My Introvert Husband 2

My Introvert Husband 2
melemah



Keesokan paginya .


Merry tebangun dari tidurnya ia hanya melihat mama dan bibinya berada disampingnya


Matanya melihat sekitar seakan sedang mencari seseorang .


" kau sudah bangun sayang ?  apa kau sedang mencari gio ? " tanya kikan seraya mengelus lembut kepala anaknya tersebut .


" tidak ! merry mencari papa .. papa dimana ma ? " tanya merry , dengan nada suara yang sedikit melemah .


" Papa sedang bersama dokter sayang , papa akan melakukan operasi untuk mendonorkan ginjal untukmu " ucap kikan ,


" mama .. Kan merry sudah bilang , merry  tidak mau operasi ma .. " pinta merry ,


" merry . Kenapa kau bilang seperti itu ? Apa merry tidak kasihan melihat mama sama papa ? Dari kemarin mama sama papa mengkhawatirkan kamu sayang " tutur cathrine , sembari  tangannya menyentuh pipi  keponakannya itu .


" bibi ..  justru merry kasian dengan papa . Merry tidak mau menyusahkan papa " ujar merry , air matanya pun meleleh


" merry .. dengar mama baik baik ! Kalau merry kasihan sama papa dan merry tidak mau menyusahkan papa , merry harus menurut . Merry harus mau di operasi ! " tutur kikan .


" tapi papa akan baik baik saja kan ma ? " tanya merry dengan takut


" iya nak .. Papa pasti akan baik baik saja " bujuk kikan seraya mencium anaknya tersebut ,


Beberapa jam kemudian dokter pun datang menghampiri ruang rawat merry .


" nyonya kikan .. Satu jam lagi kami akan melakukan operasi kepada nona merry , kemungkinan operasi pencangkokan ginjal akan berjalan kurang lebih 4 - 5 jam , saya mohon tinggalkan nona merry agar nona merry   beristirahat untuk satu jam kedepan   " tutur dokter . Kikan dan cathrine pun mengiyakannya .


" sayang .. Mama dan bibi tunggu di depan dulu  ya nak , kamu istirahat lagi " pamit kikan , merry pun mengangguk lirih , sebelum meninggalkan merry , kikan mencium keningnya . begitu juga dengan cathrine ,


Kemudian mereka berdua berlalu keluar  dan menemui yang lainnya di luar ruangan .


Terlihat di luar ruangan tersebut hanya ada kakek vinno ,  alka dan juga elyn , namun rey dan gio tak terlihat , ketika kakek vinno melihat kikan keluar dari ruangan merry , kakek vinno pun langsung beranjak menghampirinya .


" kikan .. Apa  om boleh menemui merry sebentar ? Om mau memberi surat ini untuk merry dari gio " tanya kakek vinno , sembari mengeluarkan amplop putih dari dalam saku celananya .


" maaf om vinno , dokter menyuruh merry untuk beristirahat karna satu jam lagi dia akan melakukan operasi jadi untuk sementara dokter melarang keras untuk menemui merry saat ini " ucap kikan . Ia begitu tidak enak hati menyampaikannya kepada kakek vinno .


" baiklah , nanti surat ini akan ku berikan setelah merry selesai operasi " ujar kakek vinno , ia pun memasukan surat tersebut ke dalam saku celananya kembali .


kikan pun menggandeng tangan kakek vinno dan mengajak kakek vinno untuk duduk .


Selang beberapa waktu ,


Dari kejauhan terlihat carrol berjalan dengan cepat menuju ruang rawat merry . semua mata pun tertuju melihat ke arah gadis blasteran jepang tersebut .


" tante kikan  .. " sapa carrol dengan nafas yang tersengal sengal   , elyn pun beranjak menghampiri carrol .


" carrol bukan nya kau masih di jepang ? Kenapa kau disini  " tanya elyn dengan terkejut


" iya .. Kemarin waktu kau menelponku bahwa merry masuk rumah sakit , aku langsung buru buru mencari tiket untuk pulang kemari . " ucap carrol seraya mengusap keringat di dahinya ia terlihat begitu kegerahan ..


" carrol .. terimakasih banyak , Maaf jadi merepotkanmu " ucap kikan seraya memeluknya .


