
gio terlihat masih tidak tenang memikirkan istrinya . raut wajahnya beradu dengan kecemasan dan ketakutan , ia melajukan mobilnya dengan begitu kencang karna saat itu jalanan terlihat masih sangat sepi dan tidak ada kendaraan satu pun melintasi jalanan tersebut .
" ya tuhan .. semoga merry baik baik saja , jika dia sampai kenapa kenapa , aku tidak akan pernah bisa memaafkan diriku sendiri " gumam gio , beberapa menit kemudian gio sampai di rumah sakit
setibanya di rumah sakit tersebut gio pun menanyakan tempat ruang rawat merry ke front office rumah sakit , saat sudah tau letak keberadaan ruang rawat merry , ia pun langsung bergegas menuju ke ruangan tersebut . kedua matanya tak henti memperhatikan setiap ruangan yang ada di rumah sakit itu . gio menghentikan langkah kakinya saat ia rasa sudah mendapati ruangan yang sedang ia cari .
didepan ruangan tersebut terlihat papa rey sedang duduk dengan mata yang terpejam , ia pun mencoba membangunkan papa mertuanya tersebut ,
" papa rey .. " panggil gio dengan menyentuh bahu rey , rey pun langsung membuka kedua matanya .
" gio .. Kamu ? " ucap rey dengan mengernyitkan dahinya ,
" pa .. merry dimana pa ? kata bi anne merry masuk rumah sakit , makanya gio langsung kemari " tanya gio dengan mempercepat pertanyaanya . rey sejenak terdiam , ia menaikan tangannya dan kedua matanya melihat ke arah jam yang tengah melekat di pergelangan tangannya , terlihat saat itu waktu masih menunjukan pukul 04.10 AM .
" dia didalam masih istirahat , lebih baik kau pulanglah " ucap rey seraya memalingkan wajahnya .
" pa .. gio ingin menemui merry .. " pinta gio .
" apa kau tidak mengerti perkataan papa ? merry masih istirahat , dari semalam di sulit istirahat jadi jangan mengganggunya " seru rey dengan sedikit meninggikan suaranya , kedua alisnya terlihat menyatu karna rasanya ia masih kesal terhadap gio .
" gio mohon sebentar saja pa , gio ingin melihat keadaan merry . gio tidak akan membangunkannya , gio berjanji " pinta gio dengan mengatupkan kedua tangannya .
" merry baik baik saja ! Gio .. papa tidak suka mengulangi perkataan papa , lebih baik pulanglah . temui dia lagi nanti siang " seru rey kembali . gio menghela nafas panjang , ia sejenak melihat ke arah ruangan merry yang masih tertutup rapat .
" baiklah pa .. nanti gio akan kembali , gio akan menunggu di dalam mobil " pamit gio , dengan berat hati ia meninggalkan ruangan itu . tubuhnya seakan melemas saat papa rey tidak mengizinkan nya untuk bertemu dengan istrinya , ia pun melangkahkan kakinya kembali menuju kedalam mobil sembari menunggu terbitnya sang fajar .
Hati dan pikiran gio benar benar tak tenang sebelum melihat keadaan istrinya secara langsung .
" sayang maaafkan aku , jika aku tau kau sampai masuk rumah sakit seperti ini , aku tidak akan pergi kemarin " gumam gio seraya memejamkan matanya . ia terlihat begitu menyesal . bagaimana tidak menyesal sebelum dirinya pergi ke luar kota , ia sudah melihat dengan jelas bahwa merry terlihat sangat tidak sehat , tetapi ia malah mengabaikannya dan meninggalkan dirinya sendirian di rumah .
Kedua mata gio tak henti hentinya melihat ke arah jam yang melekat di pergelangan tangannya . Ia Berharap agar waktu berlalu dengan cepat agar dirinya bisa secepatnya menemui istri yang sangat ia cinta . namun rasanya saat itu waktu berjalan begitu sangat lambat sekali hingga gio berulangkali menguap .
Gio memaksakan Kedua matanya agar tetap terjaga , namun karna dari kemarin gio tidak istirahat , akhirnya ia pun tertidur di dalam mobil .
