
carrol melangkahkan kakinya dengan perlahan menuju ke ruang tamu , ia menggigit bibir bawahnya dengan perasaan bingung . kedua mata andrew pun sudah memperhatikan carrol yang hendak menghampirinya .
" ehmm , kak andrew maaf nunggu lama " ucap carrol dengan menundukan pandangannya
" iya tidak apa apa , kemarilah duduk disampingku " pinta andrew seraya menarik tangan carrol , carrol pun duduk tetapi menjaga jarak dengan andrew .
" ehm ada apa kak andrew kesini ? " tanya carrol tanpa menatap wajah andrew hingga membuat andrew mengernyitkan dahinya .
" carrol .. kenapa kau sangat berbeda seperti ini kepada ku ? aku punya salah apa kepadamu ? bahkan kau berbicara sampai tidak mau memandangku seperti itu ? " tanya andrew .
" ehhmm tidak kok kak , aku seperti biasanya tidak ada yang berbeda di diriku , kau juga tidak punya salah apapun kepadaku " ucap carrol seraya kedua matanya menatap andrew .
Andrew pun menggeserkan tubuhnya dan lebih mendekatkan duduknya di samping carrol dan ia mencoba memegang tangan carrol
" carrol ku mohon jangan seperti ini , kalau aku punya salah kepadamu tolong beritau aku " ucap andrew . Carrol yang merasakan sentuhan tangan andrew Jantung nya menjadi berdetak tak karuan . Keringat dingin pun melapisi sekujur tubuhnya
" yatuhan jantungku kenapa ? Apa aku sedang kena serangan jantung " gumam carrol .
" kak .. Kau tidak punya salah apa apa " tutur carrol , ia mencoba menepis tangan andrew . Namun andrew tak mau melepaskan tangan carrol .
Andrew menatap kedua mata carrol dengan begitu hangat , carrol pun menundukan pandangannya karna salah tingkah .
Tiba tiba merry muncul menghampiri carrol dan andrew hingga membuat mereka berdua terkejut
" carrol ada telpon dari mamamu " teriak merry . Mata merry terbelalak karna terkejut ketika melihat carrol dan andrew duduk begitu dekat dan saling berpegangan tangan .
" astaga " gumam merry , ( ia pura pura buta seketika)
" eh merry ada apa " tanya carrol beranjak berdiri mendekati merry
" maaf aku mengganggu kalian ya hehe , ini ada panggilan suara yang masuk dari mamamu " kata merry sembari menyodorkan sebuah ponsel , andrew pun mengernyitkan dahi dan memperhatikan ponsel milik carrol .
Carrol pun menyaut ponsel miliknya dari tangan merry .
" terimakasih merr " ucap carrol
" baiklah .. Aku permisi kembali ke kamar " pamit merry , ia cepat cepat berlalu kembali ke kamar carrol .
" kenapa aku datang disaat yang tidak tepat , huh jadi mengganggu mereka berdua kan " gumam merry
Carrol pun berpamitan kepada andrew untuk mengangkat telpon dari mamanya , seusai mengangkat telpon , carrol pun kembali menemui andrew .
" maaf ya kak .. Kau jadi menunggu lagi " ucap carrol merasa tidak enak hati .
" tidak apa apa , oh iya carrol .. Apa kau berbohong kepadaku ? " tanya andrew .
" berbohong ? Ehm berbohong apa kak aku tidak mengerti maksudmu ? " tanya carrol
" itu bukannya ponsel yang biasa kamu gunakan bukan ? Lalu kenapa kemarin kau bilang kalau ponselmu rusak " tanya andrew Seraya menajamkan matanya .
" aduh sialan kenapa aku sampai lupa " gumam carrol dalam hati . Ia pun kebingungan menjawab pertanyaan andrew
" carrol .. Kenapa kau diam saja ? " tanya andrew
" ehm .. Itu kak .. Apa .. Eh ponselku Sudah aku perbaiki tadi pagi " ucap carrol dengan gugup .