" tidak kok tante .. Sama sekali tidak merepotkan . oh iya tante .. Apa carrol bisa menemui merry ?  " tanya carrol dengan penuh harap


" maaf sayang.  dokter harus menyuruhnya istirahat , karna satu jam lagi merry akan di operasi " tutur kikan


" baiklah tante tidak apa apa semoga operasinya berjalan dengan lancar " ucap carrol dengan menepiskan senyumnya , kikan pun membalas senyuman carrol , ia mengajak carrol untuk duduk dan menyodorkan sebotol air mineral untuknya ,


glek .. glek .. glek  (dengan tidak sungkan carrol meneguk air tersebut hingga habis)


" carrol .. bisakah kau minum dengan pelan pelan ? kenapa kau minum begitu cepat sekali ? " celetuk elyn kepada carrol


" hahh .. aku sangat haus sekali  ? " seru carrol , dengan melegakan nafasnya , ia pun mengusap mulutnya yang basah karna terkena oleh sisa sisa air yang menempel .


" dasar kau ini seperti anak kecil saja ! " celetuk elyn


" kau juga sama seperti anak kecil " celetuk carrol balik , mereka berdua saling meledek satu sama lain , hingga kikan dan cathrine menggelengkan kepala melihat 2 gadis yang di hadapannya tersebut .


" sudah sudah .. kalian berdua ini sama saja  seperti anak kecil " saut alka


Satu jam kemudian dokter pun membawa merry ke ruang operasi . semua orang tak henti hentinya berdoa mendoakan agar operasi yang di lakukan kepada merry berjalan dengan lancar ,


kikan pun terlihat berjalan mondar mandir  menunggu anaknya didepan ruang operasi . wajahnya terlihat pucat karna ia begitu khawatir akan merry .


" kikan ayo duduklah , kenapa kau daritadi mondar mandir seperti ini  .. " ajak cathrine mencoba menarik tangan kikan .


" cathrine .. aku tidak bisa tenang sebelum melihat anakku selesai di operasi ," ucap kikan dengan menggigit kukunya


4 jam berlalu dokter pun keluar dan memberitau bahwa operasi transplantasi ginjal yang dilakukan kepada merry berhasil tanpa ada penolakan terhadap tubuhnya sama sekali . Namun sementara waktu dokter melarang keras untuk menemui merry karna merry harus istirahat penuh selama satu hari agar ginjalnya menyesuaikan dengan tubuhnya .


Keesokannya


Merry sudah bisa di temui namun untuk bisa menemui merry.  Harus bergantian satu persatu .


Kala itu kikan terlebih dulu menemui merry . Terlihat kikan sedang menatap dan  membelai lembut wajah merry dengan punggung telapak tangannya .


Merry yang merasakan akan sentuhan mamanya tersebut . Wajahnya terangsang geli , kedua matanya bergerak hendak terbuka perlahan lahan .


Ia menyesuaikan pandangannya melihat sekitar , seraya mengernyitkan dahinya karna ia merasakan nyeri akibat bekas operasi .


" sayang .. Kamu sudah sadar nak ? " tanya kikan . Namun merry diam saja   ia terlihat masih menyesuaikan tubuh dan pandangannya


" mama .  Perut merry sangat sakit sekali " ucap merry dengan begitu lirih. bibirnya terlihat sangat pucat .  Matanya masih mengerjap dan mengernyit menahan rasa sakit .


" jangan terlalu banyak bergerak nak . Buatlah istirahat " pinta kikan .


Lagi lagi kedua Mata merry bergerak  melihat ke arah sekitar seakan sedang mencari seseorang .


" papa bagimana ma ? Apa papa baik baik saja ? " tanya merry


" papa baik baik saja , jangan banyak bicara buatlah istirahat nak " pinta kikan . Namun kedua Mata merry masih bergelut dengan sekitarnya seakan menantikan seseorang . Kikan pun memperhatikan gerak gerik mata anaknya tersebut .


" sayang .. kau pasti sedang mencari gio ? gio sedang ada pekerjaan penting di luar kota nak jadi dia tidak bisa menemanimu " ucap kikan


" merry tidak mencarinya . Merry sudah tidak peduli lagi dengannya " saut merry dengan memalingkan pandangannya .


