
sementara seusai menemani aline di rumah sakit , gio pulang ke rumahnya , ia langsung masuk ke dalam kamar tetapi ia tidak melihat merry , ia mencoba menghampiri kamar bi mia untuk menanyakan keberadan merry namun , bi mia tidak mengetahuinya , gio pun mencoba menghubungi ponsel merry namun ponselnya tidak aktiv .
" mungkin dia tidur di rumah mama , besok pagi saja aku akan menjemputnya " gumam gio dalam hati , ia langsung masuk kembali kedalam kamarnya dan merebahkan diri
* Keesokannya paginya
gio hendak pergi kerumah kikan untuk menjemput merry namun ponselnya tiba tiba berbunyi ada panggilan masuk dari rey , gio pun langsung mengangkatnya .
" iya hallo pa " sapa gio
" gio .. apa merry ada ? papa mencoba menghubungi ponselnya tetapi tidak bisa " tanya rey , gio pun terkejut karna ia mengira merry berada di rumah orang tuanya
" oh iya pa dia sedang mandi , ada apa ya pa ? " tanya gio , ia terpaksa berbohong kepada rey agar ia tidak khawatir .
" papa mau memberi tahu .. besok lusa papa mau ke luar kota , bisakah kau dan merry tidur disini untuk menemani mama kalian ? " tanya rey
" tentu saja pa ,, nanti gio akan memberitau merry " saut gio , rey pun langsung mengakhiri panggilannya ,
raut wajah gio pun terlihat begitu marah . ia mencoba menghubungi carrol untuk menanyakan keberadaan istrinya namun nomer carrol di luar jangkauan , gio mencoba menelpon william namun ia tidak mengangkatnya . gio berpikiran yang tidak tidak tentang merry .
namun tak lama kemudian merry pun pulang , ia melihat gio duduk diatas sofa dengan wajah yang terlihat marah , gio mendekati merry dengan tatapan mata dan alis yang sudah menajam
" darimana saja kau semalam ? " teriak gio hingga mengagetkan merry
" ya tuhan aku harus berbicara apa kepada gio , tidak mungkin aku bilang menginap di hotel dengan kak william " gumam merry takut dalam hati
" A.. Aku .. Tidur dirumah carrol " jawab merry dengan gugup , ia terpaksa berbohon
" apa kau tidak berbohong kepadaku ? Tanya gio menatap merry dengan tajam dan merry pun menggelengkan kepalanya , mendengar jawaban merry hati gio begitu lega .
" yasudah cepat sarapanlah , aku mau ke rumah aline untuk mengantar kepergian mamanya, setelah itu pergi ke kantor " ucap gio seraya mencium kening merry , dan berlalu meninggalkan merry .
" gio maafkan aku " gumam merry dalam hati
Gio pergi ke rumah aline untuk mengantar kepergian mama aline ke peristirahatan terakhirnya , dan disana ternyata juga sudah ada william .
setelah dari hotel tadi pagi merry pamit pulang terlebih dulu kepada william , william menawarkan untuk mengantarkan merry pulang , namun merry menolaknya , ia lebih memilih untuk menumpangi taxi , jadi william langsung bergegas ke rumah aline .
" apa kau dari tadi disini ? kenapa kau tidak mengangkat telponku ? " tanya gio , william langsung meraba kantung celananya
" maaf gio ,, sepertinya ponselku tertinggal di mobil , iya aku dari tadi disini " ucap william
william dan gio ikut mengantar kepergian mama aline ke tempat peristirahatan terakhirnya , setelah itu mereka kembali lagi ke rumah aline .
di sudut ruangan Aline duduk sendiri dan terlihat masih terpukul karna kehilangan mamanya , ia duduk diatas kursi , william mengajak gio untuk menghampirinya .
" iya aline .. Kau tidak sendirian , masih ada papamu , ada gio , ada aku " saut william mengelus bahu aline , aline pun menganggukan kepalanya
" gio .. Willy .. sebentar Aku permisi mau ke papaku " pamit aline beranjak dari duduknya , gio dan william pun mengiyakannya
" gio .. apa merry sudah pulang ke rumahmu ? " tanya william kepada gio , gio pun mengiyakannya
" syurkurlah karna tadi pagi dia tidak mau aku antar pulang .. semalam aku mengajaknya menginap di hotel karna dia bingung mau kemana , jadi semalam aku menghabiskan waktu bersamanya , anak itu begitu lucu " ucap william sembari tertawa kecil
Gio terkejut matanya langsung terbelalak mendengar apa yang di ucapkan oleh william , ia langsung mengepalkan erat kedua tangannya ,
" Bukankah merry tidur ditempat carrol ? " tanya gio dengan geram
" tidak gio .. aku sempat mengantarnya ke rumah carrol namun carrol semalam tidak ada di rumah .. " saut william, tak banyak bicara gio yang mendengar pengakuan william ia langsung berdiri dari tempat duduknya dan berlalu meninggalkan william dan hendak pergi kembali ke rumah
" gio kau mau kemana ? " teriak william , namun gio hanya diam saja , ia mengambil mobilnya dan melajukan mobil tersebut hingga kecepatan maximal .
Setibanya dirumah ia masuk kedalam kamar dan menutup pintu kamar tersebut dengan keras . merry yang kala itu sedang membaca buku hingga kaget ,
Merry melihat gio dangan wajah yang begitu marah , merry pun menegurnya .
" gio kau sudah pulang ? kenapa cepat sekali " tanya merry , namun tiba tiba tangan gio mencengkram erat kedua lengan merry hingga membuat merry merasa kesakitan
" kau semalam darimana ? Bicara yang jujur ! " teriak gio , urat urat didahinya pun bermunculan
" gio sakit , lepaskan tanganmu " pinta merry ia pun menangis karna takut melihat gio marah seperti itu
" Apa kau semalam tidur dihotel bersama william ? Jawab ! " Teriak gio lagi namun merry hanya diam saja .
" kenapa kau diam ? Apa mulutmu sudah menjadi bisu? " teriaknya kembali
" gio maafkan aku .. " ucap merry menangis dan menundukan pandangannya, mendengar pernyataan merry, amarah gio semakin menjadi jadi , ia lebih erat mencengkram lengan merry
" gio lepaskan tanganmu , lenganku sakit " pinta merry dengan lirih suaranya berbaur dengan suara isakan tangisnya , sembari mencoba melepaskan tangan gio
" kau melakukan apa saja dengan william semalam " teriak gio dengan keras
" aku tidak melakukan apa apa dengan kak william " jawab merry lirih
" kau pikir aku orang bodoh yang akan percaya dengan kata katamu begitu saja ? " teriak gio , dengan geram ia menghempaskan lengan merry hingga hampir terjatuh ,
" Gio percayalah aku tidak melakukan apapun dengan kak william " ucap merry dengan memegang lengan gio , gio langsung menepis kasar tangan merry dan berlalu keluar kamar , ia menutup keras pintu kamarnya tersebut . dan menaiki mobilnya .
Merry mencoba mengejar gio namun percuma , ia pun kembali ke dalam kamarnya dan menangis .