My Introvert Husband 2

My Introvert Husband 2
Kepikiran



Gio dan merry pun melanjutkan rencananya untuk pulang kembali ke rumah , ia diantar kedepan oleh andrew , william dan carrol namun sebagaian teman temannya masih tertidur karna bergadang semalaman , tak terkecuali hellena ,aline dan juga jacob .


mereka pun berpamitan pulang kepada teman temannya tersebut .


Gio melajukan mobilnya dengan kecepatam sedang sembari berbincang bincang ringan bersama istrinya .


" Merry .. Nanti setelah sampai di rumah  kau buat istirahat lalu kita pergi ke dokter " pinta gio seraya memusatkan kedua matanya melihat ke depan .


" untuk apa kita pergi ke dokter " tanya merry dengan menaikan kedua alisnya


" untuk memeriksakan kandunganmu " ucap gio . Merry pun  mengiyakannya dengan bersemangat , gio sebenarnya mengajak merry ke dokter karna ingin memeriksakan masalah pada ginjalnya , namun gio tak memberitahukan dulu kepada merry kalau ginjalnya sedang bermasalah karna ia takut merry akan kepikiran .


Setelah melakukan perjalanan berjam jam lamanya akhirnya siang itu mereka sampai dirumah . Namun selama perjalanan tadi merry tertidur di dalam mobil . Gio hendak membangunkannya namun ia tak tega , jadi ia mengangkat tubuh istrinya tersebut masuk kedalam rumah dan membaringkannya di atas tempat tidur . Ketika meletakan tubuh merry di tempat tidur , Pikiran dan hati gio terganggu kembali  . Ia merasa bersedih , ia takut jika terjadi sesuatu yang buruk kepada istrinya tersebut .


Dirinya meraih ponsel yang ada disakunya kemudian keluar dari kamarnya .


Tangan gio bergerak menekan tombol di layar ponselnya . Ternyata ia hendak menghubungi rey .


Tut .. Tut .. Tut (menyambungkan)


" iya gio .. Ada apa ? " sapa rey


" pa .. Gio sama merry sudah pulang , dan ini sedang berada di rumah " ucap gio memberitau papa mertuanya tersebut


" bukannya kalian pulang besok nak ? " tanya rey heran .


" ehmm iya pa .. Sebenarnya kami akan pulang besok tapi gio khawatir dengan merry karna merry sedang hamil " ujar gio , rey pun terkejut mendengarnya .


" apa kau bilang ?  merry sedang hamil ? " tanya rey ia seakan tidak percaya . Gio pun mengiyakannya


" syukurlah .. Mamamu pasti senang mendengarnya , tapi dia sedang pergi sama bibi cathrine , nanti setelah dia pulang akan papa beri tau " kata rey dengan semangat . Terdengar dari Suara rey ia benar benar bahagia mendengar kabar dari anaknya tersebut .


" tapi pa .. waktu di villa merry sempat pingsan dan tidak sadarkan diri .  Kemarin salah satu teman gio yang berptofesi sebagai dokter , dia memeriksa merry dan dia memberitau gio kalau selain hamil , ginjal merry sedang bermasalah. Tapi untuk lebih pastinya gio harus memeriksakan merry ke dokter urologi .. Gio sangat takut pa kalau sampai merry kenapa kenapa " ucap gio lirih dengan memejamkan matanya , rey mendengar perkataan gio melalui ponsel yang sedang ia genggam Tiba tiba Raut wajahnya berubah dan mulutnya membungkam seketika .


" pa .. Apa papa bisa mendengar suara gio ? " tanya gio memastikan .


" ehm . Iya .. Papa dengar , kau jangan terlalu khawatir , merry pasti akan baik baik saja  " tutur rey.  Seraya mencoba menenangkan dirinya sendiri


" kapan kau akan memeriksakan merry ke dokter ? " tanya rey


" kalau tidak nanti malam  atau mungkin besok pa .. " saut gio


" papa akan ikut bersamamu " pinta rey


" lebih baik jangan pa .. Gio takut nanti malah merry akan kepikiran karna gio beralasan mengajak merry ke dokter untuk memeriksakan kandungannya  .. " tutur gio . Rey pun mengiyakannya , ia menyuruh menantunya tersebut agar segera memberitau hasil pemeriksaan merry . Dan mereka berdua pun mengakhiri panggilan telponnya ..


Dikamar merry pun terbangun melihat dirinya sudah berada di kamar , sontak ia beranjak dari tidurnya dan keluar kamar untuk mencari gio ,


gio sedang duduk di sofa ruang depan , ia memejamkan matanya dengan pikiran yang begitu kosong . merry pun menghampirinya dan mendaratkan tubuhnya untuk duduk di samping suaminya tersebut .


