
keesokannya
Hari itu merry dan gio akan berangkat berlibur ke pantai sesuai usulan yang di berikan oleh andrew .
Satu hari sebelumnya gio dan merry sudah berpamitan kepada kikan , rey dan juga kakek vinno untuk berlibur . Dan mereka pun mengizinkannya .
Wajah merry nampak begitu riang saat dirinya tau akan berlibur . dan selama perjalanan di dalam mobil ia mendengarkan musik di balik earphone yang kala itu melekat di telinganya .
mereka berdua hendak berlibur ke ardmore beach yang letaknya di ujung selatan kota irlandia dan mereka menempuh perjalanan kurang lebih selama 4-5 jam lamanya .
gio tak henti memperhatikan wajah merry yang nampak begitu riang sembari memfokuskan matanya untuk mengendarai mobilnya .
" dia terlihat begitu senang , nampaknya aku harus berterimakasih kepada andrew karna sudah memberi ide untuk mengajak merry berlibur " gumam gio dalam hati sembari menahan senyumnya
" gio apa perjalanannya masih lama ? " tanya merry dengan melepaskan salah satu earphone dari telinganya .
" iya ! " jawab gio
" kenapa lama sekali ? aku tidak sabar melihat pantainya " tanya merry
" kenapa lama sekali ? pertanyaanmu itu sungguh tidak masuk di akal ! jelas jelas kita baru saja berangkat . kau mau cepat sampai , kau yang benar saja ! " seru gio ,
" oh iya ya " saut merry dengan tersenyum pelik , ia memasang kembali earphonenya dan mulutnya sedikit mengeluarkan suara mengikuti nyanyian dari earphone tersebut .
4 jam pun berlalu gio menghentikan mobilnya di depan resort dengan nuansa yang begitu tenang dan hangat di suguhkan langsung dengan pemandangan laut yang begitu indah
cliff house hotel and ressort
Merry dan gio pun tiba ditempat yang mereka tuju , lokasi resort tersebut bersebelahan persis dengan pantai
" gio apa ini tempatnya ? " tanya merry
" ehem , ayo kita turun " ajak gio , mereka berdua pun turun dari mobil , dan gio menurunkan koper mereka yang berisi baju . mata merry tak henti mengelilingi sekitar resort tersebut .
" apa kau tidak suka dengan tempat ini ? " tanya gio
" aku sangat suka , ayo kita masuk " ajak merry dengan wajah yang begitu riang , gio pun tersenyum , mereka berjalan beriringan menuju ke meja receptionist . sebelumnya gio sudah melakukan reservasi di resort tersebut . setelah mendapatkan kunci kamar gio dan merry bergegas menuju ke kamar yang akan mereka tempati .
saat mereka berdua masuk kedalam kamar , mata merry begitu takjub ketika melihat kamarnya disuguhkan dengan pemandangan laut secara langsung .
" gio .. ini cantik sekali , aku sangat menyukai tempat ini " seru merry dengan berdiri di samping kaca jendela , matanya melihat ombak yang berkali kali menyapu daratan , gio meletakan kopernya dan memeluk merry dari belakang .
" apa kau ingin kepantai sekarang ? " tanya gio
" memangnya boleh ? " tanya merry dengan membalikan tubuhnya hingga berhadapan dengan gio .
" tentu saja , tapi apa kau tidak lelah ? " tanya gio
" tidak , aku sama sekali tidak lelah " seru merry dengan melebarkan senyumnya ,
" yasudah kita ganti baju dulu " ajak gio , merry pun mengiyakannya , setelah ganti baju , merry dan gio berjalan bergandengan menuju ke pantai tersebut ,
" gio pantainya sangat cantik sekali . aku sangat suka " teriak merry dengan menghirup udara yang ada di pantai tersebut , aroma air laut tercium sangat jelas di hidung merry , apalagi kala itu cuaca terlihat mendung , hingga pantai itu terlihat begitu teduh di mata , angin bertiupan kesana kemari , mengacak acak rambut merry yang masih terkuncir rapi , ombak pun bergulung dan mendebur ke arah daratan . merry berlarian berdiri di tepi pantai berharap ombak menyentuh kakinya yang telanjang .
gio mendudukan tubuhnya dihamparan pasir putih sembari melihat merry dari kejauhan , merry terlihat begitu senang , ia berlari menghampiri ke arah gio .