" (menghela nafas) aku tidak tau sebenarnya kau kenapa ! Kau sepertinya memang benar benar marah kepadaku ! Kalau kau tidak mau mengatakan apa salahku tidak masalah , tapi aku minta tolong kepadamu . Aku ingin kita berteman seperti biasanya . Ku mohon jangan menghindariku seperti ini " pinta andrew . Namun Carrol hanya diam saja ,
" baiklah .. aku permisi pamit pulang " pamit andrew , ia pun beranjak dan bergegas pergi meninggalkan carrol . Tubuh carrol masih tak bergemming dari posisinya .
" berteman ? Iya .. Berteman ! Itu memang status yang pantas untukku dan kak andrew " gumam carrol sembari memejamkan matanya dengan getir .
Carrol melihat sebuah paperbag di atas meja .
" sepertinya ini punya kak andrew ketinggalan " kata carrol , ia beranjak dari duduknya dan melangkahkan kakinya dengan cepat untuk mengejar andrew , terlihat andrew yang hendak masuk ke dalam mobilnya.
" kak tunggu , barangmu tertinggal " teriak carrol . Andrew pun menunda niatnya untuk masuk kedalam mobil
" kak ini milikmu tertinggal " ucap carrol sembari menyodorkan paperbag tersebut .
" oh iya aku lupa .. ehmm ini sebenarnya aku membelikan gaun untukmu , aku mau mengundangmu di perayaan pesta kecil besok , tapi ku rasa kau tidak akan mau datang. jadi lupakan saja " kata andrew mencoba memaksakan senyumnya .
" untukku ? Baiklah aku akan datang " ucap carrol karna ia tidak ingin membuat andrew kecewa .
" kau mau datang ? " tanya andrew .
" iya tentu saja kak " saut carrol
" baiklah terimakasih banyak , aku akan menemputmu besok . aku pulang dulu sampaikan salamku kepada merry " andrew pun berpamitan kembali dan carrol pun mengiyakannya .
setelah mobil andrew tak terlihat dari pandangan mata carrol , carrol pun masuk kedalam rumahnya kembali .
" (menghela nafas) kak andrew laki laki baik , hanya karna cinta aku tidak ingin kehilangan sebuah pertemanan , mungkin kak andrew bukan jodohku " gumam carrol , ia mencoba menepiskan senyumnya seraya melihat isi dari paperbag tersebut .
ia pun kembali ke kamarnya untuk menemui merry , di kamar merry terlihat masih sibuk mengunyah makanan ringan yang sempat di ambilkan oleh carrol tadi . merry yang melihat wajah carrol tertekuk ia pun langsung menegurnya ,
" carrol kau kenapa ? " tanya merry dengan heran
" tidak apa apa " saut carrol ia melebarkan senyumnya dengan terpaksa .
" apa kak andrew sudah pulang ? " tanya merry
" iya .. dia baru saja pulang , dia juga titip salam kepadamu " ucap carrol .
" oh , lalu itu apa yang kau pegang ? " tanya merry seraya kedua matannya terpusat ke arah paperbag yang sedang di pegang oleh carrol .
" gaun .. kak andrew memberikannya untukku " ucap carrol
" kau mau pergi berkencan dengannya ? " tanya merry dengan girang
" tidak merr ! kak andrew hanya mengajakku untuk ikut ke pesta perayaan kecil kecilan " ucap carrol sembari mendudukan tubuhnya di samping merry .
" sama saja kalian berarti pergi berkencan kan " seru merry dengan menggoda carrol
" merry .. kan aku sudah bilang kak andrew sudah punya kekasih " ucap carrol
" tapi kata gio kak andrew belum punya kekasih , " ujar merry dengan memiringkan kepalanya seakan tak percaya .
" kau ini tau apa , jelas jelas aku yang tau kekasihnya kak andrew . sudah jangan bahas dia lagi . apa kau sudah tidak bersedih lagi ? " tanya carrol mengalihkan topik pembicaraannya .
" carrol .. tapi ku rasa kak andrew itu .. " belum selesai merry melanjutkan perkataannya , carrol mengambil roti dan memasukan roti tersebut kedalam mulut merry .
" aku bilang jangan dibahas lagi " seru carrol
" shit , kau ini sungguh menyebalkan " celetuk merry , ia mengerucutkan bibirnya seraya mengunyah roti tersebut , carrol pun tertawa melihat merry .