" Giooo " suara merry mengagetkan gio , ia melingkarkan tangannya di tubuh suaminya itu  seraya menyandarkan kepalanya di bahu gio , gio pun sontak membuka matanya


" kau sudah bangun ? " tanya gio sembari tangannya mengusap wajah merry , ia pun mengiyakannya


" kenapa kau tidur disini ? " tanya merry


" aku tidak tidur " seru gio , dengan menepiskan senyumnya


" kau pikir aku buta ? jelas jelas kau tadi sedang tidur " celetuk merry


" yasudah terserah kau saja " ucap gio , ia pun mengiyakannya karna tidak ingin berdebat dengan merry .


" gio .. kenapa badanku rasanya sakit semua " ucap merry lirih semakin mengeratkan pelukannya


" apa pinggangmu juga sakit " tanya gio dengan menyibakkan rambut merry , merry pun mengangguk


"  lebih baik kita pergi ke dokter sekarang , cepat bersiaplah " pinta gio . merry pun mengiyakannya , dan bersiap siap untuk pergi ke dokter bersama gio


 


 


rey sedang memangku laptopnya di ruang depan , ia mengerjakan pekerjaannya sesekali pikirannya terganggu dengan anak semata wayangnya tersebut .


" aku harap merry akan baik baik saja " gumam rey seraya menenangkan dirinya sendiri


" tetapi aku tidak bisa memberitau kikan jika ginjal merry sedang bermasalah , aku sangat tau kikan . dia pasti akan kepikiran " gumamnya kembali


namun tak lama kemudian pintu rumahnya terbuka dan terlihat kikan sedang masuk kedalam rumah bersama cathrine , mereka berdua pun menegur an menyapa rey .


" kalian darimana saja ? " tanya rey seraya memindahkan laptopnya diatas meja .


" aku dan cathrine habis berbelanja , aku juga membelikan baju untuk merry " ucap kikan dengan mengecek isi paper bag yang sedang ia pegang .


"oh iya sayang merry dan gio sudah pulang " ucap rey kepada kikan


" bukannya mereka pulang besok ? " tanya kikan terheran


" iya .. gio mengajaknya pulang lebih awal , dia khawatir dengan kesehatan merry , karna merry saat ini sedang hamil " tutur rey , kikan dan cathrine pun terkejut mendengarnya


" kak rey apa kau tidak bercanda ? " tanya kikan dengan melebarkan matanya


" kakak ipar .. benarkah yang kau bicarakan barusan ? merry sedang hamil ? " saut cathrine , rey pun mengangguk dan mengiyakannya . kikan dan cathrine sontak tertawa senang , ia memeluk satu sama lain dengan kegirangan  .


" kikan .. akhirnya kita akan punya cucu " teriak cathrine kegirangan


" iya cath , kita sepertinya harus menemui merry dirumah sekarang " pinta kikan


" Jangan sekarang ! " suara rey memotong percakapan mereka berdua , kikan pun bertanya kenapa rey tidak mengizinkannya untuk menemui anaknya tersebut .


" merry biar istirahat , dia baru saja pulang . lebih baik besok saja kita kesana " tutur rey , cathrine dan merry pun mengiyakannya .


setelah itu cathrine berpamitan pulang untuk memberitau kabar bahagia tersebut kepada suaminya alka .


namun kikan memperhatikan raut wajah suaminya yang sedikit gelisah seakan memikirkan sesuatu  .


" sayang .. kau kenapa ? apa kau tidak senang mendengar anak kita hamil ? " tanya kikan , menajamkan kedua matanya , seraya menyentuh bahu rey


" mana mungkin aku tidak senang ? aku sangat senang sekali , tak terasa saja .. baru kemarin anak kita lahir dia sudah menikah dan sekarang dia akan segera memiliki seorang anak . tanpa sadar , semuanya begitu cepat terkikis oleh waktu " tutur rey , kikan  mendengarkan perkataan yang terlontar dari mulut suaminya  matanya berkaca kaca seketika , ia langsung memeluk suaminya tersebut .


 


 


 


jangan lupa setelah membaca novel saya tekan tombol LIKE saya  akan sangat berterimakasih dan akan semakin bersemangat untuk update episode selanjutnya .


jangan lupa untuk comment saran , kritikan maupun pendapat kalian . saya akan menerima apapun kritik dan saran dari kalian jika comment kalian terbilang sopan dan masih dalam batas wajar  . itu akan menjadi nilai tambah saya untuk memperbaiki cerita saya kedepannya


Gracias ^_^