekali tidak pernah mencintai merry ! " seru merry . Air matanya semakin membanjiri wajahnya . Merry mengingat ingat dengan jelas bagaimana gio membungkam ketika ia tanya tentang perasaannya .
Kikan mencoba memberitau merry , namun merry semakin marah jika ia membahas tentang gio .
Di luar ruangan terlihat gio sedang duduk sendiri .
Kebingungan begitu terlihat jelas diantara kedua matanya .
Sementara rey sedang menjalani test darah dan juga ginjal .
Dari kejauhan terlihat dua pasang kaki hendak menghampiri gio yang sedang termenung .
Tiba tiba Suara jacob dan juga aline membuyarkan lamunannya .
" gio .. Bagaimana merry ? " tanya jacob . namun kedua mata Gio bergerak melirik tajam ke arah aline .
" kenapa kau mengajak dia kemari ? " tanya gio kepada jacob
" gio .. Aku hanya ingin menjenguk merry saja " saut aline dengan memelas
" istriku tidak butuh jengukan darimu " seru gio mengernyitkan dahinya .
" sudahlah gio ! Tadi elyn dan andrew memberitauku katanya merry masuk rumah sakit kebetulan tadi aline di ruangan kerjaku jadi aku ajak sekalian dia kemari , Andrew dan william akan menyusul kemari nanti sore " tutur jacob , gio pun hanya diam saja
Kemudian seorang perawat menghampiri gio .
" Tuan gio .. Dokter memanggilmu " kata perawat tersebut . Gio pun mengiyakannya
Ia berlalu Dan gio pun pergi meninggalkan aline dan juga jacob untuk mengikuti perawat tersebut .
" jacob aku tinggal kedalam untuk melihat merry " pamit aline
" iya .. Tapi ingatlah jangan mengganggunua ! " pinta jacob , aline pun menganggukan kepalanya bermaksud mengerti akan peringatan jacob .
Ia melangkahkan kakinya menuju ruangan merry , tangannya bergerak menyentuh gagang pintu dan mendorong pintu tersebut hingga terbuka lebar .
Melihat pintu yang sedang terbuka , kedua mata merry dan juga kikan tertuju ke arah pintu tersebut , mereka berdua melihat seorang wanita yang sedang berdiri dengan senyuman yang menyeringai .
" selamat siang Merry .. Tante .. " sapa aline dengan menyunggingkan senyumnya . Merry pun membuang wajahnya ketika tau wanita yang berdiri di depan pintu tersebut ialah aline .
" Gio benar benar keterlaluan . Bahkan disaat seperti ini Berani sekali dia mengajak aline kemari " gumam merry dalam hati , ia begitu geram saat tau aline sedang berada di rumah sakit .
" Kau temannya merry ? Kemari Masuklah ! " ajak kikan , aline pun mengiyakan dan berjalan melangkahkan kakinya mendekati merry ,
" merry bagaimana keadaanmu ? " tanya aline . merry hanya diam saja tak menggubris pertanyaan aline ,
" sayang .. Temanmu sedang bertanya , kenapa kau malah diam sajaa ? " tanya kikan , namun merry tetap tak bergeming
" nak .. maafkan merry ! Dia baru saja kehilangan anaknya jadi dia masih bersedih " saut kikan , aline pun terkejut mendengarnya .
" astaga merry keguguran tante ? " tanya aline dengan menutup mulutnya seakan terkejut
" bukan keguguran , tapi memang sengaja di kuret karna merry akan melakukan operasi " ucap kikan
" yang sabar ya tante .. Saya turut prihatin " ujar aline seolah bersimpati dengan tangan menyentuh punggung kikan , kikan pun mengiyakannya . Tak lama kemudian kikan berpamitan keluar ruangan dan meninggalkan merry berdua bersama aline .
" merry kau yang sabar ya " ucap aline dengan menyentuh tangan merry .
" jauhkan tanganmu dariku " teriak merry menepis kasar tangan aline .
" kau senang kan melihatku seperti ini? Iya kan ? " imbuh merry
" merry .. Kau ini bicara apa ? Mana mungkin aku senang diatas penderitaan orang lain . Aku justru malah prihatin dengan keadaanmu " tutur aline memelaskan pandangannya .
" aku tidak butuh simpatimu pergi kau dari sini ! " teriak merry .
" berani sekali kau masuk kemari ? " tanya gio seraya menajamkan kedua alisnya
" gio aku hanya ingin melihat keadaan merry saja " ujar aline ..
" keluarrrr dari sini ! " pinta gio , ia pun meninggikan suaranya .
Dengan memasang wajah yang bersedih aline pun berlalu keluar meninggalkan merry dan gio .
Gio pun mencoba mendekati merry .
" sayang " panggil gio sembari menyentuh dahi merry
" jangan menyentuhku ! Pergi dari sini Aku tidak ingin melihatmu " teriak merry menepis kasar tangan gio .