Matahari terlihat sudah menampakan diri .
dan pagi itu Merry sudah terbangun , semalam ia tidur di temani oleh bi mia di sampingnya dan sekarang saat ini bi mia sudah pulang ke rumah merry . sementara kikan masih belum terlihat karna semalam rey menyuruhnya untuk pulang terlebih dulu karna rey merasa takut jika kikan menjaga anaknya ia akan ikut sakit juga , sebenarnya kikan bersihkeras ingin menjaga merry . namun ia tau bahwa suaminya tidak suka di bantah jadi ia terpaksa menuruti apa perintah suaminya tersebut .
didalam ruangan , merry sedang duduk bersandar diatas pembaringannya , ia begitu merasa bosan bahkan dirinya menguap berkali kali dan kemudian ia memanggil manggil papanya .
" papa ." teriak merry dengan sangat keras , rey yang mendengar suara anaknya dari dalam , ia pun langsung masuk kedalam ruangan itu .
" iya sayang .. Ada apa nak? " tanya rey seraya menyentuh bahu merry ,
" papa .. merry sangat bosan. Merry ingin sekali pulang " pinta merry sembari kedua tangannya melingkar di tubuh papanya . Rey menjulurkan telapak tangannya di dahi merry .
" iya nak .. Habis ini kita pulang ! demammu juga sudah turun , tapi tunggu mama sebentar ya sayang .. Mama masih perjalanan menuju kemari " ucap rey
" baiklah pa " ucap merry dengan melebarkan senyumnya .
" ayo .. sambil menunggu mama datang , papa suapi makan lalu minum obat " pinta rey sembari meraih piring yang berisi makanan yang sudah di siapkan oleh pihak rumah sakit . Merry pun menganggukan kepalanya .
Rey pun menyuapi merry sesuap demi sesuap rasanya ia sudah lama tidak menyuapi anak perempuannya tersebut . terakhir kali ia menyuapi merry saat merry masih duduk di bangku sekolah menengah pertama . Karna merry lebih sering di suapi oleh mama kikan ketimbang rey , bahkan saat merry melanjutkan pendidikannya di perguruan tinggi , kikan pun masih sering menyuapinya .
setelah merry mendapat kabar bahwa dirinya tengah hamil raut wajah nya terlihat begitu bahagia . dan karna ingin anak yang ada di dalam kandungannya sehat , merry pun dengan lahap memakan makanan yang disuapi langsung dari tangan papanya .
" putri kecil papa " ucap rey dengan menyibakan rambut merry . ia tak henti hentinya tersenyum karna melihat raut wajah anaknya yang tak henti memancarkan kebahagian .
" apa papa sudah makan ? " tanya merry seraya mengunyah makanan di dalam mulutnya .
" sudah sayang " jawab rey , ia pun berbohong kepada merry padahal perut rey sama sekali belum terisi makanan sejak tadi malam , karna saat tau anaknya sedang sakit nafsu makannya seakan hilang ..
saat merry tengah asyik mengunyah makanan yang ada di dalam mulutnya tiba tiba perutnya merasa tidak nyaman , ia pun menggembungkan mulutnya .
" kenapa sayang ? Apa kau merasa mual ? " tanya rey , merry menggelengkan kepalanya . Makanan yang sempat ia telan tiba tiba semakin naik di tenggorokannya . rasanya Merry tidak tahan dan ingin mengeluarkan semua makanan tersebut dari mulutnya . Namun ia teringat akan kata kata dokter yang menyuruh untuk memaksakan tubuhnya agar tetap kemasukan makanan .
" demi anakku " gumam merry , ia pun menelan kembali makanan yang hendak keluar dari mulutnya tersebut .
" merry .. Apa kau baik baik saja nak ? " tanya rey dengan raut wajah yang khawatir .
" merry baik baik saja pa , ayo .. pa merry mau makan lagi " pinta merry . Rey pun mengiyakannya , ia kembali melanjutkan untuk menyuapi anaknya hingga makanan tersebut habis , sesekali selama merry makan dirinya merasa mual , namun rasa mual itu ia tahan .
Rey juga belum memberitahukan kepada merry akan keberadaan gio yang sudah pulang dan sempat ingin menemuinya . karna ia masih merasa kesal terhadap menantunya itu yang ia rasa sudah mengabaikan tanggung jawabnya .
Tak lama kemudian kikan pun datang . Dirinya dan rey meminta izin kepada dokter untuk membawa merry pulang dan dokter pun mengizinkannya .
Setelah mendapatkan izin pulang dari dokter , kikan membantu merry bersiap siap untuk meninggalkan rumah sakit tersebut dan dirinya di bantu berjalan oleh papa dan mamanya menuju ke mobil miliknya .
saat di parkiran langkah kaki rey terhenti sejenak karna ia melihat mobil gio disana dan dirinya juga melihat gio sedang tidur di dalam mobil tersebut , namun ia sengaja tak menegur gio dan membiarkannya begitu saja .