" merry .. Jangan berbicara seperti itu , gio sangat mencintaimu nak " tutur kikan , merry hanya diam saja  tak bergemming dengan posisinya .


" disaat seperti ini dia sama sekali tidak menemaniku . Bahkan pekerjaannya lebih penting daripada aku . Apa itu yang dinamakan cinta ? Aku sangat membencinya " gumam merry dalam hati , ia memejamkan matanya dengan begitu pilu . terlihat jelas buliran air terjatuh di pelupuk samping matanya .


Selang beberapa waktu kikan berpamitan kepada merry untuk keluar ruangan  , kikan pun keluar mencoba menemui kakek vinno yang kala itu sedang berada di luar ruangan  .


" om vinno .. Kemarin om ingin bertemu dengan merry kan ? Om bisa bergantian menemuinya sekarang " tutur kikan seraya menyunggingkan senyumnya , kakek vinno pun mengiyakannya dan berlalu masuk kedalam ruangan merry .


Kakek vinno melangkahkan kakinya menghampiri merry , ia pun mendudukan tubuhnya diatas kursi yang kala itu berada di samping tempat tidur merry .


" bagaimana keadaanmu nak ? " tanya kakek vinno seraya mengusap kepala merry .


" merry baik baik saja kek " ucap merry dengan lirih ,


" kau harus banyak istirahat sampai benar benar pulih nak " pinta kakek vinno , merry pun menganggukan kepalanya


" apa kau tidak merindukan gio ? " tanya kakek vinno , merry pun hanya diam saja dan mengalihkan pandangannya dari kakek vinno .  kemudian  tangan kakek vinno merogoh saku celanannya dan diambilah sebuah amplop berwarna putih dari saku celana tersebut .


" nak .. Kakek ingin menyampaikan surat ini dari gio " ucap kakek vinno sembari menyodorkan amplop tersebut .


" maaf kek .. merry tidak mau tau isi surat itu , lebih baik kakek kembalikan saja kepadanya " seru merry memalingkan pandangannya dari kakek vinno  , kakek vinno pun mengangkat kacamatnya dan menghela nafas panjang .


" Apa kau tidak ingin membacanya dulu nak ? " tanya kakek


" tidak kek ! Merry tidak ingin membacanya ! " seru merry


" (menghela nafas) kakek letakan surat ini disini , kakek berharap kau membacanya  " ucap kakek sembari meletakan surat tersrbut diatas meja .


" nak .. Apa kau tau ? Gio juga sama menderitanya denganmu ! bahkan hatinya lebih menderita , kakek sangat mengenal gio . Jika kau beranggapan  gio tidak memikirkan perasaanmu , kau justru salah besar .   " tutur kakek vinno . Namun mulut merry tak bergeming , ia hanya diam saja dengan tatapan acaknya .


" maafkan gio karna tidak bisa menemanimu saat ini ,  kakek keluar dulu nak , istirahatlah " imbuh kakek vinno seraya mencium kening merry , ia pun berlalu meninggalkan merry .


Kedua mata merry melirik ke arah surat yang sempat kakek vinno letakan  di samping mejanya tersebut .


" aku sudah tidak peduli , aku sudah tidak mempedulikannya " gumam merry dalam hati .


kedua tangan merry mengelus perutnya , ia memejamkan mata dengan hati yang begitu tersayat ketika mengingat bahwa ia sudah kehilangan anaknya .


" maafkan mama nak , gara gara mama kau tidak bisa terlahir ke dunia . Mama tidak bisa mempertahankanmu  " gumam merry , air matanya menderas kembali . Ia membuka matanya air matanya berjatuhan membasahi bantal yang ia kenakan .


jangan lupa setelah membaca novel saya tekan tombol LIKE saya  akan sangat berterimakasih dan akan semakin bersemangat untuk update episode selanjutnya .


jangan lupa untuk comment saran , kritikan maupun pendapat kalian . saya akan menerima apapun kritik dan saran dari kalian jika comment kalian terbilang sopan dan masih dalam batas wajar  . itu akan menjadi nilai tambah saya untuk memperbaiki cerita saya kedepannya


Gracias ^_^