
Gio dan merry pun melanjutkan rencananya untuk pulang kembali ke rumah , ia diantar kedepan oleh andrew , william dan carrol namun sebagaian teman temannya masih tertidur karna bergadang semalaman , tak terkecuali hellena ,aline dan juga jacob .
mereka pun berpamitan pulang kepada teman temannya tersebut .
Gio melajukan mobilnya dengan kecepatam sedang sembari berbincang bincang ringan bersama istrinya .
" Merry .. Nanti setelah sampai di rumah kau buat istirahat lalu kita pergi ke dokter " pinta gio seraya memusatkan kedua matanya melihat ke depan .
" untuk apa kita pergi ke dokter " tanya merry dengan menaikan kedua alisnya
" untuk memeriksakan kandunganmu " ucap gio . Merry pun mengiyakannya dengan bersemangat , gio sebenarnya mengajak merry ke dokter karna ingin memeriksakan masalah pada ginjalnya , namun gio tak memberitahukan dulu kepada merry kalau ginjalnya sedang bermasalah karna ia takut merry akan kepikiran .
Setelah melakukan perjalanan berjam jam lamanya akhirnya siang itu mereka sampai dirumah . Namun selama perjalanan tadi merry tertidur di dalam mobil . Gio hendak membangunkannya namun ia tak tega , jadi ia mengangkat tubuh istrinya tersebut masuk kedalam rumah dan membaringkannya di atas tempat tidur . Ketika meletakan tubuh merry di tempat tidur , Pikiran dan hati gio terganggu kembali . Ia merasa bersedih , ia takut jika terjadi sesuatu yang buruk kepada istrinya tersebut .
Dirinya meraih ponsel yang ada disakunya kemudian keluar dari kamarnya .
Tangan gio bergerak menekan tombol di layar ponselnya . Ternyata ia hendak menghubungi rey .
Tut .. Tut .. Tut (menyambungkan)
" iya gio .. Ada apa ? " sapa rey
" pa .. Gio sama merry sudah pulang , dan ini sedang berada di rumah " ucap gio memberitau papa mertuanya tersebut
" bukannya kalian pulang besok nak ? " tanya rey heran .
" ehmm iya pa .. Sebenarnya kami akan pulang besok tapi gio khawatir dengan merry karna merry sedang hamil " ujar gio , rey pun terkejut mendengarnya .
" apa kau bilang ? merry sedang hamil ? " tanya rey ia seakan tidak percaya . Gio pun mengiyakannya
" syukurlah .. Mamamu pasti senang mendengarnya , tapi dia sedang pergi sama bibi cathrine , nanti setelah dia pulang akan papa beri tau " kata rey dengan semangat . Terdengar dari Suara rey ia benar benar bahagia mendengar kabar dari anaknya tersebut .
" tapi pa .. waktu di villa merry sempat pingsan dan tidak sadarkan diri . Kemarin salah satu teman gio yang berptofesi sebagai dokter , dia memeriksa merry dan dia memberitau gio kalau selain hamil , ginjal merry sedang bermasalah. Tapi untuk lebih pastinya gio harus memeriksakan merry ke dokter urologi .. Gio sangat takut pa kalau sampai merry kenapa kenapa " ucap gio lirih dengan memejamkan matanya , rey mendengar perkataan gio melalui ponsel yang sedang ia genggam Tiba tiba Raut wajahnya berubah dan mulutnya membungkam seketika .
" pa .. Apa papa bisa mendengar suara gio ? " tanya gio memastikan .
" ehm . Iya .. Papa dengar , kau jangan terlalu khawatir , merry pasti akan baik baik saja " tutur rey. Seraya mencoba menenangkan dirinya sendiri
" kapan kau akan memeriksakan merry ke dokter ? " tanya rey
" kalau tidak nanti malam atau mungkin besok pa .. " saut gio
" papa akan ikut bersamamu " pinta rey
" lebih baik jangan pa .. Gio takut nanti malah merry akan kepikiran karna gio beralasan mengajak merry ke dokter untuk memeriksakan kandungannya .. " tutur gio . Rey pun mengiyakannya , ia menyuruh menantunya tersebut agar segera memberitau hasil pemeriksaan merry . Dan mereka berdua pun mengakhiri panggilan telponnya ..
Dikamar merry pun terbangun melihat dirinya sudah berada di kamar , sontak ia beranjak dari tidurnya dan keluar kamar untuk mencari gio ,
gio sedang duduk di sofa ruang depan , ia memejamkan matanya dengan pikiran yang begitu kosong . merry pun menghampirinya dan mendaratkan tubuhnya untuk duduk di samping suaminya tersebut .