" merry .. maafkan Aku! Aku tidak punya pilihan lain " tutur gio
" pergiii , aku sangat membencimu . Aku tidak ingin melihatmu lagi " teriak merry , Air matanya memecah kembali . Gio pun memejamkan matanya menahan rasa sakit akan perkataan merry yang begitu menyayat hatinya .
" mamaaaaa " teriak merry , ia berteriak dan menangis memanggil kikan , kikan yang mendengar teriakan anaknya dari luar ia langsung berjalan cepat menghampirinya .
" merry . Tenanglah ! " pinta kikan
" mama .. Suruh gio pergi .. Merry tidak ingin melihatnya , merry tidak mau melihatnya lagi " pinta merry meronta ronta . Gio tak bergemming melihat istrinya menangis , hatinya begitu hancur setiap mendengar perkataan yang terucap dari mulut merry , kata kata itu terdengar begitu menyakitkan baginya .
" gio " panggil kikan lirih
" iya ma , gio akan keluar " saut gio . Ia sudah mengerti apa yang dimaksud oleh kikan.
Gio pun dengan terpaksa berlalu meninggalkan ruangan tersebut . Lagi lagi ia harus menahan keras air matanya .
kikan mencoba menenangkan merry kembali yang menangis
" mama .. gio tidak pernah mencintai merry , bahkan dia membawa kekasihnya kemari . merry tidak mau melihat gio lagi ma , merry tidak mau " seru merry dengan menangis terisak isak , suaranya terdengar begitu berat . matanya terlihat sembab dan membengkak .
" merry apa yang kau katakan ? jangan berbicara seperti itu nak ! " tutur kikan , ia tak henti hentinya menenangkan anaknya kembali . hingga merry benar benar merasa tenang .
namun merry masih menangis sesenggukan , hatinya begitu terluka karna telah mengira suaminya dekat lagi bersama aline .
Malam harinya .
terlihat Kikan keluar dari ruang rawat merry karna setelah meminum obat dari dokter merry langsung tertidur . kikan pun menghampiri keluarganya yang kala itu menunggu merry diluar ruangan tersebut .
" kak rey .. Apa kau ingin menemani merry didalam ? Dia sekarang sudah tidur " tanya kikan kepada rey .
Namun kedua Mata rey melirik kearah gio yang sedang menundukan wajahnya . Terlihat sekali ia merasa begitu bersedih .
" biar gio yang menemani merry " tutur rey. Gio pun mengangkat wajahnya ,
" gio boleh menemani merry pa ? " tanya gio.
" tentu saja nak ! Masuklah .. " pinta rey seraya menyunggingkan senyumnya .
" Baiklah pa .. Terimakasih banyak " ucap gio , ia terlihat begitu sangat senang , gio pun beranjak dari duduknya dan masuk kedalam ruangan merry .
" kak rey .. Aku sangat tidak tega melihat gio " ucap kikan lirih
" iya .. Aku juga tidak tega ! aku bisa merasakan apa yang anak itu rasakan .
kau bisa lihat sendiri . aku tidak pernah salah menikahkan anak kita dengannya " tutur rey kepada kikan .
" bagaimana dengan merry kak rey ? Aku takut dia semakin salah paham terhadap gio " ucap kikan .
" kau tenanglah , semuanya akan baik baik saja " bujuk rey , ia mencoba menenangkan istrinya
Di dalam , merry terlihat sedang tertidur begitu nyenyak karna pengaruh obat , langkah kaki gio mendekatinya . Ia menggeser kursi yang kosong mendekat di tempat tidur merry , ia mendudukkan tubuhnya di kursi tersebut , seraya kedua matanya menatap pilu wajah istrinya .
Kedua tangan gio bergerak memegang lembut tangan merry yang terlihat pucat , ia lekatkan tangan lembut tersebut di pipinya .
Gio pun serasa tak kuasa hingga memejamkan kedua matanya .
Ia menggenggam erat tangan merry sembari membelai wajah cantik istrinya tersebut .
" merry .. apa kau tau ? Aku tidak pernah merasakan perasaan sesakit ini sebelumnya ? hari ini benar benar menyakitkan bagiku . jika aku tau hari ini akan ada . Aku berharap tuhan meniadakan hari ini " gumam gio lirih dengan menahan air matanya .
jangan lupa setelah membaca novel saya tekan tombol LIKE saya akan sangat berterimakasih dan akan semakin bersemangat untuk update episode selanjutnya .
jangan lupa untuk comment saran , kritikan maupun pendapat kalian . saya akan menerima apapun kritik dan saran dari kalian jika comment kalian terbilang sopan dan masih dalam batas wajar . itu akan menjadi nilai tambah saya untuk memperbaiki cerita saya kedepannya
Gracias ^_^