" gio ayo temani aku kesana " pinta merry , menarik tangan gio
" aku sangat lelah , aku tunggu disini saja " ucap gio ,
" yasudah kalau tidak mau " celetuk merry dengan mengerucutkan bibirnya
" (menghela nafas) yasudah ayo ku temani kau kesana " kata gio beranjak berdiri , ia menarik tangan merry kembali ke tepi pantai . wajah merry kembali sumringah , ia mengeratkan gandengannya dengan tangan gio. merry mengajak gio untuk duduk dan bermain pasir . ia membuat sebuah rumah dan istana .
" apa papa yang mengajarimu membuat istana dari pasir ? " tanya gio dengan membantu merry mengumpulkan pasir basah tersebut
" bukan papa tapi mama yang mengajariku ! mama sangat suka bermain pasir , kalau papa mana mungkin mau bermain seperti ini , kalau pun kita bertiga berlibur dipantai . papa selalu sibuk dengan pekerjaannya , dan aku hanya bermain berdua bersama mama " seru merry dengan melebarkan senyumnya , gio begitu gemas melihat merry yang tersenyum lebar , ia pun mencubit pipi merry dengan tidak sadar akan tangannya yang masih terbalut pasir pantai .
" gioooo .. kenapa kau mencubit pipiku ? tanganmu itu kotor " teriak merry dengan kesal , ia mencoba membersihkan pipinya dengan menggunakan lengan tangannya .
" maaf aku lupa " jawab gio dengan tertawa lirih
" kau ini sungguh menyebalkan " celetuk merry , mereka berdua pun bermain di pantai hingga menunggu datangnya sunset . tak terasa langit pun terlihat sudah gelap gio mengajak merry untuk kembali ke resort , mereka berdua bergantian untuk membersihkan tubuhnya yang begitu kotor terkena pasir dan juga air laut .
seusai mandi gio mengajak merry untuk makan malam , mereka berdua berjalan kembali menuju ke pantai , merry pun bertanya tanya kepada gio .
" kenapa harus makan di pantai ? kenapa tidak di restaurant saja ? " tanya merry dengan heran . ia mengikuti langkah kaki gio berjalan
" di restaurant terlalu ramai , aku tidak suka " kata gio
" namanya juga tempat makan , kalau kau tidak mau ramai , ya kau makan saja dirumah " celetuk merry . gio menghentikan langkah kakinya dan menatap merry dengan tajam .
" kau ini kenapa banyak bicara , ayo cepatlah " ajak gio melingkarkan tangannya di pinggang merry , merry pun menggerutu kesal .
sesampainya di pantai merry terkejut ketika gio telah menyiapkan private dinner untuknya , terlihat satu meja makan yang di hiasi dengan beberapa lilin diatasnya .
" gio .. kau yang menyiapkan ini semua ? " tanya merry dengan tersenyum
" bukan ! ini complement dari resort ini , mana mungkin aku menyiapkan seperti ini " kata gio dengan berbohong
" gio .. kita kan belum memesan makanannya kenapa makanannya sudah datang ? " tanya merry dengan kebingungan
" kau ini terlalu banyak bertanya , tinggal makan saja apa susahnya " seru gio , merry pun mengiyakannya dan mereka berdua pun menikmati makan malam bersama dengan di temani angin dan juga suara deburan ombak . seusai makan malam gio dan merry kembali ke kamar mereka untuk beristirahat . namun merry berdiri di depan jendela matanya menikmati . pemandangan laut malam di dalam kamarnya .
" gio .. terimakasih banyak aku sangat senang hari ini " ucap merry dengan begitu riang , gio pun hanya tersenyum melihatnya .
" aku ada sesuatu untuk mu tunggu disini " kata gio , berlalu menuju ke lemari, ia kembali menghampiri merry dan membawa sesuatu ditangannya ,
" merry .. pakailah ini " pinta gio dengan menyodorkan lingerie berwarna hitam , merry pun menyautnya dengan kasar . satu hari sebelumnya carrol sengaja membelikan merry lingerie dan diberikan lingerie tersebut kepada gio . bermaksud agar gio memberikannya sendiri kepada merry . karna carrol tau kalau ia sendiri yang memberikan lingerie tersebut kepada merry , merry pasti akan menolaknya mentah mentah .