" menyebalkan tapi kau makan juga rotinya , dasar kau ini " celetuk carrol ia pun tertawa dan mengacak acak rambut merry . tak lama kemudian pun pembantu carrol datang menghampiri carrol dan merry di kamar , ia memberitahu bahwa masakannya sudah matang , tak menunggu waktu lama , kedua sahabat itu langsung melangkahkan cepat kaki mereka menuju ke dapur untuk menyantap makanan yang sudah di sajikan di atas meja makan ..
saat menjelang sore Merry pun diantarkan pulang oleh carrol hingga ke rumahnya .
Setelah mengantarkan merry pulang , carrol pun berpamitan kepada merry untuk kembali pulang
Merry mengiyakannya dan menunggu carrol hingga halaman depan rumahnya .
Saat dirasa mobil carrol tidak kelihatan merry pun masuk kedalam rumah nya . Bi anne yang melihat merry baru pulang pun langsung menegurnya dan membantu membawakan barang belanjaannya yang sempat ia beli di supermarket pagi tadi .
" nona merry mari saya bantu " pinta bi anne , merry pun menyodorkan barang belanjaannya .
" apa suami saya sudah pulang bi ? " tanya merry
" belum nona " ucap bi anne
" (menghela nafas) tumben sekali gio jam segini belum pulang " gumam merry dalam hati ,
Merry pun masuk kedalam kamarnya untuk meletakan tas miliknya , kemudian ia melangkahkan kakinya menuju ke dapur .
Terlihat di dapur bi mia sedang menyiapkan masakan untuk makan malam .
Merry pun menyuruh bi mia untuk tidak melanjutkan masakya , karna merry ingin dirinua sendiri yang membuatkan masakan spesial untuk gio . Bi mia pun mengiyakannya
Seusai makanan yang merry masak sudah matang , bi mia pun membantunya untuk menata makanan tersebut diatas meja makan .
" Nyonya .. Apa nyonya tidak makan dulu ? " tanya bi mia
" gio .. Kenapa pulangmu larut sekali ? " tanya merry
" iya . Banyak pekerjaan dikantor " saut gio
" ayo masuklah " ajak gio , merry pun mengiyakan , gio terlebih dulu masuk ke dalam kamar . Tanpa mengganti baju . Gio pun langsung menjatuhkan tubuhnya diatas tempat tidur dengan posisi telentang .
" gio .. ayo mandilah dulu , kemudian makan " ajak merry
" aku sangat lelah .. Aku ingin istirahat " tutur gio seraya memejamkan matanya . Merry pun duduk mendekati gio . Ia melepaskan dasi yang gio kenakan dan membantu gio untuk melepas kaos kaki dan juga sepatunya .
Merry merasa bersedih melihat sikap gio seperti ini .
" gio ayo makanlah dulu , kau pagi tadi juga tidak sarapan " ucap merry lirih , namun gio tak bergemming .
" gio " panggil merry kembali
" merry .. Aku sudah makan ! Aku sangat lelah jangan menggangguku .. Tolong mengertilah " seru gio .
" iya baiklah , maafkan aku " ucap merry , matanya pun berkaca kaca Menahan rasa sakit akan perkataan gio . Merry pun berlalu meninggalkan kamarnya dan menuju ke dapur , rasanya sia sia merry memasak untuk gio . Perlahan ia membuka tudung saja . Ia mengambil piring dan makanan yang sudah ia masak tadi , dengan bersedih hati ia terpaksa makan sendiri . Bahkan tak terasa air matanya menetes , merry pun menepis air matanya .
" aku tau gio masih sedih akan kepergian kakek . Aku tidak boleh seperti ini " gumam merry , ia mencoba tersenyum . Dan melanjutkan makannya . Ia menenangkan dirinya sendiri bahwa gio bersikap seperti itu semata mata karna kesedihan yang ia rasakan .
Seusai makan merry pun kembali ke kamarnya dan ia melihat gio sudah tertidur
Merry pun ikut tidur di samping gio ,
entahlah , hati gio benar benar kalut hingga ia sama sekali tak menghiraukan istrinya tersebut .