" papa ayoo kenapa berhenti " tegur merry
" iya sayang .. ayo " saut rey . ia pun melanjutkan melangkahkan kakinya untuk menuju ke mobil .
Saat sudah berada di dalam mobil . Rey pun melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang .
" sayang .. Lebih baik kamu pulang ke rumah mama papa saja ya " ucap rey
" tidak pa .. Lebih baik merry pulang ke rumah merry , takutnya nanti gio pulang , karna katanya dia kalau tidak pulang hari ini ya besok pa " ucap merry .
" kalau dia pulang kan bisa ke rumah sayang , kalau kamu pulang dirumah mama papa. Kami berdua tidak akan terlalu khawatir " tutur rey
" iya sayang benar apa yang dikatakan papa .. Lebih baik kamu tinggal di rumah dulu nanti kan gio bisa menyusul " saut kikan .
" emm .. Baiklah " ucap merry
setibanya di rumah mereka , kikan dan rey mengantar merry untuk masuk kedalam kamar miliknya dulu .
kikan menyuruh merry untuk meminum obatnya kembali . setelah itu ia membantunya untuk berbaring diatas tempat tidur . dan tak butuh waktu lama merry pun tertidur akibat pengaruh obat tersebut .
Sementara gio , ia masih terlelap tidur didalam mobilnya karna ia benar benar merasa lelah dan mengantuk . Namun tiba tiba ponsel milik nya berdering dengan nyaring hingga membuat dirinya terbangun .
Kedua mata gio pun mengerjap ,
Terlihat di layar ponsel tersebut ada panggilan masuk dari andrew .
Saat ia hendak mengangkat panggilan masuk dari andrew tiba tiba ponsel miliknya mati .
" shit .. Low batt " gumam gio dengan berdecak kesal , ia melirik ke arah jam tangannya .
" astaga ini sudah jam 10 siang , aku harus menemui merry " gumam gio , ia cepat cepat turun dari mobilnya dan kembali menuju ke ruang rawat merry . Namun saat di ruangan tersebut ia terkejut karna yang menempati ruangan itu ialah orang lain bukanlah merry . Gio pun mencoba menanyakan kepada perawat yang kebetulan sedang berada di ruangan itu .
" suster permisi .. Maaf saya mengganggu , saya mau tanya bukannya ini ruangan yang di tempati oleh pasien yang bernama merry ? " tanya gio
" oh iya benar tuan tetapi nona merry sudah pulang 1 jam yang lalu " ucap perawat itu . Gio memejamkan matanya dengan perasaan bodoh .
" baiklah sus terimakasih " pamit gio , ia pun berlalu kembali ke dalam mobil ,
" sialan ! kenapa aku tadi sampai tertidur " gumam gio , ia kembali melajukan mobilnya untuk pulang menemui merry . Namun ia terlihat begitu kebingungan .
" papa pasti membawa merry pulang ke rumahnya , arghh .. aku harus bagaimana ? Sepertinya papa sangat marah kepadaku " gumamnya kembali .
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
TOLONG DIBACA !!
Author note :
MAAF AKU LAGI KESEL NIH
BEBERAPA WAKTU LALU SUDAH AKU BERI TAU KAN KALAU TIAP WEEKEND EDITOR MANGATOON LIBUR JADI JANGAN BERHARAP BANYAK SEMUA NOVEL BAKAL DI UP CEPAT !
PADAHAL AKU SUDAH UP DARI HARI SABTU SIANG TAPI MASIH NUNGGU REVIEW DARI MANGATOON
DAN BEBERAPA READER KOMENT GAK ENAK BANGET MEREKA BILANG KATANYA AKU NGGA NIAT UPDATE. NGGA NIAT BIKIN NOVEL
YAAMPUN INI YANG BIKIN AKU KESEL !
PADAHAL AKU SUDAH KASIH NOTE TAPI KENAPA GAK MAU DIBACA ? 😭
sini aku kasih tau ..
coba liat gambar screenshot di bawah ini episode 130 yang AMARAH itu tertera aku update tgl 21 dan status masih SEDANG DIREVIEW. kalau statusnya belum LULUS maka jelas gak bakal bisa terupdate .
aku berharap kalian mengerti dan paham ..
tuh kan aku jadi marah marah . kalian sih bikin aku gemes 😂😂
terimakasih ❤
jangan lupa setelah membaca biasakan tekan like untuk mendukung para penulis ❤