" Giooo " suara merry mengagetkan gio , ia melingkarkan tangannya di tubuh suaminya itu seraya menyandarkan kepalanya di bahu gio , gio pun sontak membuka matanya
" kau sudah bangun ? " tanya gio sembari tangannya mengusap wajah merry , ia pun mengiyakannya
" kenapa kau tidur disini ? " tanya merry
" aku tidak tidur " seru gio , dengan menepiskan senyumnya
" kau pikir aku buta ? jelas jelas kau tadi sedang tidur " celetuk merry
" yasudah terserah kau saja " ucap gio , ia pun mengiyakannya karna tidak ingin berdebat dengan merry .
" gio .. kenapa badanku rasanya sakit semua " ucap merry lirih semakin mengeratkan pelukannya
" apa pinggangmu juga sakit " tanya gio dengan menyibakkan rambut merry , merry pun mengangguk
" lebih baik kita pergi ke dokter sekarang , cepat bersiaplah " pinta gio . merry pun mengiyakannya , dan bersiap siap untuk pergi ke dokter bersama gio
rey sedang memangku laptopnya di ruang depan , ia mengerjakan pekerjaannya sesekali pikirannya terganggu dengan anak semata wayangnya tersebut .
" aku harap merry akan baik baik saja " gumam rey seraya menenangkan dirinya sendiri
" tetapi aku tidak bisa memberitau kikan jika ginjal merry sedang bermasalah , aku sangat tau kikan . dia pasti akan kepikiran " gumamnya kembali
namun tak lama kemudian pintu rumahnya terbuka dan terlihat kikan sedang masuk kedalam rumah bersama cathrine , mereka berdua pun menegur an menyapa rey .
" kalian darimana saja ? " tanya rey seraya memindahkan laptopnya diatas meja .
" aku dan cathrine habis berbelanja , aku juga membelikan baju untuk merry " ucap kikan dengan mengecek isi paper bag yang sedang ia pegang .
"oh iya sayang merry dan gio sudah pulang " ucap rey kepada kikan
" bukannya mereka pulang besok ? " tanya kikan terheran
" iya .. gio mengajaknya pulang lebih awal , dia khawatir dengan kesehatan merry , karna merry saat ini sedang hamil " tutur rey , kikan dan cathrine pun terkejut mendengarnya
" kak rey apa kau tidak bercanda ? " tanya kikan dengan melebarkan matanya
" kakak ipar .. benarkah yang kau bicarakan barusan ? merry sedang hamil ? " saut cathrine , rey pun mengangguk dan mengiyakannya . kikan dan cathrine sontak tertawa senang , ia memeluk satu sama lain dengan kegirangan .
" kikan .. akhirnya kita akan punya cucu " teriak cathrine kegirangan
" iya cath , kita sepertinya harus menemui merry dirumah sekarang " pinta kikan
" Jangan sekarang ! " suara rey memotong percakapan mereka berdua , kikan pun bertanya kenapa rey tidak mengizinkannya untuk menemui anaknya tersebut .
" merry biar istirahat , dia baru saja pulang . lebih baik besok saja kita kesana " tutur rey , cathrine dan merry pun mengiyakannya .
setelah itu cathrine berpamitan pulang untuk memberitau kabar bahagia tersebut kepada suaminya alka .
namun kikan memperhatikan raut wajah suaminya yang sedikit gelisah seakan memikirkan sesuatu .
" sayang .. kau kenapa ? apa kau tidak senang mendengar anak kita hamil ? " tanya kikan , menajamkan kedua matanya , seraya menyentuh bahu rey
" mana mungkin aku tidak senang ? aku sangat senang sekali , tak terasa saja .. baru kemarin anak kita lahir dia sudah menikah dan sekarang dia akan segera memiliki seorang anak . tanpa sadar , semuanya begitu cepat terkikis oleh waktu " tutur rey , kikan mendengarkan perkataan yang terlontar dari mulut suaminya matanya berkaca kaca seketika , ia langsung memeluk suaminya tersebut .
jangan lupa setelah membaca novel saya tekan tombol LIKE saya akan sangat berterimakasih dan akan semakin bersemangat untuk update episode selanjutnya .
jangan lupa untuk comment saran , kritikan maupun pendapat kalian . saya akan menerima apapun kritik dan saran dari kalian jika comment kalian terbilang sopan dan masih dalam batas wajar . itu akan menjadi nilai tambah saya untuk memperbaiki cerita saya kedepannya
Gracias ^_^