Merry menarik selimut dan menutupkan selimut tersebut hingga menutupi seluruh tubuhnya .
Ia memejamkan mata dengan bersedih .
* Keesokan paginya
merry terbangun ,lagi lagi gio sudah tidak ada disampingnya . Ia beranjak turun dari tempat tidur hendak mencari gio . Namun perut merry tiba tiba terasa diaduk aduk . ia berkali kali mual dan merry pun cepat cepat masuk ke dalam kamar mandi ia mencoba mengeluarkan dan memuntahkan semua isi yang ada di dalam perutnya ke wastafel . Namun yang keluar hanyalah cairan kuning hingga membuat merry mengernyit dengan keasaman .
" asam lambungku sepertinya benar benar naik " gumam merry seraya mengatur nafasnya
Ia pun berkumur dan keluar untuk mencari gio kembali .
" nyonya sudah bangun " tegur bi mia
" iya bi .. Gio kemana ya bi apa bibi tau ? " tanya merry
" tuan gio tadi sudah berangkat bekerja nyonya " ucap bi mia , merry pun menurunkan pandangannya karna merasa bersedih .
" apa nyonya merry sedang sakit ? Wajah nyonya sangat pucat sekali ? " tanya bi mia
" ehmm entahlah bi badan merry sakit semua " ucap merry ,
" nyonya ayo duduklah akan ku buatkan teh hangat untukmu " pinta bi mia mencoba mendudukan tubuh merry
" tidak usah bi terimakasih " ucap merry
" nyonya kau terlihat sangat tidak sehat , bibi mohon duduklah sebentar akan bibi buatkan teh " bi mia pun memaksa merry , merry pun terpaksa mengiyakannya . Terlihat di kedua matanya , ia begitu bersedih memikirkan gio .
" nyonya .. Ayo minumlah " pintbi mia dengan menyodorkan cangkir putih berisi teh hijau hangat .
" terimakasih banyak bi " ucap merry , sembari menepiskan senyumnya . Bi mia memperhatikan raut wajah merry yang terlihat begitu bersedih .
" apa nyonya memikirkan tuan gio ? " tanya bi mia . Merry pun mengiyakannya dengan mata yang nerkaca kaca .
" jangan diambil hati nyonya .. Tuan gio masih berduka atas kepergian tuan besar , karna tuan gio sudah tidak punya siapa siapa lagi . Dulu waktu kecil saat tuan richard dan nyonya eliz meninggal . Sikap tuan gio juga sama seperti ini bahkan tuan gio selalu mengurung diri dan tidak mau berbicara kepada siapapun " tutur bi mia .
" iya bi .. Merry tau " saut merry ia mencoba menepiskan senyumnya , tiba tiba perut merry serasa diaduk kembali . ia pun cepat cepat masuk kedalam kamar mandi yang letaknya dekat dengan dapur , lagi lagi ia memuntahkan cairan asam dari mulutnya . ia berkumur .
merry kembali duduk dan mendesis menahan rasa tidak nyaman .
" nyonya minumlah " pinta bi mia menyodorkan segelas air putih , merry pun meneguk air putih tersebut .
" ehmm nyonya saya perhatikan akhir akhir ini terlihat tidak sehat " ucap bi mia
" iya bi entahlah , rasanya merry seringkali mual " ucap merry dengan menelan ludahnya
" apa mungkin nyonya merry sedang hamil ? " tanya bi mia
" ha ? "merry membulatkan matanya
" tidak bi .. 4 hari yang lalu merry sudah melakukan test kehamilan tapi hasilnya negative karna garisnya samar " ucap merry dengan tersenyum getir .
" apa nyonya tidak mencoba memeriksakan ke dokter , barangkali test kehamilan itu tidak akurat " ucap bi mia
" tidak bi .. Bulan lalu juga merry menerima hasil yang sama dan waktu merry periksakan ke dokter hasilnya negative , jadi Merry tidak mau berharap lebih " ucap merry .