" ini yang kau bilang sesuatu ? aku tidak mau ! Ini terlalu tipis aku malu " celetuk merry , melempar kembali lingerie itu kepada gio
" kenapa harus malu ? Kan hanya memakai ini di depanku ! " seru gio
" ya tetap saja aku malu ! Coba saja kau yang memakainya " ketus merry dengan melipatkan kedua tangannya
" kalau aku yang memakainya jelas aku malu " seru gio
" kau saja memakai ini malu apalagi aku " celetuk merry dengan mengerucutkan bibirnya
" astaga " gio menggerutu kesal
" kalau aku malu jelas wajar ! karna aku laki laki , mana bisa memakai baju seperti itu ? Ini kan baju khusus untuk perempuan ! Yasudah kalau tidak mau memakainya , tidak usah di pakai ! " seru gio , ia mempercepat nada bicaranya seraya membuang wajahnya dengan kesal , merry terdiam memperhatikan raut wajah gio yang begitu kesal
" kau marah ? " tanya merry , namun gio hanya diam saja
" giooooo " teriak merry
" jangan berteriak ! Sudah tau marah masih bertanya " celetuk gio
" yasudah mana bajunya kemarikan biar aku pakai ! " pinta merry mencoba mengambil kemari lingerie itu dari tangan gio
" tidak usah ! Nanti biar ku buang , atau akan ku berikan kepada roommaid atau wanita yang sedang berlibur di pantai ini . yaa barangkali ada yang mau memakai baju ini di depanku " kata gio menggenggam erat lingerie itu , ia melirik ke arah merry dan sengaja menggodanya . dahi merry langsung mengernyit saat gio berkata seperti itu
" cepat kemarikan ! Begitu saja kau marah , ayo kemarikan biar aku saja yang pakai " pinta merry krmbali , ia menarik paksa
" tidak usah ! aku bilang tidak usah ya tidak usah ! " teriak gio , namun merry kekeh merampasnya dan ia mendapatkan lingerie tersebut .
" kenapa kau tiba tiba mau memakainya ? apa kau takut kalau ada perempuan lain yang mau memakai itu didepanku " tanya gio tersenyum menggoda
" tidak .. siapa juga yang yang takut ? " seru merry dengan melirik ke arah gio
" ah sudahlah aku akan ganti bajuku ! kau ini sungguh menyusahkan saja " celetuk merry , ia beranjak membawa lingerie itu dan hendak masuk kedalam kamar mandi .
Gio pun menahan senyumnya
" kalau kau terpaksa memakainya tidak usah di pakai ! " teriak gio dengan menahan senyumnya
" jangan terlalu banyak bicara ! " celetuk merry , gio semakin tak bisa menahan senyumnya , ia merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur sembari menunggu merry.
Sementara merry masih di dalam kamar mandi ia melepas semua bajunya dan mengganti dengan lingerie yang di berikan oleh gio mulutnya tak henti menggerutu kesal
" ini terlalu sexy , aku sangat tidak suka , tapi .. (menghela nafas) " gumam merry dengan bercermin di cermin yang ada di dalam kamar mandi , ia menarik pita rambutnya dan mengurai rambutnya yang begitu panjang , merry mencoba menyisir rambutnya dengan jari jari tangannya , dan kemudian keluar dari kamar mandi menghampiri gio .
Saat melihat merry keluar dari kamar mandi , mata gio terkesiap dan tak berkedip sama sekali . Merry berjalan menuju gio dan mendekatinya , gio menelan ludahnya dengan begitu keras .
" shit .. dia terlihat cantik sekali " gumam gio , kedua matanya tak bergemming melihat merry .
" kenapa kau melihatku seperti itu ? " celetuk merry dengan mengurucutkan bibirnya .
" kau sangat cantik kalau seperti ini " ucap gio dengan menepiskan senyumnya .
" berarti selama ini aku jelek ? begitu maksudmu ? " celetuk merry dengan kesal
" astaga .. " gumam gio menggaruk garuk kepalanya
" bukan ! bukan seperti itu , kau dari dulu sangat cantik . tapi malam ini kau lebih cantik dari biasanya " tutur gio
" duduklah kemari didekatku " pinta gio , menarik tangan merry , merry pun duduk di samping gio dengan wajah yang cemberut . mata gio tak henti memperhatikan wajah merry , kemudian pandangannya beralih ke arah dada merry yang terbalut kain sangat tembus pandang itu , merry pun sontak menutupi dadanya dengan kedua tangannya .
" jangan melihat seperti itu , akan ku gigit kau " celetuk merry dengan melotot , seakan hendak memakan gio hidup hidup , gio pun dengan keras menahan tawanya karna melihat raut wajah merry .
" kemarilah .. aku sangat suka kalau kau galak seperti ini " seru gio menahan senyumnya , ia memegang pinggang merry dan mencium pipi nya , hingga membuat merry tersipu malu .
jangan seolah menjadi langit senja
yang keindahannya hanya mampu dinikmati untuk waktu tertentu saja
(noviana lancaster)
.
.
.
jangan lupa baca cerita novel saya yang lainnya juga ya yang berjudul amoera is my lady , sudah saya up setiap hari ^_^