" oh iya bi merry kembali ke kamar merry ya bi , terimakasih tehnya " ucap merry , ia sudah tidak ingin membahas hal hal yang membuat hatinya menjadi bersedih lagi , merry pun berpamitan dan berlalu meninggalkan bi mia . bi mia mencoba menyuruh merry untuk sarapan terlebih dulu namun ia menolaknya .
Merry kembali ke kamarnya , ia memejamkan matanya dan merebahkan tubuhnya diatas tempat tidur
" aku sudah tidak mau berharap lagi . Itu sangat menyakitkan " gumam merry , air matanya mengalir dari samping pelupuk matanya
* Malam harinya
Kala itu gio sudah pulang dan baru saja terlihat selesai mandi , merry mengajak gio untuk makan malam dan kali ini gio mengiyakan ajakan merry . Selama makan malam mereka tidak berbicara , bahkan gio tidak menegur merry sama sekali seperti biasanya , ia masih begitu nyaman akan kediamannya .
Seusai makan malam gio meninggalkan meja makan tanpa berkata apapun kepada merry , ia kembali kedalam kamarnya . dan merry mengikutinya dari belakang . terlihat gio merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur , begitu juga merry . Ia juga ikut menjatuhkan tubuhnya di samping gio .
Namun Gio mengubah posisinya dengan tidur membelakangi merry .
Merry pun memperhatikan gio yang sedang membelakanginya .
" gio .. Kenapa aku merasa kau semakin mengasingkan ku seperti ini ? " gumam merry ia menepis air matanya yang terjatuh . Merry pun juga memiringkan posisi tidurnya membelakangi gio . Pasangan suami istri ini kini terlihat tidur dengan bersingkuran layaknya sedang bertengkar .
Namun merry mengertikan akan posisi dan perasaan suaminya tersebut , bahwa gio bersikap diam seperti ini semata mata karna ia masih larut akan kesedihan karna kehilangan kakeknya
Merry mencoba tidur dengan membolak balikan posisi tidurnya . Namun rasanya ia sangat sulit untuk memejamkan matanya , berkali kali ia memperhatikan gio dari belakang .
" rasanya aku ingin sekali memeluk gio , tapi aku takut jika gio nanti akan marah , ah sudahlah lebih baik aku coba tidur lagi " gumam merry dalam hati .
Ia mencoba memejamkan matanya kembali , dan mencoba mencari posisi tidur yang menurutnya paling nyaman . malam itu merry berusaha keras untuk memejamkan matanya agar bisa tertidur bahkan waktu sudah menunjukan pukul 00.10 AM namun tetap saja merry tidak bisa tidur . ia benar benar ingin sekali memeluk suaminya tersebut .
" yatuhann bahkan sampai jam segini kenapa aku tidak bisa tidur " merry pun bergumam dan berdecak kesal , ia menghela nafas panjang dan mencoba mengumpulkan keberanian nya.
" gio .. " panggil merry lirih
" gio apa kau sudah tidur ? " tanya merry , namun tidak ada sautan dari gio , sepertinya gio memang sudah tertidur , merry mencoba memanggilnya kembali .
" gio bangunlah " panggil merry seraya meggoyang goyangkan bahu gio dengan pelan . tiba tiba gio mengerjapkan kedua matanya .
" hemm ? ada apa ? " tanya gio dengan mengerjap
" gio .. Aku daritadi tidak bisa tidur , aku ingin sekali memelukmu " pinta merry lirih , ia menggigit bibir bawahnya dengan sedikit takut jika gio akan marah dan menolak permintaannya . Gio pun sejenak terdiam , ia mengucek kedua matanya dan kemudian membalikan tubuhnya menghadap merry .
" kemarilah " pinta gio , merry pun menggeserkan tubuhnya dan memeluk gio , begitu juga gio . Ia juga memeluk tubuh merry dengan begitu erat .
" cepat tidurlah " pinta gio kembali , merry pun mengangguk dan mencoba memejamkan matanya .
" yatuhan rasanya sangat nyaman sekali " gumam merry dalam hati , ia merasakan ada kedamaian dalam dirinya saat memeluk gio . Baru saja merry memejamkan mata , ia pun sudah terlelap tidur di pelukan suaminya tersebut .
.
.
jangan lupa setelah membaca tekan tombol like terimakasih